Anda di halaman 1dari 31

ACCOUNTING THEORY

Kelompok 4
LA16

1. Reyhan (1901461363)
2. Deborah Sujono (1901469662)
3. Sherly Maulia (1901506765)
4. Sarah Devina (1901508524)
5. Vivian (1901477052)
6. Gerald Riantomo Madika (1901520555)
Revenue Defined

Operasi bisnis yang umum dari entitas:


• Perolehan Sumber daya Uang

• Perolehan Jasa

• Penggunaan Jasa

..
• Penggabungan ulang jasa-jasa yang telah diperoleh

..
• Penyerahan Jasa

• Distribusi sumber daya uang


Proses Memperoleh Pendapatan

Purchase of Storage of
Production
Service Inputs Production
(1) (2) (3)

Collection of
Warranty Sale on Credit
Cash
(6) (4)
(5)
Revenue Recognition
Prinsip Pengakuan Pendapatan

Pendapatan diakui Pada Saat:


• Direalisasikan / Dapat Direalisasikan.
• Dihasilkan (Earned).
Pengukuran Pendapatan [PSAK No. 23]

Pendapatan menyatakan bahwa pendapatan timbul


dari peristiwa ekonomi sbb:

• Penjualan Barang.

• Penjualan Jasa.

• Penggunaan Aktiva Perusahaan oleh Pihak-


Pihak Lain. Bunga, Royalti, dan Deviden.
Pengakuan Pendapatan [Kam: 1990]

Kriteria Pengakuan Pendapatan Yang Bersifat Teknis:


• Measurability of Asset Value.
• Existence of A Transaction.
• Substantial Completion of The Earning Process.
REVENUE MEASUREMENT
• Dasar pengakuan menurut Kerangka Konseptual
(Conseptual Framework) :

Besar kemungkinan
bahwa keuntungan
ekonomi masa depan Mempunyai nilai yang
yang berkaitan dengan dapat diukur
aset akan mengalir ke
perusahaan

• IAS 18 :
Pendapatan harus diukur pada nilai wajar dari
pertimbangan yang diterima atau yang dapat diterima.
⌂ Sale of Goods
1. Penjelasan terhadap Sales yang dinyatakan oleh
Martin :
“Bukti pendapatan yang dapat diverifikasi sering kali
terdiri dari penjualan eksternal, sehingga pendapatan
biasanya tidak dapat dikenali sebelum melakukan
penjualan.”

2. Pengecualian dalam Sales


Situasi dimana pendapatan dapat diakui sebelum time
of sale. Pengecualiannya sebagai berikut:
i. Pendapatan diakui selama produksi (During
Production)
IAS 18  Metode Percentage of Completion
Contoh : Kontrak Konstruksi Bangunan
⌂ Sale of Goods (Pengecualian dalam Sales)
• MEASURABILITY AND COLLECTABILITY OF THE ASSET
3 cara identifikasi tahapan penyelesaian kontrak (IAS 11/AASB
111, ayat 30) :
a) Proporsi biaya yang muncul menjadi estimasi
b) Survey
c) Penyelesaian secara fisik

• EXISTENCE OF A TRANSACTION
Penandatangan kontrak untuk menetapkan total sales value

• SUBSTANTIAL COMPLETION OF EARNING PROCESS


Pendapatan dicatat merefleksikan performance perusahaan;
untuk memastikan bahwa perusahaan sudah melakukan
kegiatan yang dibutuhkan untuk mendapatkan current
revenue.
⌂ Sale of Goods (Pengecualian dalam Sales)

ii. Pendapatan diakui setelah Produksi (End of production)


Critical event dari perusahaan adalah Produksi bukan Salesnya.

iii. Kas diterima setelah penjualan


1. Cost Recovery Method
Menyamakan expense dengan revenue, apabila cost sudah tertutupi
maka sisa nya menjadi Profit

2. The Installment Method


Cost of Product, dihitung menggunakan Rasio :

