Anda di halaman 1dari 7

PENJADWALAN JANGKA PENDEK

Kelompok 3 :
1. Salsabella Qotrunnada (A01.17.0313)
2. Jokrianto Pisaiyo
PENGERTIAN

 Penjadwalan jangka pendek : keputusan


kapasitas, perencanaan agregat (jangka
menengah) serta jadwal induk ke dalam
urutan pekerjaan dan penugasan tertentu
atas keryawan, material, dan permesinan.
Isu penjadwalan barang dan jasa dalam
jangka pendek yaitu memenuhi permintaan
karyawan dan peralatan tertentu dalam
basis harian atau jam.
Penjadwalan Maju dan Mundur

 Penjadwalan mencakup penugasan batas


waktu pada pekerjaan tertentu, tetapi banyak
pekerjaan bersaingan secara bersamaan
dengan mengguna-kan sumberdaya yang
sama. Untuk mengatasi berbagai kesulitan
dalam penjadwalan, teknik penjadwalan
dapat digolongkan menjadi dua, yaitu penjad-
walan maju, dan penjadwalan mundur.
 Penjadwalan maju (fordward scheduling)
adalah penjadwalan yang memulai jadwal
setelah persyaratan suatu peker-jaan
diketahui.
Penjadwalan maju digunakan dalam ber-bagai
organisasi seperti : rumah sakit, klinik, rumah
makan mewah, dan produsen peralatan mesin.
 Penjadwalan mundur (backward sche-duling)
adalah penjadwalan yang dimulai dari batas
waktu, dan menjadwalkan operasi yang
terakhir terlebih dahulu dan urutan pekerjaan
dijadwalkan dlm urutan terbalik
Kriteria Penjadwalan
 Meminimalkan waktu penyelesaian. Kriteria ini dievaluasi
dengan menentukan waktu penyelesaian rata-rata untuk
setiap pekerjaan.
 Memaksimalkan utilisasi. Kriteria ini dievaluasi dengan
menghitung persentase waktu suatu fasilitas digunakan.
 Meminimalkan waktu persediaan barang setengah jadi (
work in process – WIP ). Kriteria ini dievaluasi dengan
menentukan jumlah pekerjaan rata-rata dalam sistem.
Hubungan antara banyaknya pekerjaan dalam sistem dan
persediaan WIP akan tinggi. Oleh karena itu, jika terdapat
lebih sedikit pekerjaan dalam sistem, maka persediaan yang
ada lebih rendah.
 Meminimalkan waktu tunggu pelanggan. Kriteria ini
dievaluasi dengan menentukan jumlah keterlambatan rata-
rata.
PENJADWALAN PUSAT KERJA YANG
TERFOKUS PADA PROSES
 Fasilitas yg terfokus pada proses (dikenal
dengan fasilitas intermittent atau bengkel
kerja) merupakan sistem dgn variasi tinggi
dan volume rendah yang biasa dijumpai pada
organisasi manu-faktur dan jasa. Ini
merupakan sistem yang dibuat sesuai dengan
pesanan.
 Sistem ini seharusnya :
1. Menjadwalkan pesanan yang datang tanpa
melampaui keterbatasan kapasitas pusat
kerja masing-masing.
2. Memeriksa keterbatasan peralatan dan
bahan sebelum mengeluarkan pesanan ke
departemen.
3. Menentukan batas waktu untuk setiap
pekerjaan dan memeriksa kemajuan
pekerjaan terhadap batas waktu dan waktu
tunggu dari pemesanan.