Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 6 :

FIKI RAJIF ANDRIANSYAH / 21215140


NURHUDA / 21215131
DICKY DARMAWAN
DAVID MUCH HARDIANTO / 21215135
KHAIRUS SOLEH / 21215025
RIDWAN FIRMANSYAH / 212151
BAYU ISTYANTO

SEMESTER III
1. Deskripsi Tahu
Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami
koagulasi. Tahu berasal dari Tiongkok, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso.
Nama "tahu" merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu), yang secara harfiah
berarti "kedelai terfermentasi". Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han
sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An yang merupakan seorang bangsawan,
cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.

Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu
serta panganan berbahan tahu. Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun
kuning. Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan tempat makan
berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe.

Gambar 1 . Produk tahu sumber berkah


2. Proses Pembuatan Tahu

Keterangan
1 2 3 1. Pencucian dan
perendaman
kedelai
2. Penggilingan
kedelai
3. Pemasakan bubur
4 kedelai
4. Penyaringan sari
tahu
5. Pencetakan tahu
6. Pemotongan tahu

6 5
3. Estimasi biaya
A. Biaya kapital
Biaya kapital adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk
memperoleh dana baik hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan
untuk mendanai suatu investasi perusahaan.. Biaya kapital pada pabrik tahu antara
lain:

Penggunaan Biaya Keterangan Total


Beli tanah dan pembuatan
- Rp 100.000.000
pabrik
motor roda tiga Rp 18.600.000

Membeli mesin giling 2 unit @Rp.4.000.000,- Rp 8.000.000

kompor 2 unit @Rp. 500.000,- Rp 1.000.000

cetakan tahu 10 unit @Rp. 100.000,- Rp 1.000.000

Membeli dum 10 unit @Rp. 400.000 Rp 4.000.000

panci 2 unit @Rp. 450.000,- Rp 900.000

dll Rp 500.000

Total Biaya Kapital Rp 134.000.000


B. Biaya tetap perbulan
biaya berupa pengeluaran uang untuk melaksanakan kegiatan
pokok. Adapun untuk pengeluaran pabrik tahu antara lain :

Penggunaan Biaya Keterangan Total


4 orang @Rp Rp
Biaya gaji karyawan
1.500.000,- 6.000.000
Rp
oprasional -
500.000
Rp
kebersihan -
200.000

Total Biaya Variabel per Bulan Rp 6.700.000


C. Biaya Variable
Dihitung berdasarkan asumsi target produksi sebanyak 25.000 unit per bulan.

Penggunaan Biaya Keterangan Total

Pembelian bahan baku


Rp
Biaya pembelian kedelai 1000 kg x Rp 6,000
6.000.000
Rp
cuka 10 liter x Rp 10,000
100.000
Rp
gas 10 tabung x Rp 80,000
800.000
Rp
kayu bakar 1 Truck
1.000.000
Rp
dll -
500.000
Biaya penggunaan utilitas pabrik
Rp
Biaya penggunaan listrik -
200.000
Rp
Biaya penggunaan air -
100.000

Total Biaya Variabel per Bulan Rp 8.700.000


D. Perhitungan Break Event Point (BEP) dan Margin Of Safety (MOS)
Jika diasumsikan keuntungan yang diharapkan perusahaan adalah 25%
dari jumlah biaya operasional, maka:

1. Keuntungan perbulan = (Total biaya tetap + total biaya variabel) x 20%


= (Rp 6.700.000 + Rp 8.700.000) x 20%
= Rp 15.400.000 x 20%
= Rp 3.080.000,-

Total biaya tetap+Total biaya veriabel+keuntungan


2. Harga produk = Total produk yang di produksi dalam 1 bulan

= Rp. 6.700.000 + Rp. 8.700.000 + Rp. 3.080.000


25.000
= Rp. 739,-

Total biaya veriabel


3. Biaya variabel per satuan = Total produk yang di produksi dalam 1 bulan

= 8.700.000
25.000
= Rp. 348,-
E. Perhitungan Break Event Point (BEP)

Break Even Point (BEP) ialah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan
dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun
kerugian dalam suatu perusahaan.
Total biaya tetap
BEP (dalam satuan produk) =
Harga produk−Biaya variabel per satuan
6.700.000
=
739 − 348

= 17.135 unit
Total biaya tetap
BEP dalam rupiah =
Biaya variabel per satuan
1−
Harga produk
Rp. 6.700.000
=
Rp. 348
1−
Rp. 739
Rp. 6.700.000
=
1 − 0.47

Rp. 6.700.000
=
0.53
= Rp. 12. 641.509
F. Perhitungan Margin Of Safety (MOS)
Margin Of Safety merupakan persentase batas penurunan
penjualansampai dengan keadaan BEP. Margin of safety ini juga
merupakan batas resiko penurunan penjualan hingga tidak memperoleh
keuntungan dan tidak menderita kerugian.

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑑𝑔𝑒𝑡 − 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝐵𝐸𝑃


𝑀𝑂𝑆 =
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑏𝑢𝑑𝑔𝑒𝑡

25.000 − 17.135
=
25.000

7.865
=
25.000

= 0,3146 𝑎𝑡𝑎𝑢 31,46%