Anda di halaman 1dari 24

Keadaan Fisik dan Non Fisik

Benua Afrika

KELOMPOK 4 :

JESSICA HARD SILABAN


MEGA Y.S SITUMEANG
RIA VIVIYANTI
TAMIMA AZRI ADILA
Benua Afrika sebenarnya belum begitu lama diketahui dengan
sempurna. Dahulu kala hanya pesisir utara dan timur sampai ke
kepulauan Zanzibar yang dikenal, padahal masih banyak wilayahnya
dalam keadaan gelap, oleh karenanya disebut benua gelap. Benua ini
menjadi terang bagi dunia luar setelah ditemukannya beberapa
daerah baru, di antaranya :
1. Diego (Portugis) menemukan sungai Kongo (1484).
2. Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gama (Ekspedisi Portugis)
mengitari Tanjung Pangharapan (kaap de Goede Hoop) dan daerah
pesisir barat serta pesisir timur pada tahun 1488.
3. Mungo Park (Scotlandia) menjelajahi Sungai Gambia (1795).
4. Dixon Denham dan Hugh Clapperton (Inggris) melintasi Sahara
(1992) dan mereka bermukim sampai tahun 1823.
5. David Living Stone (Scotlandia) menemukan Sungai Zambesi
(1851) dan Jeram Victoria pada tahun 1855.
6. Heinrinch Barth (Jerman) menjelajahi Sudan (1852) dan tinggal
di daerah itu sampai tahun 1855.
7. Richard Burton dan John Speke (Inggris) menemukan Danau
Tanganyika pada tahun 1858.
8. Sir Henry M Stanley (Inggris) menemukan Sungai Kongo di Zaire
sekaligus melacak keadaan yang sebenarnya (1877).
Benua ini memiliki karakteristik, sebagai berikut :

1. Penduduknya sebagian besar keturunan kulit hitam.


2. Mayoritas penduduknya tinggal di daerah pedesaan.
3. Bentuknya Massief artinya tidak banyak teluk, tanjung, pulau dan
pelabuhan, sehingga menyulitkan orang masuk ke arah daratan.
4. Memiliki sungai yang terpanjang di dunia yakni Sungai Nil (6.695
km).
5. Terdapat gurun pasir yang terluas di dunia yaitu Gurun Sahara
(8.400.000 km2) di Afrika Utara.
6. Memiliki Terusan Suez yang menghubungkan laut tengah dengan laut
merah.
7. Memiliki suhu terpanas di dunia yakni di Al Aziziah Libia mencapai
58 derajat celcius.
8. Terdapat peninggalan bersejarah yakni piramida (kuburan para
raja), sphinx (patung berkepala manusia berbadan singa), obolisk
(tugu segi empat), dan higrolf (tulisan atau lukisan kuno).
9. Sungai-sungai yang besar memiliki jeram yang sangat banyak dan
dekat dengan pantai, sehingga kapal-kapal tak dapat jauh berlayar
ke arah daratan
10.Hutannya lebat dan padang pasir yang luas.
11.Banyak dijumpai binatang buas dan langau tse-tse. Jika Langau tse-
tse menggigit orang dapat meninggal dunia atau mendapat penyakit
tidur.
KEADAAN FISIK

