Anda di halaman 1dari 15

Sumardiyono, SKM, M.Kes.

 Konsep/ sesuatu yang mempunyai variasi


nilai dan dapat diukur.
 Agar dapat diukur harus diberi batasan
Definisi operasional variabel.
 Variabel bebas (variabel bebas, pengaruh, perlakuan, kausa, faktor
risiko, dsb.)
 Variabel terikat (variabel tergantung, efek, dsb) = variabel yang
nilainya berubah karena pengaruh variabel bebas.
 Variabel pengganggu = variabel yang mempengaruhi variabel terikat,
tetapi bukan variabel bebas.
 Variabel pra kondisi = variabel yg keberadaannya merupakan prasyarat
bagi bekerjanya suatu variabel bebas terhadap variabel terikat.
ex: masa kerja  VC, krn ada debu lingkungan.
 Variabel Moderator adalah variabel yang mempengaruhi (Memperkuat
dan Memperlemah) hubungan antara Variabel Bebas dan Variabel
Terikat.
ex: Motivasi  produktivitas, meningkat bila Lingkungan Kerja
Nyaman.
 Variabel intervening = variabel yang mempengaruhi hubungan variabel
bebas dan terikat, namun keberadaannya sulit diukur.
ex: Bising  stres, stres disebabkan juga oleh rasa takut,
ketertarikan.
Terkandung:
 Definisi Operasional Variabel Penelitian
 Alat Ukur
 Hasil Pengukuran
 Skala Pengukuran
 Definisi Operasional Variabel Penelitian
Status Gizi adalah perbandingan berat badan dalam satuan
kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter.
 Alat ukur: Timbangan berat badan dan Meteran tinggi
badan
Cara pengukuran dengan menimbang berat badan dan
mengukur tinggi badan, selanjutnya dihitung dengan rumus
:
IMT = BB/TB2
Keterangan :
BB = Berat Badan, dalam Kg
TB = Tinggi Badan, dalam meter

 Hasil pengukuran : kg/m2

 Skala Pengukuran: Interval


JIKA :
 Hasil Ukur dikategorikan, maka:
Kategori Status Gizi :
1) Kurus Tingkat Berat (IMT < 17,0 kg/m2)
2) Kurus Tingkat Sedang (IMT = 17,0 – 18,5
kg/m2)
3) Normal (IMT > 18,5 – 25,0 kg/m2)
4) Gemuk Tingkat Ringan (IMT > 25,0 – 27,0
kg/m2)
5) Gemuk Tingkat Berat (IMT > 27,0 kg/m2).

 Skala Pengukuran: Ordinal


 NOMINAL
 ORDINAL
 INTERVAL
 RASIO

ATAU :
 KATEGORIK (NOMINAL, ORDINAL)
 NUMERIK (INTERVAL, RASIO)
 Terdiridari 2 atau lebih kategori, data
memisahkan satu dg lainnya.
 Kalau 2 disebut dikotomi, kalau lebih dari 2
disebut politomi.
 Kategori tidak punya tingkatan/jenjang,
hasilnya hanya sekedar jumlah atau frekuensi
data yg dimati.
Contoh :
 Jenie kelamin
 Status perkawinan
 Sifat Nominal, ditambah penjenjangan.
 Kategori diurutkan
 Jarak kategori tidak harus sama
 Tidak mempunyai nilai 0 (nol) mutlak.
 Tidak bisa ditambah atau dikurangi, dikalikan
atau dibagi.
Contoh :
 Skala Likert (5 pilihan jawaban: Sangat Tidak
Setuju =-2, Tidak Setuju =-1, Netral =0, Setuju
=1, Sangat Setuju =2)
 Kebiasaan merokok: bukan perokok, perokok
ringan, perokok sedang, perokok berat.
 Pendidikan : SD, SMP, SMA, D1, D2, D3, D4/S1,
S2, S3
 Sifat-sifatordinal ditambah jarak antar dua
point/nilai sama (jarak diketahui),
 tidak memiliki nol absolut/nol mutlak.
 Tidak dapat diperbandingkan.

Contoh :
 Suhu udara  25oC + 25oC ≠ 50oC
 Sifat interval ditambah memiliki nilai nol
absolut/nol mutlak
(nol berarti yang diukur tidak ada)
 Dapat dilakukan operasi matematika.
Contoh
 Berat badan
 Tinggi badan
 Pendapatan
 Apakah yang dimaksud dengan validitas?
 Apakah kita benar-benar mengukur apa (konsep)
yang hendak kita ukur?
 Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur
itu mengukur apa yang hendak diukur.

 Apakah yang dimaksud dengan reliabilitas?


 Apakah alat ukur yang dipakai tersebut tepat
untuk mengukur konsep yang hendak diukur?
 menunjuk pada sejauh mana suatu hasil
pengukuran RELATIF KONSISTEN apabila
pengukuran dilakukan berulangkali.

Contoh: Denyut nadi  pulse meter, rabaan pada arteri


radialis pergelangan tangan.
KUESIONER ALAT UKUR PERASAAN KELELAHAN KERJA (KAUPK2)
No . Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah Anda merasa sukar berpikir?
2. Apakah Anda merasa lelah berbicara?
3. Apakah Anda merasa gugup menghadapi sesuatu?
4. Apakah Anda merasa tidak pernah berkonsentrasi dalam
5. menghadapi sesuatu pekerjaan?
6. Apakah Anda merasa tidak mempunyai perhatian terhadap sesuatu?
7. Apakah Anda cenderung lupa terhadap sesuatu?
8. Apakah Anda merasa kurang percaya terhadap diri sendiri?
9. Apakah Anda merasa tidak tekun dalam melaksanakan pekerjaan Anda?
10. Apakah Anda merasa enggan menatap mata orang?
11. Apakah Anda merasa enggan bekerja cekatan?
12. Apakah Anda merasa tidak tenang dalam bekerja?
13. Apakah Anda merasa lelah seluruh tubuh?
14. Apakah Anda merasa bertindak lamban?
15. Apakah Anda merasa tidak kuat lagi berjalan?
16. Apakah Anda merasa sebelum bekerja sudah lelah?
17. Apakah Anda merasa daya piker menurun?
18. Apakah Anda merasa cemas terhadap sesuatu hal?