Anda di halaman 1dari 8

Gambar 6.1.12 adalah gambar pohon berlabel.

Pohon memiliki enam


6
titik, dengan demikian ada pasang titik, dan setiap pasang titik
2
dihubungkan oleh lintasan khusus. Jika menambah nomor pada garis
6
untuk masing-masing lintasan ini, masing-masing nomor dari 1 ke
2
tampak seperti tepat satu dari jumlah ini. Untuk nilai dari n apakah
pelabelan pohon pada 𝑛 titik mungkin? John Leech memberi jawaban
untuk 𝑛 ≤ 6, termasuk contoh dari gambar 6.1.12 dan fakta bahwa ini
tidak mungkin untuk 𝑛 = 5. Ini tidak diketahui apakah mungkin untuk
𝑛 > 6.
• Jika sebuah pohon memiliki 𝑛 titik, maka memiliki 𝑛 − 1 sisi. Jika ini
ini mungkin untuk melabeli titik dengan 1,2,3, … , 𝑛 dan sisi dengan
1,2,3, … , 𝑛 − 1 sehingga label pada sisi sama dengan perbedaan
antara label daari dua titik ujung, maka pohon disebut to be graceful.
Gambar 6.1.13 dan 6.1.14 menunjukkan pelabelan graceful pada
pohon. Gerhard Ringel memiliki dugaan bahwa semua pohon adalah
graceful. Conjecture telah terbukti untuk nenerapa kelas pada pohon,
tetapi belum terbukti secara umum.
• Ada aplikasi matematika yang menggunakan pelabelan graceful dan the
turning trick. Pohon 𝑇 dari gambar 6.1.13 memiliki 8 sisi. Kita akan
menguraikan 𝐾17 menjadi 17 salinan 𝑇. Kita lakukan cara berikut. Pertama
kita tempatkkan 17 titik di sekitar lingkaran dan sembilan nomor titik
berturut-turut 1,2,3, … , 9.

Kemudian kita tambahkan sebuah sisi antara dua nomor titik jika titik dilabeli
oleh dua nomor yang berdekatan di 𝑇. Karena label dari 𝑇 adalah graceful,
setiap sisi memiliki label yang berbeda, dan setiap sisi memiliki panjang
geometris yang berbeda. Akibatnya the turning trick memberi kita sebuah
penguraian dari 𝐾17 menjadi 17 salinan dari 𝑇.
• Konstruksi semacam ini dimungkinkan untuk setiap pohon graceful
dan menuntun kita pada teorema berikut.
• Teorema 6.1.4. jika sebuah pohon 𝑇 dengan 𝑛 sisi adalah graceful,
maka graph komplit 𝐾2𝑛+1 didekomposisi menjadi 2𝑛 + 1 pohon.
Masing-masing isomorfik ke pohon 𝑇 yang diberikan.
• Kita tidak tahu bahwa setiap pohon adalah graceful. Jika ada pohon
dengan 𝑛 sisi yang bukan graceful, sebuah dekomposisi dari 𝐾2𝑛+1
menjadi 2𝑛 + 1 salinan dari pohon yang diberikan mungkin masih
ada.
• Masalah penamaan terkait dengan masalah graceful disarankan
oleh Slater. Mempertimbangkan penamaan dari himpunan titik dan
sisi dari pohon 𝑇 dengan 𝑛 sisi oleh bilangan bulat berurutan
1, 2, 3, … , 2𝑛 − 1. Seperti penamaan dari 𝑇 disebut penamaan
berurutan dari 𝑇, jika nama dari setiap sisi sama dengan perbedaan 2
titik dari sisi. Jika penamaan berurutan dari 𝑇 mungkin ditunjukkan
pada gambar dibawah, maka pohon 𝑇 disebut berurutan.
Ingat bahwa jika kita memberikan pelabelan graceful pohon T dengan 𝑛
sisi, kita dapat memodifikasi penamaan dengan cara berikut untuk
memperoleh penamaan berurutan.

Jika sebuah titik diberi nama dengan bilangan bulat k,


diganti dengan nama 2k-1, sehingga semua titik dinamai
dengan bilangan ganjil. Sekarang jika kita namai masing-
masing sisi dengan titik akhir yang berbeda, penamaan pada
setiap sisi akan menjadi dua kali lipat label asli pada sisi itu. Kita
sekarang memiliki label T yang berturut-turut.
Teorema 6.15 Jika sebuh pohon T adalah graceful, maka T berurutan.

Diperkirakan bahwa semua pohon memiliki penamaan yang berturut-turut. Dugaan


inilebih lemah daripada dugaan bahwa semua pohon is graceful, karena penamaan
berturut-turut tidak selalu hanya memiliki angka genap yang menamai sisinya.
Gagasan penamaan berturut-turut juga dapat diterapkan untuk grafik secara umum,
tidak hanya pada pohon. Tentu saja, dalam hal ini, himpunan titik dan sisi akan
dinamai 1, 2, 3, …, p, p+1, …, q+p.