Anda di halaman 1dari 65

KEBUTUHAN

DASAR NUTRISI

G I N A N J A R S A S M I T O A D I , N E R S . , S P. K E P. M . B
REVIEW SYSTEM
PENCERNAAN
PRINSIP DALAM
KEBUTUHAN NUTRISI
• Metabolisme : reaksi biokimia dalam sel tubuh
• Laju Metabolisme basal (Basal Metabolic Rate
(BMR) : Kebutuhan energy ketika seseorang beristrahat
• Penggunaan energy basal (basal metabolic rate
(BEE): Perkiraan penggunaan energy basal
• Nutrient : penyusun bahan makanan yang dapat diserap dalam usus
halus dan memenuhi kebutuhan hidup (Kamus Istilah Pangan & Nutrisi,
2001).
MACAM-MACAM NUTRISI

Karbohidrat Protein Lipid

Air Vitamin Mineral


• Sumber Utama energi
• Tiap gram menghasilkan 4 kilokalori (kkal)
• Dikalsifikasikan menjadi
– Monosakarida : glukosa(dekstrosa), fruktosa
– Disakarida : Sukrosa, laktosa, maltosa
– Polisakarida : glikogen serat (pektin, gum, hemiselulosa,
getah)
– Glikogen : sumber energi utama saat puasa
• Asupan : 50-60% dr total kalori
• Metabolisme KH :
a.Glikogenolisis : glikogen  glukosa,
CO2, dan H2O
b.Glikogenesis : glukosa  glikogen
c.Glukoneogenesis : as.amino + gliserol 
glukosa

• BEE (Basal Expenditure Energy)


P : 655 + (9,6 x BB dlm kg) + (1,7 x TB dlm
cm) – (4,7 x umur dlm tahun)
L : 66 + (13,7 x BB dlm kg) + (5 x TB dlm cm)
– (6,8 x umur dlm tahun)
PROSES PENCERNAAN
PROTEIN
• Fungsi : u/pertumbuhan, pemeliharaan
dan perbaikan jar.tubuh
• 1 gr = 4 kkal
• Bentuk sederhana : as.amino yg disimpan
dlm jaringan berbentuk hormon dan
enzim
• As amino esensial tdk dpt disintesis dlm
tubuh tapi harus di dapat dr makanan
• Protein terdiri dari 16% nitrogen
(pembangunan, perbaikan, dan
penempatan jaringan tubuh)
• Sumber : daging, hewan ternak, susu,
dan telur
• Asupan : 10-15%
LIPID
• Sumber energi paling besar
• 1 gr = 9 kkal
• Lipid : lemak yg dpt membeku pd suhu
ruangan tertentu
• Lipid : trigliserid + as lemak
• Lipogenesis : proses sintesis as lemak
• As lemak esensial : as lemak linoleat
• As lemak non esensial : as lemak
linolenat, arakidonat
• Asupan : 35-40%
AIR
• Komponen kritis dlm tubuh
• Air menyusun 60-70% dr seluruh BB
• Sumber : konsumsi cairan, buah2an segar, sayuran, dan
air yg diproduksi selama oksidasi makanan
• Pd org sehat : intake cairan = output melalui eliminasi,
respirasi, dan berkeringat
VITAMIN
• Substansi organic dalam jumlah kecil
• Vitamin digunakan sebagai katalis dalam
reaksi biokimia
• Vitamin larut air : Vit C dan B kompleks (8
vitamin)
• Vitamin larut lemak : Vit A, D, E, dan K
MINERAL

• Elemen esensial nonorganik sebagai


katalis dlm reaksi biokimia
• Kalsium, Magnesium, Fosfor
PROSES MENCERNA
MAKANAN
• Terdiri dari aktivitas mekanik, kimia dan hormonal yang saling
mempengaruhi
• Mulai dari mengunyah, mengaduk, menggabungkan dengan cairan,
reaksi kimia hingga bentuk paling sederhana.
• Memerlukan bantuan enzim ( substansi seperti protein untuk katalis
reaksi kimia)
INGESTI
MEMASUKKAN MAKANAN DALAM
TUBUH
 Proses
1.Pemasukkan makanan ke dalam mulut
(koord antara otot rangka & sistem saraf)
2.Pengunyahan
3.Menelan (koordinasi antara lidah, refleks
pharing & esophagus serta saraf cranial)
 waktu : 5 – 15 detik
DIGESTI

perubahan fisik & kimia makanan untuk dapat


diabsorbsi dengan bantuan enzim dan coenzim
(diatur oleh hormon dan saraf) sehingga menjadi
KIMUS


