Anda di halaman 1dari 18

KLASIFIKASI DAN VARIASI

KELOMPOK BUDAYA
KELOMPOK 2
 BADRI ILHAM P 1620007B
 ABDULLAH 1620001B
 FAIZAL S 1620013B
 MORPAN R 1620019B
 SATRIA W. 1620025B
 ENDANG S.L.. 1620032B
 RUDIANTO H. 1620024B
 INDAH D.R. 1610018B
KLASIFIKASI DAN VARIASI KELOMPOK
BUDAYA BERDASARKAN KOMUNIKASI

Menurut Stewart L. Tubbs, komunikasi antar kelompok


budaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda
budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau perbedaan-perbedaan
sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang
berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta
berlangsung dari generasi ke generasi.
ELEMEN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA BERASAL DARI
ELEMEN DASAR KOMUNIKASI SECARA UMUM

 1.Komunikator
Komunikator adalah pihak yang pertama kali berperan
untuk menyampaikan pesan kepada pihak tertentu.
Komunikator ini tentu saja mempunyai latar belakang
etnis, ras, agama, atau kebudayaan tertentu. Latar
belakang ini akan mempengaruhi prilaku
berkomunikasi seseorang sehingga ketika proses
komunikasi melibatkan komunikator dan komunikan
yang berasal daru etnik yang berbeda, maka akan
terjadi persepsi yang berbeda pula.
 2.Pesan
Pesan adalah ide, gagasan atau perasaan yang
disampaikan oleh komunikator kepada komunikan
untuk mencapai pemahaman. Dalam proses
komunikasi antarbudaya, pesan berperan dalam
membangun hubungan antara komunikator dan
komunikan. Dengan kata lain, pesan
mempertemukan garis persinggungan antara
penyampai pesan dan penerima pesan yang
berasal dari budaya yang berbeda.
 3.Komunikan
Dalam komunikasi antarbudaya, komunikan
adalah pihak yang mencari makna atau
menginterpretasikan pesan yang disampaikan
untuk mencapai pemahaman. Dalam melakukan
proses pemaknaan ini, komunikan sebagai seorang
individu maupun kelompok akan ditentukan oleh
persepsi mereka terhadap pesan yang
disampaikan.
KLASIFIKASI DAN VARIASI KELOMPOK
BUDAYA BERDASARKAN ORGANISASI
KELUARGA

 a. Individual/kolektif
Budaya individualis terdapat pada budaya Amerika,
Australia, Inggris, Kanada, New Zealand, dan Swedia.
Sedangkan Taiwan, Korea, Hongkong, Meksiko, Jepang,
India, dan Rusia lebih kolektifis dalam orientasi mereka.
Nilai ini adalah faktor kunci yang membedakan budaya, dan
konsep diri yang berpengaruh besar pada individu. Tidak
mengherankan, konsumen dari budaya yang memiliki
perbedaan nilai, berbeda pula reaksi mereka pada produk
asing, iklan, dan sumber yang lebih disukai dari suatu
informasi. Seperti contoh, konsumen dari negara yang lebih
kolektifis cenderung untuk menjadi lebih suka meniru dan
kurang inovatif dalam pembelian mereka dibandingkan
dengan budaya individualistik
 b. Usia muda/tua
Dalam hal ini apakah dalam budaya pada suatu keluarga,
anak-anak sebagai kaum muda lebih berperan dibandingkan
dengan orang dewasa dalam pembelian. Dengan kata lain
adalah melihat faktor budaya yang lebih bijaksana dalam
melihat sisi dari peran usia. Seperti contoh di negara
Kepulauan Fiji, para orang tua memilih untuk
menyenangkan anak mereka dengan membeli suatu barang.
Hal ini berbeda dengan para orang tua di Amerika yang
memberikan tuntutan yang positif bagi anak mereka.
Disamping itu, walaupun Cina memiliki kebijakan yang
mengharuskan untuk membatasi keluarga memiliki lebih
dari satu anak, tetapi bagi budaya mereka anak merupakan
“kaisar kecil” bagi mereka. Jadi, apapun yang mereka
inginkan akan segera dipenuhi. Dengan kata lain, penting
untuk diingat bahwa segmen tradisional dan nilai masih
berpengaruh dan pera pemasar harus menyesuaikan bukan
hanya pada lintas budaya melainkan juga pada budaya
didalamnya.
 c. Luas/batasan keluarga
Yang dimaksud disini adalah bagaimana keluarga
dalam suatu budaya membuat suatu keputusan
penting bagi anggota keluarganya. Dengan kata
lain apakah peran orang dewasa (orang tua)
memiliki kebijakan yang lebih dalam memutuskan
apa yang terbaik bagi anaknya. Atau malah
sebaliknya anak-anak memberi keputusan sendiri
apa yang terbaik bagi diri mereka sendiri. Dan
bisa dikatakan juga bahwasanya pengaruh
pembelian oleh orang tua akan berpengaruh untuk
seterusnya pada anak. Seperti contoh pada
beberapa budaya:
 d. Maskulin/feminisme
Pada dasarnya kita hidup dalam orientasi dunia
maskulin, disamping negara Eropa Barat yang
menerapkan kesetaraan didalamnya. Tetapi hal
tersebut tidak menjadi suatu pengaruh besar.
Seperti contoh pada negara Jepang, yang mana
pada saat sekarang ini para wanita kembali
bekerja setelah ia menikah. Hal ini menjadikan
mereka lebih menghemat waktu terhadap
kerjaannya.
KLASIFIKASI DAN VARIASI KELOMPOK
BUDAYA BERDASARKAN PERSEPSI SEHAT

