Anda di halaman 1dari 8

 a.

Terapi gawat darurat


Anemia dengan payah jantung atau ancaman payah jantung  terapi
darurat  transfusi PRC  mencegah perburukan payah jantung.
 b. Terapi khas untuk masing-masing anemia
Bergantung jenis anemia yang dijumpai.
 c. Terapi kausal
Terapi obati penyakit dasar penyebab anemia.
Ex : anemia defisiensi besi karena infeksi cacing tambang  obat anti-
cacing tambang.
 d. Terapi ex-juvantivus (empiris)
Terapi yang terpaksa diberikan sebelum diagnosis dapat dipastikan
jika terapi ini berhasil, berarti diagnosis dapat dikuatkan.
tetapi jika tidak terdapat respons, maka harus dilakukan evaluasi
kembali.
Pemberian preparat besi untuk mengganti
kekurangan besi dalam tubuh
1) Besi per oral.preparat yang tersedia, yaitu:
 a) Ferrous sulphat (sulfas ferosus) Dosis: 3 x 200
mg  1 jam sebelum makan.
 b) Ferrous gluconate, ferrous fumarat, ferrous
lactate, dan ferrous succinate lebih mahal,
efektivitas - efek samping hampir sama.
 Terapi oral terus dilakukan hingga 12 bulan bila Hb
telah normal.
2) Besi parenteral
 Efek samping lebih berbahaya, serta harganya lebih mahal.
 Iron dextran, Iron sucrose
 Indikasi, yaitu :
a) Intoleransi oral berat (colitis, gastritis)
b) Kepatuhan berobat kurang
c) Malabsorpsi
d)Perlu peningkatan Hb secara cepat (misal
preoperasi, hamil trimester akhir).

Do not give with meals or antacids or with inhibitors of


acid production!
Vit. B12 deficiency Folate deficiency
Compound Hydroxycobalamin Folic acid
Route Intramuscular Oral
Dose 1.000 ug 5mg
Initial 6x 1.000ug over 2-3 weeks Daily for 4 month
Maintenance 1.000 ug every 3 months Life long therapy in: chronic
inherited hemolytic
anemias, myelofibrosis,
renal dialysis
Prophylactic Total gastrectomy Pregnancy, severe
Ileal resection hemolytic anemias, dialysis,
prematurity.