Anda di halaman 1dari 81

GANGGUAN PERKEMBANGAN

DAN KELAKUAN

Gangguan perkembangan adalah sekumpulan


kelainan neurologi yg berhubungan satu sama
lain, tidak progresif yang terjadi pada anak.
Disini ditunjukkan untuk penyaringan dan
pemeriksaan perkembangan neurologi dalam
hal kemungkinan adanya ketidak mampuan
perkembangan.
Perkembangan

• Perkembangan dibagi dalam 5 bidang


keterampilan: visu-omotor,bahasa (cognitive),
motorik, sosial dan adaptif. Setiap bidang
menunjukkan spektrum normal dan abnormal.
Pemeriksaan abnormal pada satu bidang akan
meningkatkan resiko kekurangan pada bidang
lain dan dokter, harus mempertimbangkan
pemeriksaan yang teliti pada seluruh bidang
keterampilan. Diagnosis perkembangan adalah
batasan fungsi dan klasifikasi yang tidak
mengkhususkan satu etiologi atau diagnosis
medis.
• Bidang motorik: penilaian bidang motorik termasuk
pemeriksaan keduanya ketermapilan motorik kasar
dan halus. Pemeriksaan neurologi motork yang
lengkap harus dilakukan termasuk pemeriksaan :
tonus, kekuatan, koordinasi, refleks tendon, refleks
primitif dan reaksi sikap.
• Bidang bahasa dan visio-motor (cognitive) :
pemeriksaan termasuk pemeriksaan keterampilan
bahasa ekspresif dan represif) dan visual-motor
pemeriksaan keterampilan pemecahan problem.
• Bidang sosial dan adaptif: pemeriksaan bidang sosial
dan adptif termasuk pemeriksaan ketermapilan sosial,
aktifitas kehidupan sehari-hari, affect, temperament
dan interaksi komunikasi antar perorangan.
DEVELOPMENTAL QOUTIENT (DQ)

Developmental Quotient (DQ) dapat diukur untuk setiap


bidang perkembangan:

