Anda di halaman 1dari 69

CEDERA KEPALA

OLEH :

ERIE ANDAR, HAPPY KURNIA


TUJUAN INSTRUKSIONAL

Dapat menerangkan anatomi dan fisiologi dasar


Dapat mengevaluasi pasien cedera kepala
Dapat melakukan tindakan stabilisasi yang perlu
Dapat menentukan dan merujuk penderita
cedera kepala dengan benar
PENDAHULUAN
Permasalahan :
Kurangnya kesadaran akan keselamatan
Mortalitas dan morbiditas tinggi
Korban usia produktif
Cedera Sekunder memperburuk hasil namun
dapat dicegah
Konsultasi segera dan transfer yang baik
ANATOMI
Scalp
Cranium
Meninges : Tentorium
Otak
LCS
Kutis
Sub kutan fasia

Perikranium

Kalvaria
Duramater
Arakhnoid
Fossa kranii Anterior

Fossa kranii Medius

Fossa kranii Posterior


FISIOLOGI
Tekanan intracranial
Normal : 10 mmHg
> 20 mmHg : abnormal
> 40 mmHg : peningkatan hebat
tekanan meningkat  fungsi otak turun
 prognosis jelek
 Doktrin Monro Kellie
V darah + V otak + V LCS = Konstan
TINGKAT KESADARAN
HERNIASI
• Tentorial
• Lateral tentorial N.III : Ptosis anisokor
Pedumculus cerebri :
Hemiparesis
A. cerebri posterior
Hemianopsia

• Posterior tentorial ARAS : ggn kesadaran


Traktus kortikospinal :
Decerebrate rigidity
Mesencephalon & Pons :
ggn refleks mata & respirasi
ireguler
Midline Shift

Herniasi Unkus

Herniasi Tonsiler
KLASIFIKASI
I. MEKANISME
1. Trauma Tumpul
kecepatan tinggi : KLL
kecepatan rendah : jatuh/dipukul
2. Trauma Tembus
luka tembak
luka jenis lain
II. BERAT RINGAN
1. Cedera kepala ringan : GCS 14-15
2. Cedera kepala sedang : GCS 9-13
3. Cedera kepala berat : GCS 3-8
III. MORFOLOGI
1. Cedera jaringan lunak (scalp) :Vulnus
2. Fraktur tulang :
a. Calvarium: fraktur linier/stelata
fraktur depressed
fraktur terbuka/tertutup
fraktur diastasis
b. Basis : tanpa/dengan kebocoran LCS
tanpa/dengan paresis N.VII
3. Lesi Intrakranial :
a. fokal : epidural
subdural
intraserebral
b. Difus : Mild concussion
Classic concussion
Diffuse aksonal injury
FRAKTUR TULANG KRANIUM
I. Fraktur Calvarium
tipe : Liniar, stelata, depressed, diatasis
lokasi : Frontal, temporal, parietal, oksipital,
kanan/kiri
terbuka/tertutup
II. Fraktur Basis Kranii
1. Fossa anterior : rhinorrhoea
2. Fossa Media : otorrhoea
3. Fossa Posterior : battle sign
Curiga bila : Hemotympanum, periorbital
ecchymosis, retroaurukuler ecchymosis, paresis
N.VII, ganggua pendengaran, pneumocephalus
Fraktur Basis Kranii

Rhinorrhoa

Otorrhea
Diploe
Pneumocephalus
Raccoon / Panda bear Eyes
Battle’s sign
HEMATOMA EPIDURAL
Berhubungan dengan fraktur tengkorak
Classic : terputusnya arteria meningia
media
Gambaran CT : bikonfek/lenticular
Lucid interval / talk and die
Dapat fatal
Evakuasi cepat prognosis baik
Hematoma Epidural
Trauma Coma Data Bank (TCDB)

1. Midline Shifting
2. Asimetris sistema ventrikel
3. Sisterna perimesencepalik

Dari gambaran CT scan dapat perkirakan


adanya peningkatan tekanan intrakranial
!

!
Perhatikan
Nama orang sakit
Tanggal & jam dibuatnya CT Scan
Posisis kepala R/L
Cara penghitungan
( Tebal/dalam Hematom x Panjang x Tebal slice)
2
HEMATOMA SUBDURAL
Robekan vena / laserasi otak
Menutupi seluruh permukaan otak
Morbiditas / mortalitas karena trauma otak
yang mendasari
Operasi evakuasi yang cepat (< 5 jam)
terutama bila midline shift > 5mm / tebal
hematom > 3 mm
HEMATOMA INTRACEREBRAL
DAN
CONTUSIO CEREBRI

