Anda di halaman 1dari 12

BAB 6

MENGORGANISASIKAN
PERUSAHAAN BISNIS

Nama Kelompok:
1.Marina (1711021081)
2.Megeas Deselpan (1711021029)
3.Muhammad vicki Faldi (1711021087)
4.Nirmala Juwita (1711021107)
5.Ririk Tri Handayani (1711021001)
Membedakan unsur-unsur yang mempengaruhi
struktur organisasi perusahaan

Komponen operasi dan struktural yang lazim


dalam suatu bisnis mencakup serangkaian
pekerjaan yang harus dilakukan dan
keseluruhan tujuan spesifik. Setiap organisasi
harus mengembangkan struktur organisasi
yang paling tepat – spesifikasi dari pekerjaan
yang dilakukan dan cara mereka
berhubungan satu sama lain. Sebagian besar
organisasi hampir secara terus menerus
mengganti strukturnya.
Membedakan unsur-unsur yang mempengaruhi
struktur organisasi perusahaan

Perusahaan menyiapkan bagan organisasi


untuk menjelaskan struktur dan
menunjukkan kepada karyawan dimana
mereka berada dalam operasi perusahaan.
Setiap kotak menggambarkan satu jabatan,
dan garis tebal menunjukkan rantai
komando, atau hubungan pelaporan.
Spesialisasi dan departementalisasi
sebagai bangunan dasar struktur
organisasi
Dua aktivitas membangun struktur dasar dalam
semua organisasi. Proses mengidentifikasi
pekerjaan-pekerjaan spesifik dan merancang
orang untuk menjalankannya, menghasilkan
spesialisasi pekerjaan. Setelah terspesialisasi,
pekerjaan dikelompokkan ke dalam unit-unit
logis - proses departementalisasi.
Departementalisasi membuat suatu departemen
sebagai pusat laba – unit perusahaan terpisah
yang bertanggung jawab terhadap biaya dan
labanya sendiri.
Lima bentuk Departementalisasi
1. Departementalisasi berdasarkan pelanggan: Departementalisasi
berdasarkan jenis pelanggan yang kemungkinan besar membeli produk
tertentu

2. Departementalisasi berdasarkan produk: Departementalisasi berdasarkan


produk tertentu yang diciptakan

3. Departementalisasi berdasarkan proses: Departementalisasi berdasarkan


proses produksi yang digunakan dalam menciptakan barang atau jasa

4. 4.Departementalisasii berdasarkan geografis: Departementalisasi


berdasarkan wilayah yang dilayani perusahaan

5. 5.Departementalisasi berdasarkan fungsi: Departementalisasi berdasarkan


kelompok fungsi atau aktivitas
Tiga bentuk wewenang
1. Wewenang lini: Struktur organisasi yang wewenangnya mengalir dalam
rantai komando dari pucuk pimpinan perusahaan ke bawahannya; dan rata-
rata perusahaan bergantung pada departemen lini – yaitu departemen yang
berkaitan langsung dengan produksi dan penjualan produksi tertentu.

2. Wewenang staf: Wewenang yang didasarkan pada keahlian dan biasanya


berupa tugas memberikan nasihat kepada para manajer lini. Yang dimaksud
sebagai Staf adalah penasihat dan penyuluh yang membantu departemen
lini dalam mengambil keputusan tetapi tidak memiliki wewenang untuk
membuat keputusan akhir.

3. Wewenang komite dan kelompok: Wewenang yang diberikan kepada


komite atau kelompok kerja yang terlibat dalam operasional perusahaan
sehari-hari.
Bentuk- Bentuk Dasar Struktur
Organisasi
1.Fungsional: Bentuk organisasi bisnis yang
wewenangnya ditentukan oleh keterkaitan antara
fungsi dan aktivitas kelompok.
2.Divisional: Struktur organisasi dengan divisi-divisi –
departemen yang memproduksi dan memasarkan
produknya sendiri – korporasi beroperasi sebagai bisnis
yang bersifat otonom di bawah naungan korporasi yang
lebih besar.
Bentuk- Bentuk Dasar Struktur
Organisasi
3. Matriks: Struktur organisasi yang dibentuk
berdasarkan kelompok-kelompok dan anggota
kelompok melapor kepada dua manajer atau lebih.
4. Internasional: Pendekatan struktur organisasi yang
dikembangkan untuk merespons kebutuhan,
memproduksi, membeli, dan menjual di pasar global.
Organisasi abad 21

Dengan berkembangnya pasar dan kebutuhan akan


kebutuhan perubahan organisasi, maka sekarang
ini ada 4 bentuk baru dari organisasi yang populer:
1.Organisasi tanpa batas,
2.Organisasi tim,
3.Organisasi maya,dan
4.Organisasi pembelajaran.
Bentuk-benruk Organisasi
abad 21
1.Organisasi tanpa batas: organisasi yang meminimalkan atau
menghilangkan batasan-batasan dan struktur tradisional
2.Organisasi tim: organisasi yang hampir sepenuhnya bergantung
pada tim bertipe proyek, dengan sedikit atau tanpa hierarki
3.Organisasi maya: organisasi yang memiliki sedikit atau tanpa
struktur forma
4.Organisasii pembelajaran: organisasi yang mengintegrasikan
pengembangan berkelanjutan melalui pembelajaran dan
pengembangan karyawan secara berkesinambungan
Organisasi Informal

Organisasi informal lebih merupakan jaringan kerja


interaksi sosial sehari-hari di antara karyawan
perusahaan yang tidak berkaitan dengan struktur
wewenang formal perusahaan itu.
Kadang-kadang sejumlah organisasi mengambil
sikap untuk mendukung organisasi informal. Mereka
melakukannya untuk berbagai macam alasan. Dua
alasan yang mungkin diantaranya:
1) Sebagian besar manajer sadar bahwa organisasi
informal pasti terjadi, baik diinginkan maupun tidak;
2) Banyak manajer yang mengetahui cara
menggunakan organisasi informal tersebut untuk
mendukung organisasi formal
Intrapreneuring

Menciptakan dan mempertahankan inovasi


dan fleksibilitas lingkungan bisnis kecil di
dalam batas struktur organisasi yang besar
dan birokratif. Menurut sejarah, sebagian
besar inovasi berasal dari individu yang ada
dalam bisnis berskala kecil. Tapi, kadangkala
bila bisnis tersebut terlalu berkembang,
inovasi dan kreativitas cenderung menjadi
korban dari kiprah perusahaan untuk meraup
lebih banyak penjualan dan laba