Anda di halaman 1dari 11

DITA KARTIKA SASI

101814153016

KOMUNIKASI KESEHATAN
Komunikasi Persuasif merupakan
sebuah proses pertukaran informasi/
pesan dimana komunikator berusaha
mempengaruhi pemikiran atau
perilaku komunikan melalui pesan/
informasi yang disampaikannya.
 Kenneth E. Anderson (1972), menyatakan bahwa komunikasi persuasif
merupakan proses komunikasi antar individu. Komunikasi tersebut terjadi
di mana komunikator mengunakan simbol-simbol untuk mempengaruhi
pikiran si penerima dengan sendirinya, komunikator dapat merubah
tingkah laku dan perbuatan audiens.

 Erwin P. Betinghaus (1973), komunikasi persuasif ini dapat


mempengaruhi pemikiran dan perbuatan seseorang, hubungan aktivitas
antara pembicara dan pendengar dimana pembicara berusaha
mempengaruhi tingkah laku pendengar melalui perantara pendengaran
dan penglihatan.

 De Vito mengemukakan terdapat dua macam tujuan atau tindakan yang


ingin dicapai dalam melakukan komunikasi persuasif. Tujuan tersebut
dapat berupa untuk mengubah sikap atau perilaku receiver atau untuk
memotivasi perilaku receiver.
 Komunikator/Sumber pesan atau informasi.
 Content of the communication:
 Motivating Appeals
 Organization of persuasive arguments
 Audience Predispositions
 Group conformity motives
 Individual personality factors
 Media sebagai perantara yang digunakan
untuk menyampaikan pesan.
 Responses
 Konteks situasional
Menurut Littlejohn dan Jabusch mengungkapkan bahwa
keberhasilan komunikator dalam mengukuhkan atau mengubah
sikap atau kepercayaan dan dalam mengajak pendengar untuk
berbuat sesuatu akan bergantung pada pemanfaatan prinsip-
prinsip persuasif. Empat prinsip utama terdiri dari:

Prinsip Pemaparan
Selektif

Prinsip Partisipasi
Khalayak

Prinsip Inokulasi

Prinsip Besaran
Perubahan
 Perubahan sikap (attitude change)
 Perubahan pendapat (opinion change)
 Perubahan perilaku (behavior change)
 Perubahan sosial (sosial change)
Persuasi adalah bentuk penanaman
pengaruh yang bisa berwujud apa pun,
mulai dari keyakinan, sikap, maksud, dan
motivasi.
Usaha ini di lakukan baik dengan melalui
jalur verbal atau nonverbal dengan cara
mengonversi informasi, perasaan, atau
alasan atau kombinasi semuanya ke dalam
bentuk lain yang dapat di terima oleh si
penerima pesan.
 Faktor Motivasi, motivasi seseorang atau sesuatu
kelomopok dapat mempengaruhi opini
seseorang atau kelompok tersebut.
 Faktor Prejudice atau Prasangka. Bila seseorang
sudah dihinggapi dan perasaan Prejudice
terhadap sesuatu, misalnya golongan, suku, ras,
dan sebagaianya maka orang itu dalam
penilaiannya terhadap hal tersebut tidak akan
objektif lagi.
 Faktor Semantic adalah kata-kata yang
mempunyai arti tidak sama dengan komunikator
dan komunikan atau ejaan yang berbeda, tapi
bunyinya hampir sama, dapat menimbulkan
salah pengertian dan sangat mengganggu
 Noise Factor yaitu gangguan yang disebabkan
oleh suara. Ini dapat terjadi dengan disengaja
dan tidak disengaja.
Komunikasi Persuasif dalam Hubungan Masyarakat

Pesan-pesan/ajakan-ajakan yang
disampaikan kepada masyarakat atau
pihak-pihak tertentu harus dapat:

 Menstimulir sesuatu pada saran


 Decoding efficiency
 Needs
 di- adjust
 Membangkitkan harapan-harapan
Dengan kita mempelajari komunikasi persuasif ini, membuat kita
mampu memberikan pengaruh pola pikir individu yang sedang berbicara
dengan kita. Maka dari itu, seorang komunikan yang sedang berbicara
dengan seorang komunikator yang menggunakan teknik komunikasi
persuasif ini akan lebih cenderung mengikuti pola pemikiran apa yang
disampaikan oleh komunikator ini. Sehingga, seorang komunikator ini
mampu dan berhasil mengajak seorang komunikan untuk mengikuti apa
yang ia sampaikan atau apa yang ia harapkan sebelumnya.