 a. Umur
Jika dilihat dari golongan umur maka ada perbedaan
pola penyakit berdasarkan golongan umur. Misalnya
balita lebiha banyak menderita penyakit infeksi,
sedangkan golongan usila lebih banyak menderita
penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung
koroner, kanker, dan lain-lain.
 b. Jenis Kelamin
Perbedaan jenis kelamin akan menghasilkan
penyakit yang berbeda pula. Misalnya dikalangan
wanita lebih banyak menderita kanker payudara,
sedangkan laki-laki banyak menderita kanker
prostat.
 c. Pekerjaan
Ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan pola
penyakit. Misalnya dikalangan petani banyak yang
menderita penyakit cacing akibat kerja yang
banyak dilakukan disawah dengan lingkungan
yang banyak cacing. Sebaliknya buruh yang
bekerja diindustri , misal dipabrik tekstil banyak
yang menderita penyakit saluran pernapasan
karena banyak terpapar dengan debu.
 d. Sosial Ekonomi
Keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada
pola penyakit. Misalnya penderita obesitas lebih
banyak ditemukan pada golongan masyarakat
yang berstatus ekonomi tinggi, dan sebaliknya
malnutrisi lebih banyak ditemukan dikalangan
masyarakat yang status ekonominya rendah.
KLASIFIKASI DAN VARIASI KELOMPOK
BUDAYA BERDASARKAN PRAKTEK
PERAWANAN DIRI

 Human caring dengan keperawatan transkultur


berfokus untuk kepentingan kesehatan,
penyembuhan, dan kesejahteraan individu, keluarga,
kelompok, dan lembaga.
 Setiap budaya memiliki kepercayaan tertentu, nilai,
dan pola kepedulian dan penyembuhan yang perlu
ditemukan, dipahami, dan digunakan dalam merawat
orang-orang dari budaya yang berbeda-beda atau
mirip.
 Keperawatan transcultural pengetahuan dan
kompetensi yang imperatif untuk memberikan
makna, kongruen, aman, dan menguntungkan
praktek perawatan kesehatan.
KLASIFIKASI DAN VARIASI KELOMPOK
BUDAYA BERDASARKAN SENTUHAN

 Menurut Larry, A. Samovour dan Richard E. Potter


mengatakan bahwa, komunikasi nonverbal mencakup
semua rangsangan dalam suatu setting komunikasi
kecuali komunikasi verbal, yang dihasilkan oleh
individu, dan penggunaan lingkungan oleh individu
yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim
atau penerima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
definisi di atas mencakup perilaku yang disengaja
atau tidak disengaja sebagai bagian dari komunikasi
secara keseluruhan
 Sentuhan yang sering disosialisasikan dalam
kehidupan sehari-hari adalah sentuhan jenis terakhir
yaitu sentuhan lembut sekilas. Konon, menurut para
remaja, seseorang dapat merasa seperti terkena
setrum ketika disentuh oleh lawan jenisnya yang
disenanginya. John Lennon dan Paul McCartney
mengatakan “And when I touch you I feel happy
inside”.[3] Makna yang diterima dari suatu sentuhan
sangat bergantung tidak hanya pada sifat sentuhan
itu sendiri, tetapi juga pada situasi dan hubungan
antar individu yang terjadi.
 Kebudayaan kita lebih dikenal sebagai kebudayaan
nonkontak, yang mengindikasikan bahwa kita
cenderung menjadi sangat membatasi tentang siapa
menyentuh siapa. Beberapa sentuhan dinilai
terutama dalam hubungan dengan potensi yang
menimbulkan gairah seksual.
SEKIAN
TERIMA KASIH