Anda di halaman 1dari 28

1

Ns. Atika, S.Kep

3/29/2019
2

 Infark Miokard Akut (IMA) adalah nekrosis


miokard akibat aliran darah ke otot jantung
terganggu.

3/29/2019
3

3/29/2019
4

3/29/2019
5

• LMCA memperdarahi sebagaian terbesar ventrikel


kiri, septum dan atrium kiri.
• RCA memperdarahi sisi diafragmatik ventrikel kiri,
sedikit bagian posterior septum dan ventrikel serta
atrium kanan.
• Nodus SA lebih sering diperdarahi oleh RCA daripada
LMCA. (cabang sirkumfleks).
• Nodus AV 90% diperdarahi oleh RCA dan 10%
diperdarahi oleh LMCA (LCX). Dengan demikian,
obstruksi LMCA sering menyebabkan infark anterior
dan infark inferior disebabkan oleh RCA

3/29/2019
6

3/29/2019
7

3/29/2019
8

• Umumnya IMA didasari oleh adanya ateroskeloris


pembuluh darah koroner. Nekrosis miokard akut hampir
selalu terjadi akibat penyumbatan total arteri koronaria
oleh trombus yang terbentuk pada plak aterosklerosis
yang tidak stabil, juga sering mengikuti ruptur plak pada
arteri koroner dengan stenosis ringan (50-60%).
• Kerusakan miokard terjadi dari endokardium ke
epikardium, menjadi komplit dan ireversibel dalam 3-4
jam. Secara morfologis, IMA dapat terjadi transmural
atau sub-endokardial. IMA transmural mengenai seluruh
dinding miokard dan terjadi pada daerah distribusi suatu
arteri koroner. Sebaliknya pada IMA sub-endokardial,
nekrosis terjadi hanya pada bagian dalam dinding
ventrikel.

3/29/2019
9

• Komplikasi hemodinamik dan aritmia.


• Segera setelah terjadi IMA penonjolan sistolik (diskinesia)
dengan akibat penurunan ejection fraction, isi sekuncup
(stroke volume) dan peningkatan volume akhir distolik ventrikel
kiri.
• Tekanan akhir diastolik ventrikel kiri naik dengan akibat
tekanan atrium kiri juga naik. Peningkatan tekanan atrium kiri
di atas 25 mmHg yang lama akan menyebabkan transudasi
cairan ke jaringan interstisium paru (gagal jantung).
Pemburukan hemodinamik ini bukan saja disebakan karena
daerah infark, tetapi juga daerah iskemik di sekitarnya.
Miokard yang masih relatif baik akan mengadakan
kompensasi, khususnya dengan bantuan rangsangan
adrenergeik, untuk mempertahankan curah jantung, tetapi
dengan akibat peningkatan kebutuhan oksigen miokard.

3/29/2019
10

• Bila infark kecil kompensasi masih normal,


pemburukan hemodinamik akan minimal.
Sebaliknya bila infark luas dan miokard yang
harus berkompensasi sudah buruk akibat
iskemia atau infark lama, tekanan akhir
diastolik ventrikel kiri akan naik dan gagal
jantung terjadi.
• Ventrikel kiri dan tebal jantung ventrikel baik
yang terkena infark maupun yang non
infarkremodellingarrhitmia

3/29/2019
11

• Bila IMA makin tenang fungsi jantung akan membaik


walaupun tidak diobati. Hal ini disebabkan karena
daerah-daerah yang tadinya iskemik mengalami
perbaikan. Daerah-daerah diskinetik akibat IMA akan
menjadi akinetik, karena terbentuk jaringan parut
yang kaku. Miokard sehat dapat pula mengalami
hipertropi. Sebaliknya perburukan hemodinamik
akan terjadi bila iskemia berkepanjangan atau infark
meluas. Terjadinya penyulit mekanis seperti ruptur
septum ventrikel, regurgitasi mitral akut dan
aneurisma ventrikel akan memperburuk faal
hemodinamik jantung