Developmental age
DQ = -------------------------- x 100
Chronological age
1. DQ menunjukkan persentase perkembangan anak
disesuaikan dengan perkembangan normal seusianya
pada waktu pemeriksaan. Pemeriksaan yang
dilakukan 2 kali dengan jarak waktu tertentu lebih baik
daripada pemeriksaan sekali saja.
2. Istilah peramal terbaik untuk intelektual dihari
yang akan datang tetapi keterlambatan sedikit
bahasa ekspresi sering prognosis baik, pada
bidang lain yang tidak ada kekurangannya.
Perkembangan bahasa dibagi 2 kategori:
reseptif dan ekspresif masing-masing dibuat
pada DQ terpisah.
DELAY (Keterlambatan)
• Keterlambatan adalah perbuatan/perlakuan
nyata dibawah nilai rata-rata ( DQ<70) pada
keterampilan tertentu. Keterlambatan dapat
terjadi pada satu bidang atau beberapa bidang.
DEVIASI (Penyimpangan)
• Penyimpangan diartikan perkembangan yang
tidak sesuai dalam satu bidang, seperti
perkembangan milestone terjadi diluar yang
seharusnya. Penyimpangan tak perlu dikatakan
abnormal, tetapi harus menyadari kenapa
problema itu terjadi. Contoh: seorang bayi yang
merangkak sebelum duduk, yaitu bayi dengan
perkembangn lengan lebih dini.
DISSOCIATION (Hubungan)
• Hubungan diartikan sebagai suatu keadaan
penting kecepatan perkembangan yang berbeda
diantara 2 bidang cognitive dan motorik. Contoh
: perbedaan cognitive-motorik yang terdapat
pada anak dengan retardasi mental atau palsi
cerebral.
GANGGUAN COGNITIVE
1. Retardasi mental : ditandai dengan fungsi
intelektual dibawah rata-rata (IQ<70-75)
dengan terbatasnya dalam 2 atau lebih bidang
keterampilan berikut: komunikasi, mengurus
diri sendiri, kehidupan dirumah, keterampilan
sosial, penggunaan komunikasi, kerja sendiri,
kesehatan dan keamanan, fungsi akademik,
kesenangan dan bekerja. Retardasi mental
terjadi sebelum usia 18 tahun. Uji psikometrik
formal diperlukan membuat diagnosis retardasi
mental. Pasien dengan retardasi mental dirujuk
ke dokter perkembangan anak atau psikologist
untuk uji DQ pada satu-satu bidang < 70 atau
bila mengalami kesulitan belajar.
2. Gangguan Komunikasi: bidang ini merupakan
suatu grup yang dibagi kedalam gangguan
bahasa ekspresif, gabungan reseptif-ekspresif,
reseptif, ganguan fonologik dan gugup
(stuttering). Gangguan perkembangan bahasa
ditandai dengan kekurangan membandingkan
(comprihention), produksi atau penggunaan
bahasa. Diagnosis banding termasuk; tuli,
tidak bisa bahasa tertentu, gangguan bahasa
ekspresif, ketidakbisaan campuran ekspresif-
reseptif dan gangguan bahasa reseptif,
mutism, autism.
3. Learning Diasbility (LD) (Ketidakmampuan
Belajar)
– Ketidakmampuan belajar merupakan kelompok
atau grup heterogen yang kenyataannya pada
satu atau lebih tujuh bidang berikut:
keterampilan dasar membaca, reading
comprehention, oral ekspresion, history
comprehention, written eksprestion,
ketermapilan matematika dan ulasan
matematik. Ketidakmapuan belajar khusus
didiagnosis bila seseorang dinilai dengan uji
standar pada satu bidang ternyata dibawah
yang diharapkan untuk usianya, sekolahnya
dan tingkat intelektualnya.
GANGGUAN MOTORIK
• Palsi cerebral adalah gangguan pergerakan dan
sikap akibat lesi otak yang menetap sewaktu
masa perkembangan otak. Tetapi
manifestasinya bias berobah dengan pertum
buhan dan perkembangan otak. Anak dengan
gangguan motorik yang nyata dapat dikenali
pada setiap usia. Diagnosi palsi cerebral harus
dibuat sebelum umur 12 bulan, walaupun rata-
rata usia diagnosis 13 bulan. Klasifikasi palsi
cerebral adalah: hemiplegia, diplegia,
kuadriplegia, duoblehemiplegia (tetraplegia),
monoplegia dan triplegia.
GANGGUAN KELAKUAN
1. Attention deficit / hyperactive disorder (ADHD)
ADHD adalah gangguan neurobehaviour
ditandai dengan: kurang perhatian,
impulsivity dan hyperactive. Gejala harus
bertahan lebih dari 6 bulan, terjadi sebelum
usia 7 tahun dan ada bukti terjadi pada 2
atau lebih tempat yang berbeda. Prevalensi
rata-rata 3-5% usia sekolah, anak laki-laki
lebih banyak dari perempuan. Diagnosis
berdasarkan pada Diagnostic and Statistical
Manual of Menthal Disorder edition 4 (DSM-
IV)
Penilaian
• Diagnosis dapat ditegakkan secara klinik dan
berdasarkan percakapan pada orangtua dan
anak. Masukan dari sekolah mengenai
pelajaran, kelakuan dalam kelas dan kebutuhan
perhatian dan integrasi. Skor (Conner’s parent
and teacher, skor guru dari ADHD) rating scale
IV digunakan mengukur beratnya gejala dasar
dan mengamati keberhasilan pengobatan.
Pengobatan
Berbagai model pendekatan yang mungkin adalah:
1. Farmakoterapi. Pada kebanyakan kasus diberi
psychostimulants (methyl phenidate,
dextroamphetamine, amphetamine dan methyl
phenidate long action, adalah pilihan pertama).
Dengan adanya efek samping perlu
dipertimbangkan untuk merujuk ke spesialis
agar menganjurkan obab lain seperti :
clonidine, bupropion, dan magnesium
pemoline
2. Pengobatan psychosocial, termasuk
modifikasi kelakuan, latihan orang tua,
modifikasi ruang kelas (duduk di baris
depan, perbandingan guru/murid kecil)
latihan keterampilan sosial dan
sokongan organisasi bagi family.
2. Autism
– Autism anak, adalah gangguan perkembangan
perilaku yang ditandai dengan gangguan interaksi
sosial dan komunikasi, keterbatasan aktifitas dan
perhatian, dan gerakan motorik berulang-ulang,
ritual dan mannerismus. Permulaan fungsi yang
abnormal terjadi sebelum umur 3 tahun 75% anak
autism disertai retardasi mental
3. Perpasive Developmental Disorders,
– Termasuk Autism, Rett’s disorder, Chilhood
disintegrative disorder, Asperger’s disorder dan
pervasive developmental disorder not otherwise
specifying.
Penyaringan Perkembangan dan Penilaian

