Anda di halaman 1dari 16

DASAR – DASAR PENYAKIT

AKIBAT KERJA

Prof. dr. PENGARAPEN TARIGAN, S.pPD - KGEH


PENDAHULUAN

 Industri   Pendapatan negara / masyarakat  pengaruh


lingkungan industri terhadap masyarakat.
- kebisingan, panas, uap, debu gelombang mikro, infeksi, stres
emosional.

Defenisi : penyakit akibat kerja !, penyakit akibat lingkungan /


kerja
Tempat kerja - industri besar/ corporate, BUMN
- industri rumah tangga / tekstil
- penggunaan peptisida oleh petani, dll
Dx dini  membantu prognosis / mencegah kecacatan

Penderita asma : sudah ditanyakan Lupa ditanyakan


pekerjaan
perubahan suhu
penghindaran debu tukang cat mobil –
poliuretan mengandung
kelelahan diisosyanate

Pencetus asma !
Dx :Anamnese + fisik + lab + penunjang lain

I. ANAMNESE: menanyakan pekerjaan pasien dilihat


permasalahan – bahan terpapar
I. “ zat toksik/kemasan bahan : zat aktif, cara penyimpanan
dan penggunaan,
pertolongan pertama
efek toksik  material safety data sheet
2. Kebisingan, panas, penerangan baik
makanan / minuman sehari hari, paparan bakteri / virus, jamur,
parasit, serangga, reptilia /argo industri pada karyawan di
hutan, gua.
- Serangan asma memberat akhir minggu
- Bisinosis penyakit paru paparan debu tekstil – serangan
sesak awal minggu masuk kerja
- Masa laten asma akibat kerja > 1 tahun
Bila belum jelas hubungan dengan penyakit penderita
karyawan  kerja sampingan ?
hobi sampingan - disinfektan, pelarut
- timah hitam, pestisida, dll

II. FISIK penyakit dalam


 allergi / imunologi : asma, rinitis, dermatitis kontak,
anemia karena paparan TMA
(Trimellitic anhydrade)  uap
konsentrasi tinggi
 Hematologi dan kanker:
methemoglobinemia : anilin, nitroanilin, toluidin, nafhalen, nitrates,
trinitrotoluene.
Klinis : sianosis, kelelahan, takikardia, lemah, sakit kepala,
cepat lelah, kesadaran   koma  †.
- anemia aplastik : benzen trinitrotoluen, lindan, DDT,
dieldrin pyrethrin,vinil klorida.
- Kanker : asbestos, arsen, benzidin, benzen, berilium,
kadnium, kromium, gas mustard, radium.
 Infeksi : - bakteri antraks, bruselosis, leptospira, tetanus, TBC
- jamur (kardidiasis, coccidiomycosis)
- parasit cacing, toksoplasmosis
- virus : hepatitis B, rabies, rubella, AIDS, cacar air
 Paru : Pneumonitis, hipersensitif : bakteri, jamur, amoeba, bahan kimia
debu oganik (katun, kayu), asap
(rokok, kebakaran, knalpot)

 Kardiologi : - aritmia (arsen, organosfosfat)


- hipertensi (kadnium, timbal, karbon disufida)
- myocardial injury (antimoni, arsen, kobal)
 Hepatologi : - zat kimia (arsen, dioksin, dimetilnitrosamin,
halotan, trinitrotoluen, vinil klorida,
- infeksi ( Hep. B, C, A, leptospira)
 Ginjal GGA (kromium, kadnium, merkuri, vanadium, karbon,
tetraklorida)
GGK(kadnium,merkuri,berilium,uranium,silikosis)
 Muskoloskletal : strain otot, ligamen
keseleo / sprain ligamen, tendonitis,
tenosinonfitis, dislokasi sendi

LABORATORIUM
Faal Paru : spirometri / peak flow meter
asma – peak flow meter
nilai sebelum dan sesudah kerja >15 %
Thorax foto : pneumokoniosis
(silikosis,asbestosis)
Lab. Fungsi hati : SGOT / SGPT, bilirubin,SAP,GT
fungsi ginjal : ureum, creatinin.
Faktor Permasalahan :

Hasil pemeriksaan sebelum diterima sebagai karyawan dan setelah


bekerja sebagai karyawan .
Kadang pemeriksaan normatip sulit Dx.

Lab. khusus - Paparan logam pada rambut


- Kadar zat toksin urin, darah
- Dept. Tenaga Kerja
- Kadar zat inhalan di udara lingkungan kerja kadar
ambang batas  NIOSH (National Institute for
Occupational Safety and Health), OSHA (Occupational
Safety and Health Administration), Dept. Tenaga Kerja.

PENATALAKSANAAN SAMA DENGAN PASIEN BIASA


pemutusan hubungan kontak dengan agen : pemindahan, alat
pelindung, pemantauan kadar zat dalam lingkungan kerja.
KESEHATAN KELUARGA
PENDAHULUAN
Konsep keluarga unit terkecil masyarakat kepala keluarga, isteri + anak,
menantu laki + perempuan,cucu (hubungan darah/perkawinan) atau
pengangkatan dan tunggal dalam satu tempat dibawah satu atap dalam
keadaan saling ketergantungan

 Keluarga inti (core family) - ayah + ibu + anak ( kandung / angkat)


