Anda di halaman 1dari 11

Inovasi Pelayanan Publik

dalam Bidang
Peningkatan Gizi Anak
YULIAN MIFTAKHUL RIZAL 165030100111038
LUGAS BENING PAKARTI 165030107111062
RHAMADANI RACHMAN 165030107111063
Permasalahan Gizi

 Masalah gizi sendiri merupakan masalah yang sangat kompleks karena berbagai faktor ikut
berkontribusi terhadap terjadinya masalah gizi. Gizi buruk merupakan status kondisi
seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar. Keadaan gizi kurang
dapat ditemukan pada setiap kelompok masyarakat. Pada hakekatnya keadaan gizi
kurang dapat dilihat sebagai suatu proses kurang asupan makanan ketika kebutuhan
normal terhadap satu atau beberapa zat gizi tidak terpenuhi atau zat-zat gizi tersebut hilang
dengan jumlah yang lebih besar daripada yang diperoleh
Stunting

 Salah satu masalah besar terkait gizi di indonesia adalah stunting. Stunting juga
menggambarkan kejadian gizi kurang yang berlangsung dalam waktu yang
lama dan merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan
dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian hingga
terhambatnya pertumbuhan mental
Gerakan Nasional Perbaikan Gizi

 Upaya pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan kekurangan gizi yang


dimana akan ditakutkan terjadinya stunting maka dari itu pemerintah
menerbitkan kebijakan melalui peraturan presiden nomor 42 tahun 2013 tentang
gerakan nasional perbaikan gizi yang didalamnya menginstruksikan kepada
seluruh jajaran pemerintahan dengan pertimbangan yaitu bahwa meningkatnya
sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif merupakan komitmen
global dan merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa dan negara
Indonesia, bahwa untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang
sehat, cerdas, dan produktif diperlukan status gizi yang optimal, dengan cara
melakukan perbaikan gizi secara terus menerus.
Tujuan khusus Gerakan Nasional
Percepatan Perbaikan Gizi adalah:

 meningkatkan komitmen para pemangku kepentingan untuk memberikan


perlindungan dan pemenuhan gizi masyarakat;
 meningkatkan kemampuan pengelolaan program gizi, khususnya koordinasi
antar sektor untuk mempercepat sasaran perbaikan gizi; dan
 memperkuat implementasi konsep program gizi yang bersifat langsung dan tidak
langsung.
Strategi Utama Gerakan Nasional
Percepatan Perbaikan Gizi meliputi:

 menjadikan perbaikan gizi sebagai arus utama pembangunan sumber daya


manusia, sosial budaya, dan perekonomian;
 peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di semua sektor
baik pemerintah maupun swasta;
 peningkatan intervensi berbasis bukti yang efektif pada berbagai tatanan yang
ada di masyarakat; dan
 peningkatan partisipasi masyarakat untuk penerapan norma-norma sosial yang
mendukung perilaku sadar gizi.
Faktor Penyebab Gizi Buruk

 Bayi dan balita tidak mendapat gizi seimbang yang melalui air susu ibu (ASI) dan
makanan pendamping ASI (MP-ASI)
 Faktor ekonomi yang tidak mampu untuk memenuhi asupan gizi seimbang sehari-
hari.
 Minimnya tingkat pendidikan dan kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi dan
kesehatan
 Rendahnya kunjungan balita di posyandu
Aksi Ramah Peduli Pemulihan Gizi

Aksi Ramah Peduli Pemulihan Gizi merupakan layanan jasa bidang kesehatan pada
bayi dan balita yang beresiko dengan masalah gizi agar menjadi Anak Tumbuh
Optimal Berkualitas dan Cerdas. Program ini juga suatu bentuk upaya untuk
meningkatkan status gizi pada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis
(KEK)
Strategi Pelaksanaan Program

 Optimalisasi fungsi posyandu untuk pemantauan status gizi,


 Pembentukan dan Optimalisasi Fungsi Tim
 Peningkatan Informasi Gizi dan Pemberian Asupan Makanan,
 Evaluasi dan Pendampingan Khusus Balita Gizi Buruk,
 Penyediaan Klinik/Pos Gizi
 Pemeriksaan Hb
 Melakukan Kerjasama dengan lintas sektor untuk melakukan sosialisasi kepada
masyarakat
 Mengadakan kegiatan evaluasi lomba balita gizi buruk setiap 2x dalam 1 tahun
 Membentuk askes komunikasi antara keluarga gizi buruk dengan Tim
Sistem Evaluasi Program

 Untuk memantau kemajuan dan evaluasi kegiatan dipakailah sistem pencatatan


dan pelaporan yang secara rutin bisa digunakan yaitu laporan bulanan
kegiatan, lokmin lintas sektor (3 bulan sekali), lokmin lintas program (1 bulan sekali)
metode festival balita gizi buruk dan gizi kurang yang diikuti semua cakupan gizi
buruk dan gizi kurang. Dimana pemenangnya adalah balita yang pertumbuhan
dan perkembanganya naik paling signifikan mendapat reward
 Pencatatan dan pelaporan yaitu dengan diadakannya operasi timbang setiap
bulan pada bayi dan balita setelah dilakukan penimbangan berat badan dan
pengukuran tinggi badan semua bayi balita
TERIMA KASIH