Anda di halaman 1dari 8

Kelelahan Otot

Kelompok 3 :
Alfian Primahesa
Devita Ajeng P
Emira Putri S
Linda Putri C
Safira Nadia R
Pengertian Kelelahan Otot
• Kelelahan otot didefinisikan sebagai
penurunan output tenaga akibat aktivitas
kontraktil.
• Kelelahan otot adalah suatu keadaan yang
terjadi setelah kontraksi otot yang kuat dan
lama, dimana otot tidak mampu lagi
berkontraksi dalam jangka waktu tertentu.
Klasifikasi kelelahan otot
• Kelelahan Pusat
Kelelahan pusat disebabkan karena kegagalan
sistem saraf pusat merekrut jumlah dan
mengaktifkan motor unit yang dilibatkan
dalam kontraksi otot.
• Kelelahan Perifer
Kelelahan perifer merupakan kelelahan yang
disebabkan karena faktor di luar sistem saraf
pusat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kelelahan otot
• Neural
Dipengaruhi oleh adanya inhibitor 5-HT yang
mempengaruhi neurotransmitter. Pergerakan
tubuh yang berlebihan dapat mengakibatan
adanya perubahan konsentrasi neurotransmitter
sehingga menyebabkan adanya
ketidakseimbangan dalam sistem saraf pusat.
• Ion kalsium
pelepasan ion kalsium yang tidak seimbang pada
reticulum sarkoplasma.
• Peredaran darah dan oksigen
Adanya peningkatan tekanan darah dalam jaringan otot
selama olahraga dapat mengurangi aliran darah yang
mengalir menuju otot. Penurunan aliran darah menurunkan
kadar oksigen yang tersedia bagi otot. Karena kekurangan
tersebut, terjadi respirasi anaerob dalam otot sehingga ATP
yang diproduksi lebih rendah dari kebutuhan.
• Energi
Cadangan energi disimpan dalam otot sebagai glikogen.
Olahraga dalam intensitas berlebih dapat menurunkan kadar
glikogen dalam otot sehingga output energi tidak optimal.
Mekanisme kelelahan otot
• Teori kimia
Secara teori kimia bahwa terjadinya kelelahan
adalah akibat berkurangnya cadangan energi
dan meningkatnya sistem metabolisme sebagai
penyebab hilangnya efisiensi otot, sedangkan
perubahan arus listrik pada otot dan syaraf
adalah penyebab sekunder.
• Teori syaraf pusat
Bahwa perubahan kimia hanya penunjang proses,
yang mengakibatkan dihantarkannya rangsangan
syaraf oleh syaraf sensorik ke otak yang disadari
sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini
menghambat pusat-pusat otak dalam
mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial
gerakan pada sel syaraf menjadi berkurang.
Berkurangnya frekuensi ini akan menurunkan
kekuatan dan kecepatan kontraksi otot dan gerakan
atas perintah kemauan menjadi lambat.
Terima kasih 