Nasi (karbohidrat )  monosacharida
Tahu (protein)  asam amino
Keju (lemak)  asam lemak

 Waktu : 1 – 4 jam
ABSORBSI
proses masuknya partikel zat makanan dari
saluran pencernaan ke dlm pembuluh
darah dan limphe

 Proses
1. Mayoritas terjadi di usus halus
2. Gaster : berupa alkohol &aspirin
3. Sistem limpatik : zat makanan
yg larut dalam lemak
4. Kapiler darah : zat makanan yg
larut dalam air
TRANSPORTASI
proses didistribusikan/masuknya zat makanan
yang larut dlm lemak maupun air ke dlm sel

 Proses
1. Zat yang larut dalam air
Vaskuler  vena porta hepatica hepar
 sel

2. Zat yang larut dalam lemak


Kapiler limpatik  pembulun limpe besar
 ductus thoracsicus  vena subclavia
sinistra / vena jugularis interna sinistra 
vena cava  jantung  arteri hepatica
 hepar  sel
GLYCOGENOLISIS
Proses tubuh , bila terjadi peningkatan
kebutuhan energi
1. Glycogenolisis : glycogen glukosa
2. Glukoneogenesis
a. Lipid  gliserol  glukosa
b. Asam lemak benda keton
c. Protein  asam amino  glukosa

Lipolisis ? Lipogenesis ? Glicolisis ?


Glicogenesis ?Glucolisis?
Glucogenesis ?
 ALAT BANTU TRANSPORT UNTUK
MENCAPAI SEL

A. INSULIN : TRANSFOR GLUKOSA DAN


ASAM AMINO MELEWATI MEMBRAN SEL
B. GROWTH HORMON : MEMFASILITASI
ASAM AMINO KE INTRASEL

 Penggunaan makanan oleh sel hepar


1. Karbohidrat  glilkogen / fat
2. Lemak  jaringan lipid (pada hepar
dibuat fibrinogen, albumin dan globulin)
3. Protein dikirim ke sel tt untuk
membangun dan memperbaiki jaringan
dan bila >>> dibentuk glycogen dan fat
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI DIET
1. Usia
2. Status Kesehatan
3. Kultur dan Agama
4. Status Sosioekonomi
5. Pilihan Pribadi
6. Faktor Psikologis
7. Alkohol dan Obat
8. Kesalahan Informasi &
Keyakinan thd makanan
PENGKAJIAN

• Pengkajian fisik dan antropometri


• Tes laboraturium
• Riwayat diet dan kesehatan
• Observasi klinik
RUMUS PENGKAJIAN
A= ANTROPOMETRI

B= BIOCHEMICAL DATA

C= CLINICAL SIGN

D= DIETARY HISTORY
ANTROPOMETRI
Meliputi :

 Tinggi Badan, Berat Badan


 Berat Badan Ideal = ( TB – 100 ) + 10 %

Indeks masa tubuh ( Indeks Body Weight ( IBW ))


IBW = BB ( KG )
TB ( M )²

< 16 = Malnutrisi 26 – 30 = Overweight


16 – 19= Underweight 31 – 40 = Moderate
Obes
20 – 25= Normal > 40 = Obese
30
RUMUS PERKIRAAN BB :

BERDASARKAN LINGKAR LENGAN ( LILA )

A. LAKI-LAKI = ( 2,001 X LILA ) – 1,223


B. WANITA = ( 2,592 X LILA ) – 1,2902

BERDASARKAN LINGKAR PANGGUL ( LIGUL )

A. LAKI-LAKI = ( 1,04 X LIGUL ) – 43,748


B. WANITA = ( 1,408 X LIGUL ) – 69,020

31
LANJUTAN ANTROPOMETRI

 Lingkar Lengan ( LL )
 Lipatan Otot Triceps ( LOT )
 Lingkar Otot Lengan ( LOL )

Standar :
Wanita Laki 2
LL 28,5 cm 29,3 cm
LOT 16,5 mm 12,5 mm
LOL 23,5 cm 25,3 cm 32
BIOCHEMICAL DATA
Darah Lengkap
a. Hemoglobin ( Hb )
Dws pria : 13,5 – 18 g / dl
Dws wanita : 12 – 16 g / dl
Hb adalah suatu substansi protein dalam sel-sel darah
merah yang terdiri dari zat besi, yang merupakan
pembawa oksigen
b. Hematokrit ( Ht )
Dws pria : 40% – 50 %
Dws wanita : 36 – 46 %
Ht adalah volume sel-sel darah merah dalam 100 ml
darah, dihitung dlm %, tujuan u/ mengukur konsentrasi
sel-sel drh merah ( Eritrosit ) dalam darah
33
c. Leukosit
Dewasa = 4.500 – 10.000
Leukosit adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh
Peningkatan jumlah leukosit disebu leukositosis
Penurunan jumlah leukosit disebut leukopenia

d. Albumin
Dewasa = 3,5 – 5,0 g/dl
Albumin merupakan komponen protein yang membentuk
lebih dari ½ protein plasma. Albumin disintesa oleh hepar
34
e. Transperin
Suatu protein darah yang berkaitan dgn besi dan
transport keseluruh tubuh. Kadar transperin merupakan
indikator malnutrisi protein

f. Urea Nitrogen / creatinin


Penyimpanan protein dalam tubuh
- Test yang dilakukan :
a. BUN (Blood Urea Nitrogen) , bila keadaan  maka
intake protein ,dehidrasi berat, malnutrisi, penurunan
eksresi ureum di ginjal dan terjadi starvasion/ kelaparan
b. UUN (Urea Urine Nitrogen)
- Dipengaruhi oleh intake protein, hasil metabolism
otot rangka 35
Derajat kekurangan nutrisi
Ringan Sedang Berat
1. Albumin 3 – 3,5 3 – 3,5 2,5 – 3
2. Transferin 180 – 200 180 – 200 < 160
< 900
3. Leukosit 1500-1800 1500-1800
> 30%
4. LOT > 5%-15% 15 %-30%
> 30%
5. LL > 5%-15% 15 %-30%
> 30%
6. LOL > 5%-15% 15 %-30%
CLINICAL FINDING
• Rambut (Rontok)
• Kepala leher (epistaksis, nyeri kepala)
• Mata (pucat)
• Mulut (membrane mukosa, kemerahan di tepi bibir)
• Kulit (Kering, luka tidak sembuh)
• Kuku (kuku sendok, mudah patah)
• Fungsi kardiovaskuler (takikardia, hipertensi)
• Fungsi gastrointestinal (asites)
• Fungsi musculoskeletal (edema, kelemahan)
• Fungsi neurologis (parastesia, kelemahan)
DIETARY HISTORY
Riwayat Dahulu, meliputi :  minimal 5 hari

 Pola makan
 Intake cairan
 Penggunaan vitamin
 Masalah yang berhubungan dengan diet
 Diet yg tdk adekuat
 Ggn perubahan citra rasa, pembauan dll
 Makanan yang intoleran
 Makanan yang menimbulkan alergi
 Ketidakmampuan fisik yg berhubungan dgn nutrisi
38
LANJUTAN PENGKA JI AN

 Faktor yg mempengaruhi pola diet :


Menganalisa diet klien ada 2 cara, yaitu :
1. Menggunakan petunjuk kelompok makanan sehari  4
sehat 5 sempurna
2. Menggunakan tabel komposisi makanan, mis. 1 gls susu tdr
dari prot, lemak dll

 Faktor yang mempengaruhi pola diet :


1. Kultur, Religius, Status Ekonomi
2. Kelompok Umur, Rasa lapar
3. Psikologis, kesukaan, gaya hidup.
4. Kepercayaan, periklanan
5. Alkohol dan obat-obatan

