Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 3

ERNI
MARNA
URIFATUNNISA
ROSANTI IKA PRATIWI
LATAR BELAKANG
Pada awal tahun 1918, wabah pandemi virus influenza
telah membunuh lebih dari 40.000 orang, dimana subtipe yang
mewabah saat itu adalah virus H1N1 yang dikenal dengan
“Spanish Flu”. Tahun 1957 virus bermutasi menjadi H2N2 atau
“Asian Flu” menyebabkan 100.000 kematian. Tahun 1968 virus
bermutasi menjadi H3N2 atau “Hongkong Flu” menyebabkan
700.000 kematian. Tahun 1977 virus bermutasi menjadi H1N1
atau “Russian Flu”. Akhirnya pada tahun 1997, virus bermutasi
lagi menjadi H5N1 atau “Avian Influenza”.
Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi
pada jalur transportasi atau peternakan unggas sebagai jalur
migrasi burung liar. Sehingga pada 21 Juli 2005, tiga kasus
fatal terjadi di Tangerang, yang disebabkan oleh flu burung
subtipe H5N1. Hingga 6 Juni 2007, WHO telah mencatat
sebanyak 310 kasus dengan 189 kematian pada manusia yang
disebabkan virus ini termasuk Indonesia dengan 99 kasus
dengan 79 kematian.
PENGERTIAN FLU BURUNG
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam .
Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang
disebabkan oleh virus influenza dengan kode
genetik H5N1 (H=Haemagglutinin, N=Neuramidase)
yang selain dapat menular dari burung ke burung
ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia.
PATOFISIOLOGI FLU BURUNG
Flu burung bisa menulari manusia bila
manusia bersinggungan langsung dengan
ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.
Virus flu burung hidup di saluran pencernaan
unggas, juga dapat terjadi melalui kendaraan
yang mengangkut binatang itu, di kandangnya
dan alat-alat peternakan (termasuk
melalui pakan ternak) Penularan dapat juga
terjadi melalui pakaian, termasuk sepatu para
peternak yang langsung menangani kasus
unggas yang sakit.
Menurut WHO, flu burung lebih mudah
menular dari unggas ke manusia dibanding
dari manusia ke manusia.
ETIOLOGI FLU BURUNG
Etiologi penyakit ini adalah virus influenza.
Adapun sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan
hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan
lebih dari 30 hari pada 0°C.Di dalam tinja unggas
dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat
bertahan lebih lama, tetapi mati pada
pemanasan 60°C selama 30 menit. Dikenal
beberapa tipe Virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B
dan tipe C. Virus Inluenza tipe A terdiri dari
beberapa strain, yaitu; H1N 1, H3N2, H5N1,
H7N7, H9N2 dan lain-lain.
TANDA GEJALA FLU BURUNG
Gejala pada unggas:
 Jengger berwarna biru
 Borok di kaki
 Kematian mendadak

Gejala pada manusia:


 Demam (suhu badan diatas 38 °C)
 lemas
 Pendarahan hidung dan gusi
 sesak nafas
 muntah dan nyeri perut serta diare
 Batuk dan nyeri tenggorokan
 Radang saluran pernapasan atas
 Pneumonia
 Infeksi mata
 Nyeri otot
MASA INKUBASI
 Pada Unggas : 1 minggu
 Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1
hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah
timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari
CARA PENULARAN FLU BURUNG
 Flu burung menular dari unggas ke unggas,
dan dari unggas kemanusia (pekerja di
peternakan ayam, pemotong ayam dan
penjamah produk unggas lainnya), melalui air
liur, lendir dari hidung dan feces. Penyakit ini
juga dapat menular melalui udara yang
tercemar virus H5N1 yang berasal dari
kotoran atau sekreta burung/unggas yang
menderita flu burung.
Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain:

1. Hongkong,Pada tahun 1997 Avian Influenza A (H5N1) telah


menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di rumah
sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. Untuk mencegah
penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan
1,5 juta ayam yang terinfeksi flu burung,Pada tahun
1999,dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A (H9N2)
pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian,Pada
tahun 2003 ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A
(H5N1) dan satu orang meninggal.
2. Pada tahun 2003, di Belanda ditemukan 80 kasus Avian
Influenza A (H7N7) dan satu diantaranya meninggal.
3. Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A
(H5N1) di Vietnam (19) dan Thailand (6) yang
menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand, 14 di
Vietnam).
CARA PENCEGAHAN FLU
BURUNG
1.Pada Unggas:
 Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
 Vaksinasi pada unggas yang sehat

2. Pada Manusia:
 Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan
pedagang):
 Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis
bekerja.
 Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang
terinfeksi flu burung.
 Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan
pakaian kerja).
LANJUTAN

 Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.


 Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
 Imunisasi.

3. Masyarakat umum:
 Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi &
istirahat cukup.
 Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu : Pilih unggas yang
sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
 Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit
dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4,5 menit.
 Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan
disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau larutan
pemutih/khlorin 0,5%untuk alat2/instrumen)
 Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan
dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang
mata, keluhan pernafasan.

KESIMPULAN
Flu Burung adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus influenza yang
menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu
tipe yang perlu diwaspadai adalah yang
disebabkan oleh virus influenza dengan kode
genetik H5N1 (H=Haemagglutinin,
N=Neuramidase) yang selain dapat menular
dari burung ke burung ternyata dapat pula
menular dari burung ke manusia Flu burung
bisa menulari manusia bila manusia
bersinggungan langsung dengan ayam atau
unggas yang terinfeksi flu burung.