A. Perkembangan Mailstone
B. Denver Development Assesment (Denver II)
1. Denver II adalah alat menyaring(screening)
anak normal yang berumur 0-6 tahun.
Digunakan pada anak yang tersangka
normal. Dengan ini dapat ditentukan
keterlambatan perkembangan. Anak ini
harus dinilai lebih lanjut untuk diagnosis
pasti. Penyaringan anak dalam 4 bidang:
personal sosial, motor halus, motor kasar
dan bahasa.
2. Menghitung umur anak lahir setelah 38
minggu kehamilan, umur premature harus
dikoreksi sampai umur 2 tahun.
3. Scoring item yang dilewati, dilaporkan
penjaga anak dituliskan R. Setiap item yang
terpotong atau dekat pada garis umur harus
dinilai sebagai; Pass, Fail, Tidak ada
kesempatan atau Ditolak. Pemeriksaan
setiap item sebgai berikut:
a. Advanced, anak melewatinya dengan
komplet, jatuh sebelah kanan garis umur
b. Normal, anak lewat, gagal atau menolak
dimana garis umur jatuh pada persentile
ke 25 dan 75.
c. Hati-hati, anak gagal atau menolak item
dimana garis umur terletak diantara
persentile 75 dan 90.
d. Terlambat, anak gagal atau menolak item
yang komplit terletak ke sebelah kiri garis
umur.
3. PEMERIKSAAN
– Anak gagal penyaringan, bila mempunyai
dua atau lebih keterlambatan. Penilaian
ulang anak dilakukan 3 bulan berikutnya, bila
satu item terlambat dan/atau dua berhati-
hati. Anak lewat penyaringan dan maksimal
satu hati-hati. Tambahan lagi beberapa anak
disebut istilah untestable bila sejumlah item
ditolak atau tidak ada kesempatan
melakukan item tersebut. Petunjuk merujuk
adalah uji gagal atau klasifikasi tak teruji
pada dua penyimpanagn berturutan.
C. CAT/CLAMS (CAPUTE SCALE)
1. Capute Scale adalah alat pemeriksaan yang
memberikan developmental quotion secara
kuantitatif untuk visual-motor, problem-
solving dan kebiasaan bahasa. CLAMS
(Clinical Linguistik and Auditory Milestone
Scales) digunakan untuk pemeriksaan
milestone bahasa dari lahir sampai umur 36
bulan.
CAT (Clinical Adaptive Test) terdiri dari item
problem-solving untuk umur lahir sampai 36
bulan.
2. Scoring
• Scoring dikerjakan dengan perhitungan
berdasarkan umur sebagai grup usia
tertinggi dimana anak melakukan uji
komplit. Setiap hasil menurut usia yang
diperiksa dibagi dengan umur kronologis
kali 100 menjadi development qoution
DQ<70 adalah keterlambatan dan akan
dirujuk.
Penilaian Visual-Motor dan Keterampilan Problem-Solving
Untuk uji ini penting mengamati bagaimana melakukan dan
menilainya.
1. Goodennough-Harris Draw a Person
a. Prosedur ; berikan anak sebuah pensil dan
sehelai kertas kosong. Suruh anak menggambar
orang, gambar orang terbaik sebisa mungkin
(gambar seluruh bagian-bagian tubuh orang)
b. Scoring; tanyakan anak, menerangkan gambar
tersebut. Berilah satu nilai untuk setiap bagian
yang ditentukan (scoring maksimal 51) dan
bandingkan terhadap anak normal yang umurnya
sesuai.
2. Gessel-Drawing, sewaktu menggunakan
gambar gessel pemeriksaan tidak diharapkan
menunjukkan gambar untuk pasien.
3. Gessel Block Skill; struktur kubus harus
didemonstrasikan kepada anak termasuk umur
perkembangan pada mana setiap struktur
dapat dilaksanakan.
Penilaian anak tersangka terlambat perkembangan
A. Keterlambatan perkembangan milestone
1. Anamnesis termasuk komplikasi kehamilan,
kelahiran, masa neonatus, penyakit terdahulu dan
anamnesis keluarga
2. Anamnesis perkembangan milestone, memeriksa
kecakapan yang diperoleh masa lalu.
3. Anamnesis pendidikan anak semasa usia sekolah
B. Pemeriksaan
1. Pemeriksaan terdiri dari fisik umum, mencari bentuk
abnormal dan penilaian perkembangan neurologi
( pemerikasaan neurologi, repleks primitif dan
postural)
2. Refleks primitif / postural
Refleks primitif ada pada saat lahir dan
menghilang pada umur 6-9 bulan. Reaksi
postural nampak setelah refleks primitive
menurun dan mendahuli fungsi motorik
volunter. Profil reaksi dapat membantu
pengenalan bayi resiko cerebral palsi atau
kerusakan motorik bila digunakan dalam
hubungannya dengan pemeriksaan
neurologi atau refleks primitif
menetap/meningkat untuk ketidakmampuan
perkembangan.
C. Penyaringan Perkembangan
1. Uji penyaringan yang sesuai, berbeda-beda dengan
golongan umur. Keterlambatan pada penyaringan
dirujuk untuk uji formal.
2. Pemeriksaan keterlambatan dapat dikalkulasi pada
setiap area perkembangan, bila developmental
quotient (DQ) <70 % dikatakan perkembangan
terlambat. Contoh; seorang anak 13 bulan belum
berjalan tetapi dapat berjalan sewaktu kedua
lengan dipegang ( contoh perkembangan anak
demikian sesuai dengan umur 10 bulan) maka DQ
10/13=77% berarti tidak dipertimbangkan
keterlambatan.
Attention Defisit
Hyperactive Disorder
( ADHD )
Pendahuluan
• Attention Defisit Hyperactive Disorder
(ADHD) :
– Gangguan perkembangan psikiatri pada
anak dan remaja
– Banyak ditemukan diklinik dan
masyarakat
Definisi
• ADHD :
– Gangguan perilaku akibat gangguan
neurobiologik
– Kekurangan fungsi kontrol
• Memusatkan perhatian
• Motorik
• Emosi
Kejadian

