Anda di halaman 1dari 13

BAB 1 & 2

Manusia dan Alam Semesta


Hakikat Kebenaran
Untuk memahami berbagai disiplin ilmu dan teknologi tidak seepenuhnya
mampu memahami misteri keberadaan alam semesta dan tidak lagi
sepenuhnya dapat menjelaskan dan memecahkan berbagai permasalahan
dunia saat ini, maka perlu kita renungkan terlebih dahulu apa yang
dinyatakan oleh E.F Schumacher sebagai empat kebenaran besar yaitu:
1. Kebenaran (hakekat) tentang eksistensi (dunia /alam semesta)
2. Kebenaran tentang alat (tools) yang dipakai untuk memahami dunia
3. Kebenaran tentang cara belajar tentang dunia
4. Yang dimaksud dengan hidup di dunia
Hakikat eksistensi (Dunia / Alam Semesta)
Ada kecenderungan yang di sodorkan oleh saintisme
modern, yaitu suatu paham yang sering disebut sebagai
materialistik, mekanistik, dan deterministik yang
memandang dunia fisik atau dunia materi sebagai satu-
satunya keberadaan yang diakui oleh ilmu pengetahuan.
Alam semesta seolah olah dianggap sebagai mesin
raksasa yang bekerja secara mekanistik. Alam semesta
hanya dilihat sebagai materi atau substansi yang
terbentang luas dan tak bernyawa, yang misterinya
mampu dipecahkan dengan pendekatan ilmiah dan
rasional.
Namun schumacer telah mengingatkan para ilmuan
tentang adanya tingkatan-tingkatan tentang eksistensi
alam semesta sbb;
1. Benda, dapat ditulis P
2. Tumbuhan, dapat dituliskan P+X
3. Hewan, dapat dituliskan P+X+Y
4. Manusia, dapat dituliskan P+X+Y+Z
Dengan memberikan simbol P untuk benda mati, X untuk
unsur hidup , Y untuk kesadaran, dan Z untuk kesadaran diri.
Hakikat Manusia
Mc David dan Harari ( dalam Jalaluddin Rahmat 2001 )
mengelompokkan empat teori psikologi dikaitkan dengan konsepsinya
tentang manusia sbb:
1. Psikoanalis, yang melukiskan manusia sebagai makhluk yang
digerakkan oleh keinginan – keinginan terpendam (homovolensi).
2. Behaviorisme, yang menganggap manusia sebagai makhluk yang
digerakkan semuanya oleh lingkungan (homomechanicus).
3. Kognitif, yang menganggap manusia sebagai makhluk berfikir
yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimulasi yang
diterimanya (homosapien).
4. Humanisme, yang melukiskan manusia sebagai pelaku aktif dalam
merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya
(homoludens).
Hakikat Otak (Brain) kecerdasan (Intelegency)
Otak memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, antara lain : memproduksi pikiran
sadar, melakukan pilihan bebas, menyimpan ingatan, memungkinkan memiliki
perasaan, menjembatani kehidupan spiritual dengan kehidupan materi atau fisik,
kemampuan perabaan, persentuhan, penglihatan, penciuman,
berbahasa,mengendalikan berbagai organ tubuh dan sebagainya.
Spiritualitas berhubungan dengan upaya pencarian makna kehidupan melalui
hubungan langsung antara diri dengan Tuhan (kekuatan tak terbatas, potensi murni).
Hal tersebut dapat disimpulkan sbb:
1. Pada awalnya para ilmuan hanya mengenal kecerdasan intelektual (IQ) dengan
kecerdasan ini, manusia dianggap mamapu mengatasi berbagai persoalan hidup.
Namun belakangan baru disadari bahwa sebenarnya manusia mempunyai banyak
kecerdasan (multipel intelejense)
2. eskipun manusia mempunyai banyak kecerdasan, pada hakikatnya semua
kecerdasan itu dapat dikelompokan dalam tiga jenis yaitu kecerdasan intelektual
(IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ)
3. Ketiga jenis kecerdasan tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan,
dengan SQ sebagai pondasinya.
4. Etika adalah cabang ilmu yang membahas tentang prilaku manusia, mengenai apa
yang baik dan apa yang tidak baik dalam konteks hubungan manusia dengan
Tuhan, manusia dengan manusia lain, dan manusia dengan alam.
HAKIKAT PIKIRAN (MIND) DAN KESADARAN
(CONSCIOUSNESS)
Berfikir adalah mengolah informasi dan memanipulasi informasi