39
LANJUTAN DIETARI HISTORY

Riwayat Sekarang, meliputi :


 Kesulitan mengunyah / menelan
 Intake makanan yg tdk adekuat
 Pengaturan makanan yg tdk adekuat
 Penyimpanan makanan yg tidak baik
 Riwayat Pengobatan :
• Aspirin, laxativa, antasida, antihipertensi dll
 Riwayat medik
• Overweight
• Underweight
• Baru mengalami sakit berat
• Baru mengalami pembedahan besar / pd GI tract

40
DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Berat badan lebih
• Defisit nutrisi
• Persiapan peningkatan nutrisi
• Menyusui efektif
• Menyusui tidak efektif
• Obesitas
• Resiko berat badan lebih
• Resiko deficit nutrisi
• Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
TUJUAN UMUM

• Klien akan kembali dalam 10% rentang berat badan yang baik
• Klien mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam
batas normal
• Klien mampu dalam mempertahankan intake yang maksimal
• Tidak ada komplikasi dari terapi nutrisi
IMPLEMENTASI

• Menstimulasi nafsu makan


• Terapi diet dalam manajemen penyakit
• Makan secara mandiri
• Konseling dengan klien dan keluarga
• Memberikan makanan oral
• Memberikan makan enteral dan infus
• Pemberian nutrisi parenteral
EVALUASI

• Sesuai dengan diagnose


AMB/EMB/BMR
• Kerja internal adalah energi yg diperlukan utk mempertahankan
hidup, misalnya mempertahankan tonus otot, sirkulasi darah,
mengatur pernapasan, denyut jantung, kerja ginjal, dll disebut
energi metabolisme basal (EMB).
– Energi basal diukur pd saat istirahat, ttp tdk tidur, fisik &
emosi dlm keadaan rileks, ± 12—18 jam ssdh makan.
– Energi basal ini dipengaruhi oleh luas permukaan tubuh,
jenis kelamin, umur, komposisi tubuh, kelenjar endokrin,
kehamilan & laktasi, status kesehatan, koreksi tidur, suhu
tubuh, tonus otot, latihan olahraga, & faktor stres.
– Pada remaja diperkirakan kebutuhan EMB meningkat 12%.
– EMB akan turun masing-masing, umur 30—49 tahun
(3%), umur 50—59 tahun (7,5%), dan umur 70
tahun ke atas (10%).
– masa kehamilan dan laktasi EMB diperkirakan
meningkat sekitar 20—25%.
– Apabila suhu tubuh meningkat karena sakit maka
setiap kenaikan suhu 1°C kebutuhan EMB
meningkat 13% (pd dewasa) & 10% (pd anak-anak).
– Diperkirakan EMB yg dibthkan setiap orang adalah
1 Kal/kg BB/jam, sehingga rumus utk menghitungnya
dpt ditulis dgn :
 EMB pria = 24 x 1 x BB
 EMB wanita 24 x 0,9 x BB.
CARA MENENTUKAN AMB
AMB dipengaruhi oleh umur, gender, berat badan, dan tinggi badan. Ada
beberapa cara menentukan AMB, yaitu:
(1) Menggunakan Rumus Harris Benedict (1919)
– Laki-laki = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) - (6,8 x U)
– Perempuan = 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) - (4,7 x U)
– Keterangan : BB = berat badan dalam kg ,TB = tinggi badan dalam cm, U = umur dalam tahun
(2) Cara cepat (2 cara)
– Laki-laki = 1 kkal x kg BB x 24 jam
Perempuan = 0,95 kkal x kg BB x 24 jam
– Laki-laki = 30 kkal x kg BB
Perempuan = 25 kkal x kg BB
(3) Cara FAO/WHO/UNU
– Cara ini memperhatikan umur, gender, dan berat badan (lihat Tabel 2.3).
TABEL 2.3 RUMUS FAO/WHO/UNU UNTUK
MENENTUKAN AMB

