Anda di halaman 1dari 11

KELOMPOK 6

MUHAMMAD ROZAQ NUR CAHYO

NOOR HASSANAH

PURNAMA SUCI LISTIANTI

R E G I TA A R G A R I N I
M A N A G EM A N T PAT IEN T S A F ETY
PA D A PA S IEN K R ITI S D I I C U D A N IC C U

Keselamatan pasien (patient safety) adalah suatu sistem dimana Rumah Sakit membuat asuhan
pasien paling aman (Depkes, 2008).

Menurut Vincent (2008), keselamatan pasien didefinisikan sebagai penghindaran, pencegahan


dan perbaikan dari hasil tindakan yang buruk atau injuri yang berasal dari proses perawatan
kesehatan.

Menurut Emanuel (2008), yang menyatakan bahwa keselamatan pasien adalah disiplin ilmu di
sector perawatan kesehatan yang menerapkan metode ilmu keselamatan menuju tujuan mencapai
system penyampaian layanan kesehatan yang dapat dipercaya
K O N D ISI PATO L O G I S

Tujuan dari pelayanan ICU adalah memberikan pelayanan medik teritrasi dan berkelanjutan serta
mencegah fragmentasi pengelolaan pasien-pasien kritis
K O N D I SI M EN G A N C A M

ICU memberikan pelayanan antara lain pemantauan yang canggih dan terapi yang intensif

• Pasien prioritas satu

1. Pasien pasca bedah cardiotorasik

2. Pasien sepsis berat

• Pasien prioritas dua

1. Pasien gagal jantung dan paru

2. Pasien gagal ginjal akut

• Pasien prioritas tiga

1. Pasien dengan sumbatan jalan napas

2. Pasien dengan penyakit jantung stadium terminal


ST R AT EG I M A N A G EM A N T PATI EN T S A F ETY U N TU K M E N C EG A H D A N
M EN G ATA S I M A SA L A H

a. Para ahli merekomendasikan bahwa dokter dan perawat kritis selalu ada di tempat untuk
merawat pasien ICU karena pasien berada pada tingkat yang lebih rendah terkait penyakit
dan kematian

b. Modifikasi lingkungan, lingkungan sebaiknya dimodifikasi supaya lebih fleksibel walaupun


menggunakan banyak sekali peralatan canggih, serta meningkatkan lingkungan yang lebih
mendukung kepada proses recovery atau penyembuhan pasien

c. Terapi musik pada pasien bertujuan untuk mengurangi stress


A SP EK H U K U M T ER H A D A P PAT IEN T SA F ETY

Aspek hukum terhadap “patient safety” atau keselamatan pasien adalah sebagai berikut :

1. UU Tentang Kesehatan & UU Tentang Rumah Sakit

a. Keselamatan Pasien sebagai Isu Hukum

• Pasal 53 (3) UU No.36/2009

• Pasal 32n UU No.44/2009

• Pasal 58 UU No.36/2009

b. Tanggung Jawab Hukum Rumah Sakit

• Pasal 29b UU No.44/2009

• Pasal 46 UU No.44/2009

• Pasal 45 (2) UU No.44/2009


B . H A L YA N G D ILA N G G A R O L EH D O K TER

1. Melakukan perawatan seadanya yang tidak kompatibel dengan keadaan Davina Wahyudi yang
berada dalam keadaan gawat medis. Tindakan Dokter tersebut merupakan perbuatan melawan
hukum, yaitu tindakan menelantarkan pasien

2. Dalam mengambil tindakan medis dalam rangka merawat Davina Wahyudi, Dokter tidak memberi
penjelasan kepada Penggugat selaku orang tuanya akan efek dan dampak tindakan medis yang
dilakukan. Tindakan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum dalam hal ini melanggar
kewajibannya untuk memberi penjelasan atas tindakan yang akan diambil tehadap pasien yang
diatur asas informed consent dalam hubungan dokter dengan pasien

3. Sebagai penanggungjawab perawatan Davina Wahyudi, Dokter tidak memasang alat bantu
pernafasan melalui mulut. Padahal, kesalahan pemasangan alat bantu pernafasan tersebut akan
berakibat fatal bagi pasien
B . H A L YA N G D I LA N G G A R O LE H PER AWAT

1. Perawat telah menelantarkan Davina Wahyudi sejak pukul 06.00 WIB pagi sampai pukul 10.45
WIB (hampir lima jam) berada di ruang UGD dan hanya mendapat perawatan seadanya berupa
tes laboratorium sampel darah dan suntik dubur (pantat) untuk menahan rasa sakit serta infus

2. Selama lima jam tersebut, Davina Wahyudi tidak menerima perawatan sebagaimana mestinya,
yaitu tidak mendapatkan penanganan dari dokter spesialis yang ditunjuk oleh Tergugat II/Rumah
Sakit RK. Charitas yang bertanggung jawab untuk menanganinya, yaitu dr Silvia Triratna, SpA (K)

3. Perawat menelantarkan Davina Wahyudi tersebut merupakan tindakan melawan hukum, yaitu
bertentangan dengan kewajibannya dalam memberi perwatan prima sesuai standar pelayanan
medis
Kesimpulan
Dari hasil uraian makalah ini dimana penulis telah merangkum tinjauan teoritis dan tinjauan
kasus, serta pembahasan dari keduanya maka dapat diuraikan bahwa Perawatan intensif merupakan
pelayanan keperawatan yang saat ini sangat perlu untuk di kembangkan di Indonesia yang bertujuan
memberikan asuhan bagi pasien dengan penyakit berat yang potensial reversibel, memberikan
asuhan pada pasien yang memerlukan Observasi ketat dengan atau tanpa pengobatan yang tidak
dapat diberikan diruang perawatan umum

Ruangan ICU adalah suatu unit di RS yang dibandingkan dengan ruagan lain, banyak perbedaan
,tingkat pelayanannya. Tingkat pelayanan ini ditentukan oleh jumlah staf, fasilitas, pelayanan
penunjang ,jumlah dan macam pasien yang dirawat, untuk itu harus ditunjang oleh tenaga yang
memenuhi kualifikasi standart ICU.
Saran

Adapun saran kami dalam penulisan makalah ini yaitu kami berharap dengan adanya makalah
ini, dapat dipergunakan sebagai mana mestinya sehingga dapat dijadikan acuan perawat dalam
mengatur atau memanage tugas-tugasnya dalam pemberian pelayanan keperawatan di rumah
sakit khusunya pada bagian intensive care unit (ICU) dan juga sebagai acuan dalam peningkatan
pendidikan dan pengetahuan dalam pemberian pelayanan kesehatan demi terciptanya kualitas
dan mutu pelayanan kesehatan yang optimal.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH