Anda di halaman 1dari 12

HEWAN

TRANSGENIK
KELOMPOK 12
Amelia Maulidasari 31116152
Ilham Nanda R 31116171
Nuriawati 31116180
Proses Pembentukan Hewan
Transgenik
MIKROINJEKSI

 Sel telur yang telah dihasilkan


diinjeksi dengan gen asing.
Proses injeksi dilakukan
dengan menggunakn jarum
yang sangat halus diameter
ujung jarum sekitar 0,05–0,15
mm)
 Selanjutnya sel telur
diintroduksikan ke oviduk
induk angkat.
RETROVIRAT INFECTION

Transfer gen dengan


menggunakan virus sebagai
vektor, kemudian
menginjeksikan DNA
kedalam sel inang.
DNA dari retrovirus
berintegrasi kedalam genom
untuk bekerja
ELEKTROFORESIS
 Metode elektroporasi memanfaatkan kejut listrik
sehingga dinding sel akan terbuka sementara dan dapat
dilewati oleh DNA asing
 Sel disuspensikan dalam larutan DNA, dan larutan ini
dapat masuk ke sel melalui lubang yang telah terbentuk.
Sperm mediated Gene Transfer
(Sperma Sebagai Pembawa Gen)

 Sel sperma plasma bebas


tersuspensi di medium yang
sesuai diinkubasi dengan DNA
 Resultan sperma DNA pembawa
kemudian digunakan untuk
membuahi telur, melalui fertilisasi
in vitro (IVF) atau inseminasi
buatan (AI) atau, dalam kasus
hewan air, melalui ditularkan
melalui air fertilisasi (natural).
MANFAAT HEWAN
TRANSGENIK
1. Meningkatkan Produktivitas ternak
 Konversi pakan,
 Rataan pertambahan berat badan,
 Mereduksi kandungan lemak,
 Meningkatkan kualitas daging, susu,
wool secara cepat sehingga dapat
mengurangi biaya produksi yang harus
ditanggung konsumen (Pursel dan
Rexroad, 1993).
Gambar 1. Perbedaan rataan Gambar 2. Rataan
pertumbuhan, efisien pakan persentase lemak
dan ternak karkas pada babi intramuskular (Nancarrow,
transgenik (pursel,1990). 1991)
2. Meningkatkan Kesehatan Ternak
 Tikus mengandung gen allel autosom
dominan Mx1 yang tahan terhadap virus
influenza.
 Pada sapi transgenik Immunoglobin A
(lgA) terdeteksi dalam serum sekitar 650
μg/ml.
 Pada domba transgenik IgA dijumpai
pada limposit.
3. Bioreaktor untuk produk-produk biomedis
Human alpha 1 anti tripsin
(haAT)
 Wright et. al., (1991)
melaporkan tingginya
konsentrasi hαAT pada susu
domba transgenik.
Konsentrasinya berkisar 1.5 -
37.5 g/l.
 Aktivitas dari hαAT yang telah
dipurifikasi dari susu domba
transgenik sama dengan hαAT
pada plasma darah manusia.
Bila manusia defisiensi akan
hαAT maka akan menderita
emphysema
Tissue Plasminogen
Activator (TPA)
Promotor WAP(whey acidic
protein) tikus digunakan
untuk mengespresikan
beberapa hTPA cDNA pada
kambing transgenik. Ebert et
al., (1991) mengemukakan
bahwa TPA merupakan agen
anti pembekuan darah.
Sapi transgenik Sapi transgenik yang
mempunyai laju
yang memproduksi pertumbuhan yang tinggi
ASI dan kualitas daging yang
baik
 Human protein C
• Velander et al. (1992)
mengiduksikan cDNA protein C
mammae (hPC) kedalam WAP
untuk memproduksi babi
transgenic. Babi ini menghasilkan
susu yang mengandung lebih dari
1 g hPC/liter susu. Berperan
dalam regulasi homeostasis.

 Human hemoglobin
• Swanson et al. (1992) telah
memproduksi tiga babi transgenic
yang mengandung gen α dan β
globin. Hasil menunjukan 15%
dari sel darah merah mengandung
hHG pada hemoglobin babi.