Anda di halaman 1dari 21

Agustin Dita Lestari, ST., MT.

Jenis Kolom Pendek

1. Kolom pendek dengan Beban Sentris


 Hanya mengalami beban aksial, yaitu beban
yang berhimpit dengan sumbu memanjang
kolom
 Tidak mengalami momen lentur

2. Kolom pendek dengan Beban Eksentris


 Mengalami beban aksial dan momen
 Ada nilai eksentrisitas
Kolom Pendek dengan Beban Sentris
Kolom pendek yang dibebani gaya aksial, memiliki kekuatan
yang berasal dari:
1. Kontribusi Beton

0,85 fc’(Ag – Ast) Po = kuat beban aksial


nominal akibat beban sentris

2. Kontribusi Baja Ag = luas kotor penampang


kolom
Ast fy
Ast = luas total penampang
Sehingga, tulangan memanjang

Po = 0,85 f’c (Ag – Ast) + Ast fy


Tegangan – Regangan Diagram
P

Penampang Kolom :

Beban sentris

Diagram:

Tegangan
Ts
Cs
Cc

ԑs
Diagram:

ԑc’ ԑc Regangan
Memastikan beban aksial yang benar-benar sentris (eksentrisitas = 0)
di lapangan sangatlah susah. Sebagai tambahan faktor reduksi
kekuatan akibat eksentris minimum, maka kekuatan nominal kolom
berpengikat sengkang direduksi 20% dan untuk kolom berpengikat
spiral direduksi 15%.

1. Kolom berpengikat sengkang

Pn = 0,80 {0,85 f’c(Ag – Ast) + Ast fy}


2. Kolom berpengikat spiral

Pn = 0,85 {0,85 fc’(Ag – Ast) + Ast f}y


Berdasarkan SNI 2847-2013 tentang tata cara perencanaan
beton untuk bangunan gedung, kuat rencana kolom tidak boleh
lebih dari :

1. Kolom berpengikat sengkang

 Pn = 0,80  {0,85 fc’(Ag – Ast) + Ast f}y

2. Kolom berpengikat spiral

 Pn = 0,85  {0,85 fc’(Ag – Ast) + Ast f}y

Dengan faktor reduksi kekuatan  untuk sengkang persegi = 0,65


dan  untuk sengkang spiral = 0,75.
JENIS-JENIS KELENGKUNGAN

TUNGGAL / Single TUNGGAL / Double


Curvature Curvature
Persyaratan Penulangan
1. Jumlah luas penampang tulangan pokok memanjang kolom dibatasi
dengan rasio penulangan g antara 0,01 dan 0,08.
2. Jumlah minimum batang tulangan memanjang pada kolom dengan
sengkang persegi atau lingkaran adalah 4, untuk kolom berbentuk
segitiga adalah 3, serta untuk kolom dengan sengkang spiral minimal
adalah 6.
3. Jarak antar tulangan memanjang tanpa kekangan lateral maksimal
adalah 150 mm, apabila lebih maka harus diberi sengkang ikat (tie)
4. Untuk kolom dengan tulangan pokok memanjang D32 atau lebih kecil,
digunakan tulangan sengkang D10. Untuk kolom dengan tulangan
pokok memanjang lebih besar dari D32, digunakan ukuran sengkang
D13.
5. Jarak spasi tulangan sengkang tidak boleh lebih dari 16 kali diameter
tulangan pokok memanjang, 48 kali diameter tulangan sengkang, dan
diameter lateral terkecil (lebar) kolom.
6. Jarak spasi bersih spiral tidak boleh lebih dari 75 mm dan tidak kurang
dari 25 mm.
7. Rasio penulangan spiral s tidak boleh kurang dari persamaan
berikut:

 Ag  f 'c
s min  0,45 1
 Ac  fy

c c c
c 2
c

as = luas tulangan spiral


Dc = diameter inti kolom (dari tepi ke tepi terluar spiral)
ds = diameter tulangan spiral
S = jarak spasi tulangan spiral
Ag = luas kotor penampang kolom
Ac = luas penampang inti kolom
fy = tegangan leleh tulangan baja spiral, tidak lebih dari 400MPa
Jenis Kolom Pendek

K.Lu
< 22 bergoyang ( unbraced frame )
r

K.Lu
< 34 -12(m1/m2) tidak bergoyang ( braced frame )
r

M1 = ,MOMEN YANG BERFAKTOR YANG LEBIH KECIL PADA KOLOM


M2= MOMEN YANG PALING BESAR TERLETAK PADA KOLOM
PENYEBAB GOYANG (KOLOM) =
1. Beban tidak sama
2. Panjang kolom tidak sama
3. Jenis tumpuan tidak sama
Analisis Kolom Pendek dengan Beban Sentris
Analisis kolom pendek dengan beban aksial adalah pemeriksaan
terhadap kekuatan maksimum bahan yang tersedia dan detail
rencana penulangannya.

