Anda di halaman 1dari 10

Oleh :

Kelompok 4

Erli Prayekti (21216367)


Septian Setia Gunansyah (21216039)
Ujang Suhardi (21216014)
Nicko Setia Arianto (21216363)
• Pengambilan keputusan kelompok/ organisasi berdasar
pada pengambilan keputusan secara individu anggota
kelompok.
• Banyak keputusan diambil melalui grup, tim, panitia,
dll.
• Ada dua cara umum yang dipakai dalam pengisian
persepsi model AHP, yaitu dengan cara konsensus
(diskusi responden berkumpul dalam satu
ruangan/tempat) dan cara mengisi kuisioner (diskusi
responden tidak berkumpul dalam satu
ruangan/tempat).
Langkah-langkah dalam proses pengisian model AHP :
* Pastikan kondisi mental dan fisik responden dalam keadaan stabil,
jujur, dan tenang.
* Pastikanalat tulis yang digunakan sudah lengkap dan lampu
peneranagan cukup.
* Apabila proses pengisian dilakukan terpisah, maka hirarki yang
diajukan kepada responden diasumsikan sudah tepat dan tidak
dapat diubah lagi.
* Apabilaproses pengisian dilakukan dengan cara konsesnsus maka
ada kemungkinan bentuk hirarki yang diajukan akan berubah sesuai
dengan diskusi yang dilakukan oleh para responden.
Metode Delphi Metode AHP

Proses kelompok untuk Metode untuk membuat


memunculkan, urutan alternatif
menyusun, dan umumnya keputusan dan memilih
mengarahkan informasi yang terbaik pada saat
(ahli) pada konsensus pengambilan keputusan
tentang topik tertentu. memiliki beberapa tujuan
Individual • Model Delphi, kuisioner tidak
dapat dipengaruhi orang lain
vs • Model AHP, kriteria dan
Kelompok hirarki dibuat dalam diskusi

• Model Delphi, review hasil


Diskusi kuisioner dilakukan pada
waktu berbeda pada saat
Statis vs pengisian kuisioner
Diskusi • Model AHP, review dan
Metode Dinamis penyesuaian dilakukan
saat diskusi berlangsung
pada

Delphi vs
Metode • Model Delphi, pemilihan
variabel-variabel kuisioner
Kuisioner dilakukan oleh seorang
AHP vs Struktur
penyusun kuisioner
• Metode AHP, variabel yang
Hirarki dimunculkan akan
mempengaruhi persepsi
responden

• Model Delphi, jawaban


Analisan yang dihasilkan adalah
Kuantitatif berupa angka-angka yang
vs Analisa dianalisa ulang.
Kualitatif • Model AHP, penilaian
menggunakan skala 1-9
Sulitnya mengumpulkan orang-orang agar dapat
mengikuti diskusi dengan model AHP, maka ada
alternatif lain yang dapai digunakan pembuat
model yaitu dengan cara sbb :

WAWANCARA PENGISIAN
LANGSUNG KUISIONER
* Menentukan prioritas pentingnya setiap responden satu sama
lain. Untuk menentukan ini, dapat dibentuk sebuah hirarki
dengan goal yang menentukan peran seorang responden.
* Membiarkan hasil akhir dari pengisian kuisioner responden
secara terpisah dan berdiri sendiri.
* Mencarirata-rata penilaian dari responden. Ada dua cara
menghitung rata-rata yaitu rata-rata hitung dan rata-rata ukur.

Rata-rata Hitung Rata-rata Ukur


Rata-rata Hitung
Ada dua jenis asumsi yang digunakan, yaitu peran setiap responden dianggap sama
dan peran setiap responden berbeda, tergantung pada berat bobotnya.
Untuk asusmsi pertama digunakan rumus sbb :

𝑎1 + 𝑎2 + … + 𝑎𝑛
𝑎𝑤 =
𝑛

aw = Penilaian gabungan (penilaian akhir)


ai = Penilaian responden ke i (dalam skala 1/9 – 9)
n = Banyaknya responden

Karena penilaian gabungan ini dilakukan untuk setiap sel dalam matriks perbandingan
maka akan didapatkan satu matriks perbandingan baru yang merupakan matriks
perbandingan gabungan semua responden.
Untuk asumsi yang kedua, rumusnya adalah :
𝑤1𝑎1 + 𝑤2𝑎2 + … + 𝑤𝑛𝑎𝑛
𝑎𝑤 =
𝑛

Dimana wi adalah bobot prioritas (pentingnya) responden ke-i.


setelah aw didapat untuk setiap sel matriks perbandingan, dibuat
satu jenis matriks baru dan selanjutny sesuai langkah dalam model
AHP dicari bobot setiap elemen dalam matriks yang sudah
merupakan bobot prioritas gabungan.

Rata-rata Ukur

𝑎𝑤 = 𝑛/ 𝑎1 𝑥 𝑎2 𝑥 … 𝑥 𝑎𝑛

Nilai n menyatakan banyaknya responden dan ai adalah penilaian


responden ke-i. setelah di dapat aw setiap sel, dibentuk sebuah
matriks perbandingan dan kemudian mencari bobot prioritasnya.
Tidak ada cara pengisian yang lebih darik daripada lainnya.
Konsensus secara ideal lebih baik tetapi dari segi efektivitas
dan kemungkinannya, cara pengisian terpisah mungkin
memberikan hasil lebih baik karena setiap responden mengisi
sendiri tanpa adanya campur tangan orang lain. Berbeda
dengan konsensus yang memungkinkan adanya satu anggota
yang mendominasi kelompok dan anggota lainnya yang tidak
peduli akan permasalahan yang dihadapi. Meskipun begitu,
metode rata-rata dalam pengisian terpisah mempunyai
kelemahan karena pengrata-rataan merupakan usaha mencari
satu angka dari sekian banyak angka secara kasar tanpa
mempertimbangkan adanya gejolak maupun nilai – nilai
ekstrim, baik ekstrim atas maupun ekstrim bawah.