Anda di halaman 1dari 9

PENGELOLAAN DAN

PENYEDIAAN AIR
BERSIH
#KELOMPOK3 #6B
Air bersih  air yang digunakan untuk keperluan sehari – hari  air permukaan, air tanah, air laut,
dan air hujan.
Penyediaan air bersih  dapat menyalurkan/mensuplai air bersih kepada konsumen dalam jumlah yang
cukup.
Prinsip dasar penyediaan air bersih harus memenuhi syarat 3K:
1. Kualitas
Berdasarkan Permenkes No.416/Menkes/PER/IX/1990, syarat-syarat
a. Fisik
b. Senyawa kimia
c. Mikrobiologis
d. Radioaktifitas
e. Bakteriologis
2. Kuantitas
3. kontinuitas
Pada pasal 8 PP mengenai klasifikasi dan kriteria mutu air ditetapkan menjadi 4
(empat) kelas :
1. Kelas I yaitu air yang diperuntukan untuk air baku air minum yang mempersyaratkan mutu
air yang sama dengan kegunaannya.
2. Kelas II yaitu air yang diperuntukan untuk (prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan
ikan tawar, peternakan, untuk mengaliri tanaman.
3. Kelas III yaitu air yang digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar peternakan, untuk
mengaliri tanaman. Atau untuk peruntukan lainnya yang sama jenis kegunaannya.
4. Kelas IV yaitu air yang digunakan untuk mengaliri tanaman atau untuk peruntukan lainnya
yang mempersyaratkan mutu yang sama kegunaannya.
Kontinuitas  air harus bisa tersedia secara terus-menerus meskipun dimusim
kemarau  membuat tempat penampungan air (reservoar) untuk menyimpan air
sebagai persediaan air  distribusikan ke berbagai tempat pemakaian dengan aman
tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas air.

Jenis – jenis jaringan distribusi,


antara lain:
Sistem percabangan
Sistem Grid ( Petak )
Sistem Berbingkai

Metode distribusi adalah proses pendistribusian


air ke konsumen dengan berbagai tujuan
tergantung dari kondisi lokal dan lainnya.
• Metode Gravitasi
• Distribusi pompa dengan menggunakan
reservoar
PENGELOLAAN AIR BERSIH

Pengolahan Air Bersih Secara Alami


Pengolahan air limbah secara alamiah (Kolam Oxidasi)  untuk menetralisasi zat-zat
pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai  dengan pemanfaatan sinar
matahari, ganggang (algae), bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah.

1. Kolam besar berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter.
2. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun.
3. Jauh dari daerah pemukiman
4. Daerah yang terbuka sehingga memungkinkan sirkulasi angin dengan baik.
Pengolahan Air Bersih dengan Metode Pengolahan Gambut Sederhana
DIAGRAM PROSES PENGOLAHAN
AIR GAMBUT
Tahapan Proses Pengolahan Air Metode Gambut Sederhana

Netralisasi dengan pemberian kapur/gamping  mengatur keasaman air agar menjadi netral (pH
7 - 8).
Aerasi dengan pemompaan udara
Yang dimaksud dengan aerasi yaitu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi
dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk
senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan.
Koagulasi dengan pemberian tawas
Koagulasi adalah proses pembubuhan bahan kimia kedalam air agar kotoran alam air yang berupa
padatan tersuspensi misalnya zat warna organik, lumpur halus bakteri dan lain-lain dapat
menggumpal dan cepat mengendap. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan
pembubuhan tawas/alum
Pengendapan
Setelah proses koagulasi air tersebut didiamkan
sampai gumpalan kotoran yang terjadi
mengendap semua (+ 45 - 60 menit).
Penyaringan
Penyaringan dilakukan dengan mengalirkan air
yang telah diendapkan kotorannya ke bak
penyaring yang terdiri dari saringan pasir.