Cedera coup/contrecoup
Lokasi : sering lobus frontal / temporal
Kadang terjadi perubahan CT:delayed ICH
Operasi bila volume > 25 cc
Sebagian besar tidak perlu operasi
CONCUSSION
Kehilangan kesadaran sementara
CT kepala normal
Nausea dan vomitus
Bila nyeri kepala tambah berat ulangi CT
Scan
Sering ada sekuele
DIFFUSE AXONAL INJURY
Koma dalam dan lama tanpa adanya lesi
massa
CT diffuse brain injury I-IV
Tanda : posturing
Disfungsi autonom
Keterangan :
Diffuse Injury I tidak terjadi proses TIK kecuali
bila disertai komplikasi sistemik
Diffuse Injury II walaupun gambaran CT ada
kelainan tetapi sisterna masih dalam batas normal.
(umumnya tidak terjadi TIK dan kematian)
Diffuse injury III pembengkakan jaringan otak
pada umumnya dihubungkan dengan keadaan
hipoksia atau hipotensi.
Diffuse Injury IV di sini terjadi pergeseran garis
tengah akibat TIK satu sisi
DIFUS INJURY GRADE I
DIFUS INJURY GRADE II
DIFUS INJURY
GRADE II
DIFUS
INJURY
GRADE III

Sisterna perimesensefalik
tidak tampak,
Pergeseran otak
ke sisi berlawanan

DIFUS INJURY GRADE IV


DAI
Hemaragik tanpa efek
masa
PERDARAHAN PADA CORPUS
CALLOSUM
PERDARAHAN
PADA BATANG
OTAK
Edema
cerebri
difus
TRAUMATIK
PSA
PENGELOLAAN CKR
• Definisi : pasien sadar (GCS 14-15)
• Anamnesis
Nama, umur, seks, pekerjaan
Mekanisme cedera
Waktu cedera
Gangguan kesadaran segera pasca trauma
Tingkat kesadaran
Amnesia : Retrograde/antegrade
Nyeri kepala : ringan-sedang-berat
Kejang
Pemeriksaan :
Status generalisata
Status neurologi
Foto leher / lainnya atas indikasi
CT Scan bila perlu
Penderita dirawat untuk observasi bila CT Scan
abnormal
Trauma penetrans
Riwayat kehilangan kesadaran
Kesadaran menurun
Nyeri kepala hebat
Mabuk
Fraktur tengkorak
Rhinorrhea / otorrhea
Cedera hebat tempat lain
Amnesia
Gangguan neurologis
Tidak ada teman dirumah
Tempat tinggal jauh
Penderita dipulangkan

Bila tak memenuhi kriteria diatas


Pulang dengan pesan kembali bila timbul
kriteria diatas
PENGELOLAAN CKS

Definisi : penderita somnolen tetapi masih


dapat mengikuti perintah sederhana
(GCS 9-13)
Sesuai dengan CKR
Periksa lab
CT Scan
Rawat
PENGELOLAAN CKB
Definisi : penderita tidak dapat mengiluti
perintah (GCS 3-8)
Pengelolaan :
Stabilisasi ABC
Pemeriksaan neurologis : GCS, reflek
cahaya
Medikamentosa : manitol, hiperventilasi,
antikonvulsan
CT Scan
Unit Gawat Darurat
A : Airway :jalan nafas harus baik
k/p intubasi/krikotiroidotomi
B : Pernafasan dg ventilasi dan O2 cukup
C : Hindari / atasi kead. Shock
Cairan cukup
Rawat perdarahan
Penting
Observasi
Stabilitasi sirkulasi darah
OKSIGENISASI
Nutrisi
Mencegah/mengenali komplikasi
KELAINAN PENYERTA
DAN
KEHILANGAN DARAH

Kehilangan darah
Terbuka : laserasi scalp
Cedera maxillofacial
fraktur terbuka
cedera jaringan lunak lain
Tertutup :
Intraperitoneal/retroperitoneal
Hemothorax
Hematom pelvis
Perdarahan ekstrimitas karena fraktur
Perdarahan subgaleal/extradural pada
bayi
Ruptur Aorta
PENGELOLAAN MEDIKAMENTOSA

1. Cairan intravena : euvolemia & isotonik


2. Hyperventilasi (PaCO2 = 25-35 mmHg)
3. Diuretika :
Manitol 20% 0,5-1 g/Kg IV Bolus bila ada
tanda heniasi transtentorial
Furosemide 0,3-0,5 mg/Kg
4. Antikonvulsan
5. Sedasi
6. Paralytics
Tips Perawatan
1. Tilting bed
2. Kepala lebih tinggi dr jantung
leher ekstensi
3. Oksigenisasi k/p intubasi
trakeostomi / crico
masker O2
4. Tak sadar  Mayo/ oroph tube/Guedel
5. Tanda shock -- cepat atasi
lapor dokter
6. Kadang perlu induce koma / penenang
7. Gaduh gelisah --- ikat
8. Amati pupil------- bila anisokor
lapor dokter segera
9. Bila otoragi ------ jangan disumbat
Memperbaiki Struktur Anatomi
Scalp
Tulang Penutup
Duramater
Jaringan otak
Memutuskan hubungan dengan dunia luar
Menutup bocoran likuwor
Lesi desak butuh ruang
Benda asing
Berhubungan dengan Faal SSP

Menyelamatkan fungsi hidup


Mencegah perburukan cacat neurologik
Mengusahakan sistem pembuluh darah
INFORMASI RUJUKAN

Umur dan riwayat penyakit


Tanda vital
GCS dan pupil
Riwayat alkohol atau obat
Cedera penyerta lain
CT Scan