Anda di halaman 1dari 24

UJI MUTU MINYAK ATSIRI PADA DAUN PALA (Myristicae

Fragrans H) SEGAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE


PENYULING UAP AIR
Disusun
Oleh

NOPILAWATI
NIM:10027

AKADEMI FARMASI
DINAS KESEHATAN PEMERINTAH ACEH
BANDA ACEH
2013
.

Salah satunya

Masalah

Daun Segar
3-4%
Keuntungannya
Minyak Atsiri Daun Pala uap masuk secara
merata kedalam
jaringan bahan
dan suhu dapat
dipertahankan
Penyulingan 100°C, lama
penyulingan lebih
singkat,dan
mutunya lebih
baik dibandingkan
Penyulingan dengan
Uap penyulingan air.
Penyulingan
Uap Air

Penyulingan
Menurut hasil penelitian Air
Diyah Ekawati (2006) di
dapat rendemen minyak
atsiri 2,75%
Dari latar belakang diatas, maka yang
menjadi permasalahan dalam penelitian ini
adalah bagaimana mutu minyak atsiri pada
daun pala (Myristicae fragrans H) segar
yang diperoleh dengan metode
penyulingan uap air.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui


Mutu minyak atsiri pada daun pala segar
yang diperoleh dengan metode
penyulingan uap air.

1.Bagi penulis diharapkan dpt menambah wa


wasan, mempedalam penge tahuan tentang
tanaman berkhasiat terutama pala
2.Bagi Akademi Farmasi dapat menambah ba
han referensi di perpustakaan Akademi Far
masi
3. Bagi masyarakat agar dapat mengetahui
bahwa didaun pala pun terdapat minyak
atsiri dan minyak daun pala dapat menggan
tikan minyak dari bijinya.
Kajian Teori
Morfologi tanaman:
TAKSONOMI
Daunnya berbentuk
bundar telur, elips
K : Plantae
lonjong, ujung
D :Spermatophyta
lancip sampai
SD: Angiospermae
runcing ,
K : Dicotylidonae
permukaan atas
B : Ranales
berwarna hijau
M : Myristicaceae
gelap, mengkilat,
G : Myristica
terdapat bintik-
S : Myristicae
bintik halus,
fragrans Houtt
panjangnya 5-15cm,
lebar3-7cm.

Manfaat :
Sebagai bahan obat,
Karminatif, menenangkan syaraf,stomakik,
Anti emetik, nyeri haid, dll
Merupakan senyawa organik bahan alam yang
berasal dari tumbuhan tertentu. Minyak atsiri
dikenal sebagai bahan pembuatan obat-
obatan,pewangi, perasa makanan, dan
minuman.

Fungsi minyak atsiri :


-Membantu proses penyerbukan dengan menarik seranggan
- mencegah kerusakan tanaman oeleh serangga atau hewan.
- sebagai cadangan makanan

Manfaat minyak atsiri :


a. Farmasi dan kesehatan
b. Kosmetik
c. Makanan
Persyaratan Mutu Minyak Pala No.06-2388-2006

No Jenis uji Satuan Persyaratan


1 Keadaan
1.1 Warna - Tidak berwarna-kuning pucat
1.2 Bau - Khas minyak pala

2 Bobot jenis 20°C / 20°C - 0,880-0,910

3 Indeks bias (nD 20) - 1,470-1,497

Kelarutan dalam etanol 90% pada


4 - 1:3 jernih, seterusnya jernih
suhu 20°C

5 Putaran optic - (+)8° - (+)25°

6 Sisa penguapan % Maksimum 2,0

7 Miristin % Minimum 10
Tempat:
A. Tempat dan waktu penelitian
Lab hasil nabati Fak.Pertanian
dan Lab Minyak atsiri BPSMB

Waktu :
Dilaksanakan pada 23 juli – 26
juli 2013

B. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode deskrip


tif malalui uji laboratorium secara penyulingan
uap air.

Daun pala yang


C. Sampel terdapat di Aceh
Barat Daya
D. Teknik Pengambilan Sampel Purposif Sampling

E. Alat dan Bahan


1. Alat
- Timbangan analgetik - Alat destilasi uap air 2-3kg
- Timbangan gram - Buret 50ml
- Refraktometer - Labu ukur
- Picnoometer 2ml - Beaker glass 200ml
- Corong pisah 500ml - pipet ukur 10 ml
- Tabung reaksi - termometer
- Pipet tetes - vial
- Penjepit - waterbath circulation
thermostatik