untuk memenuhi kebutuhan atau kebutuhan respon.
Lapisan sadar berhubungan dengan dunia luar dalam wujud
sensasi dan berbagai pengalaman yang didasari setiap saat.
Lapisan prasadar sering disebut memori (ingatan) yang tersedia
menyangkut pengalaman – pengalaman yang tidak disadari pada
saat pengalaman tersebut terjadi, dengan mudah dapat muncul
kembali menjadi kesadaran secara spontan atau dengan sedikit
usaha. Lapisan tidak sadar yang merupakan lapisan yang paling
dalam dari pikaran manusia, menyimpan semua dorongan
insting primitif serta emosi dan memori yang mngancam pikiran
sadar yang telah sedemikian ditekan, atau secara tidak disadari
telah didorong ke dalam lapisan yang paling dalam pada pikiran
manusia.
Menurut Khrisna kesadaran manusia terbagi menjadi lima tingkat
/ lapisan yaitu :
1. Lapisan kesadaran fisik, yang ditentukan oleh makanan.
2. Lapisan kesadaran psikis, yang didasarkan atas energi dari
udara yang disalurkan melalui pernapasan.
3. Lapisan kesadaran pikiran, yang merupakan kesadaran
pikiran rasional dan emosional. Bila pikiran kacau atau dalam
keadaan marah, maka napas akan lebih cepat. Dan
sebalikanya jika pikiran tenang maka napas kita juga tenang ,
karena seluruh kepribadian kita ditentukan oleh pikiran
4. Lapiasan intelegensia (bukan Intelek ), menyangkut
kesadaran hati nurani atau budi pekerti. Lapisan ini yang
menyebabkan manusia menjadi bijak.
5. Lapisan kesadaran murni (kesadaran transendental),
merupakan hasil akhir pemekaran kepribadian manusia, yang
merupakan tingkat kesadaran tertinggi yang dapat dicapai
oleh manusia.
TUJUAN DAN MAKNA KEHIDUPAN
Siapapun pasti sependapat dan tidak ada yang membantah
bahwa tujuan hidup umat manusia adalah untuk memeperoleh
kebahagiaan. Namun dalam kehidupan sehari – hari yang
dipenuhi oleh filsafat materialisme, makin banyak orang yang
merasa tidak bahagia.
Empat tinggkat kesadaran berdasarkan pengamalan dan
pemahaman akan hakikat kehidupan sebagai berikut :
1. Jalan syariah yaitu tahap dimana seseorang secara taat asas
mengikuti hukum – hukum moral dalam kehidupan sehari –
hari.
2. Jalan tariqoh yaitu tahap dimana seseorang mencoba
mencari kebenaran melalui jalan tanpa rambu.
3. Jalan haqiqah yaitu tahap dimana seseorang telah
memahami makna terdalam dari praktik syariah dan thariqah.
4. Jalan ma’rifah yaitu tahap dimana seseorang telah
mempunyai kearifan dan pengetahuan terdalam tentang
kebenaran spiritual.
ALAM SEMESTA SEBAGAI SATU KESATUAN SISTEM
Alam semesta beserta seluruh isinya sebenarnya
merupakan satu kesatuan sistem. Menurut jogiyanto
sistem memiliki beberapa ciri / kriteria sebagai berikut :
• Mempunyai komponen – komponen (components /
subsystems)
• Ada batas suatu sistem (boundaries)
• Ada lingkungan luar sistem (environment)
• Ada penghubung (interface)
• Ada masukan (input), proses (process), dan keluaran
(output)
• Ada sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
SPRITUALITAS DAN ETIKA
Kajian etika erat kaitannya dengan pengembangan
karakter. Pemahaman tentang etika yang terpisah dari
spirituaalitas ini sangat keliru. Sejatinya, setiap manusia
harus menyadari bahwa kesempatan hidup di dunia ini
hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencapai
tingkat kesadaran Tuhan.
KASUS:
EKSPLORASI MINYAK DAN GAS (MIGAS) DI JAWA
• Apakah kegiatan eksplorasi minyak di pulau jawa yang padat
penduduk ini masih dapat dibenarkan bila dilihat dari sudut manusia
dan alam sebagai satukesatuan sistem ?
• Bagaimana kaitan proses keputusan pemberian izin konsesi eksplorasi
migasoleh pemerintah tersebut dengan tingkat kesadaran pejabat
pemerintah ?
• Bagaimana menilai tindakan PT. Lapindo Brantas yang tidak
memasang casing dalam proses pengeboran sumur eksplorasi
tersebut bila dilihat darihakekat manusia secara utuh ?