Anda di halaman 1dari 8

DOMAIN BELAJAR

Zulvana
Domain Belajar

 Domain belajar disebut juga ranah


kemampuan intelektual (intellectual
behaviors)
Klasifikasi Domain Belajar

 Dalam taksonomi Bloom tujuan pembelajaran


dapat diklasifikasikan ke dalam tiga ranah
(domain), yaitu:
a. Domain kognitif; berkenaan dengan
kemampuan dan kecakapan-kecakapan
intelektual berpikir;
b. Domain afektif; berkenaan dengan sikap,
kemampuan dan penguasaan segi-segi
emosional, yaitu perasaan, sikap, dan nilai.
c. Domain psikomotorik; berkenaan dengan suatu
keterampilan-keterampilan atau gerakan-
gerakan fisik.
Domain Kognitif

Tiga level pertama (terbawah) merupakan Lower Order Thinking Skills,


sedangkan tiga level berikutnya Higher Order Thinking Skill. Namun demikian
pembuatan level ini bukan berarti bahwa lower level tidak penting. Justru lower
order thinking skill ini harus dilalui dulu untuk naik ke tingkat berikutnya. Skema
ini hanya menunjukkan bahwa semakin tinggi semakin sulit kemampuan
berpikirnya.
Domain Afektif

 Ranah Afektif mencakup segala sesuatu


yang terkait dengan emosi, misalnya
perasaan, nilai, penghargaan,
semangat,minat, motivasi, dan sikap. Lima
kategori ranah ini diurutkan mulai dari
perilaku
 yang sederhana hingga yang paling
kompleks.
Domain Psikomotor
Cont...
Pengetahuan Kemampuan menyebutkan atau menjelaskan kembali
Contoh: menyatakan kebijakan.

Pemahaman Kemampuan memahami instruksi/masalah,


menginterpretasikan dan menyatakan kembali dengan kata-
kata sendiri
Contoh : Menuliskan kembali atau merangkum materi pelajaran
Penerapan Kemampuan menggunakan konsep dalam praktek atau situasi
yang baru
Contoh: Menggunakan pedoman/ aturan dalam menghitung
gaji pegawai.
Analisa Kemampuan memisahkan konsep kedalam beberapa
komponen untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas atas
dampak komponen – komponen terhadap konsep tersebut
secara utuh.
Contoh: Menganalisa penyebab meningkatnya Harga pokok
penjualan dalam laporan keuangan dengan memisahkan
komponen- komponennya.
Cont...
Sintesa Kemampuan merangkai atau menyusun kembali komponen-
komponen dalam rangka menciptakan arti/pemahaman/
struktur baru.
Contoh: Menyusun kurikulum
dengan mengintegrasikan
pendapat dan materi dari
beberapa sumber