3/29/2019
12

• Aritmia merupakan penyulit IMA tersering dan terjadi


terutama pada menit-menit atau jam-jam pertama
setelah serangan. Hal ini disebabkan oleh
perubahan-perubahan masa refrakter, daya hantar
rangsangan dan kepekaaan terhadap rangsangan.
Sistem saraf otonom juga berperan besar terhadap
terjadinya aritmia. Pasien IMA inferior umumnya
mengalami peningkatan tonus parasimpatis dengan
akibat kecenderungan bradiaritmia meningkat,
sedangkan peningkatan tonus simpatis pada IMA
inferior akan mempertinggi kecenderungan fibrilasi
ventrikel dan perluasan infark.

3/29/2019
13

• Keluhan yang khas ialah nyeri dada • Pasien sering tampak ketakutan. Walaupun
retrosternal, seperti diremas-remas, IMA dapat merupakan manifestasi pertama
ditekan, ditusuk, panas atau ditindih penyakit jantung koroner namun bila
barang berat. anamnesis dilakukan teliti hal ini sering
• Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya sebenarnya sudah didahului keluhan-
kiri), bahu, leher, rahang bahkan ke keluhan angina, perasaan tidak enak di
punggung dan epigastrium. dada atau epigastrium.
• Nyeri berlangsung lebih lama dari angina • Kelainan pada pemeriksaan fisik tidak ada
pectoris dan tak responsif terhadap yang spesifik dan dapat normal. Dapat
nitrogliserin. Kadang-kadang, terutama ditemui BJ yakni S2 yang pecah,
pada pasien diabetes dan orang tua, tidak paradoksal dan irama gallop. Adanya
ditemukan nyeri sama sekali. krepitasi basal menunjukkan adanya
bendungan paru-paru. Takikardia, kulit
• Nyeri dapat disertai perasaan mual, yang pucat, dingin dan hipotensi ditemukan
muntah, sesak, pusing, keringat dingin, pada kasus yang relatif lebih berat, kadang-
berdebar-debar atau sinkope. kadang ditemukan pulsasi diskinetik yang
tampak atau berada di dinding dada pada
IMA inferior.

3/29/2019
14

3/29/2019
15

 ECG :Beberapa jam: variasi normal,


perubahan tidak khas sampai adanya Q
patologis dan elevasi segmen ST,
Sehari/kurang seminggu: inversi gelombang
T dan elvasi ST berkurang
Seminggu/beberapa bulan: gelombang Q
menetap, Setahun: pada 10% kasus dapat
kembali normal.

3/29/2019
16

 Laboratorium Enzim/Isoenzim Jantung


Peningkatan kadar enzim creatin-
fosfokinase atau aspartat amino
transferase/SGOT, laktat dehidrogenase/a-
HBDH) atau isoenzim (CPK-MB)merupakan
indikator spesifik IMA.

3/29/2019
17

 Radiologi : Tidak banyak membantu


diagnosis IMA tetapi berguna untuk
mendeteksi adanya bendungan paru (gagal
jantung), kadang dapat ditemukan
kardiomegali.

3/29/2019
18

 Ekokardiografi: Dapat tampak kontraksi


asinergi di daerah yang rusak dan
penebalan sistolik dinding jantung yang
menurun. Dapat mendeteksi daerah dan
luasnya kerusakan miokard, adanya penyulit
seperti anerisma ventrikel, trombus, ruptur
muskulus papilaris atau korda tendinea,
ruptur septum, tamponade akibat ruptur
jantung, pseudoaneurisma jantung.
3/29/2019
19

 Radioisotop: Berguna bila hasil pemeriksaan


lain masih meragukan adanya IMA.

3/29/2019
20

LOKASI INFARK

Contoh lokalisasi infark berdasarkan letak perubahan EKG

NO LOKASI LEAD
1. INFERIOR II, III, aVf
2. SEPTAL V1 , v2
3. ANTERIOR V3, v4
4. LATERAL I, AVL, V5, V6
5. ANTEROLATERAL I, AVL, V3 – V6

3/29/2019
21

• Angina Pectoris tidak stabil/insufisiensi koroner akut.