 Extended family : inti : ayah + ibu kandung
mertua laki + perempuan
paman bibi
kemenakan, saudara sepupu  satu
atap dgn biaya ditanggung oleh
kepala keluarga
 Keluarga besar:beberapa keluarga inti-bangsawan/org terpandang
Barat : keluarga = core family
Indonesia : desa satu rumah adat
Tugas : ayah pencari nafkah, ibu pengurus rumah tangga,
anak tergantung keadaan.
FUNGSI KELUARGA :
 Biologis
 Psikologis
 Sosialisasi
 Ekonomi
 Pendidikan
 Religius
 Rekreatif

TAHAP – TAHAP KEHIDUPAN KELUARGA


 Pembentukan keluarga
 Menjelang kelahiran anak
 Menghadapi bayi
 Menghadapi anak prasekolah
 Menghadapi anak remaja
 Melepaskan anak ke masyarakat
 Berdua kembali
 Masa tua
KEBUTUHAN KELUARGA :
 Jasmaniah
 Rohaniah (spiritual)
 Emosi dan Estetik
 Intelektual
 Bermasyarakat

AKTIVITAS KELUARGA
 Hubungan intern antar keluarga
 Membimbing anak
 Kegiatan berhubungan dengan makanan
 Kegiatan berhubungan dengan pakaian
 Kegiatan berhubungan dengan perumahan
 Kegiatan berhubungan dengan kesehatan keluarga
 Kegiatan berhubungan dengan keuangan keluarga
 Tata Laksana rumah tangga
 Keamanan lahir batin
 Perencanaan sehat
UPAYA KESEHATAN KELUARGA : Jasmani – rohani – ekonomi /
WHO !
keluarga – masyarakat-negara
- Kesehatan Ibu – anak / IKA
- Kesehatan remaja
- Kesehatan reproduksi / Obgyn
- Kesehatan Lansia (PD)
- Kesehatan Gizi keluarga
- Kesehatan lingkungan keluarga
- Kesehatan pendidikan kesehatan dalam keluarga
 Kesehatan Maternal  Obgyn
 kematian maternal ( kematian ♀
waktu hamil dan 42 hari setelah
melahirkan)
 Kesehatan reproduksi - obgyn
 Kehamilan  obgyn
 Masalah kesehatan umum perempuan
- Peny. Alzheimer: 2 x dibanding laki – laki
umur perempuan lebih panjang
( ukuran, struktur dan faal otak perempuan)
- peny. jantung koroner :10-15 tahun lebih tua dibanding laki-laki
DM, HT, CHF
terlindung PJK oleh estrogen/terabaikan
- DM : prevalensi > dibanding laki-laki
- HT : perempuan > laki-laki
- Autoimun : tiroid autoimun
SLE, AR, skleroderma, ITP
- Peny. menular seksual: di dapat dari pasangan laki-laki
klamidia & gonoroinfertilitas perempuan
HIV
- Osteoporosis : pasca menopause,asimtomatik–stadium lanjut
- Ggn psikologis : ansietas, depresi, ggn makan (anoreksia
nervosa, bulimia)  sering pada perempuan
Seksologi :ilmu tentang seksualitas,perkelaminan,anatomi,fisiologi,
klinis psikososial, perilaku, sosio budaya bagian
kehidupan manusia.
Seks – alat kelamin laki / perempuan secara biologis
seksualitas – biologik , psikososial dan budaya
 Dorongan seksual - bersetubuh
naluri manusia / hewan untuk meneruskan keturunan ( prokreasi)
- kesenangan / rekreasi
Hewan - bersetubuh - dorongan seksual saja
Manusia – cetusan hubungan suami isteri
hubungan jasmani,rohani,emosi yg bertanggung jawab
senggama / bersetubuh – antara laki dgn wanita
bukan laki dengan laki atau perempuan dgn perempuan

Hormon seks :- testosteron


- psikososial
- pengalaman seks sebelumnya
Daerah erogen – daerah sentuhan seks
♀ : kuping bawah, tengkuk, leher, mulut, bibir, lidah, payudara, putting
susu, bahu, punggung, bokong, sektar pusar, bagian dalam paha,
mons pubis, vulva perineum
♂ : mulut, payudara, bagian dalam paha, penis, skrotum

Siklus reaksi seksual = 4 fase :


1. Fase rangsangan (excitement phase)
2. Fase datar (plateau phase)
3. Fase orgasme (orgasmic phase)
4. Fase resolusi (resolution phase)
Fase rangsangan ♀ : congesti dd vagina, lubrikasi vagina, vagina
memanjang & menebal, korpus uteri menonjol
kedepan,  klitoris , labia minora membesar,
labia majora menipis, ereksi putting susu, seks
flush, tonus otot 
♂: ereksi penis,congesti kulit skrotum,elevasi testis,
ereksi putting susu, seks flush, TD , HR ,
tonus otot .
Fase datar ♀ : pembesaran dd luar vagina, labia minora membesar,
retraksi klitoris, pembengkakkan puting susu,
pelebaran pembuluh darah payudara, seks flush,
tonus otot ketat
♂: ukuran penis , glans penis kebiruan karena
pelebaran pleksus venosus, elevasi testis,  TD,
 HR,  RR, tonus otot 

Fase orgasme : sensasi erotis menyenangkan, luar biasa, bisa juga


tidak dramatis, ♂ 1 x orgasme selama 1 x
berhubungan seksual, disertai dgn ejakulasi, ♀ bisa
beberapa kali bila tetap menerima rangsangan
seksual efektif.

Fase resolusi : ♀ penurunan pembengkakkan vagina, vagina


memendek, uterus menurun, ukuran labia dan klitoris
ke ukuran semula, relaksasi otot, TD dan HR normal.
♂ hilangnya ereksi penis  50 % lebih besar dari
semula.