Anda di halaman 1dari 17

VITAMIN LARUT LEMAK

(ADEK)

OLEH
WIWI SARTIKA,DCN, M. BIOMED
I. DEFISIENSI VITAMIN ?
 Senyawa organik bukan KH, Protein dan lemak yang
mempunyai peranan vital untuk berjalannya fungsi
tubuh yang normal

Kebutuhan Vitamin : Mikrogram dan miligram

1. Vitamin A : Perkursornya karofin

2. Vitamin D : Prekursornya7 dehydro kolesterol

3. Niacin : Prekursornya triptopan


II. FUNGSI VITAMIN
Katalisator reaksi-reaksi kimia
Secara umum fungsi vitamin berhubungan erat
dengan fungsi enzin (koenzim)

III. STATUS VITAMIN


Hipervitaminosis : Kelebihan vitamin terutama
terjadi dengan vitamin yang larut lemak
Hipovitaminosis/Avitaminosis : Defisiensi vitamin
terjadi pada vitamin larut lemak (Terutama Vit A)
dan vitamin larut air.

IV. KLASIFIKASI VITAMIN:


-Vitamin Larut Lemak : Vitamin A, D,E dan K
-Vitamin Larut Air : Vitamin B dan C
VITAMIN LARUT LEMAK
(A,D,E,K)

Metabolisme Vitamin Larut Lemak :


Dalam saluran cerna diperlakukan
sama dengan lemak, setelah
diabsoorbsi dibawa ke hepar
Vitamin A disimpan dihepar, Vitamin
D,E dan K disimpan dijaringan.
Ekskresi melalui empedu terus ke
feses, krn tidak larut air
VITAMIN A
- Preformed Vit A :
Senyawa organik yang punya aktifitas vitamin A yaitu :
1. Retinol (Vit A2)
2. Asam retinoat
3. Retinal (Vit A1)
Sumber : Khusus pangan hewani seperti : Hati
ikan laut, minyak ikan, susu, kuning telur

Provitamin A/prekursor vitamin A : β Karoten


Sumber : Pigmen tanaman hijau, kuning dan
merah ( buah dan sayur )
FUNGSI VITAMIN A
1. Proses melihat
2. Metabolisme umum
3. Proses reproduksi

Ad. 1. Fungsi Vit. A pada proses melihat


 Vit. A berperan sebagai retinal pada
rhodopsin
 Rhodopsin terdiri dari bagian protein (Opsin)
+ Retinal (Vit A) terdapat pada retina mata :
-Sel batang (sel rod)
-Sel Kerucut (Sel cone)
Ad. 2. Fungsi Vitamin A pada Metabolisme
umum
Erat kaitannya dengan metabolisme protein :
 Integritas epithel : Def Vit. A terjadi gangguan struktur
dan fungsi apithalium (hiperkeratosis, xerosis,)
 Pertumbuhan : Def Vit A terjadi hambatan sintesa
protein shg terjadi hambatan pertumbuhan
 Permiabilitas membran : Vit. A diperlukan utk
metabolisme sel
 Pertumbuhan gigi : Vit. A diperlukan untuk amiloblast
yg membentuk email ( def. Vit A terjadi caries gigi )
 Produksi hormon steroid : Vit A diperlukan utk
produksi hormon steroid
Ad. 2. Fungsi Vitamin A pada Metabolisme
umum
Erat kaitannya dengan metabolisme protein :
 Integritas epithel : Def Vit. A terjasi gangguan struktur
dan fungsi apithalium (hiperkeratosis, xerosis,
toadskin, pruritus)
 Pertumbuhan : Def Vit A terjadi hambatan sintesa
protein shg terjadi hambatan pertumbuhan
 Permiabilitas membran : Vit. A diperlukan utk
metabolisme sel
 Pertumbuhan giggi : Vit. A diperlukan untuk
amiloblast yg membentuk email def. Vit A terjadi
caries gigi
 Produksi hormon steroid : Vit A diperlukan utk
produksi hormon steroid
Ad. 3. Fungsi Vitamin A pada Proses
Reproduksi
Pemeliharaan jaringan ovarium dan testis :
 Metabolisme Vitamin A :
Didalam sel epithel usus, sumber vit A diserap sambil
diubah menjadi vitain A
- Performed vit A dengan bantuan enzim hidrolase
- Pro vitamin A dengan bantuan enzim 5,5 dioksi
hidrolase

