Anda di halaman 1dari 14

17/02/2018

Mata Kuliah Daftar textbook yang dianjurkan

BETON PRATEKAN Reference:


1.A.Naaman, “Prestressed Concrete Analysis and Design”,
Techno Press 3000, Ann Arbor, Michigan 48105, USA
2. E.G.Nawy, “Prestressed Concrete-A Fundamental
Approach”, Pearson Education Inc, Prentice Hall, New
Jersey, USA
3.A.H.Nilson, “Design of Prestressed Concrete”, John Wiley
& Sons. Inc
4. T.Y.Lin and N.H.Burns, “Design Of Prestressed Concrete
Structures”, John Wiley & Sons, Inc
5.Building Code Requirements for Structural Concrete (ACI
318 M-11) and Commentary, American Concrete Institute
6. dan Lain-lain

UNIVERSITAS GUNADARMA

1
17/02/2018

Kelemahan-kelemahan BetonBertulang
PENDAHULUAN
Beton adalah : 1. Berat sendiri ( self weight ) sangat besar.
2. Penampang suatu konstruksi beton bertulang tidak dapat 100 %
Suatu bahan/material bangunan yang terdiri dari campuran pasir
( agregat halus ), koral/batu pecah/split ( agregat kasar ), portland dipergunakan untuk memikul beban, karena didalam perhitungan
cement ( PC ) yang dicampur dengan air dengan perbandingan struktur hanya bagian tekan saja dari penampang beton bertulang
tertentu. yang diperhitungkan untuk memikul beban, sedangkan bagian
yang tertarik tidak diperhitungkan, karena tarikan dipikul oleh be-
Sifat-sifat beton :
si/baja penulangan ( rebar ). Tetapi berat bagian beton yang
1. Sangat tahan terhadap tekanan. tertarik tetap diperhitungkan sebagaibeban.
2. Tidak tahan terhadap tarikan.
Untuk mengatasi hal ini, maka dibuatlah beton yang tahan baik Pada gambar disamping ini pe-
terhadap tekanan maupun tarikan, yang kita kenal dengan : nampang beton yang efektif dapat
dipergunakan untuk memikul be-
Beton Bertulang ( Reinforced Concrete )
ban hanya bagian tekan ( yang di-
Jadi beton bertulang adalah kombinasi antara beton dan baja/besi arsir ) saja, Sedangkan bagian ta-
sebagai penulangan ( rebar ), dimana beton bertugas memikul rik tidak diperhitungkan untuk
tekanan sedangan tarikan dipikul oleh besi/bajapenulangan memikul beban

2
17/02/2018

Untuk mengatasi agar seluruh penampang beton dapat efektif diper gunakan Dengan adanya penarikan baja/kabel dan ditahan oleh penampang
untuk memikul beban, maka pada penampang beton tersebut diberi tekanan sebelum beban-beban luar bekerja, maka penampang beton tersebut
awal sebelum beban-beban bekerja. telah dikondisikan dalam keadaan tertekan.
Konsep inilah yang disebut dengan :
Sehingga bila beban-beban luar bekerja, tegangan tarik yang akan
Beton Pratekan / Prategang ( Prestressed Concrete ) timbul pada saat beban luar bekerja dapat di-minimalis / di-eliminir
PERBEDAAN BETON BERTULANG & BETON PRATEGANG oleh tegangan tekan yang telah diberikan pada penampang sebelum
BETON BERTULANG beban luar bekerja.
Adalah kombinasi kerjasama antara beton dan baja penulangan secara KEUNTUNGAN BETON PRATEKAN :
pasif, artinya : 1. Karena penampang dalam kondisi tertekan, maka terhindari
Dengan membiarkan kedua material tsb. bekerja sendiri-sendiri, retak terbuka didaerah tarik, sehingga akan lebih tahan terhadap
dimana beton bekerja memikul tegangan tekan dan baja penulangan korosi.
memikul tegangan tarik.
2. Karena tidak ada retak, maka lebih kedap thd. air
BETON PRATEKAN Cocok untuk konstruksi pipa, tangki air dll.
Adalah kombinasi kerjasama antara beton mutu tinggi dan baja ber- 3. Dengan adanya tegangan tekan awal, maka akan terjadi lawan
mutu tinggi yang bekerja secara aktif. lendut ( lendutan keatas ), sehingga bila beban-beban luar bekerja
Cara aktif ini dapat dicapai dengan dengan memberikan gaya tarik lendutan yang terjadi akan lebih kecil dari lendutan pada beton
pada baja/kabel sebelum beban-beban bekerja dan menahan tarikan bertulang biasa.
tersebut kebeton

3
17/02/2018

4. Kareana penampang struktur dipergunakan 100 % untuk


memikul beban, maka struktur beton prategang akan lenih
langsing bila dibandingkan dengan konstruksi beton bertulang
biasa.
5. Jumlah berat baja/kabel prategang akan lebih kecil bila
dibandingkan dengan berat baja penulangan pada beto bertulang
biasa.
6. Ketahanan geser dan ketahanan puntir balok beton prategang
lebih besar bila dibandingkan dengan balok bertulangbiasa.
KONSEP DASAR BETON PRATEKAN
Akibat gaya pratekan F yang diletakkan tepat dipusat berat penampang
KONSEP PERTAMA akan menimbulkan tegangan tekan pada penampang sebesar – F/A
Siatem pratekan / prategangan untuk mengubah beton yang bersifat Akibat beban merata ( termasuk berat sendiri ) menimbulkan tegangan
getas menjadi bahan yang elastis. pada penampang sebesar :
Dengan memberikan tekanan ( dengan menarik baja mutu tinggi ),
beton yang bersifat getas dan kuat memikul tekanan, akibat adanya Tegangan Total : Diatas grs. netral :
tekanan internal ini dapat memikul tegangan tarik akibat beban
eksternal. Dibawah grs. netral :

4
17/02/2018

Jadi dengan adanya gaya tekan internal ( gaya prestress ) ini, beton yang
tadinya getas ( hanya dapat memikul tegangan tekan saja ) menjadi elastis Sedangkan pada beton bertulang biasa,
( mampu memikul tegangan tarik ). besi penulangan ( rebar ) menahan gaya
tarik T akibat beban luar, yang juga
KONSEP KEDUA membentuk koppel momen dengan gaya
Sistem prategangan untuk Kombinasi Baja Mutu Tinggi dan BetonMutu tekan pada beton C untuk melawan momen
Tinggi akibat beban luar.
Konsep ini hampir sama dengan konsep beton bertulang biasa, yaitu
beton prategang merupakan kombinasi kerja sama antara baja
prategang dan beton, dimana beton menahan betan tekan dan baja KONSEP KETIGA
prategang menahan beban tarik. Hal ini dapat dijelaskan sebagai Sistem Prategangan untuk mencapai Keseimbangan Beban.
berikut : Disini menggunakan prategang sebagai suatu usaha untuk membuat
Pada beton pratekan, baja pratekan ditarik keseimbangan gaya-gaya pada suatu balok. Pada design struktur
dengan gaya pratekan T yang mana akan beton prategang, pengaruh dari prategang dipandang sebagai
membentuk momen koppel dengan gaya keseimbangan berat sendiri, sehingga batang yang mengalami
tekan C pada beton untuk melawan lendutan seperti plat, balok dan gelagar tidak akan mengalami
momen akibat bebanluar. tegangan lentur pada kondisi pembebanan yang terjadi.

5
17/02/2018

Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut : METHODE PRATEGANGAN


Suatu balok simple beam A. Pratarik ( Pre Tension )
disamping ini diberi gaya
Prinsip Beton Prategang sistem pratarik ( Pre Tension )
prategang F melalui suatu kabel
prategang dengan lintasan
parabola.

Beban akibat gaya prategang yang


terdistribusi secara merata kearah Baja prategang ditegangkan dulu dengan cara menarik, kemudian
atas dapat dinyatakan sbb. : diangker pada abutment.

Jadi beban merata akibat beban luar ( termasuk berat sendiri ) akan
diimbangi oleh gaya merata akibat prategang wb yang mengarah keatas.
Ketiga konsep inilah yang nanti akan dipergunakan untuk menganalisa Setelah kabel/baja prategang diberi tegangan, beton kemudian
suatu penampang betonprategang. dicor pada formwork dan landasan yang telah disediakan, sehingga
melingkupi baja/kabel prategang yang telah ditegangkan.

6
17/02/2018

Setelah beton cukup umur untuk menerima gaya prategang, baja/ Setelah beton cukup umur dan mampu menahan gaya prategang,
kabel prategang dipotong dan gaya prategang ditransfer kebeton, kabel/baja prategang dimasukkan kedalam saluran kabel ( kabel
sehingga terjadi lawan lendut ( lendutan keatas ) pada balok duct ) dan ditarik dengan gaya prategang F kemudian diangker,
beton. sehingga gaya prategang ditransfer kebeton.
B. Pasca tarik ( Post Tension ) Kemudian dalam saluran digrouting dengan spesie beton melalui
Prinsip Beton Prategang sistem pratarik ( Pre Tension ) lubang yang telah disediakan.

Kerena kabel prategang dipasang melengkung kebawah, setelah


Formwork disetel lengkap dengan penulangan serta selongsong gaya prategang ditransfer kebeton, maka akan terjadi lawan lendut
kabel /baja prategangnya ( kabel duct ), kemudian betondicor. seperti gambar diatas.

7
17/02/2018

TAHAP PEMBEBANAN PERENCANAAN BETON PRATEGANG


Pada perencanaan Beton Pratekan ada 2 tahap pembebanan yang Pada dasarnya ada 2 methode perencanaan beton prategang :
harus ditinjau :
1. Methode Beban Kerja ( Working Stress Methode )
1. Tahap Transfer Gaya Prategang
Untuk methode pra-tarik tahap ini terjadi pada saat kabel prategang Prinsip perencanaan disini adalah menghitung tegangan yang
dipotong dan gaya prategang ditransfer kebeton. terjadi akibat pembebanan ( tanpa dikalikan dengan load factor )
Untuk methode pasca-tarik tahap ini terjadi pada saat penarikan kabel dan membandingkan dengan tegangan yang di-ijinkan.
prategang dan gaya prategang ditransfer kebeton. 2. Methode Beban Batas ( Limit State Methode )
Pada tahap ini beban yang bekerja sangat kecil ( berat sendiri ) saja, Prinsip perencanaan disini adalah berdasarkan batas-batas tertentu
sedangan gaya prategang maksimum yaitu gaya prategang awal atau yang tidak dapat dilampaui oleh suatu struktur.
initial prestressed force ( Pi ) Batas-batas tersebut ditetapkan berdasarkan kekuatan, kemampu-
2. Tahap Layan ( Service) an layan, ketahanan terhadap beban, keawetan, kelelahan, keta-
Tahap ini terjadi setelah beton prategang tsb. difungsikan sebagai hanan terhadap api dan persyaratan-persyaratan khusus yang ber-
komponen struktur. kenaan dengan prnggunaan struktur.
Pada tahap ini beban2 luar ( live load, moving load, wind load, Dalam menghitung beban rencana, maka beban harus dikalikan
earthquake load ) mulai bekerja, sedangkan gaya prategang yang dengan faktor beban ( load factor ), sedangkan kapasitas bahan
bekerja adalah gaya prategang efektif ( setelah kehilangan gaya dikalikan dengan faktor reduksi kekuatan ( reduction factor )
prategang )

8
17/02/2018

Perencanaan struktur untuk tahap batas kekuatan (Strength Limit State), TEGANGAN-TEGANGAN YANG DI-IJINKAN
menetapkan bahwa aksi design ( Ru ) harus lebih kecil dari kapasitas A. Pada saat transfer gaya prategang
Tegangan-tegangan yang di-ijinkan sesaat setelah transfergaya
bahan dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan ( )
prategang dan sebelum kehilangan gaya prategang terjadi :
Ru   Rn 1. Tegangan tekan pd. serat terluar
Dimana : Ru : aksidesign 2. Tegangan tarik pd. serat terluar ( kecuali item 1 & 3 )
Rn : kapasitas bahan
3. Tegangan tarik pd. serat terluar diatas tumpuan
 : faktor reduksi
Sehingga untuk aksi-aksi design : momen, geser, puntir dan gaya aksial B. Pada saat beban layan
berlaku : Tegangan-tegangan yang di-ijinkan pada saat layan dimana semua
Aksi design momen : Mu   Mn  = 0,80 kehilangan gaya prategang diperhitungkan
1. Tegangan tekan pd. serat terluar, akibat gaya prategang,
Aksi design geser : Vu   Vn  = 0,75 beban mati dan beban hidup tetap ……………………
Aksi design puntir : Tu   T n  = 0,75 2. Tegangan tekan pd. serat terluar, akibat gaya prategang,
Aksi design aksial : Pu   Pn  = 0,80 Aksial tarik,aksial beban mati dan beban hidup total ……………………..
tarik + lentur 3. Tegangan tarik pd. serat terluar didaerah tarik yang pada
Aksial tekan : Pu   Pn  = 0,70 Pengikat Spiral awalnya mengalami tekanan …………………………
 = 0,65 PengikatSengkang