2. Bahan
-Na2SO4 (anhidrat)
- Etanol 90%
F. Prosedur Penelitian Dicuci dengan air mengalir

Dirajang ukuran kecil


Sampel
Di timbang daun pala
sebanyak 1 kg
Uap air

• Di isi air sampai beberapa cm tingginya da


ri tempat alat penyekat.
• Alat penyekat di pasang dan daun pala yg
akan disuling dimasukkan diatas penyekat
• Lalu ketel penyulingan ditutup dan di
lakukan penyulingan selama 4 jam pada
suhu 100°c
• Destilasi ditampung kedalam destilat
• Dilakukan 3 kali pengulangan.
Pemisahan Minyak Atsiri dengan Corong Pisah

a. Destilat yang ditampung masukkan dalam corong


pisah, biarkan sampai terbentuk dua lapisan yang
terpisah.
b. lalu buka kran perlahan-lahan dan minyak ditampung
dalam wadah, sedangkan air ditampung kembali
dalam corong pisah lainnya. Hingga didapat minyak
atsiri murni
c. Kemudian minyak atsiri yang dihasilkan, apabila
masuh terdapat gelembung-gelembung udara maka di
tambahkan Na2SO4 secukupnya.
d. Minyak atsiri daun pala dimasukkan kedalam vial
yang telah ditimbang terlebih dahulu.
e. Ditimbang minyak atsiri daun pala.
Perhitungan Rendemen Minyak
Atsiri
Rumus

Berat minyak atsiri


% Rendemen = X 100
Berat sampel

Pemeriksaan Organoleptis

Bau
Warna
Cara kerja bobot jenis m2-m
Bobot Jenis =
a. Ditimbang picnometer dalam keadaan m1-m
kosong
b. Dipanaskan air terlebih dahulu, sebelum
dimasukkan kedalam picnometer agar
Keterangan :
murni mengandung H2O, lalu ditimbang
picnometer yang telah berisi air. M= nilai berat picnometer
c. Dibuang air yang terdapat didalam kosong
picnometer, kemudian dimasukkan M1 : nilai berat picnometer
picnometer kedalam waterbath circulation berisi air pada suhu 20-30°C
thermostatik agar suhunya stabil, M2 : nilai berat picnometer
didiamkan berisi minyak daun pala
selama 15 menit pada suhu 20-30°C
d. Diisi minyak atsiri kedalam picnometer
sebanyak 2 ml hindari gelembung udara,
kemudian ditimbang beserta tutupnya.
f. Semua penimbangan dilakukan pada suhu
20°C
g. Lalu dihitung bobot jenis minyak atsiri
menggunakan rumus :
a. Ditempat kan alat pada sinar lampu hingga cukup menerangi
b. Diteteskan beberapa tetes minyak atsiri pada prisma
refraktometer, dibiarkan beberapa saat sebelum pembacaan
dilakukan agar bahan merata.
c. Setelah selesai, dibersihkan prisma dengan aceton menggunakan
kertas lensa, hanya ditempelkan dengan sedikit ditekan.
d. Dihitung indeks bias minyak atsiri dengan menggunakan rumus :

ntd = nt1d + 0,0004 (t1 – t)

Keterangan : ntd = indeks bias pada suhu standar


nt1d = indeks bias pada suh pembacaan
t = suhu referensi 20°C
t1 = suhu pengerjaan
0,0004= Faktor koreksi
Penentuan Kelarutan dalam Etanol

- Dimasukkan 1 ml minyak atsiri dalam tabung


reaksi,lalu ditambahkan 1 ml etanol
- Kemudian dikocok sampai jernih
- Jika belum mendapatkan larutan jernih tambahkan 2
ml sam pai 3 ml penambahan etanol.
- Perhitungan = ml minyak atsiri : ml etanol

Teknik Analisa Data

Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel


BOBOT KELARUTAN
RENDEMEN INDEKS
PENGUJIAN SAMPEL JENIS DALAM
% BIAS (nD20)
(20°C/20°C ETANOL 90%

I 1 kg 0,6406 1,4885 0,8858 1:3


DAUN PALA

II 1 kg 0,6986 1,4830 0,8602 1:3

III 1 kg 0,7456 1,4940 0,8799 1:3

Rata-rata 0,6949 1,4885 0,8753 Opalesensi


 Hasil penelitian terhadap minyak atsiri dari daun pala sebanyak 1000 g
disuling dengan penyulingan uap-air selama 4 jam diperoleh rendemen
rata-rata sebesar 0,6949 %
 Bobot jenis rata-rata yang diperoleh adalah 0,8753, menurut persyaratan
BSN bobot jenis minyak atsiri pala adalah 0,880-0,910
 indeks bias rata-rata diperoleh 1,4885 menurut persyaratan BSN nilai
indeks bias minyak atsiri pala 1,470-1,497
 Kelarutan dalam etanol 90% dengan perbandingan 1:1 didapat opalesensi.
Pada perbandingan 1:3 yaitu 1 ml minyak atsiri dan 3ml etanol tetap
opalesensi.
dimana opalesensi merupakan terbentuknya kilauan warna tertentu ketika
minyak diarahkan ke cahaya.
 uji organoleptis minyak atsiri daun pala adalah berwarna kuning pucat
dan berbau khas pala.
Penelitian yang akan datang diharapkan dapat
melakkan penelitian uji mutu dengan parameter
lain dari tanaman pala seperti uji lemak pala

Untuk akademi farmasi diharapkan dapat


menyediakan alat destilasi uap air yang terbaru agar
lebih memudahkan dalam penelitian.