Anda di halaman 1dari 21

CANE SUGAR (GULA TEBU)

• Gula hasil proses defekasi


• Gula hasil proses karbonatasi
• Gula hasil proses sulfitasi
• Gula hasil kombinasi proses
defekasi/karbonatasi/sulfitasi

Gula Rafinasi
 cara pemurnian yang paling sederhana,
bahan pembantu hanya berupa kapur tohor.
Kapur tohor hanya digunakan untuk
menetralkan asam-asam yang terdapat dalam
nira. Nira yang telah diperoleh dari mesin
penggiling diberi kapur sampai diperoleh
harga pH sedikit alkalis (pH 7,2). Nira yang
telah diberi kapur kemudian dipanaskan
sampai mendidih. Endapan yang terjadi
dipisahkan.
 Cara ini merupakan cara yang paling baik dibandingkan dengan
kedua cara diatas. Sebagai bahan pembantu untuk pemurnian
nira adalah susu kapur dan gas CO2. Pemberian susu kapur
berlebihan kemudian ditambah gas CO2 yang berguna untuk
menetralkan kelebihan susu sehingga kotoran-kotoran yang
terdapat dalam nira akan diikat.

 Reaksi : Ca (OH)2 — CaCO3 + H2O

 Karena terbentuknya endapan CaCO3 banyak maka endapan


dapat dengan mudah dipisahkan. (E. Hugot, 1960)
 Kelebihan kapur ini dinetralkan kembali
dengan gas sulfite. Penambahan gas SO2
menyebabkan : SO2 bergabung dengan CaO
membentuk CaSO3 yang mengendap. SO2
memperlambat reaksi antara asam amino dan
gula reduksi yang dapat mengakibatkan
terbentuknya zat warna gelap. SO2 dalam
larutan asam dapat mereduksi ion ferri
sehingga menurunkan efek oksidasi.
 Nira mentah disulfitasi sampai pH 3,8
kemudian diberi kapur sampai pH 7. Setelah
itu dipanaskan sampai mendidih dan
kotorannya diendapkan.
 Pada proses sulfitasi terbentuk garam CaSO3
yang lebih mudah larut dalam keadaan
dingin, sehingga watu dipanaskan akan
terjadi endapan pada pipa pemanas. Untuk
mencegah hal ini pelaksanaan proses sulfitasi
dimodifikasi sebagai berikut : Dimulai dengan
nira mentah yang dipanaskan sampai
mendidih dan akhirnya diendapkan. Pada
suhu kira-kira 75°C kelarutan CaSO3 paling
kecil.
 Nira mentah disulfitasi dengan SO2 sehingga
dicapai pH nira 3,2. Sesudah sulfitasi nira
diberi larutan kapur sehingga pH 7,0 – 7,3.
 Pemberian larutan kapur sehingga pH nira
10,5 dan sesudah itu diberi SO2 pH nira
menjadi 7,0 – 7,3.
Stasiun Penggilingan

Stasiun Penguapan Stasiun Pemurnian dari kotoran

Stasiun Pemasakan
(Kristalisasi)

Stasiun Pemurnian
(Pemisahan Kristal)
Proses Produksi
 Ekstraksi
 Pengendapan kotoran dengan kapur
 Penguapan/evaporasi
 Pendidihan/kristalisasi
 Penyimpanan
 Afinasi
 Karbonatasi
 Penghilangan warna/Decolorization
 Pendidihan
 Pengolahan sisa/Recovery
 Nira yang telah mengalami proses pemurnian
masih mengandung air, air ini harus dipisahkan
dengan menggunakan alat penguap. Penguapan
adalah proses menghilangkan zat pelarut dari
dalam larutan dengan menggunakan panas. Zat
pelarut dalam proses penguapan nira adalah air.
Bila nira dipanaskan terjadi penguapan molekul air.
Akibat penguapan, nira akan menjadi kental.
Sumber panas yang digunakan adalah uap panas.
Pada pemakaian uap panas terjadilah peristiwa
pengembunan. Sistem penguapan yang dipakai
perusahaan gula adalah penguapan efek banyak.
(Soejardi, 1975)
EVAPORASI
Metode Pengoperasian Evaporator :
• Single-effect evaporators
• Forward feed multiple-effect evaporators
• Backward feed multiple-effect evaporators
• Paralel feed multiple-effect evaporators
Vapor, T1