9
17/02/2018

BAJA PRATEGANG Selain baja/kawat prategang diatas, beton prategang masih memerlukan
Didalam praktek baja prategang ( tendon ) yang sudah biasa penulangan biasa yang tidak diberi gaya prategang, seperti tulangan
dipergunakan ada 3 macam : memanjang, sengkang, penulangan untuk pengangkuran dll.
1. Kawat tunggal ( wire ) Tabel tipikal baja prategang
Kawat tunggal ini biasanya digunakan dalam beton
prategang dengan sistem pra-tarik ( pretension )

2. Untaian kawat ( strand )


Untaian kawat ini biasanya digunakan dalam beton
prategang dengan sistem pasca tarik ( post tension )

3. Kawat batangan ( bar )


Kawat tunggal ini biasanya digunakan dalam beton prategang
dengan sistem pra-tarik ( pretension )

10
17/02/2018

Jenis-jenis lain baja prategang ( tendon ) yang juga sering dipergunakan Common Type from CPCI matric design manual
dalam beton prategang :
Sistem pra-tarik ( Pretension )
Seven - wire strand 1 ( satu ) bendel terdiri dari 7 buah kawat
Single - wire strand terdiri dari kawat tunggal
Sistem pasca-tarik ( Post-tension )
Mono strand, batang tunggal, multi wire dan multi strand
Dalam sistem pasca-tarik ini tendon dapat bersifat :
1. Bonded
Dalam sistem ini saluran tendon ( cable duct ) digrouting
2. Unbonded
Dalam sistem ini saluran tendon ( cable duct ) di isi dengan
minyak gemuk atau grease
Tujuan utama dari grouting :
1. Melindungi tendon/baja prategang dari korosi.
2.Mengembangkan lekatan antara baja prategang dengan beton
disekitarnya.

11
17/02/2018

Kabel/baja prategang yang berupa strand atau untaian kawat Contoh Soal :
ASTM A 416 Uncoated seven wire stress relieved strand Suatu balok beton prategang dengan mutu fc = 45 MPa, bentangan
Ini ada 2 macam grade, yaitu : L = 10 m, memikul beban hidup WL = 350 kg/m.
Grade 250 Tegangan tarik batas minimumnya Ukuran balok 20 x 60 cm dan diberi gaya prategang P tepat dipusat
fpu = 250.000 psi ( 17.250 kg/cm2 ) Titik berat penampang balok seperti gambar dibawah ini.
Grade 270 Tegangan tarik batas minimumnya
fpu = 270.000 psi ( 18.600 kg/cm2 )

Hitung gaya prategang efektif ( Pe ) yang diperlukan balok tersebut


Agar mampu memikul beban hidup tersebut diatas, dengan catatan
tidak boleh ada tegangan tarik pada penampang balok

12
17/02/2018

Penyelesaian : Syarat teg. tekan akibat beban mati dan beban hidup pada saat layan
Properti Penampang : A = b x h = 20 x 60 = 1.200 cm2 sesuai dengan SNI 03-2874-2002
I = 1/12 x b x h3 = 1/12 x 20 x 603 = 360.000 cm4
Teg. tekan maks :
Jarak garis netral keserat terluar atas dan bawah :
ya = yb = ½ h = ½ x 60 = 30 cm fcu = - 0,60 x fc = - 0,60 x 450 kg/cm2 = - 270 kg/cm2
Beban mati ( Berat balok sendiri ) : Sesuai perjanjian, karena tekan tandanya minus ( negatip )
WD = 0,20 x 0,60 x 1,00 x 2.500 = 300kg/m
Momen maksimum akibat beban mati : Agar tegangan tarik tidak terjadi, maka diagram tegangan harus seperti
MD = 1/8 x WD x L2 = 1/8 x 300 x 102 = 3.750 kgm pada skets dibawah ini
Momen maksimum akibat beban hidup :
ML = 1/8 x WL x L2 = 1/8 x 350 x 102 = 4.375kgm
Momen maksimum akibat beban mati dan beban hidup:
Mu = 1,2 MD + 1,6 ML = 1,2 x 3.750 + 1,6 x 4.375 =11.500 kgm
Momen Nominal yang harus dipikul penampang :
Mn = Mu /  = 11.500 / 0,80 = 14.375 kgm

13
17/02/2018

Teg. tarik pada serat bawah :


Gaya Prategang Efektif :

Kontrol teg. tekan pada serat atas :

Tanda minus berati tekan :


Jadi : fca = 239,58 kg/cm2 fcu = 270 kg/cm2,OK

14