Anda di halaman 1dari 46

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

DENGAN RESIKO PERILAKU


KEKERASAN

OLEH KELOMPOK 3
NAMA KELOMPOK
• IDA AYU PUSPAYANI P07120015083
• WAYAN RAYI CHANDRA L N P07120015092
• NI LUH PUTU AYUMI P P07120015101
• PUTU DEWI DANASUARI P07120015110
• NI KADEK VICKY W P07120015118
PENGERTIAN
• PERILAKU KEKERASAN ADALAH SUATU
KEADAAN DIMANA SESEORANG MELAKUKAN
TINDAKAN YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN
SECARA FISIK BAIK TERHADAP DIRI SENDIRI,
ORANG LAIN MAUPUN LINGKUNGAN. HAL
TERSEBUT DILAKUKAN UNTUK
MENGUNGKAPKAN PERASAAN KESAL ATAU
MARAH YANG TIDAK KONSTRUKTIF. (STUART
DAN SUNDEEN : 1995).
TEORI PERILAKU AGRESI
(KELIAT, 1996) MELIPUTI:

• 1. INSTINCT THEORY

• 2. DRIVE THEORY

• 3. SOCIAL LEARNING THEORY


INSTINCT THEORY
PRILAKU AGRESI MERUPAKAN
SUATU INSTING NALURIAH
SETIAP MANUSIA.
DRIVE THEORY
MENEKANKAN BAHWA DORONGAN
AGRESIVITAS MANUSIA DIPICU OLEH
FACTOR PENCETUS FACTOR
EKSTERNAL UNTUK SURVIVE DALAM
MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA
SOCIAL LEARNING THEORY
MENYATAKAN BAHWA PRILAKU
AGRESI MERUPAKAN HASIL
PEMBELAJARAN SESEORANG SEJAK
MASA ANAK-ANAK YANG
KEMUDIAN MENJADI POLA
PRILAKU (LEARNED BEHAVIOR).
JENIS AGRESI

1. IRRITABLE AGGRESSION

2. INSTRUMENTAL AGGRESSION

3. MASS AGGRESSION
IRRITABLE AGGRESSION
MERUPAKAN TINDAK KEKERASAN
AKIBAT EKSPRESI PERASAAN MARAH.
BIASANYA DIINDIKUSI OLEH FRUSTASI
DAN TERJADI KARENA SIRKUIT PENDEK
PADA PROSES PENERIMAAN DAN
MEMAHAMI INFORMASI
INSTRUMENTAL AGGRESSION
SUATU TINDAKAN KEKERASAN
YANG DIPAKAI SEBAGAI ALAT
UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN
TERTENTU
MASS AGGRESSION
TINDAKAN AGRESI YANG
DILAKUKAN OLEH MASSA SEBAGAI
AKIBAT KEHILANGAN
INDIVIDUALITAS DARI MASING-
MASING INDIVIDU
TANDA DAN GEJALA

1. FISIK
2. VERBAL
3. PERLAKU
4. EMOSI
5. INTELEKTUAL
6. SPIRITUAL
FISIK
MATA MELOTOT/PANDANGAN TAJAM,
TANGAN MENGEPAL, RAHANG
MENGATUP, WAJAH MEMERAH DAN
TEGANG, SERTA POSTUR TUBUH KAKU.
VERBAL
MENGANCAM, MENGUMPAT DENGAN
KATA-KATA KOTOR, BERBICARA
DENGAN NADA KERAS.
PERILAKU

MENYERANG ORANG LAIN,


MELUKAI DIR SENDIRI/ORANG
LAIN, MERUSAK LINGKUNGAN,
AMUK/AGRESIF.
EMOSI
MERASA TERGANGGU, DENDAM,
JENGKEL, TIDAK BERDAYA,
BERMUSUHAN, MENGAMUK, INGIN
BERKELAHI, MNYALAHKAN DAN
MENUNTUT
INTELEKTUAL
MENDOMINASI, KASAR, BERDEBAT,
MEREMEHKAN, DAN TIDAK JARANG
MENGELUARKAN KATA-KATA BERNADA
SARKASME.
SPIRITUAL
MERASA DIRI BERKUASA, MERASA DIRI
BENAR, KERAGU-RAGUAN, TIDAK
BERMORAL
RENTANG RESPON

asertif frustasi pasif agresif


FAKTOR PREDISPOSISI
(KELIAT,1996)

1. FAKTOR PSIKOLOGIS
2. FAKTOR SOSIAL BUDAYA
3. FAKTOR BIOLOGIS
4. PERILAKU
FAKTOR PSIKOLOGIS
BILA USAHA SESEORANG UNTUK MENCAPAI
SUATU TUJUAN MENGALAMI HAMBATAN, MAKA
AKAN TIMBUL DORONGAN AGRESIF YANG AKAN
MEMOTIVASI PRILAKU YANG MELUKAI ORANG
ATAU OBJEK YANG MENYEBABKAN FRUSTASI.
FAKTOR SOSIAL BUDAYA
SESEORANG AKAN BERESPON
TERHADAP KETERBANGKITAN
EMOSIONALNYA SECARA AGRESIF
SESUAI DENGAN RESPON YANG
DIPELAJARINYA
FAKTOR BIOLOGIS
ADA BEBERAPA PENELITIAN MEMBUKTIKAN
BAHWA DORONGAN AGRESIF MEMPUNYAI
DASAR BIOLOGIS. PENELITIAN NEUOROBIOLOGI,
MENDAPATKAN BAHWA ADANYA PEMBERIAN
STIMULUS ELEKTRIS RINGAN PADA
HIPOTALAMUS
PERILAKU
REINFORCEMENT YANG DITERIMA PADA
SAAT MELAKUKAN KEKERASAN DAN
SERING MENGOBSERVASI KEKERASAN DI
RUMAH ATAU DI LUAR RUMAH, SEMUA
ASPEK INI MENSTIMULASI INDIVIDU
MENGADOPSI PRILAKU KEKERASAN
FAKTOR PRESPITASI