• 3 – 5% pada anak usia sekolah


• ♂:♀6:1
Etiologi

• Genetik
• Environment
Gejala Klinik

• Gejala utama ADHD :


– kesulitan memusatkan perhatian
• anak seolah-olah tidak mendengar
• perhatian mudah beralih oleh rangsang
dari luar
• Hiperaktifitas dan impulsifitas
– Terlalu aktif
– Tidak mengenal lelah
– Tidak dapat duduk diam
– Tangan dan kaki selalu bergerak
– Sering berlari-lari atau memanjat
– Terlalu banyak bicara
– Tidak dapat menunggu giliran atau antrian
– Sering usil atau mengganggu orang lain
Diagnosa
• Klinik :
– Tidak mampu memusatkan perhatian
– Hiperaktif-impulsifitas
– Bukan disebabkan ggn psikiatri lain
termasuk Autistic Disorder Syndrome
Pencitraan

• MRI
• FMRI
– Kelainan pada sirkuit fronto-striated-
cerebellar.
Diagnosa Banding

• Autisme
• Pervasive Developmental Disorders Not
Otherwise Specified (PDD-NOS)
• Dibandingkan Autisme dan PDD-NOS
anak ADHD :
– Agresifitas
– IQ 7-15 dibawah rerata normal
– Fungsi adaptif dibawah normal
– Perkembangan bicara dan bahasa
terlambat
– Tidak dapat mengarahkan perilaku sesuai
dengan aturan dan instruksi
– Hambatan dalam internalisasi bahasa
– Respon emosi terhadap orang lain
berlebihan (kebalikan dgn autisme), serta
masalah integrasi sensorik/motorik
– Ingin bermain
– Dapat menggunakan alat permainan sesuai
fungsinya
– Tidak dapat berkerjasama, sering merebut
permainan atau mengelak
– Anak lain sering menghindari anak ADHD,
karena mengganggu
– Minat ketrampilan linguistik
– Rentang perhatiannya pendek
– Tidak dapat menyelesaikan tugas
– Tidak mampu menata perilakunya, sulit
memahami suatu tugas, tidak pernah dapat
menyelesaikan tugasnya
Penanganan

• Intervensi sedini mungkin


• Psikostimulasi merupakan obat pilihan utama :
– Anak usia 5-16 tahun, Methylphenidate
dengan dosis 10-50 mg/hari, hasil perbaikan
pada 90% kasus
Autisms
• Istilah autisms :
– masih asing bagi sebagian masyarakat
– para profesional masih belum banyak
mengenali/diagnosa autisms
• 10 tahun terakhir, kasus autisms meningkat
Pendahuluan
• Leo Kanner 1943 :
– 11 kasus anak dgn kesulitan berkomunikasi
– Disebut Autisms infantil
– Tidak berhubungan dgn retardasi mental
• Anggapan sebenarnya :
– 75-80% ada retardasi mental
Insidens
• 10 tahun yg lalu :
– 4-6 / 10.000 anak usia <15 tahun
• Sekarang :
– 10-12 / 10.000 anak usia <15 tahun
• ♂:♀4:1
Definisi
• Autisms adalah ggn perkembangan yang berat,
ditandai dengan :
– gangguan interaksi sosial
– gangguan berkomunikasi
– gangguan perilaku (streotipik/repititif )
 dikenal sebelum usia 3 tahun
Etiologi
• Faktor genetik :
– 15 (60%) dari 25 anak kembar monozygot
 autisms (+)
– 20 anak kembar dizygot  autisms (-)
• Faktor lingkungan :
– dicurigai sebagai pencetus :
• Alergi makanan
• Imunisasi
• Keracunan logam berat
• dsb
Patogenesis