P1
Umpan, T
TF
b

Larutan encer
T1
condensate

steam Ts
bT

T1

Produk,
Larutan pekat
T > T2 >T3
1
Untuk setiap efek, produk uap
menjadi sumber panas bagi efek P1 > P2 > P3
berikutnya

Vapor, T1 Vapor, T2 Vapor, T3

TF

TS
 Proses pengkristalan adalah salah satu langkah dalam rangkaian proses di
pabrik gula dimana akan dikerjakan pengkristalan gula dari larutan yang
mengandung gula. Dalam larutan encer jarak antara molekul satu dengan
yang lain masih cukup besar. Pada proses penguapan jarak antara masing-
masing molekul dalam larutan tersebut saling mendekat. Apabila jaraknya
sudah cukup dekat masing-masing molekul dapat saling tarik menarik.
Apabila pada saat itu disekitarnya terdapat sakharosa yang melarut dan
molekul sakharosa yang menempel, keadaan ini disebut sebagai larutan
jenuh.

 Pada tahap selanjutnya, bila kepekatan naik maka molekul-molekul dalam


larutan akan dapat saling bergabung dan membentuk rantai-rantai molekul
sakharosa. Sedangkan pada pemekatan lebih tinggi maka rantai-rantai
sakharosa tersebut akan dapat saling bergabung pula dan membentuk suatu
kerangka atau pola Kristal sakharosa.
KRISTALISASI
Kristalisasi merupakan proses pemisahan dengan cara
suatu larutan dipekatkan sampai konsentrasi bahan yang
terlarut menjadi lebih besar daripada larutannya pada
suhu yang sama. Bahan yang terlarut kemudian
dikeluarkan dari larutan dalam bentuk kristal murni.

Faktor yang sangat penting dalam proses kristalisasi


adalah :
1. Daya larut bahan
2. Kemampuan membentuk kristal
Daya Larut
Daya larut didefinisikan sebagai berat bahan anhydrous,
yang akan membentuk larutan jenuh dalam 100 g pelarut.
Dalam larutan gula, pelarut adalah air.

Daya larut merupakan fungsi suhu. Peningkatan suhu


akan meningkatkan daya larut bahan yang terlarut.
Sedangkan tekanan hanya memberikan pengaruh yang
sangat kecil terhadap daya larut
Pada kurva daya larut, digambarkan tiga daerah :

1. Daerah stabil atau kurva jenuh. Larutan pada daerah


kurva jenuh atau dibawahnya, larutan tidak akan
mengkristal.

2. Daerah metastabil. Pada daerah metastabil, larutan


akan mengkristal apabila kristal bibit ditambahkan
atau larutan diganggu.

3. Kurva lewat jenuh. Kristalisasi terbentuk tanpa


perlakuan tambahan apapun atau kristalisasi terjadi
secara spontan.
Kemampuan Membentuk Kristal
Kemampuan membentuk kristal diawali dengan
kemampuan membentuk inti kristal, dilanjutkan dengan
pertumbuhan kristal.

Pembentukan Inti Kristal


 Pada kurva lewat jenuh, inti kristal terbentuk secara
spontan. Konsentrasi larutan kurva lewat jenuh  80
%, hal ini membutuhkan jumlah energi yang sangat
besar. Dalam industri gula kristal, hal ini sangat sulit
untuk dilakukan.
 Pada daerah metastabil (konsentrasi larutan  60 %),
bibit (seed) dalam bentuk kristal ditambahkan pada
larutan dan kemudian membiarkan kristal tersebut
meneruskan pembentukan inti kristal lebih lanjut.
Pertumbuhan Kristal
 Sekali inti terbentuk, baik secara spontan atau dengan
penambahan bibit, kristal akan terus tumbuh.
 Apabila lewat jenuh dipertahankan, inti yang terbentuk
akan terus tumbuh dan kristal besar akan terbentuk.
 Ukuran kristal ditentukan oleh proses pendinginan.
Pendinginan berlahan-lahan akan menghasilkan lewat
jenuh yang sangat kecil yang akan menghasilkan kristal
yang besar. Sebaliknya, pendinginan yang cepat akan
menghasilkan kristal yang kecil.
 Gula yang keluar dari alat pemutar ditampung
dalam alat getar (talang goyang). Talang
goyang ini selain berfungsi sebagai alat
pengengkut, juga sebagai alat pengering
gula. Pengeringan ini menggunakan udara
yang dihembuskan dari bawah, hal ini
dimaksudkan untuk mengurangi kadar air
dalam gula. Setelah pengeringan gula
dimasukkan dalam karung dan disimpan
digudang.