𝐶𝑎𝑠h 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒


𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
⌂ Rendering of Services
• IAS 18  Pendapatan yang didapatkan berdasarkan
pemberian jasa diakui dengan tahap- tahap
penyelesaian dari transaksi pada saat tanggal
pencatatan. Jadi, pendapatan diakui pada periode
dimana jasa diberikan.
• Estimasi dapat diukur secara andal (reliable) yang
memungkinan pengakuan pendapatan jika disetujui
dengan pihak lain :
a. Masing-masing hak dari para pihak mengenai jasa
yang diberikan dan diterima;
b. Pertimbangan untuk pertukaran;
c. Persyaratan Penyelesaian.
⌂ Interest, Royalties, and Dividends

Dapat diakui ketika diterima sekarang, memenuhi


ketiga kriteria umum pengakuan. Pendapatan secara
akrual yang dicatat, walaupun tidak ada transaksi
dengan eksternal.
PENERAPAN REVENUE RECOGNITION
DAN REVENUE MEASUREMENT
• FASB dan IASB telah mengusulkan prinsip-prinsip
dasar berikut untuk pengakuan dan pengukuran
pendapatan, diantaranya :

Entitas pelapor harus mengakui


pendapatan pada periode
akuntansi dimana aset tersebut
diperoleh dan mengukurnya
berdasarkan fair value Entitas pelapor harus mengukur
pendapatan yang diperoleh dari
kenaikan nilai aset atau penurunan
kewajibannya (atau kombinasi
keduanya) dengan nilai Fair Value
(kenaikan atau penurunan nilai)
PENERAPAN REVENUE RECOGNITION
DAN REVENUE MEASUREMENT

• IASB secara sementara sepakat bahwa dua kriteria harus dipenuhi


untuk mengenali pendapatan adalah:
1) Kriteria elemen, yang memerlukan perubahan aset atau kewajiban
telah terjadi, yaitu (1) peningkatan aset telah terjadi yang dapat
meningkatkan ekuitas dan (2) penurunan kewajiban telah terjadi
yang dapat meningkatkan ekuitas, tanpa investasi sebanding oleh
pemilik (seperti pengampunan oleh pemilik hutang kepada mereka
oleh entitas)

2) Kriteria pengukuran, yang mengharuskan perubahan aset atau


kewajiban dapat diukur secara tepat, yaitu (1) aset atau kewajiban
diukur dengan menggunakan atribut yang relevan dan (2) kenaikan
aset atau penurunan kewajiban dapat diukur.
PENERAPAN REVENUE RECOGNITION
DAN REVENUE MEASUREMENT
• Pengukuran Fair Value (Fair Value Measurement) :

1) Dalam akuisisi, pengakuan pendapatan mengenai perubahan


atas nilai aset dan kewajiban harus diakui dan diukur.
Di bawah model atribut pengukuran campuran, semua item
diukur pada Fair Value saat diakuisisi dimana sebelumnya
menggunakan Biaya Historis.
Beberapa item disesuaikan dengan Fair Value setelah
akuisisi.

2) Definisi pendapatan yang diadopsi oleh IASB berarti bahwa


pendapatan dapat diperoleh dari perubahan nilai atas net asset
ISSUES FOR AUDITOR

 Recorded “Revenue Overstated” by managers.


Overstatement of revenue ?
yaitu menyajikan aset / revenue dalam laporan keuangan
lebih tinggi dari keadaan yang sebenarnya.

Terjadi jika :
- Transaksi terkait pencatatan pendapatan belum terjadi.
- Jumlah pendapatan tidak dicatat secara benar
- Fictitious Revenues
- Resiko terkait pengungkapan pendapatan
Faktor Pendorong
Overstatement of Revenue

1. Upaya manajer untuk menipu pengguna


laporan keuangan

2. Kompensasi manajer berdasarkan bonus


terkait dengan target pendapatan.