• Ada gangguan perkembangan otak


• Otak tidak mampu mengatur untuk :
– pengamatan/gerakan
– belajar/merasakan
– fungsi vital/tubuh
• Dunia autisms berbeda dengan dunia orang
normal

• Mengalami kesulitan mengenai permasalahan


internal serta regulasi diri

• Terlihat keterbatasan persepsi dan


responsivitas
Diagnosis
• Belum ada marker yang tepat
• Digunakan kriteria klinik :
– Gangguan perkembangan menurut ICD-10
dan DSM IV, meliputi :
• Kekurangan secara kualitatif dan
kuantitatif :
–berinteraksi sosial
–berkomunikasi
–minat terbatas
–perilaku tidak wajar
–gerakan streotipik
• gejala sebelum usia 3 tahun
• Tersangka autisms pada praktek sehari-hari
adalah :
– Gangguan sosialisasi yg kita lihat berupa :
• Sedikit berhubungan dengan orang lain
• Menyingkirkan tatap muka
• Bermain lebih suka dgn benda dari pd
orang lain
• Hubungan interpersonal sedikit/tidak ada
(cuek), tidak acuh  seolah-olah tuli
• Gangguan komunikasi yang dikenali sebagai :
– Belum bisa/pandai bicara
– Tidak mengerti kita/kita tidak mengerti dia
– Mengatakan kemauannya dengan menarik
tangan (menunjuk)
• Gangguan motorik/perilaku terlihat
berupa:
– Gerakan ritualistik :
• Badan bergoyang-goyang
• Menepuk-nepuk badan
• Meloncat-loncat
• Berputar-putar
• Menjinjit-jinjit
• Gerakan menetap
• Minat terbatas,dapat kita jumpai berupa :
– Sukar mengalihkan kemauannya
– Tidak dipengaruhi dunia sekitarnya
– Perhatian sedikit
– Tidak ada pertimbangan
– Sering hiperaktif
– Tidur sedikit
– Retardasi mental
– Gejala autistik :
– Bervariasi
– Tidak semua gejala sama berat
Diagnosa Banding

• Asperger’s disorder
• Rett’s syndrome
• Pervasive Developmental Disorders Not
Otherwise Specified ( PDD – NOS )
• Asperger’s disorder :
– Gangguan sosial yang bermakna
– Perhatian dan minat terbatas
– Terlihat canggung
– IQ > 70
– Tanpa disertai keterlambatan
perkembangan bahasa
• Rett syndrome :
–♀»♂
– Gangguan perkembangan berat bahasa
ekspresif dan reseptif
– Retardasi psikomotor berat
– Gerakan tangan diulang-ulang seperti :
• Memeras kain
• Bertepuk tangan
• Memasukkan tangan ke mulut
• Gerakan otomatis mencuci tangan
• Pervasive Developmental Disorders Not
Otherwise Specified ( PDD – NOS ) :
– Istilah yang tidak termasuk kategori di atas
Neuroimaging
• MRI  pengecilan berbagai struktur otak
• Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS)
• Positron Emission Tomography (PET)
• Single Photon Emission Complete Sonography
Spectroscopy
– Abnormalitas bermacam-macam
– PET  menemukan abnormalitas metabolisma
• Monoamfetamin di frontal
• Penurunan aktifitas metabolisma glukosa di
gyrus cingulate anterior
Laboratorium
• Perkembangan norepinefrin (NE), dopamin, dan
5 Hydroxy tryptophan dalam keadaan
terganggu
• Kimia monoamin : 5 Hydroxy tryptofamine/
serotonin meninggi dalam darah 20-50%
penderita autisme
• Kimia cathecholamine : adrenaline/epinefrin,
dopamine dan noradrenalin, perkembangan
terganggu
Penatalaksanaan
• Tujuan : mengatasi masalah karena :
– Kegagalan dalam perkembangan :
• Bicara
• Perilaku aneh
• Tidak mau berteman
• Tidak bisa bermain yang sesuai
• Tidak tertarik pada lingkungannya
• Terapi Applied Behavior Analysis (ABA),
Lovaas