Anda di halaman 1dari 13

Sifat Timah (Sn)

Sifat Umum Timah (Sn), yaitu :


• Timah merupakan logam perak keputih-putihan
• Dalam keadaan normal (13 – 160 °C), logam ini bersifat mengkilap
dan mudah dibentuk
• Timah juga tidak mudah teroksidasi dalam udara sehingga tahan
karat.
• Ditemukan dalam banyak alloy, dan digunakan untuk melapisi logam
lainnya untuk mencegah karat.
Sifat Fisik Timah (Sn), yaitu :

• Keadaan benda : Padat


• Titik lebur : 505.08 K (449.47 °F)
• Titik didih : 2875 K (4716 °F)
• Densitas : 7,365 g/cm3 (Sn putih) 5,769 g/cm3 (Sn
abu-abu)
• Volume molar : 16.29 ×10-6 m3/mol
• Kalor penguapan : 295.8 kJ/mol
• Kalor peleburan : 7.029 kJ/mol
• Kalor jenis : 27,112 J/molK
• Panas fusi : 7,03 kJ/mol
• Kecepatan suara : 2500 m/s pada 293.15 K
Sifat Kimia Timah (Sn)

• Bobot atom : 118.710 sma


• Berat jenis : 7,3 g/cm3
• Jari-jari atom : 145 pm
• Konfigurasi electron: [Kr]4d10 5s2 5p2
• Bilangan oksidasi : 4, 2, - 4
• Nomor atom : 50
• Nomor massa : 118,71
• Elektronegatifitas : 1,96 (skala pauli)
• Jari-jari atom : 140 pm
• Struktur Kristal : tetragonal (Sn putih) kubik diamond (Sn abu-
abu)
• Konduktifitas termal: 66,8 W/mK
• Jika timah dipanaskan dengan adanya udara maka akan terbentuk SnO2.
• Timah larut dalam HCl, HNO3, H2SO4, dan beberapa pelarut organik
seperti asam asetat asam oksalat dan asam sitrat. Timah juga larut
dalam basa kuat seperti NaOH dan KOH.
• Timah bereaksi dengan klorin secara langsung membentuk Sn(IV)
klorida.
Sifat Timbal (Pb)

Timbal atau Timah Hitam (Pb) adalah unsur yang bersifat logam, hal
ini merupakan anomali karena unsur-unsur diatasnya (Gol IV) yakni
Karbon dan Silikon bersifat non-logam. Di alam, timbal ditemukan
dalam mineral Galena (PbS), Anglesit (PbSO4 ) dan Kerusit (PbCO3,),
juga dalam keadaan bebas.
Memiliki sifat khusus seperti dibawah ini, yakni:

• Berwarna putih kebiru-biruan dan mengkilap.


• Merupakan logam yang lunak, sehingga dapat dipotong
dengan menggunakan pisau atau tangan dan dapat
dibentuk dengan mudah.
• Tahan asam, karat dan bereaksi dengan basa kuat.
• Daya hantar listrik kurang baik. (Konduktor yang
buruk)
• Massa atom relative 207,2
• Memiliki Valensi 2 dan 4.
• Tahan Radiasi.
• Mempunyai kerapatan yang lebih besar dibandingkan
dengan logam-logam biasa, kecuali emas mercuri.
Sifat Kimia Timbal (Pb)
Bilangan oksidasi : 4,2,-4
Elektronegativitas : 2,33 (skala pauli)
Energi ionisasi 1 : 715,6 kJ/mol
Energi ionisasi 2 : 1450,5 kJ/mol
Energi ionisasi 3 : 3081,5 kJ/mol
Jari-jari atom : 175 pm
Radius ikatan kovalen : 146 pm
Jari-jari Van Der Waals : 202 pm
Struktur Kristal : kubik berpusat muka
Sifat kemagnetan : diamagnetik
Resistifitas termal : 208 nohm.m
Konduktifitas termal : 35,3 W/mK
Timbal larut dalam beberapa asam
Bereaksi secara cepat dengan halogen
Bereaksi lambat dengan alkali dingin tetapi bereaksi cepat dengan alkali
panas menghasilkan plumbit.

