Anda di halaman 1dari 15

METODE PENELITIAN HISTORIS

ANGGOTA :
1. RISYA NUR FILAWATI SALAM D51116014
2. EKA WAHYUNI ABDU RAHMAN D51116026
3. NUR KARTIKA WARDANI D51116312
4. ALWAN LUTFI D51116518
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

• Penelitian historis adalah penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai Masa Lampau dan
dilaksanakan secara sistematis. Dengan kata lain yaitu penelitian yang bertugas mendeskripsikan gejala, tetapi bukan yang
terjadi pada Waktu Penelitian Dilakukan.
• Penelitian ini bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara
mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh
kesimpulan atau generalisasi yang kuat.

Penelitian ini mempunyai point penting, diantaranya sebagai berikut:


1. Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (berorientasi pada masa lalu);
2. Usaha dilakukan secara sistematis dan objektif;
3. Merupakan serentetan gambaran masa lalu yang integrative antar manusia, peristiwa, ruang dan waktu;
4. Dilakukan secara interaktif dengan gagasan, gerakan dan intuiasi yang hidup pada zamannya (tidak dapat dilakukan
secara parsial).
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

Ciri-ciri khas dari metode sejarah adalah sebagai berikut :


1. Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain di
masa-masa lampau.
2. Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer dibandingkan dengan
data sekunder. Bobot data harus dikritik, baik secara internal maupun eksternal.
3. Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta mengganti informasi yang lebih tua
yang tidak tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang standar.
4. Sumber data harus dinyatakan secara defenitif, baik nama pengarang, tempat dan waktu.
Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan ketulenannya. Fakta harus dibenarkan oleh
sekurang-kurangnya dua saksi yang tidak pernah berhubungan.
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

Tujuan Penelitian Historis


• Adapun yang menjadi tujuan penelitian sejarah atau historis adalah untuk memahami masa lalu, dan mencoba
memahami masa kini atas dasar persitiwa atau perkembangan di masa lampau.

Penelitian sejarah juga dapat digunakan untuk membantu berpikir kembali pada keadaan masa lalu, dengan
alasan :
1. Ilmu pengetahuan yang sekarang dapat lebih baik dimengerti melalui belajar dari Pengalaman
Masyarakat yang lalu.
2. Pola pikir, strategi, dan tindakan masyarakat sekarang masih banyak yang menggunakan peristiwa masa
lampau baik secara total ditiru, dan atau sebagian dimodifikasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi
masyarakat sekarang..
3. Masalah pada masa lalu masih mempunyai Kaitan dengan masalah sekarang.
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

Langkah – langkah penelitian historis adalah :


1. Menetukan permasalahan penelitian.
2. Menyatakan tujuan penelitian.
3. Mengumpulkan data.
4. Evaluasi data.
5. Melaporkan hasil penelitian.
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

Sumber-sumber data dalam penelitian historis adalah :


1. Remain dan Dokumen
Jika sumber sejarah ditinjau dari segi sengaja atau tidak sengajanya bahan atau sumber data tersebut ditinggalkan, maka
sumber sejarah dapat dibagi dua, yaitu :
• a. Remain atau Relics, yaitu bahan-bahan fisis atau tulisan yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang terdapat tanpa suatu
kesadaran menghasilkannya untuk suatu keperluan pembuktian sejarah. Peninggalan materi termasuk: alat perkakas,
perhiasan-perhiasan kuno, bangunan seperti piramida, candi, senjata-senjata, sendok benda budaya dan sebagainya.
• b. Dokumen, yaitu laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran-pemikiran manusia dimasa yang
lalu. Dokumen tersebut, secara sadar ditulis untuk tujuan komunikasi dan transmisi keterangan. Contoh dari dokumen
antara lain buku harian, batu tertulis, daun-daun lontar dan sebagainya.
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

2. Sumber Primer dan Sekunder


• a. Sumber primer adalah tempat atau gudang penyimpan yang orisinil dari data sejarah. Data primer merupakan
sumber-sumber dasar yang merupakan bukti atau saksi utama dari kejadian yang lalu. Contoh dari data atau sumber
primer adalah catatan resmi yang dibuat pada suatu acara atau upacara, keputusan-keputusan rapat, foto-foto dan
sebagainya.
• b. Sumber sekunder adalah catatan tentang adanya suatu peristiwa, atau catatan-catatan yang “jaraknya” telah jauh dari
sumber orisinil. Misalnya keputusan rapat suatu perkumpulan bukan didasarkan dari keputusan (minutes) dari rapat itu
sendiri, tetapi dari sumber berita di surat kabar.
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

Pengumpulan data penelitian historis


• Pada penelitian ini tinjauan literatur dan prosedur penelitian merupakan suatu hal yang penting. Pada penelitian ini
literature mencakup semua jenis komunikasi tertulis. Komunikasi tertulis dapat berupa dokumen resmi, rekaman, surat-
surat, dan dokumen-dokumen lain. Jika memungkinkan pada penelitian ini dapat melibatkan wawancara dengan
orang yang ambil bagian dalam suatu kejadian atau proses yang sedang diselidiki.

Analisis data penelitian historis


Semua sumber data harus dianalisis dengan teliti secara ilmiah untuk menentukan keotentikan dan keakuratan penelitian
tersebut. Hal tersebut untuk menghindari diterimanya statemen orang-orang terkenal. Dalam menetapkan keakuratan
dokumen, setidaknya ada 4 faktor yang harus dipertimbangakan yaitu :
1. Pengetahuan dan kompetensi pengarang.
2. Selang waktu antara kejadian dan penulisan kejadian.
3. Motif yang biasa dari pengarang.
4. Kosistensi dari data.
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

Keuntungan metode penelitian historis


1. Penelitian ini mengijinkan penyelidikan tentang topik-topik dan pernyataan- pernyataan yang
tidak dapat di kaji oleh penelitian lain.
2. Penelitian historis merupakan satu-satunya penelitian yang dapat mengkaji bukti-bukti dari
masa lampau dalam hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan pada saat
ini.
3. Sebagai tambahan,penelitian historis menggunakan bermacam bukti yang berbeda
dibandingkan metode penelitian lainnya ( dengan pengecualian penelitian studi kasus dan
etnografi ).
4. Penelitian historis menyediakan suatu alternatife dan mungkin sumber informasi yanglebih
kaya tentang topik-topik nyata yang juga dapat di kaji melalui metodologi lainnya
PENELITIAN HISTORIS
(HISTORICAL RESEARCH)

Kerugian metode penelitian historis


1. Tidak adanya kontrol yang mengendalikangangguan terhadap validitas internal.
2. Pembahasan di lakukan oleh sampel dokumen dan proses instrumentasi ( analisis
dokumen ) barang kali begitu ketat.
3. Peneliti peneliti tidak dapat menjamin keterwakilan sampel (representativeness of the
sample),ataupun apakah mereka dapat memeriksa realibittas dan validitas terhadap
penafsiran yang dibuat dari data yang tersedia.
CONTOH PENELITIAN DENGAN
METODE HISTORIS
• Seni Tradisi Gembyung di Kampung Ganceuy Kabupaten Subang 1975-1999 (Suatu Kajian Historis Terhadap Sosial Budaya
Masyarakat). (Sumber: repository.upi.edu).