Anda di halaman 1dari 12

Survey Kegiatan Usahatani Perikanan

Ikan Gurame

MANAJEMEN AGRIBISNIS
GOLONGAN D
NAMA KELOMPOK : GADIS ALIFIYA F. (D31171782)
RISKI NUFADILAH(D31171836)
RIZKI IVAZAKIYA (D31171937)
ARIF RACHMAN (D31171947)
NOVITA DWI P. C.(D31172000)
ADELIA N. V. (D31172216)
GOLONGAN :D
Usahatani Budidaya Ikan Gurami 1
• Usahatani budidaya ikan gurami
Alamat : Dusun Krajan, Desa Curah Malang , Rambipuji, Jember.
Pemilik : Pak Samsul
Pembudidayaan dimulai pada tahun 2010 dengan penggunaan lahan seluas 1000m2
Faktor pendirian usaha budidaya ikan gurami yaitu untuk tambahan ekonomi keluarga.

• Perawatan ikan gurami


Mengganti air setiap hari harus dengan air mengalir
Pakan : cacing dan sentrat
Peralatan : jaring,bak,selang,paralon,timbangan

• Pendapatan
Pendapatan yang diperoleh dari usahatani ini adalah 1000 Kg @ Rp 30.0000 = Rp
30.0000.000
Biaya tetap ( biaya usaha ) sesudah penyusutan sebesar Rp 2.048.000jadi total biaya variabel
di tambah dengan biaya tetap yaitu di hasilkan Rp 20.048.000.
Dari usahatani budidaya ikan gurami tersebut dihasilkan laba usaha sebesar Rp
7.957.000yang merupakan pengurangan dari laba kotor dengan biaya usaha sesudah
penyusutan, di karenakan bunga bank dan pph 0 rupiah jadi tetap hasilnya Rp 7.957.000
NO. URAIAN JUMLAH

RENCANA PRODUKSI 1.000 KG 3. Pompa air Rp 27.000

A PENERIMAAN (HASIL PERTANIAN) 4. Kolam Rp 2.000.000

1.000 KG @ RP 30.000 Rp30.000.000 Total Biaya sebelum penyusutan Rp 10.000.000


Total Biaya Usaha SesudahPenyusutan Rp 12.048.000
JumlahPenerimaan Rp30.000.000
E Total Biaya (B+D) Rp 22.048.000
B BIAYA POKOK PRODUKSI (BiayaVariabel)
F Laba Usaha (C-D) Rp 7.957.000
1. Benih 1.000 ekor @Rp 2.000 Rp 2.500.000
G Bunga Bank (Kredit) Rp 0
2. Pakan 10 karung @ Rp 2.100 Rp 2.100.000 H LabaSebelumPajak (F-G) Rp 7.957.000
3. Obat-obatan 1 paket @ Rp 200.000 Rp 200.000 I PajakPenghasilan PPH DLL Rp 0
4. Vitamin 30 pak @ Rp 34.000 Rp 1.020.000 J LabaBersih (H+I) Rp 7.957.000

5. Tenaga kerja

- Pengurasan air Rp 400.000

- Pemberianpakan, obat-obatan, vitamin Rp 1.000.000

6. Air dan listrik Rp 1.350.000

7. Pemanenan

· Biaya pengemasan 30 @ Rp 22.500 Rp 675.000

· Biaya angkut 30 @ Rp 25.000 Rp 750.000

Jumlah Biaya Variabel Rp 9.995.000

C LabaKotor (A-B) Rp 20.005.000

D Biaya Usaha (BiayaTetap)

Pembuatan Kolam Rp 10.000.000

BiayaPeralatanInvestasiHartaTetap

1. Jaring Rp 14.333

2. Timba Rp 6.667
= Analisis usaha
1. BEP unit
= = 735 Kg

 Jadi, BEP unit yang didapatkan sebesar 735 kg, maka apabila
produsen memproduksi kurang dari 668 kg maka akan mengalami
kerugian atau tidak layak dijalankan karena tidak bisa memenuhi
unitnya dan sebaliknya jika BEP unit lebih dari 735 kg maka akan
mendapatkan keuntungan atau layak dijalankan karena telah
melebihi target unit yang dibutuhkan.

