Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN RESIKO

NAMA KELOMPOK

Undarisasta
Dandy Adriansyah
Ambar Kusumawati
Inul muaffat
Ade irma
Andi Saidah M.
Resky Maulana S.
Herlina Tangkuna
Pengertian Resiko dan Manajemen Resiko

Sedangkan Manajemen
risiko adalah suatu sistem
Menurut Kamus Besar
pengawasan risiko
Bahasa Indonesia
dan perlindungan harta
Resiko adalah segala benda, hak milik dan
kemungkinan terjadinya keuntungan badan usaha
peristiwa yang dapat atau perorangan atas
merugikan perusahaan. kemungkinan timbulnya
kerugian karena adanya
suatu risiko.
Tahapan dalam manajemen resiko

• Menetapkan konteks. adalah menetapkan


parameter dasar dimana suatu risiko harus
dikelola dan menyiapkan pedoman untuk
membuat keputusan yang lebih rinci dalam
proses manajemen resiko.

• Menetapkan konteks eksternal. Langkah ini


menentukan lingkungan eksternal dimana
organisasi beroperasi dan hubungan antara
organisasi dan lingkungannya
• Menetapkan konteks internal. Sebelum
aktivitas manajemen resiko disetiap level
dimulai, maka perlu memahami suatu
organisasi antara lain meliputi:

1. Struktur
2. Kapabilitas sumber daya seperti
manusia, sistem, proses, modal
3. Target dan sasaran serta strategi untuk
mencapainya
Pengelolaan Resiko

Jenis-jenis cara mengelola risiko:

• Risk avoidance
Yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas
yang mengandung risiko sama sekali. Dalam
memutuskan untuk melakukannya, maka harus
dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial
kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas.

• Risk reduction
Risk reduction atau disebut juga risk mitigation yaitu
merupakan metode yang mengurangi kemungkinan
terjadinya suatu risiko ataupun mengurangi dampak
kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko.
• Risk transfer
Yaitu memindahkan risiko kepada pihak lain,
umumnya melalui suatu kontrak (asuransi)
maupun hedging.

• Risk deferral
Dampak suatu risiko tidak selalu konstan. Risk
deferral meliputi menunda aspek suatu proyek
hingga saat dimana probabilitas terjadinya
risiko tersebut kecil.

• Risk retention
Walaupun risiko tertentu dapat dihilangkan
dengan cara mengurangi maupun
mentransfernya, namun beberapa risiko harus
tetap diterima sebagai bagian penting dari
aktivitas.
Ruang Lingkup Manajemen Resiko

Ruang lingkup proses manajemen resiko terdiri dari:

a) Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola resikonya


Menetapkan strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup
manajemen risiko yang akan dilakukan

b) Identifikasi resiko
Mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor
yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih
lanjut. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam
identifikasi resiko antara lain:

1) Brainstorming (pengungkapan Pendapat)


2) Survey
3) Wawancara
4) Informasi historis
5) Kelompok kerja
c) Analisis resiko
Dilakukan dengan menentukan tingkatan
probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi.
Kemudian ditentukan tingkatan risiko yang ada
dengan mengalikan kedua variabel tersebut
(probabilitas X konsekuensi).

d) Evaluasi resiko
Evaluasi Risiko adalah membandingkan tingkat
risiko yang telah dihitung pada tahapan analisis
risiko dengan kriteria standar yang digunakan.
Hasil Evaluasi risiko diantaranya adalah:
1) Gambaran tentang seberapa penting risiko
yang ada.
2) Gambaran tentang prioritas risiko yang perlu
ditanggulangi.
3) Gambaran tentang kerugian yang mungkin terjadi
baik dalam parameter biaya ataupun parameter
lainnya.
4) Masukan informasi untuk pertimbangan tahapan
pengendalian.

e) Pengendalian resiko
Melakukan penurunan derajat probabilitas dan
konsekuensi yang ada dengan menggunakan berbagai
alternatif metode, bisa dengan transfer risiko, dan lain-
lain.
f) Monitor dan Review
Monitor dan review terhadap hasil sistem manajemen risiko
yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-
perubahan yang perlu dilakukan.

g) Koordinasi dan komunikasi


Komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan
internal dan eksternal untuk tindak lanjut dari hasil
manajemen risiko yang dilakukan
TERIMAKASIH