Penyakit yang berhubungan dgn Vitamin A :


1. Defisiensi vitamin A merupaan masalah gizi
nasional
Bila cadangan Vit A hampir habis dan di plasma
< normal (20-50 β/dl) terjadi gangguan penglihatan
Xeropthalmia  Buta
2. Hipervitaminosis, terutama pada anak :
Gejala :
- Hilangnya nafsu makan
- Mual, BB turun, pusing
- Luka disudut mult, bibir pecah, rambut
rontok
Kebutuhan :
Laki-laki : 5000 IU/hari
Perempuan : 4000 IU/hari
Anak : 1400 – 3500 IU/hari
Hamil : 6000 IU/hari
Laktasi : 8000 IU/hari
VITAMIN D (Calsiferol)

Klasifikasi :
- Vitamin D1 : dari bahan tumbuhan (ergosterol)
- Vitamin D2 : Hasil penyinaran ergosterol, dinamakan
calsiterol (Vit. D)
- Vitamin D3 : Dari bahan hewani (colecalsiferol)

Fungsi :
Sebagai hormon (1,25 didydro calsiferol) yang
mengatur sintesa protein yang menstranspor calsium
ke dalam sel.
Efeknya :
- Meningkatkan absorpsi Ca dan Phospat diusus
- Mendorong pembentukan garam-garam calsium
dijaringan
- Meningkatkan resorpsi posfat di ginjal

Metabolisme :
- Dibawah kulit 7-dehydro kolesterol dengan
penyinaran ultra violet dari sinar matahari berubah
menjadi colecalsiferol

 Kebutuhan : Belum diketetahui dgn pasti krn bisa


disintesa dibawah kulit dengan bantuan UV

 Defisiensi : Penyakit rachitis

 Hipervitaminosis : Pengapuran tulang


VITAMIN E (Alpha Tocopherol)

 Fungsi :
- Sebagai antioksidan
- Berhubungan dengan metabolisme selenium
- Mencegah kerusakan selular, sehingga
dipakai sebagai pengobatan suportif
(penyakit jantung pembuluh darah, DM,
ulcus pepticum)
- Berhubungan dg kesehatan otak, sistem
pembluh darah, sel darah merah, susunan
otot skelet, jantung hati dan gonad.
Metabolisme :
Vitamin E dalam makanan dihidrolisa oleh enzim
lipase, diserap dengan mempergunakan misel dari --
asam lemak dan garam empedu bersamaan dengan
Vitamin A dan Vitamin D

Kebutuhan :
Efek biologis Vit. E sangat dipengaruhi oleh berbagai
faktor, sehingga sulit untuk menentukan kebutuhan
tubuh
Misal : Vitamin E berhubungan erat dengan selenium

 Sumber dan Makanan :


- Sumber terbanyak : Minyak nabati, minyak sawit,
minyak zaitun, minyak kedelai
- Sumber lain : Lemak hewan, sayur, daging dll
Penentuan Status Gizi dan Kebutuhan

- Tanda defisiensi jarang ditemui

- Konsumsi vitamin E berbanding terbalik


dengan penyakit kanker usus, payudara, paru
dan PJK.

- Dosis sebagai antioksidan : lebih tinggi


dibanding dosis untuki mencegah defisiensi
VITAMIN K.
 Nama lain : Menadion, Phylloquinone dan
menaquinone
- Bentuk nabati : Phylloquinone
- Sumber makanan : Bayam, kol, brokoli,
ketimun, bunga kol
- Sumber Non Makanan : dibentuk oleh kuman
di usus besar.
FUNGSI :
- Koagulasi
- Metabolisme tulang
- Kekurangan Vit. K : Perdarahan
- Pada bayi “haemorrhagic” disease of the
newborn.
4/2/2019
17