1. KLIEN

2. LINGKUNGAN
MEKANISME TERJADINYA PERILAKU
AGRESI
SETIAP STIMULUS DARI LUAR YANG DITERIMA
MELALUI RESEPTOR PANCA INDRA MANUSIA
DIOLAH LALU DIKIRIM DALAM BENTUK PESAN
KE THALAMUS LALU KE HIPOTALAMUS,
SELANJUTNYA KE AMIGDALA (SIRKUIT SYSTEM
LIMBIC) YANG MENGHASILKAN RESPON
TINDAKAN
DETEKSI POTENSI AGRESI

CARA MELAKUKAN DETEKSI POTENSI AGRESI


ADALAH DENGAN SINGKATAN POSTAL =
PROFILE + OBSERVABLE WARNING SIGN +
SHOTGUN + TRIGGERING EVENT = ALWAYS
LETHAL (KELIAT,1996)
PROFIL

SESEORANG YANG POTENSIAL


MELAKUKAN TINDAK KEKERASAN
OBSERVABLE
CONTOH : BIASA MENYELESAIKAN
KONFLIK DENGAN CARA KEKERASAN
DAN SIKAP PERMUSUHAN (HOSTILITY)
WARNING SIGN
CONTOH : SEDANG MENGALAMI
PROBLEM EMOSIONAL, STRESS, DEPRESI
TANPA TERAPI MEDIS
SHOTGUN
MEMILIKI SENJATA API (SHOUTGUN )
TRIGGERING EVENT
PERISTIWA PENCETUS TRIGGERING EVENT)
CONTOH : MENGALAMI PEMUTUSAN
HUBUNGAN KERJA, KEHILANGAN LAHAN
PENCARIAN, KEGAGALAN USAHA (MENGALAMI
KEBANGRUTAN)
MEKANISME KOPING
(MARAMIS, 1998)
1. SUBLIMASI
2. PROYEKSI
3. REPRESI
4. REAKSI FORMASI
5. Displacement
SUBLIMASI
MENERIMA SUATU SASARAN PENGGANTI
ARTINYA SAAT MENGALAMI SUATU
DORNGAN, PENYALURANNYA KE ARAH
LAIN. MISALNYA SESEORANG YANG
SEDANG MARAH MELAMPIASKAN
KEMARAHANNYA PADA OBJEK
PROYEKSI

MENYALAHKAN ORANG LAIN


MENGENAI KESUKARANNYA ATAU
KEINGINANNYA YANG TIDAK BAIK
REPRESI
• MENCEGAH PIKIRAN YANG MEYAKITKAN
ATAU MENBAHAYAKAN MASUK KE ALAM
SADAR
REAKSI FORMASI
MENCEGAH KEINGINAN YANG BERBAHAYA BILA
DIEKSPRESIKAN DENGAN MELEBIH-LEBIHKAN
SIKAP DAN PERLAKU YANG BERLAWANAN DAN
MENGGUNAKANNYA SEBAGAI RINTANGAN.
MISALNYA SEORANG YANG TERTARIK PADA
TEMAN SUAMINYA, AKAN MEMPERLAKUKAN
ORANG TERSEBUT DENGAN KASAR
DISPLACEMENT
MELEPASKAN PERASAAN YANG TERTEKAN,
MELAMPIASKAN PADA OBYEK YANG TIDAK
BEGITU BERBAHAYA SEPERTI YANG PADA
MULANYA YANG MEMBANGKITKAN EMOSI
ITU.
PENGKAJIAN

1. IDENTITAS KLIEN
2. ALASAN MRS
3. FAKTOR PREDISPOSISI
4. PEMERIKSAAN FISIK
5. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
6. STATUS MENTAL
7. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
8. MEKANISME KOPING
9. MASALAH PSIKOLOGIS DAN LINGKUNGAN
10. KURANG PENGETAHUAN
11. ASPEK MEDIS
MASALAH KEPERAWATAN
• PERILAKU KEKERASAN
• RERSIKO MENCEDERAI DIRI SENDIRI; ORANG LAIN
DAN LINGKUNGAN
• PERUBAHAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI
• HARGA DIRI RENDAH
• ISOLASI SOCIAL
• BERDUKA DISFUNGSIONAL
• PENATALAKSANAAN REGIMEN TERAPEUTIK
INEFEKTIF
• KOPING KELUARGA INEFEKTIF
DIAGNOSA KEPERAWATAN
INTERVENSI KEPERAWATAN
IMPLEMENTASI
EVALUASI
SEKIAN

TERIMA KASIH