Anda di halaman 1dari 20

PROSTAT

• Prostat merupakan organ kelenjar dari sistem


reproduksi pria. Merupakan kelenjar yang terdiri
atas jaringan kelenjar dinding uretra yang mulai
menonjol pada masa pubertas. Secara anatomi,
prostat berhubungan erat dengan vesica urinaria,
urethra, ureter, vas deferens dan vesica seminalis.
• Prostat terletak diatas diafragma panggul.
• Fungsi utama prostat adalah menghasilkan cairan
untuk semen, yang mengandung ion sitrat,
kalsium, ion fosfat, enzim pembeku dan
profibrinolisin.
• Berat prostat normal orang dewasa berkisar
antara 18 – 20 gram. Pada anak-anak beratnya
sekitar 8 gram. Pada keadaan dimana terjadi
pembesaran kelenjar prostat beratnya bisa
mencapai 40 – 150 gram dan umumnya pada usia
diatas 50 tahun
• Prostat merupakan glandula fibromuskular
yang mempunyai bentuk seperti piramid
terbalik dengan basis (basis prostatae)
menghadap ke arah collum vesicae. Basis
prostat melanjutkan diri sebagai collum vesica
urinaria, otot polos berjalan tanpa terputus
dari satu organ ke organ lain. Urethra masuk
bagian tengah dari basis prostat
• Facies anterior berbentuk konveks, facies posterior
berbentuk agak konkaf dan dan dua buah facies infero-
lateralis. Facies anterior berada 2,5 cm disebelah dorsal
facies posterior symphysis osseum pubis. Celah yang
terbentuk ini terisi oleh jaringan lemak
ekstraperitoneal yang terdapat pada cavum
retropubica (cavum retzii) dan ligamentum
puboprostaticum. Ligamentum Puboprostaticum
menghubungkan selubung fibrosa prostat dengan
facies posterior os pubis. Ligamentum ini terletak pada
pinggir garis tengah dan merupakan kondensasi fascia
pelvis
• Facies posterior prostat menghadap ke arah
rectum, berhubungan erat dengan permukaan
anterior ampulla recti dan dipisahkan oleh
septum rectovesicalis (fascia / ligamentum
Denonvilliers). Septum ini dibentuk pada masa
janin oleh fusi dinding ujung bawah excavatio
rectovesicalis peritonealis, yang semula
menyebar ke bawah menuju corpus perinealis.
• Facies infero-lateralis difiksasi oleh serabut-
serabut anterior m. pubocoocygeus (m.
levator ani) pada saat serabut berjalan ke
posterior dari os pubis. Ductus ejaculatorius
menembus bagian atas facies posterior
prostat untuk bermuara pada urethra pars
prostatica pada pinggir lateral orificium
utriculus prostaticus
• Prostat dikelilingi oleh capsula prostatica yakni jaringan
ikat pada permukaan prostat. Diluar capsula terdapat
terdapat fascia prostatica, yang membungkus capsula
prostatica, merupakan bagian dari lapisan viseral fascia
pelvis, yang ke arah caudal melanjutkan diri menjadi
fascia diaphragmatis urogenitalis superior dan difiksasi
pada symphysis osseum pubis oleh ligamentum
puboprostaticum mediale (ligamentum pubovesicale).
Selain difiksasi oleh ligamentum puboprostaticum
mediale yang mengandung m. puboprostaticus, juga
difiksasi oleh ligamentum puboprostaticum laterale
pada arcus tendineus fascia pelvis.
• Pada sisi lateral prostat, diantara fascia prostatica
dan capsula prostatica terdapat plexus venosus
prostaticus. Plexus venosus prostaticus menerima
vena dorsalis penis, meneruskan aliran darah
venous kepada plexus venosus vesicalis dan
selanjutnya bermuara ke dalam vena iliaca
interna.Urethra berjalan vertical menembus
bagian anterior prostat. Basis prostat mempunyai
hubungan erat dengan collum vesicae, kecuali di
bagian lateral. Celah yang terbentuk diantaranya
terisi oleh plexus venosus vesicoprostaticus dan
ductus ejaculatorius.
• Ujung urethra terproyeksi ke bagian dalam garis
tengah posterior, berjalan sepanjang urethra
prostatika dan berakhir spinkter striata. Pada
bagian ujung yang lain, sebuah celah terbentuk
(sinus prostaticus), dimana seluruh kelenjar
mengalir kesitu (Mc. Neal, 1972). Pada bagian
pertengahan, urethra melengkung kira-kira 35o
kearah anterior (lengkungan ini dapat bervariasi
antara 0 – 90o). Sudut yang terbentuk dari
lengkungan ini membagi urethra prostatika
secara anatomi dan fungsional menjadi bagian
proksimal
• Pada lengkungan urethra, seluruh bagian
utama kelenjar prostat terbuka sampai ke
urethra prostatika. Ujung urethra melebar dan
menonjol dari dinding posterior disebut
verumontanum. Celah orificium kecil dari
utrikulum prostat ditemukan pada bagian
apex dari verumontanum dan terlihat melelui
sistoskopi. Utrikulum panjangnya 6 mm sisa
mullerian terbentuk dari kantong kecil yang
terproyeksi ke atas dan bawah prostat.
• BPH awalnya merupakan mikronodul
kemudian berkembang membentuk
makronodul disekitar tepi inferior dari urethra
preprostatik tepat diatas verumontanum.
Makronodul ini selanjutnya menekan jaringan
normal sekitarnya pada posteroinferior zone
perifer dengan membentuk kapsul palsu
disekitar jaringan hyperplasia.
• Arteri
• Ramus prostaticus dipercabangkan oleh
arteria vesicalis inferior. Prostat seringkali juga
mendapatkan suplai darah darah dari
percabangan arteria rectalis superior. Apabila
ada arteria rectalis media maka ada
percabangannya yang mensuplai prostat.
• Vena
• Aliran utama Plexus venosus prostaticus
berasal dari vena dorsalis penis profunda.
Plexus venosus prostaticus juga menerima
ramus anterior vesicalis (plexus venosus
vesicalis) dan prostatic (yang menghubungkan
dengan plexus vesicalis dan vena pudenda
interna) yang mengalirkan / bermuara
kedalam vena vesicalis dan vena iliaca interna.
• TERIMA KASIH