2. BEP harga
= = Rp 22.048 /Kg

 Jadi, BEP harga yang didapatkan sebesar Rp 22.048/Kg, maka apabila


produsen menetapkan harga jual produk kurang dari Rp 22.048/Kg
akan mendapatkan kerugian atau tidak layak. Jika penetapan harga
jual produk diatas Rp 22.048/Kg maka akan memperoleh keuntungan
atau layak.
3. R/C Ratio
= = 1,4
=

 Jadi, R/C Ratio yang didapatkan sebesar 1,4 maka usaha


tersebut dalam kondisi impas (tidak untung dan tidak rugi).
Jika R/C Ratio > 1,4 maka usaha tersebut menguntungkan atau
layak dijalankan dan sebaliknya , jika R/C Ratio <1,4 maka
usaha tersebut tidak untung atau tidak layak dijalankan.

4. B/C Ratio
= = 0,4

 Jadi, B/C Ratio yang didapatkan sebesar 0,4 yang berarti


setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan dalam usaha
budidaya ikan gurame ini memberikan keuntungan sebesar
0,4, sehingga usaha tani ini layak untuk dijalankan karena B/C
Ratio > 0.
5. PP
= =

= 1,8 x 4 = 7,2
 0,2 x 30 hari= 6 hari
Jadi lama pengembalian modal adalah 7 bulan 6 hari
Sehingga, dana yang diinvestasikan akan dapat diperoleh kembali
keseluruhannya dalam jangka waktu 7 bulan 6 hari.
6. ROI
x 100% = x 100%= 43 %

 Jadi, ROI yang didapatkan sebesar 43% hal ini menunjukkan


bahwa penghasilan bersih yang diperoleh sebesar 43% dari total
aktiva. Semakin tingi ratio maka semakin baik usaha budidaya
ikan gurame tersebut. Modal akan kembali pada = 2 kali
produksi.
Usahatani Budidaya Ikan Gurami 2

Jenis usahatani yang dilakukan oleh Pak Rahmad Adi


Wijaya atau biasa dipanggil Pak Rahmad ini termasuk
usahatani pada bidang perikanan, pak Rahmad menjalankan
usahanya sejak tahun 2008 dengan modal sebesar Rp
100.000.000 yang berada di daerah JubungLor, Kabupaten
Jember. Usaha yang dilakukan oleh Pak Rahmad merupakan
usaha yang memiliki 4 kolam dengan luasan 1000m² dan
dalam kolam tersebut terdapat jenis ikan gurame yang
dimana akan dipancing oleh pelanggan yang datang ke kolam
pemancingan dan hasil pemancingan ikan gurame dijual per
kg.
No. URAIAN JUMLAH Pembuatan Kolam Rp 20.000.000

RENCANA PRODUKSI 2.000 Kg Biaya Penyusutan

A PENERIMAAN (HASIL) 1. Jaring Rp 22.222

Pemancingan 2.000 KG @ Rp 50.000 Rp 100.000.000 2. Pancing Rp 11.111

Rumah makan Rp 22.400.000 3. Timba Rp 11.667

Penjualan Umpan Pancing (Jangkrik) Rp 600.000 4. Kolam Rp 4.000.000

JUMLAH PENERIMAAN Rp 123.000.000 Total Biaya Sebelum Penyusutan Rp 20.000.000

B BIAYA POKOK PRODUKSI (Biaya Variabel) Total Biaya Usaha Sesudah Penyusutan Rp 24.045.000