1. Letak
Menurut astronomi, benua Afrika terletak antara
37oLU-35oLS dan 17oBB-58oBT. Oleh karena itu
benua Afrika dilalui garis khatulistiwa dan kedua garis
balik yaitu garis balik utara dan selatan. Semikian juga
belahannya yakni terletak di belahan bumi barat dan
bumi timur. Luasnya 30.355.000 km2 dengan batas-
batas: di sebelah barat adalah samudra Atlantik, di
utara dengan selat Gibraltar dan laut tengah, di
Timur dengan Benua Asia, Laut Merah dan Samudra
Hindia, sedangkan di sebelah Selatan berbatasan
dengan Samudra Atlantik. Dalam hal garis pantai
ternyata memiliki panjang kira-kira 30.400 km.
2. Bentang Alam
Bentang alamnya beraneka ragam,
dibagian barat laut terdapat Pegunungan
Atlas yang termasuk sistem Pegunungan
Lipatan Alpine (pegunungan muda).
Pegunungan ini terdiri dari puncak-
puncak dan lembah dengan perbedaan
yang amat besar, demikian puncak-
puncaknya belum seberapa terkikis. Di
bagian barat daya terutama di Utara
Teluk Guinea terdapat dataran tinggi yang
luas dengan hutan yang lebat disebut
daratan tinggi Guinea. Bagian Afrika
terdapat Palung Kongo yang dilalui oleh
Sungai Kongo.
Bagian Afrika Selatan juga merupakan dataran tinggi yang
menurun dengan curam. Berbeda dengan Pegunungan Atlas, maka
Gunung Naga (Gunung Drakensberg) terjadi dari pegunungan tua
atau pegunungan sisa dari zaman Archeozoikum dan permulaan
zaman Paleozoikum. Bentuk pegunungan yang demikian lebih bulat
dan puncaknya sudah tumpul. Adanya perubahan daratan tidak
terlepas dari gerakan-gerakan kerak bumi dari kontinen Afrika
meliputi gerakan naik turun (gerakan epirogenetik). Pada
pengangkatannya yang terakhir, terbentuk plato yang naik secara
curam dari dataran pantai sehingga sungai-sungai di Afrika tidak
memiliki waktu lagi untuk menyesuaikan alirannya. Akibatnya
terbentuklah air terjun dan lembah patahan. Lembah patahan ini
terdapat di Afrika Timur yang merupakan bagian dari lembah
patahan besar, dimulai dari Syiria/Israel melalui Sungai Yordan, Laut
Mati, Teluk Aqaba, Laut Merah, dan berakhir di Danau Nyasa
sepanjang 5.500 km.
3. Sungai
Sungai-sungai yang mengalir dari daerah
pedalaman sampai ke laut (eksoreik) adalah
sebagai berikut :
1. Sungai Nil (6.695 km) mengalir ke Laut
Tengah. Sumber airnya berasal dari dataran
tinggi Ethiopia (Sungai Nil Biru) dan dari
Danau Victoria (Sungai Nil Putih) yang
mendapat air dari cairan salju puncak Gunung
Kalimanjaro.
2. Sungai Zambesi (2.795 km) bermuara di Teluk
Mozambique Samudera Hindia. Sumber airnya
berasal dari Danau Kariba.
3. Sungai Limpopo (1.801 km) mengalir ke
Samudera Hindia.
4. Sungai Orange (2.092 km) bermuara di
Samudera Atlantik.
5. Sungai Zaire atau Kongo (4.667 km) bermuara di
Samudera Atlantik. Luas daerah alirannya kira-kira
3.900.000 km2, kadang-kadang volume airnya lebih besar
dari Sungai Nil terutama pada waktu musim hujan.
Sumbernya dari dataran tinggi Futa Jallon.
6. Sungai Niger (6.160 km) mengalir ke Samudera Atlantik
(Teluk Guinea). Sumber airnya berasal dari dataran tinggi
Futa Jallon.
7. Sungai Gambia bermuara di Samudera Atlantik dengan
panjang 1.126 km. Sumber airnya dari dataran tinggi
Futa Jallon.
8. Diantara sungai-sungai itu ada yang menimbulkan air
terjun, seperti Air Terjun Tugela di Afrika Selatan dengan
ketinggian 984 m, Lofoi di Zaire (182 m), Chirombo di
Zambia (340 m), Living Stone di Zaire (267 m), Kalombo
di Tanzania-Zambia (221 m), Maletsunyane di Lesotho
(192 m), Finesh di Ethipia (155 m), dan Augrabies di
Sungai Orange Afrika Selatan (146 m).
4. Danau
Danau di Benua Afrika pada umumnya
merupakan danau tektonik. Danau ini tersebar
di beberapa negara, antara lain Danau
Tanganyika di perbatasan Negara Tanzania
dengan Zaire dan Zambia (32.746 km2),
Danau Victoria di perbatasan Tanzania dengan
Uganda dan Kenya (29.927 km2), Danau
Bangweulu di Zambia (11.655 km2), Danau
Albert di perbatasan Uganda dengan Zaire
(5.374 km2), Danau Kariba di Rhodesia
(5.310 km2), Danau Mweru di perbatasan
Zambia dengan Zaire (4.662 km2), Danau
Kyogo di Uganda (4.403 km2), dan Danau
Nasser-Nubia di perbatasan Mesir dengan
Sudan (4.015 km2).
5. Iklim
Berdasarkan letak lintangnya, Benua Afrika
beriklim tropika dan sub tropika. Benua ini
dilalui garis khatulistiwa yang menyebabkan
sebagian besar Afrika tergolong daerah panas.
Hanya bagian selatan dan utara yang tidak
begitu panas udaranya (sub tropika). Daerah
khatulistiwa rata-rata temperaturnya tinggi
sebab itu terdapat daerah renggang, udara yang
naik menjadi hujan. Jika sampai di lapisan atas,
akan lebih dingin (hujan membubung atau
zenith). Keadaannya di selatan khatulistiwa
masuk daerah angin pasat. Sepanjang tahun
berhembus angin passat tenggara yang
membawa hujan di sebelah timur, sedangkan di
barat daya kurang hujan karena angin
datangnya dari daratan.
Bagian utara khatulistiwa merupakan daerah
angin passat timur laut yang datangnya dari daerah
kering Asia muka. Sebab itu pesisir timur di sebelah
