Anda di halaman 1dari 21

PENGERTIAN HUKUM

KESEHATAN
Kelompok 1

1. Achmad Hilmy Azizi 9. Dini Salamatul U


2. Anggita Putri Melidawati 10. Estetika Islami G P
3. Athaya Saffanah Q 11. Farah Alya R
4. Benazir Nabilla 12. Fitria Nur C
5. Chadijah Chairun N R 13. Hani Pratiwi
6. Dhea Adelia 14.Hilwatul Azizah
7. Diajeng Anjalna G 15. Imas Sartika
8. Dinda Aulia 16. Khoirunnisah P
17. Lindri Tri Mujaki
18. Meida Nur H

Kelas : D III - 3 A
TERMINOLOGI HUKUM KESEHATAN
Medical Law (Inggris,USA) = Hukum Kedokteran
Gesuntheitsrecht (Jerman) = Hukum Kesehatan
Droit Medical (Perancis, Belgia) = Hukum Kedokteran
Gezondheidsrecht (Belanda) = Hukum Kesehatan
Health Law (WHO) = Hukum Kesehatan
Hukum Pelayanan Medis = Prof Hermien Hendarmin
Hukum Pelayanan Kesehatan = Prof Padmo Wahyono
Pengertian Hukum Kesehatan
1. Seluruh aturan aturan hukum dan hubungan
hubungan kedudukan hukum yang langsung
berkembang dengan atau yang menetukan situasi
kesehatan di dalam mana manusia berada (Prof. Dr.
Rang- ahli hukum negeri Belanda)
2. Hukum kesehatan adalah semua peraturan hukum
yang berhubungan langsung pada pemberian
kesehatan dan penerapannya pada hukum perdata,
hukum administrasi dan hukum pidana (HJJ.
Leenen- 1972)
Lanjutan..
Hukum kesehatan adalah semua ketentuan hukum
yang berhubungan langsung dgn pemeliharaan/
pelayanan kesehatan dan penerapannya. Hal ini
menyangkut hak dan kewajiban baik dari perorangan
dan segenap lapisan masyarakat sbg penerima
pel.kes. Maupun dari pihak penyelenggara dlm
segala aspeknya,organisasi , sarana, pedoman
standar pel.medik,ilmu pengetahuan kes dan hukum
serta sumber – sumber lainnya. (PERHUKI)
Tujuan
Tujuan hukum kesehatan adalah agar memberi
keyakinan diri kepada tenaga kesehatan dalam
menjalankan profesi kesehatan yang berkualitas
dan selalu berada pada jalur aman, tidak
melanggar etika dan ketentuan hukum
Sebab Utama Tumbuhnya
Hukum Kesehatan
(LEENEN, 1986) Hak untuk menentukan nasib
sendiri, yang merupakan suatu hak pribadi Hak
untuk mendapat pelayanan kesehatan yang
memadai, yang merupakan suatu hak sosial
(dinegeri Belanda secara Yuridis, hak pribadi
dianggap lebih kuat ) SEBAB UTAMA TUMBUHNYA
HUKUM KESEHATAN
Perbedaan Hukum Kesehatan dan
Hukum Kedokteran
Hukum Kesehatan = bagian dari ilmu hukum yang
membahas atau mengatur mengenai pelayanan
kesehatan
Hukum Kedokteran = bagian dari ilmu hukum
kesehatan yang membahas atau mengatur mengenai
pelayanan medis
Pelayanan kesehatan = tenaga kesehatan
Pelayanan medis = tenaga medis
Lingkup Hukum Kesehatan
•Hukum kedokteran (medical law)
•Hukum keperawatan
•Hukum rumah sakit
•Hukum lingkungan
• Hukum tentang limbah industri
•Hukum tentang polusi
•Hukum keselamatan kerja Makanan yang merusak kesehatan
Peralatan yang bisa merusak lingkungan (X-Ray)
•Peraturan lain ada kaitannya langsung dan dapat
mempengaruhi kesehatan manusia
Hukum Kesehatan dapat di
kelompokkan menjadi 4 yaitu:
1. Hukum kesehatan yang terkait langsung dengan
pelayanan kesehatan yaitu antara lain :
a. UU No. 23/ 1992 Tentang Kesehatan yang
telah diubah menjadi UU No 36/2009 tentang
Kesehatan
b. UU No. 29/2004 tentang Praktek kedokteran
c. UU No, 44/ 2009 tentang Rumah sakit
d. PP No. 32/1996 tentang Tenaga Kesehatan
e. Permenkes 161/2010 tentang Uji kompetensi
2. Hukum Kesehatan yang tidak secara
laingsung terkait dengan pelayanan
Kesehatan antara lain:
a. Hukum Pidana
b. Hukum Perdata.
c. Hukum Administrasi
Penerapan Hukum Pidana
Euthanasia dan aborsi diatur di dalam KUHP
Pasal 359 KUHP: Kelalaian yang menyebabkan kematian
Pasal 360 KUHP: Kelalaian yang menyebabkan luka berat
Pasal 351 KUHP: Penganiayaan
Pasal 531 KHUP: Penelantaran
Pasal 322 KUHP: Wajib simpan rahasia kedokteran
Penerapan Hukum Perdata
Pasal 1233 BW: Lahirnya perikatan
Pasal 1320 BW: Syarat sahnya perjanjian
Pasal 1365 BW: Perbuatan Melawan Hukum
Pasal 1243 BW: Wanprestasi
Pasal 1367 BW: Tanggung jawab majikan terhadap bawahan
Penerapan Hukum Administratif
Wujudnya berupa Surat Izin Praktik Tenaga
Kesehatan
3. Hukum Kesehatan yang berlaku secara
Internasional
a. Konvensi
b. Yurisprudensi
c. Hukum Kebiasaan
Pedoman Internasional
Deklarasi Helsinki tentang eksperimen
terhadap manusia.
Latar belakangnya adalah kekejaman Nazi
pada Perang Dunia ke II
Yurisprudensi
Yurisprudensi Mahkamah Agung
Misal: Kasus Dokter Setyaningrum
Constante Yurisprudentie
Misal: Kasus Vivian Rubiyanti Iskandar
Hukum Kebiasaan
Misal: formulir persetujuan operasi
4. Hukum Otonom
Ketentuan yang dibuat oleh organisasi profesi
di bidang kesehatan, berlaku bagi anggota
organisasi profesi dan pengawasannya oleh
organisasi profesi tersebut
Permenkes No. 434/1983: Kodeki berlaku
bagi seluruh dokter
Isi Kode Etik Kedokteran Indonesia
 Kewajiban umum. Misal: Dokter dilarang melakukan
perbuatan yang bersifat memuji diri sendiri
 Kewajiban dokter terhadap penderita. Misal: Wajib
merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
penderita
 Kewajiban dokter terhadap teman sejawat. Misal:
Memperlakukan teman sejawat sebagaimana ia sendiri
ingin diperlakukan.
 Kewajiban dokter terhadap diri sendiri. Misal: Memelihara
kesehatan dan mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan
Pengawasan Kode Etik Kedokteran
Indonesia
Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) bagi
anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Etika Pelayanan
Medis (MP2EPM) bagi yang bukan anggota IDI
Sanksi: Teguran lisan, teguran tertulis, skorsing, atau
dikeluarkan dari keanggotaan IDI
Ilmu Pengetahuan dan Literatur
Penggunaan sarung tangan dalam tindakan medis
Penggunaan literatur sebagai bahan rujukan dalam
pembuktian kasus yang diindikasikan malpraktik
medis.