1. Benih 12 tong @ Rp 600.000 Rp 7.200.000 E Total Biaya (B+D) Rp 37.575.000

2. Pakan F Laba Usaha (C-D) Rp 85.425.000

3. Sentrat 4 karung @ Rp 200.000 Rp 800.000 G Bunga Bank (Kredit) Rp 0

4. Kangkung dan Daun Talas 32 Karung @ 40.000 Rp 1.280.000 H Laba Sebelum Pajak (F - G) Rp 85.425.000

5. Tenaga Kerja I Pajak Penghasilan PPH DLL Rp 0

- Pemberian Pakan @ Rp 1.000.000 Rp 4.000.000 J Laba Bersih (H+I) Rp 85.425.000

6. Listrik Rp 250.000

Jumlah Biaya Variabel Rp 13.530.000

C LABA KOTOR (A-B) Rp 109.470.000

D BIAYA USAHA (Biaya Tetap)


Analisis Usahatani
1. BEP Unit
= = 751,5 Kg

 Jadi, BEP unit yang didapatkan sebesar 751,5kg, maka apabila produsen
memproduksi kurang dari 751,5kg maka akan mengalami kerugian atau
tidak layak dijalankan karena tidak bisa memenuhi unitnya dan sebaliknya
jika BEP unit lebih dari 751,5kg maka akan mendapatkan keuntungan atau
layak dijalankan karena telah melebihi target unit yang dibutuhkan.
2. BEP Harga
= = Rp 18.787,5 /Kg

 Jadi, BEP harga yang didapatkan sebesar Rp 18.787,5/Kg, maka apabila


produsen menetapkan harga jual produk kurang dari Rp 18.787,5 /Kg akan
mendapatkan kerugian atau tidak layak. Jika penetapan harga jual produk
diatas Rp 18.787,5 /Kg maka akan memperoleh keuntungan atau layak.
=
3. R/C Ratio
= = 3,3

 Jadi, R/C Ratio yang didapatkan sebesar 3,3 maka usaha tersebut dalam
kondisi yang menguntungkan. Jika R/C Ratio > 3,3 maka usaha tersebut
menguntungkan atau layak dijalankan dan sebaliknya , jika R/C Ratio < 3,3
maka usaha tersebut tidak untung atau tidak layak dijalankan.

4. B/C Ratio
= = 2,5

 Jadi, B/C Ratio yang didapatkan sebesar 2,5 yang berarti setiap satu satuan
biaya yang dikeluarkan dalam usaha budidaya ikan gurame ini
memberikan keuntungan sebesar 2,5, sehingga usaha tani ini layak untuk
dijalankan karena B/C Ratio > 0.
6. PP
= =
= 0,4 x 4= 1,6
0,6 x 30 hari= 18 hari
 Jadi lama pengembalian modal adalah 1 bulan 18 hari
Sehingga, dana yang diinvestasikan akan dapat diperoleh kembali
keseluruhannya dalam jangka waktu 1 bulan 18 hari.

7. ROI
x 100% = x 100% = 251%

 Jadi, ROI yang didapatkan sebesar 251%hal ini menunjukkan bahwa


penghasilan bersih yang diperoleh sebesar 251% dari total aktiva. Semakin
tingi ratio, maka semakin baik usaha budidaya ikan gurame tersebut.
 Jumlah penerimaan dalam hasil usahatani budidaya ikan gurami sebesar
Rp 123.000.000, lalu untuk biaya usaha atau biaya variable berasal dari
jenis pembelian seperti benih, pakan, obat-obatan, listrik dan lainnya yaitu
sebesar Rp 13.530.000. Sehingga, dihasilkan laba kotor yaitu jumlah
penerimaan dikurangkan dengan jumlah biaya variabel yaitu sebesar Rp
109.470.000.
=

Kesimpulan
• Biaya dan pendapatan yang dikeluarkan oleh usahatani
2 yang terletak di Desa Jubunglor lebih besar
dibandingkan dengan usahatani 1 yang terletak di
Dusun Krajan, Desa Curah Malang, Rambipuji-Jember.
• Perbandingan B/C Ratio antara usahatani 1 (Dusun
Krajan) dengan usahatani 2 (Desa Jubunglor)
Perbandingan B/C Ratio = = = 5.9
• Melihat kriteria penilaian B/C Ratio antara kedua
usahatani tersebut, angka 5,9 menunjukkan lebih dari 1
yang berarti usahatani tersebut layak untuk dijalankan.