Anda di halaman 1dari 8

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

MAHASISWA PRAKTIK DALAM MELAKUKAN CUCI


TANGAN DI IGD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA

Nama: Rizky Aulia Mahdi


NIM : 1411020157

Fakultas Ilmu Kesehatan


Prodi Keperawatan S1
Universitas Muhammadiyah Purwokerto
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
MAHASISWA PRAKTIK DALAM MELAKUKAN
CUCI TANGAN DI IGD DR. R. GOETENG
TAROENADIBRATA
PENDAHULUAN

• Mencuci tangan telah diidentifikasi sebagai salah satu metode yang paling sederhana namun paling penting
untuk mencegah infeksi silang di fasilitas kesehatan. Meskipun demikian, tingkat kepatuhan kebersihan tangan
tetap rendah di antara petugas layanan kesehatan (petugas kesehatan).
• Dalam praktik keperawatan, mencuci tangan adalah salah satu upaya efektif dalam mencegah infeksi
nosokomial (INOS). Infeksi nosokomial merupakan masalah global, penelitian World Health Organization
(WHO) tahun 1986 memperoleh hasil angka infeksi nosokomial paling sedikit menjangkau 9% lebih dari 1,4
juta pasien rawat inap diseluruh dunia (Sabarguna, 2007) .
• Kebersihan tangan adalah satu-satunya faktor terpenting dalam mencegah penyebaran patogen dan resistensi antibiotik
pada pengaturan kesehatan.
• Pasien dapat memperoleh infeksi terkait layanan kesehatan (HAI) selama diagnosis dan pengobatan. HAI dapat
menjadi ilustrasi dan dapat menyebabkan komplikasi penyakit, kecacatan jangka panjang dan peningkatan morbiditas
dan mortalitas.
• Kebersihan tangan, baik dengan mencuci tangan dengan air dan sabun atau dengan menggunakan gosok tangan
berbasis alkohol, adalah salah satu metode yang paling sederhana namun penting untuk mencegah infeksi silang dan
mengurangi tingkat HAI
• Studi menunjukkan bahwa pengetahuan, kepercayaan, dan sikap petugas kesehatan mempengaruhi kepatuhan terhadap
Kebersihan tangan. Faktor yang dilaporkan sendiri untuk kepatuhan yang buruk meliputi: Agen cuci tangan karena
iritasi dan kekeringan, air yang mengalir dan tenggelam tidak nyaman terletak atau dengan persediaan pendekAda
kekurangan sabun dan papertowels, terlalu sibuk / tidak cukup waktu, kurang bekerja / terlalu padat, kebutuhan pasien
tidak diprioritaskan dan rendahnya risiko terkena infeksi dari pasien
Informasi mengenai status pengetahuan, kepercayaan, sikap, dan kepatuhan saat ini Dengan praktik mencuci
tangan pada siswa keperawatan di Yordania terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan
mencuci tangan, kepercayaan, sikap, dan kepatuhan yang dilaporkan sendiri dan untuk diperiksa variabel
signifikan yang memprediksi kepatuhan terhadap praktik cuci tangan di kalangan siswa keperawatan. Penelitian ini
menggunakan desain survei cross-sectional. Hasil menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara
kepatuhan mencuci tangan siswa perawat dan pengetahuan mencuci tangan mereka, sikap, dan kepercayaan (r =
0,68, 0,65, 0,58, P <0,05), masing-masing. Selain itu, hasilnya menunjukkan tiga statistik prediktor signifikan
Yakni, pengetahuan mencuci tangan adalah prediktor terkuat (β = 0,423, P = 0,000), diikuti oleh sikap (β = 0,322, P
= 0,000), dan kepercayaan (β = 0.171, P = 0,027).
Tujuan
Umum : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa praktik dalam melakukan cuci tangan di
IGD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA

Khusus : Untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa praktik dalam melakukan cuci
tangan di IG DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA
Literatur Riview
1. Ratna Dewi & Endang Purwaningsih, 2012 ; PELAKSANAAN CUCI TANGAN OLEH PERAWAT SEBELUM DAN SESUDAH
MELAKUKAN TINDAKAN KEPERAWATAN, http://bit.ly/2hCo2jN, Diakses 18 November 2017
2. Omar A. A; Mahmoud Al-H; Muhammad D, 2015 ; Influence of Nursing Students Handwashing Knowledge, Beliefs, and
Attitudes on Their Compliance, http://bit.ly/2hLZb0J, Diakses 18 November 2017
3. Mary L. M; Saman F; Charles J. P ; Me H. A, 2015 ; Iranian healthcare workers’ perspective on hand hygiene: A qualitative
study, http://bit.ly/2jE3EmN, Diakses 18 November 2017
Terima Kasih