Timbal sering kali memiliki sifat tampak seperti gas mulia yaitu tidak
reaktif, ditunjukkan oleh harga potensial standarnya sebesar – 0,13 V.
Kereaktifan yang rendah ini dikaitkan dengan overvoltage yang tinggi
terhadap hidrogen, dan juga dalam beberapa hal tidak terlarutkan oleh
H2SO4 pekat dan HCl pekat.
Kegunaan Timah dan Timbal
Kegunaan Timah
1. Plating
Logam timah banyak dipergunakan untuk melapisi logam lain seperti
seng, timbale dan baja dengan tujuan agar tahan terhadap korosi.
Aplikasi ini banyak dipergunakan untuk melapisi kaleng kemasan
makanan dan pelapisan pipa yang terbuat dari logam.
2. Superkonduktor
Timah memiliki sifat konduktor dibawah suhu 3,72 K. Superkonduktor
dari timah merupakan superkonduktor pertama yang banyak diteliti
oleh para ilmuwan contoh superkonduktor timah yang banyak dipakai
adalah Nb3Sn.
3. Solder
Solder sudah banyak dipakai sejak dahulu kala. Timah dipakai dalam
bentuk solder merupakan campuran antara 5-70% timah dengan
timbale akan tetapi campuran 63% timah dan 37% timbale merupakan
komposisi yang umum untuk solder. Solder banyak digunakan untuk
menyambung pipa atau alat elektronik
• 4. Pembuatan Senyawa Organotin
• Senyawa organoti merupakan senyawa kimia yang terdiri dari
timah (Sn) dengan hidrokarbon membentuk ikatan C-Sn.
Senyawa ini merupakan bagian dari golongan senyawa
organometalik. Senyawa ini banyak dipakai untuk sintesis
senyawa organic, sebagai biosida, sebagai pengawet kayu,
sebagai stabilisator panas, dan lain sebagainya.
• 5. Pembuatan Senyawaan Kimia Untuk Berbagai Keperluan
• Logam timah juga dipakai untuk membuat berbagai maca
senyawaan kimia. Salah satu senyawa kimia yang sangat
penting adalah SnO2 dimana dipakai untuk resistor dan
dielektrik, dan digunakan untuk membuat berbagai macam
garam timah. Senyawa SnF2 merupakan aditif yang banyak
ditambahkan pada pasta gigi. Senyaan timah, tembaga,
barium, kalsium dipakai untuk pembuatan kapasitor. Dan
tentu saja senyawaan kimia juga sering dipakai untuk
pembuatan katalis.
• Kegunaan Timbal
• Timbal adalah logam lunak dan telah banyak
digunakan dalam industri pipa. Penggunaan ini
telah berkurang sebagai kesadaran toksisitas
logam telah berkembang. Demikian pula,
penggunaan Pb dalam cat telah berkurang, dan
'lingkungan ramah 'bahan bakar bebas timbal
yang menggantikan rekan-rekan bertimbal.Timbak
merah Pb304 digunakan sebagai pigmen warna
dan tahan korosi untuk baja dan besi. Sejauh ini
permintaan terbesar adalah penggunaan baterai
timbal-asam. Reaksi sel merupakan kombinasi
setengah-reaksi. Baterai berisi enam sel
dihubungkan secara seri.
Ekstraksi Timah dan Timbal
• Bijih utama timah adalah kasiterit (SnO2),
dengan cara reduksi dengan C dalam
suatu tungku. namun proses serupa tidak
dapat diterapkan untuk mengekstrak Pb
dari yang bijih sulfida sejak fGo (CS2,g)
adalah 67 kJ mol-1. Sn dan Pb keduanya
bersifat elektrolit.
Bijih penting dari timbal adalah galena (PbS),
anglesite (PbSO4) Dan Kerusit (PbCO3).
Timbal di alam terutama terdapat sebagai
galena,PbS; namun, bijih lain yang mungkin
terbentuk sebagai akibat pengaruh iklim atau
cuaca pada galena yaitu sebagai karbohidra,
cerrusite (kerusit) –PbCO3, dan sebagai sulfat,
anglesite (anglesit) –PbSO4. Dalam proses
ekstraksi, bijih galena pada mulanya dipekatkan
dengan teknik flotasibuih, selanjutnya sejumlah
kwarsa, SiO2, ditambahkan, baru kemudian
dilakukan proses pemanggangan terhadap
campuran ini. Persamaan reaksi utama pada
proses ini yaitu:
• 2 PbS (s) + 3 O2(g) → 2 PbO (s) + 2 SO2(g)
Kemudian proses reduksi dilaksanakan
dengan batubara coke (C) dan air-kapur,
persamaan resksi utamnya yaitu:
PbO (s) + C (s) → Pb (l) + CO (g)
PbO (s) + CO (g) → Pb (l) + CO2(g)
Maksud pemanambahan SiO2 sebelum
proses pemanggangan dan penambahan air-
kapur pada proses reduksi yaitu bahwa dalam
proses pemanggangan dengan temperatur
tinggi ada kemungkinan sebagian galena
diubah menjadi PbSO4. Hadirnya kwarsa akan
mengubah sulfat menjadi silikat menurut
persamaan reaksi:
PbSO4(s) + SiO2(s) → PbSiO3(s) + SO3(g)
Silikat ini dalam proses reduksi akan
diubah oleh air-kapur, CaO, menjadi PbO
(yang kemudian tereduksi oleh batubara)
dan kalsium silikat sebagai kerak atau
ampas menurut persamaan reaksi:
PbSiO3(s) + CaO (s) → PbO (s) + CaSiO3(s)
Alternatif lain pada proses reduksi yaitu
pemakaian reduktor bijih bakar dari galena
segar sebagai pengganti batubara (coke):
PbS (s) + 2 PbO (s) → 2 Pb (l) + SO2(g)