• Diseksi aorta (nyeri dada umumnya sangat hebat,
dapat menjalar ke perut dan punggung).
• Kelainan saluran cerna bagian atas (hernia
diafragmatika, esofagitis refluks)
• Kelainan lokal dinding dada (nyeri bersifat lokal,
bertambah dengan tekanan atau perubahan posisi
tubuh)
• Kompresi saraf (terutama C8, nyeri pada distribusi
saraf tersebut)
• Kelainan intra-abdominal (kelainan akut, pankreatitis
dapat menyerupai IMA)

3/29/2019
22

• Aritmia  Takikardia atrium multifokal


• Bradikardia sinus  Kontraksi prematur ventrikel
• Irama nodal  Takikardia ventrikel
• Gangguan hantaran  Takikardia idioventrikel
atrioventrikular  Flutter dan Fibrilasi ventrikel
• Gangguan hantaran  Renjatan kardiogenik
intraventrikel  Tromboembolisme
• Asistolik  Perikarditis
• Takikardia sinus  Aneurisme ventrikel
• Kontraksi atrium prematur  Regurgitasi mitral akut
• Takikardia supraventrikel  Ruptur jantung dan septu
• Flutter atriumFibrilasi atrium

3/29/2019
23

1. Potensial terjadinya aritmia yang gawat


(aritmia ventrikel dll)
2. Potensial serangan iskemia lebih
lanjut.
3. Potensial pemburukan gangguan
hemodinamik lebih lanjut (bergantung
terutama pada luas daerah infark).

3/29/2019
24

 Aktivitas/istirahat:
 Gejala:
Kelemahan, kelelahan, tidak dapat tidur
 Riwayat pola hidup menetap, jadual olahraga tak
teratur
 Tanda:
 Takikardia, dispnea pada istirahat/kerja

3/29/2019
25

 TD dapat normal atau naik/turun; perubahan postural dicatat dari tidur


sampai duduk/berdiri.
 Nadi dapat normal; penuh/tak kuat atau lemah/kuat kualitasnya
dengan pengisian kapiler lambat; tidak teratur (disritmia) mungkin
terjadi.
 BJ ekstra (S3/S4) mungkin menunjukkan gagal jantung/penurunan
kontraktilitas atau komplian ventrikel
 Murmur bila ada menunjukkan gagal katup atau disfungsi otot papilar.
 Friksi; dicurigai perikarditis
 Irama jantung dapat teratur atau tak teratur.
 Edema, DVJ, edema perifer, anasarka, krekels mungkin ada dengan
gagal jantung/ventrikel.
 Pucat atau sianosis pada kulit, kuku dan membran mukosa.

3/29/2019
26

1. Nyeri akut b/d iskemia miokard akibat sumbatan arteri


koroner.
2. Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan suplai oksigen
miokard dengan kebutuhan tubuh.
3. Kecemasan (uraikan tingkatannya) b/d
ancaman/perubahan kesehatan-status sosio-ekonomi;
ancaman kematian.
4. (Risiko tinggi) Penurunan curah jantung b/d perubahan
frekuensi, irama dan konduksi listrik jantung; penurunan
preload/peningkatan tahanan vaskuler sistemik;
infark/diskinetik miokard, kerusakan struktuaral seperti
aneurisma ventrikel dan kerusakan septum.

3/29/2019
27

5. (Risiko tinggi) Perubahan perfusi jaringan b/d


penurunan/sumbatan aliran darah koroner.
6. (Risiko tinggi) Kelebihan volume cairan b/d penurunan
perfusi ginjal; peningkatan natrium/retensi air;
peningkatan tekanan hidrostatik atau penurunan protein
plasma.
7. Kurang pengetahuan (tentang kondisi dan kebutuhan
terapi) b/d kurang terpajan atau salah interpretasi
terhadap informasi tentang fungsi jantung/implikasi
penyakit jantung dan perubahan status kesehatan yang
akan datang.

3/29/2019
28

3/29/2019