utara adalah kering, akan tetapi tidaklah di seluruh
Afrika Utara berhembus angin passat timur laut
misalnya di Pesisir Guinea-Hulu berhembus angin
musim. Daerah-daerah yang banyak turun hujan
mencakup daerah Talam Kongo (angin mendaki),
Pesisir Guinea Hulu (angin barat daya), dan Pesisir
Timur Pulau Madagaskar.
Menurut banyaknya, hujan di Afrika dibedakan menjadi :
1. Daerah kahtulistiwa, pada umumnya hujan sepanjang tahun
banyak rimba raya sehingga cahaya matahari tertahan oleh
pohon-pohon yang tingginya 80-90 m.
2. Daerah sebelah utara dan selatan khatulistiwa, hujan turun
ketika jalan matahari tegak luruh, curah hujannya tidak
sebanyak di daerah kahtulistiwa. Hal ini menyebabkan banyak
sabana yaitu padang rumput yang diselingi pohon-pohonan
seperti di Sudan Selatan, Kongo Selatan, bagian utara
Kalahari, dan di daerah Danau Afrika Timur. Makin ke utara
dan ke selatan dari daerah tersebut makin kurang hujannya.
Kemudian sabana ini beralih menjadi stepa. Bertambah jauh
dari kahtulistiwa, stepa itu berganti dengan gurun, yakni
padang tandus dan padang pasir seperti Gurun Sahara
(8.400.000 km2), Gurun Kalahari (310.800 km2), dan
Gurun Namib (103.600 km2).
3. Di bagian yang agak panas udaranya (sub tropika) berhembus
angin passat dan angin barat. Keadaan yang demikian
menimbulkan panas dan kering ketika musim panas, tetapi
waktu musim dingin basah dan tidak terlalu dingin.
Berdasarkan temperatur dan curah hujan, Afrika dapat dibagi
menjadi lima daerah iklim, yaitu :
1. Iklim Equator, temperaturnya rata-rata tinggi dengan amplitude
suhu tahunan yang kecil, hujan banyak dan kelembapan tinggi.
Daerahnya berada di sepanjang pantai barat Ledok Zaire, dataran
tinggi Kenya, Uganda, dan bagian sempit dari pantai timur. Hujan
turun paling banyak selama musim panas di utara bumi.
2. Iklim Sabana Tropika, hujan turun pada musim panas (summer),
curah hujan semakin kurang dan musim kering semakin panjang
menuju ke arah utara dan selatan daerah kahtulistiwa.
3. Iklim Gurun, curah hujan sangat sedikit dn jatuh pada waktu hujan
petir selama periode terpanas dalam satu tahun. Daerahnya meliputi
Afrika Utara (Gurun Sahara, Gurun Libia, Gurun Nusia), dan Afrika
Barat Daya (Gurun Kalahari, Gurun Namib).
4. Iklim Sedang, curah hujannya banyak turun selama musim panas
(summer) dari angin passat. Daerahanya mencakup daerah pantai
tenggara Afrika Selatan dan di selatan dari garis balik selatan.
5. Iklim Mediteran, curah hujan turun pada musim dingin (winter) yang
dipengaruhi oleh angin barat. Daerahnya meliputi daerah Pantai Laut
Tengah dan sudut barat daya Afrika.
6. Vegetasi
Banyak faktor yang mempengaruhi vegetasi
diantaranya faktor iklim, topografi dan
kesuburan tanah. Keadaan ini tentu
menimbulkan perbedaan vegetasi. Secara umum
vegetasi benua afrika yaitu:
1. Daerah Hujan Tropika, terdapat mulai dari
Sierra Leone kemuara Sungai Zaire dan
meluas kea rah timur, kemudian dilereng
timur Madagaskar. Jenis vegetasi dominan
yaitu hutan rimba raya dengan pohon
mahaoni, ebony, dan atinwood. Keadaan
demikian kerak disertai dengan semak
belukar yang lebat serta tumbuhan menjalar.
Untuk jenis hewannya seperti kuda nil,
simpanse, gajah, badak, burung langau tse-
tse dan sebagainya.
2. Daerah Sabana, terdapat didaerah yang mengitari daerah
hutan tropika. Jenis vegetasi yang dominan : rumput
berumur pendek dengan pohon yang tumbuh secara seporadis
seperti akasia dan baobab yang tahan terhadap
kekeringan(Baobab sejenis pohon di Afrika dengan batang
yang dapat tumbuh menjadi amat besar dengan bentuk
seperti pohon terbalik), jenis fauna terdiri dari jerapah,
antelope, zebra, singa, harimau, serigala, dan sebagainya.
3. Daerah Steppe, terdapat didaerah perbatasan antara savanna
dan daerah semi gurun. Jenis yang dominan yakni padang
rumput yang berumur pendek.
4. Daerah semi gurun/, terdapat didaerah utara dan selatan
daerah tropika. Curah hujan semakin sedikit dan musim
kering semakin panjang sehingga savanna beralih secara
berangsur angsur ke daerah semi gurun atau gurun. Jenis
vegetasinya bervariasi, didaerah yanglebih lembab terdapat
semak-semak, sedangkan didaerah yang kering hanya
ditumbuhi jenis kaktus. Jenis hewan terutama unta yang
dapat beradaptasi dengan alamnya.
5. Daerah padang rumput didaerah sedang, terdapat
ditanah tinggi Afrika Selatan(Transvall Selatan dan
Orange).
6. Daerah hujan sub tropis, terdapat didaerah tinggi
sepanjang pantai natal, jenis vegetasi adalah pohon
palma didaerah pantai. Sedangkan pada daerah yang
lebih tinggi terdapat pohon anggur dan cemara.
7. Daerah vegetasi mediteran, terdapat didaerah ujung
Barat daya Afrika dan bagian Barat Laut(daerah atlas).
Jenis vegetasi yang dominan :semak maqius dan jenis
pohon seperti oak, junifer, pinus, Aleppo, aras dan
gabus
8. Daerah vegetasi pegunungan, terdapat didataran tinggi
Afrika Timur dan Ethiopia. Jenis vegetasi yang dominan
padang rumput dataran tinggi dan hutan sedang dalam
kondisi yang sejuk.
KEADAAN NON FISIK