Langkah-langkah analisis kolom pendek dengan beban aksial


sebagai berikut:
1. Menghitung kuat beban aksial rencana ( Pn)
2. Memeriksa batas rasio penulangan, antara 0,01  g 0,08
3. Memeriksa jarak tulangan sengkang
BATASAN RASIO TULANGAN

Ast
Penulangan = Dibatasi 1%-8%
Ag

Jika : P < 0.01 - 0.08 ; Tulangan terlalu kecil


P > 0.01 – 0.08 ; Tulangan terlalu boros, akibatnya bisa runtuh
tiba-tiba
CONTOH
Kolom beton dengan dimensi lebar 400 mm dan tinggi 400 mm dibuat
dengan menggunakan beton mutu f’c = 25 MPa dan baja tulangan fy =
400 MPa. Dipasang tulangan pokok 8D29, sengkang D10-400, selimut
beton 40 mm. Tentukan kuat rencana pada kolom tersebut! Periksa pula
tulangannya!
Ast = 8 . ¼ .  .(29)2
= 5284,16 mm2
Ag = 400 . 400
= 160000 mm2

Kuat Rencana Kolom:


 Pn = 0,80  {0,85 f’c (Ag – Ast) + Ast fy}
= 0,80 . 0,65. {0,85 . 25 . (160000 – 5284,16) + (5284,16 . 400)}
= 2808715 N
= 2808,715 kN
Pemeriksaan RasioTulangan
Ast  5284 ,16  0,033
g

Ag 160000
Hasil rasio tulangan memenuhi syarat, berada diantara 0,01 dan 0,08

Pemeriksaan jarak bersih antara tulangan pokok


Jarak bersih = ½ {400 – 2(40) – 2(10) – 3(29)}
= 106,5 mm < 150 mm

Pemeriksaan jarak spasi sengkang:


48 kali diameter tulangan sengkang = 48 (10) = 480 mm
16 kali diameter tulangan pokok = 16 (29) = 464 mm
Lebar kolom = 400 mm
Sehingga, jarak spasi sengkang 400 mm masih memenuhi syarat.
Perencanaan Kolom Pendek dengan Beban Sentris
Perencanaan kolom pendek dengan beban aksial pada umumnya
menentukan dimensi serta ukuran-ukuran baik beton maupun tulangan
baja.

Langkah-langkah perencanaan kolom pendek dengan beban aksial sebagai berikut:


1. Menentukan kekuatan bahan-bahan yang dipakai dan rasio penulangan (g)
yang direncanakan.
2. Menentukan beban terfaktor (Pu).
3. Menentukan luas kotor penampang kolom yang diperlukan (Ag).
4. Memilih bentuk dan ukuran penampang kolom.
5. Menghitung beban yang dapat ditahan beton dan tulangan pokok.
6. Merancang tulangan pengikat, dapat berupa sengkang atau spiral.
7. Menggambar detai penampang kolom
 Pn = 0,80  {0,85 f’c(Ag – Ast) + Ast fy}

Ast
Subtitusi g
  Ast = g Ag
Ag
Maka,

 Pn = 0,80  {0,85 fc’(Ag – g Ag) + fyg Ag}


 Pn = 0,80  Ag {0,85 fc’(1 – g) + fyg}
Karena Pu   Pn , maka dapat disusun persamaan sebagaiberikut:

Pu Kolom dengan
A gperlu 
0,80 {0,85 f ' c (1  g )  fy g } pengikat sengkang

Kolom dengan Pu
A gperlu 
pengikat spiral 0,85 {0,85 f ' c (1  g )  fy g }
CONTOH
Rencanakan kolom pendek berbentuk bujur sangkar dengan pengikat
sengkang untuk menahan beban aksial yang terdiri dari beban mati 1400
kN dan beban hidup 850 kN. Dengan f’c = 30 MPa, fy = 400 MPa, g =
0,03.
Pu = 1,6 (850) + 1,2 (1400)
= 3040 kN
Pu
A gperlu 
0,80 {0,85 f 'c (1  g ) f y g }
3040 (1000 )
A gperlu   159144 mm 2
0,80 (0,65 ){0,85 (30 )(1  0,03 )  400 (0,03 )}

Sehingga digunakan ukuran kolom 400 x 400 mm


Ag aktual = 400 . 400 = 160000 mm2
Beban pada daerah beton = 0,80  (0,85 f’c ) Ag (1 –g)
= 0,80 (0,65) (0,85) (30) (160000) (1 – 0,03)
= 2057952 N = 2058 kN
Beban yang ditahan tulangan = 3040 – 2058
= 982 kN
982 (1000 )
A stperlu   4721 mm 2
0,80 (0,65 )( 400 )

Sehingga, digunakan tulangan pokok memanjang 8D29 (Ast = 5284 mm2)


dan sengkang D10 dengan jarak spasi 400 mm.
LATIHAN SOAL

1. Hitung kekuatan beban aksial kolom berpengikat sengkang seperti


pada gambar. Kolom pendek dengan f’c = 20 MPa, fy = 300 Mpa.
Periksa rasio penulangan, dan jarak spasi sengkang yang
diperlukan!

2. Suatu kolom bulat pendek berpengikat spiral, diameter 450 mm,


tulangan pokok terdiri dari 8D29, selimut beton 40 mm, tilangan
spiral D10 dengan spasi 50 mm, f’c = 20 MPa, fy = 300 Mpa. Tentukan
kekuatan beban aksial kolom tersebut dan periksa tulangannya!
3. Rencanakan kolom pendek persegi berpengikat sengkang untuk
menopang beban kerja yang terdiri dari beban mati 890 kN dan
beban hidup 700 kN pada eksentrisitas kecil. Gunakan f’c = 20 MPa,
fy = 300 MPa, g = 0,04.

4. Rencanakan kolom pendek bulat berpengikat spiral untuk menahan


beban kerja yang terdiri dari beban mati 780 kN dan beban hidup
1450 kN pada eksentrisitas kecil. Gunakan f’c = 30 MPa, fy = 400
MPa.