Anda di halaman 1dari 25

PERIOPERATIF PASIEN OBESITAS

Novinda Mutiara Fajar, S.Ked

Pembimbing
dr. Adi Chandra, Sp.An, M.Biomed

DEPARTEMEN ILMU ANASTESI DAN REANIMASI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
PALEMBANG
2018

1
BAB 1
PENDAHULUAN

2
LATAR BELAKANG
3

Prevalensi
obesitas
populasi
dewasa di
seluruh dunia
pada tahun
2005 Dengan risiko
mencapai 400 anastesi, pasien yang
juta jiwa memiliki risiko tinggi
Tindakan komplikasi
pembedahan perioperatif harus
dan anestesi diberikan perhatian
merupakan khusus untuk
suatu kondisi mengurangi dampak
yang dapat dari anastesi sebelum
memberikan dilakukan
respon stress pembedahan
Obesitas sebagai suatu bagi pasien, yang
keadaan dengan akumulasi akan menjalani
lemak yang tidak normal, pembedahan
sehingga dapat mengganggu
kesehatan
BAB II

TINJAUAN
PUSTAKA

4
5
Definisi Obesitas

– Obesitas didefinisikan sebagai kandungan lemak berlebih pada jaringan


adiposa. Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan
akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa
sehingga dapat mengganggu kesehatan.
6
Prevalensi Obesitas

– Prevalensi obesitas populasi dewasa di seluruh dunia pada tahun 2005


mencapai 400 juta jiwa
ETIOLOGI OBESITAS

7 Faktor
Genetik

Aktivitas Faktor
Fisik Lingkungan

Etiologi
Obesitas
Faktor
Faktor
Obat-
Psikis
Obatan

Faktor
Kesehatan
8
Klasifikasi Obesitas
DAMPAK OBESITAS

Perubahan
Fisiologi Pada Paru • Selain makronutrisi yang
berlebih, pasien obesitas
• Hipertrofi ventrikel • Obstruktif Sleep tetap berada pada risiko
• Atrial Fibrilasi (AF) untuk kekurangan nutrisi
Apnea perioperasi
• Gagal jantung

Disfungsi Status Nutrisi Pada


Kardiovaskular Obesitas
PERIOPERATIF

10
Definisi Perioperatif

– Suatu ilmu Kedokteran yang mencakup masalah-masalah sebelum anestesi


pembedahan, selama anestesi pembedahan dan sesudah anestesi pembedahan
RISIKO PERIOPERATIF

11 kondisi pasien

obat atau
Fasilitas di
teknik
rumah sakit
anestesi

prosedur
pembedahan
12
Perioperatif Pasien Obesitas

– Stratifikasi risiko kematian bedah pada pasien obesitas yang dikenal dengan
istilah the obesity surgery mortality risk stratiffication score (OS-MRS)

– . Pasien dengan skor OS-MRS 4-5 lebih mungkin memerlukan pemantauan lebih
ketat pasca operasi.
13
MENAGEMENT
PERIOPERATIF

14
Penilaian Jalan
Napas

Penilaian Penilaian
Gastrointestinal Pernafasan

Penilaian
Kardiovaskular
INTRAOPERATIF

15
Farmakologi Perioperatif

– Perubahan farmakokinetik pada pasien obesitas sangat kompleks dan


penentuan dosis yang tepat untuk pasien obesitas merupakan tantangan besar
karena banyak pemahaman kita mengenai dosis dan farmakokinetik obat
berasal dari pasien yang tidak obesitas.
16
Induksi Anestesi Umum

– Selama induksi anestesi, pasien harus diposisikan ramping position


– Hal ini akan meningkatkan mekanika paru sehingga membantu oksigenasi dan
ventilasi
POST OPERATIF

17
Ekstubasi

– Apabila pasien telah pulih dari efek depresan obat anestesi, maka dilakukan
ekstubasi

– Ekstubasi hanya boleh dilakukan ketika pasien sadar penuh dan dipindahkan ke
Recovery Room dengan posisi duduk 45 derajat. Oksigen tambahan segera
diberikan dan dilatih untuk bernapas seperti biasa.
18
Kontrol Nyeri

– Pengendalian nyeri memungkinkan mobilisasi awal dan berhasil dalam


mengurangi risiko infeksi paru-paru dan tromboemboli vena. NSAID sangat
efektif diberikan sebagai regimen analgesia post-operatif.Acetaminophen,
opioid analgesia yang terkontrol, atau regional anestesi juga berguna untuk
analgesia post-operatif
19
Risiko Infeksi

– Pasien dengan obesitas lebih mungkin untuk infeksi dalam aliran darah, kulit
dan jaringan lunak, infeksi luka, dehisensi luka, infeksi urinaria, dan mungkin
infeksi paru-paru. Hal ini mungkin berhubungan dengan efek gabungan obesitas
terkait disfungsi imun dengan perfusi jaringan dan dosis antimikroba yang
mungkin tidak adekuat
20
Mobilisasi

– Mobilisasi dini adalah target inti program pemulihan yang ditingkatkan dan ini
harus berlaku sama untuk pasien bedah yang obesitas. Mobilisasi akan
mengurangi komplikasi pernapasan, tekanan vena thromboembolisme dan
kerusakan kulit yang terkait. Anestesi epidural tidak harus dianggap penghalang
untuk mobilisasi, meskipun pasien harus diawasi.
21
Nutrisi

– Tujuan nutrisi perioperatif untuk pasien yang obesitas berat meliputi


pemeliharaan euglikemia, penyediaan asupan protein dan asam amino,
mengoptimalkan penyembuhan luka dan menyediakan cukup kalori untuk
mengizinkan pemanfaatan cadangan lemak endogen tanpa memicu
ketoasidosis berat

– Diet tinggi protein rendah kalori adalah satu strategi yang telah berhasil
digunakan dalam penanganan sakit yang serius
BAB III

KESIMPULAN

22
23

– Secara fisiologis, obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan


akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa
sehingga dapat mengganggu kesehatan. Obesitas dapat mempengaruhi sistem
kadiovaskular, fisiologis paru, dan juga keseimbangan nutrisi, hal ini dapat
berpengaruh pada anastesi sebelum pembedahan.
24

– Kondisi pasien adalah salah satu yang berhubungan denga risiko anastesi,
pasien yang memiliki risiko tinggi komplikasi perioperatif adalah obesitas sentral
dan sindrom metabolik. Perioperatif mencakup masalah-masalah sebelum
anestesi pembedahan, selama anestesi pembedahan dan sesudah anestesi
pembedahan. Manajemen preoperatif, persiapan, dan perencanaan merupakan
kunci keberhasilan anestesi pada pasien dengan obesitas.
TERIMAKASIH 

25