3. Membuat estimasi pendapatan yang terlalu


optimis

4.Salah saji pendapatan karena Fraud


PENDEKATAN AUDIT YANG EFEKTIF

• Auditor harus mencari bukti yang lebih untuk mendukung


opininya ketimbang hanya mempercayai hasil analytical
procedures

• Auditor bertanggung jawab dalam menilai dasar dari


keputusan manajer tentang existence dan besar
pendapatan yang boleh diakui pada periode tersebut.

• Auditor harus dapat menentukan berapa lama waktu yang


diberikan kepada manajer dalam mengestimasi cost to
completion sampai kontrak selesai dan seberapa besar
pendapatan yang boleh diakui.
KASUS : E-COMMERCE
PENGERTIAN E-COMMERCE

Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses


pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan
secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah
satu jaringan yang digunakan adalah internet.
MANFAAT E-COMMERCE

Mempermudah komunikasi
antara Produsen dan Konsumen

Memperluas jangkauan
konsumen

Mempermudah pemasaran dan


promosi

Penyebaran informasi mudah


untuk dilakukan

Transaksi lebih praktis dan simpel


REVENUE MODEL DALAM E-COMMERCE

Advertising Revenue
Model

Subscription Revenue
Model

Sales Revenue Model

Affiliate Revenue Model


E-COMMERCE DI INDONESIA

• Laporan Digital Yearbook tahun 2017 oleh Hootsuite dan


Wearesocial memperkirakan bahwa 51% penduduk Indonesia
memiliki akses ke Internet dan pelanggan seluler mencapai
142% memaparkan bahwa Indonesia merupakan salah satu
pasar online terbesar di dunia yang mengapit China dan India.

• Di samping investasi dan manufaktur, pasar konsumsi yang


mencakup e-commerce adalah salah satu segmen ekonomi
terbesar di Indonesia. E-commerce diperkirakan akan tumbuh
hingga mencapai US $ 130 miliar pada 2020, menurut KOMINFO.
E-COMMERCE DI INDONESIA

• indonesia memiliki sektor ritel online terbesar dan


tercepat di Asia Tenggara.
• Pasar konsumsi online telah mengalami peningkatan
yang mencolok dalam pengabaian keranjang e-
commerce dari 60% di tahun 2006 menjadi 78% di
tahun 2016, menurut laporan Baymard Institute.
E-COMMERCE DI INDONESIA
BAGAIMANA E-COMMERCE MEMPENGARUI
REVENUE RECOGNITION ?

• Akuntansi penjualan yang dilakukan melalui e-commerce


sebagian besar tetap sama - bisnis masih mencatat
pendapatan pada saat penjualan dan masih mencatat piutang
jika penjualan dilakukan secara kredit.

• Namun, e-commerce mengubah saluran yang digunakan


bisnis untuk menjual produk dan / atau layanannya dan
dengan demikian biaya bisnis. Misalnya, menjual melalui
Internet lebih murah karena bisnis perlu mempekerjakan lebih
sedikit karyawan dan membayar lebih sedikit biaya untuk
menjalankan operasinya.
BAGAIMANA E-COMMERCE MEMPENGARUI
REVENUE RECOGNITION ?

• e-commerce juga mengubah bagaimana bisnis mengumpulkan


pendapatannya karena pelanggannya dapat menggunakan
metode pembayaran yang berbeda yang memanfaatkan
kekuatan khusus Internet dan bisnis perlu memperhitungkan hal
ini.

• Dalam e-commerce, perangkat lunak secara otomatis menerima


pembayaran, menghitung pengiriman, meneruskan pesanan
pemenuhan dan hanya memberikan laporan ke departemen
akuntansi pada akhir periode. Paket e-commerce juga dapat
mengelola pengecualian dengan menghasilkan peringatan
tentang pembayaran yang ditolak atau transaksi yang berpotensi
menipu