1. Suku Bangsa
Penduduk Afrika terdiri dari berbagai suku bangsa,
sebagai berikut:
a. Bangsa Habsji, meliputi 2/3 dari seluruh penduduk
Afrika, Mereka menyebar dari Afrika selatan sampai
ke batas Selatan Gurun Sahara, menurut bahasanya,
Bangsa Habsji dibagi atas dua bangsa, yaitu Bangsa
Sudan dan bangsa Habsji bantu.
b. Bangsa Hamiet, tinggal di Afrika Utara terutama
sepanjang Laut Tengah. Menurut bahasanyatermasuk
bangsa kulit putih. Mereka banyak bercampur dengan
Bangsa Semiet(arab dan jahudi) dan bangsa Habsji.
Golongan bangsa ini meliputi bangsa mesir sampai
maroko.
c. Bangsa Hattentot da Bosyesman,
tinggal di Afrika Selatan dan kongo
terutama dijumpai didaerah hutan
zaire, sedangkan Bosyesman dijumpai
didaerah gurun Kalahari.
d.Bangsa kulit putih, terdiri dari bangsa
inggris, Boer (di afrika selatan),
perancis, italia, spanyol dan portugis.
e. Bangsa melayu di pulau Madagaskar.
2. Bahasa
Benua ini mempunyai lebih dari ribuan
bahasa dan hanya empat kelompok bahasa
besar, yaitu :
1. Kelompok bahasa Afro-Asiatik adalah
sebuah kelompok bahasa penutur yang
tersebar luas disepanjang Afrika Utara dan
Afrika Timur
2. Kelompok bahasa Nil-Sahara kebnyakan
diucapkkan di Chad, Ethiopia, Unganda,
Kenya, dan sebelah utara Tanzania.
3. Kelompok bahasa Niger-Kongo mencakup
kebanyakan dari Sfrika bagian sub-sahara.
4. Kelompok bahasa Khoisan, suku Khoi dan
San dianggap sebagai penduduk asli.
3. Permasalahan Penduduk
Afrika penuh permasalahn penduduk baik dari segi
politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Namun dibaliknya,
afrika menyimpan beragam kekayaan alam yang
melimpah. Dari kekayaan alam yang dimilikinya inilah
yang tak segan-segan menjadi taruhan banyak negara
yang menyulut konflik, baik yang berskala internal, antar
negara, dalam skala regional/kawasan, maupun menyeet
negara-negara yang jauh dari Afrika. Menurut Ernie
Regehr, sampai menjelang abad ke 20 ternyata 40% dari
seluruh konflik didunia terjadi di Afrika, sedangkan di 43%
negara afrika pernah dilanda peperangan. Beberapa konfik
yang menyeret antar negara-negara afrika maupun
negara luar Afrika adalah karena kepentingan dan
perebutan sumber daya alam, utamanya barang tambang.
Selain itu konflik etnik, budaya dan suku didalam satu
negara juga turut berperan menimbulkan masalah
tersebut.
SEKIAN DAN
TERIMAKASIH 