Anda di halaman 1dari 14

Ascariasis

Definisi

• Askariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh


ascaris lumbricoides, yang merupakan
nematoda terbesar. Angka kejadian di dunia
lebih banyak
Epidemiologi
• A. Lumbricoides dijumpai di seluruh dunia,
diperkirakan 1,3 milyar orang pernah terinfeksi dengan
cacing ini atau terinfeksi bersamaan dengan cacing lain
• Di daerah tropis, infeksi cacing mengenai hampir
seluruh lapisan masyarakat, terutama pada anak-anak.
Yang biasanya terinfeksi melalui jari ibunya yang
mengandung telur ascaris
• Perbedaan insiden dan intensitas infeksi pada anak dan
orang dewasa biasanya disebabkan oleh perbedaan
dalam kebiasaan aktivitas dan perkembangan imunitas
• Prevalensi tertinggi ascariasis di daerah tropis pada
usia 3-8 thn
Morfologi
• Ascaris lumbricoides adalah cacing yang tersebar di
seluruh dunia, terutama di daerah sanitasi buruk
• Cacing dewasa berbentuk silinder, berwarna merah
muda. Jantan : (120-150)x(3-4)mm, ujung post sedikit
melingkar
Betina : (200-400)x(5-6)mm
• Cacing betina menghasilkan 200.000 telur yang dibuahi
dan yang tidak dibuahi per hari diletakkan di lumen
usus.
• Ukuran telur 40x60 µm ditandai dengan adanya
mamillated outer coat and thick hyaline shell

Siklus Hidup
• Awalnya cacing betina akan mengeluarkan telur di usus
halus dan keluar bersama tinja dan belum matang,
pematangan di tanah sekitar 20-24 hari, suhu optimum
30ºC
• Apabila manusia tertelan telur infektif, larva akan
keluar di duodenum, menembus dinding usus halus, ke
venula mesenterika, masuk ke sirkulasi porta, jantung
kanan, paru-paru melalui pembuluh darah kecil,
jaringan alveolar paru, migrasi ke saluran pernapasan
atas (bronkhiolus, bronkus, trakea, epiglotis), tertelan
turun ke esofagus, menjadi dewasa di usus halus (
siklus berlangsung : 65-70 hari )
Manifestasi klinis
• Sebagian besar kasus tidak menunjukkan
gejala, tetapi karena tingginya angka infeksi
morbiditasnya perlu diperhatikan
• Gejala yang terjadi dapat disebabkan oleh :
a. Migrasi larva
b. Cacing dewasa
• Gejala ascariasis disebabkan oleh stadium larva dan
dewasa.

– Stadium larva  Sindroma Loeffler : batuk-batuk, eosinofil


dalam darah meningkat, tampak bercak infiltrat pada
Rontgen foto thorax.
– Stadium dewasa  infeksi ringan bisa menyebabkan
gangguan abdomen. Infeksi berat dapat menyebabkan
anemia dan malabsorpsi.
– Bolus cacing dewasa dapat menyebabkan ileus obstruksi.
– Bila cacing nyasar ke tempat lain dapat terjadi infeksi
ektopik.
Diagnosis

• Diagnosis dapat ditegakkan dengan menemukan


telur dalam tinja atau larva pada sputum.

• Dapat juga dengan menemukan cacing dewasa


yang keluar bersama tinja, atau melalui mulut
atau hidung dikarenakan muntah, dan ada pula
yang keluar melalui anus pada infeksi berat.
Pengobatan
• Pirantel pamoat, dosis 10mg/kgBB/hari, dosis
tunggal, memberikan hasil yang memuaskan
• Mebendazol, dosis 100mg, 2x1 hari diberikan
selama 3 hari berturut-turut. Hasil
pengobatan baik, tetapi efek samping berupa
iritasi terhadap cacing, sehingga cacing dapat
teransang untuk bermigrasi ke tempat lain
• Oksantel-pirantel pamoat, dosis 10mg/kgBB,
dosis tunggal memberikan hasil yang baik
• Albendazol, pada anak di atas 2 tahun dapat
diberikan 2 tab (400mg) atau 20ml suspensi,
dosis tunggal
Komplikasi
• Ileus obstruksi
• Apendisitis
• Kolangitis
• Kolesistitis
Prognosis
• Bonam
• 70%-90% sembuh dengan pengobatan