AMB (kkal/hari)
Kelompok umur (Th) Laki-laki Perempuan
0-3 60,9 B*) - 54 61,0 B - 51
3- 10 22,7 B + 495 22,5 B + 499
10 - 18 17,5 B + 651 12,2 B + 746
18 - 30 15,3 B + 679 14,7 B + 496
30 - 60 11,6 B + 879 8,7 B + 829
> 60 13,5 B + 487 10,5 B + 596

•Sumber : FAO/WHO/UNU 1985


*) Berat Badan
CARA MENENTUKAN KEBUTUHAN ENERGI UNTUK
AKTIVITAS FISIK

Aktivitas fisik dapat dibagi dalam 4 gol yaitu


– sangat ringan
– ringan
– Sedang
– berat
Kebutuhan energi utk bbg aktivitas fisik
dinyatakan dlm kelipatan AMB (lihat Tabel 2.4).
Tabel 2.4 Cara menaksir kebutuhan energi menurut aktivitas dengan
menggunakan kelipatan AMB

Gender
Aktivitas
Laki-laki Perempuan

Sangat ringan*) 1,30 1,30


Ringan **) 1,65 1,55
Sedang**) 1,76 1,70
Berat **) 2,10 2,00

Sumber : *) Mahan, L.K. dan M.T. Arlin, 2000, Krause's Food, Nutrition & Diet Therapy.
**) Muhilal, Fasli Jalal dan Hardinsyah, 1998, Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan.
Widya Karya Pangan dan Gizi VI.
Contoh cara menaksir kebutuhan energi utk seorang perempuan berumur 30 tahun dg BB 52 kg & TB
158 cm dgn aktivitas ringan dgn menggunakan 4 cara adalah sbb :
(1) Kebutuhan energi untuk AMB
a. Harris Benedict
= 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) - (4,7 x U) = 655 + (9,6 x 52) + (1,8 x 158) – (4,7 x 30) =
1297,6
kkal (dibulatkan 1298 kkal)
b. Rumus cepat 1
= 0,95 kkal x kg BB x 24 jam
= 0,95 kkal x 52 x 24
= 1185.8 kkal (dibulatkan 1186 kkal)
c. Rumus cepat 2
= 25 kkal x kg BB = 25 x 52 = 1300 kkal
d. Rumus FAO/WHO/UNU
= 14,7 x 52 + 496 kkal = 1260,4 kkal (dibulatkan 1260 kkal)
Kebutuhan AMB menurut keempat cara di atas tdk menunjukkan perbedaan yg berarti. Oleh sebab
itu, cara menghitung AMB dg rumus cepat 1 & 2 yg lebih praktis, dpt diterapkan .

(2) Kebutuhan energi dengan aktivitas fisik


Kalikan nilai AMB dg kelipatan yg sesuai dg jenis aktivitas, dlm hal ini aktivitas ringan (Tabel 2.4) :
= 1,55 x 1300 kkal = 2015 kkal
PANDUAN UNTUK MENGUKUR
UKURAN KERANGKA
• Ukur tinggi dlm cm
• Ukur pergelangan tangan dlm cm dg mengikatkan pita pengukur pd
pergelangan tangan melintasi prosesus stiloides
• Hitung rasio tinggi pergelangan tangan untuk memperkirakan ukuran
rangka
RASIO TINGGI (CM)/PERGELANGAN
TANGAN (CM)
Wanita Pria
Kerangka kecil >11 >10,4
Kerangka sedang 10,1 - 11 9,6 – 10,4
Kerangka besar <10,1 <9,6

Contoh : TB orang dewasa 178 cm

Lingkar PT =15,4, rasio 178/15,4 = 11,6  rasio 11,6 berarti kerangka kecil
untuk pria dan wanita
TABEL RUMUS PERKIRAAN BERAT BADAN ANAK
DIKUTIP DARI “NELSON TEXTBOOK OF
PEDIATRICS” 14 ED, WB SAUNDERS CO, 1992

Usia Berat Badan (Kg)

Lahir 3,25
03 – 12 bulan {Usia (bl) + 9} : 2
01 – 06 tahun {Usia (th) x 2 + 8}

06 – 12 tahun {Usia (th) x 7 – 5} :


2
TABEL RUMUS PERKIRAAN TINGGI BADAN ANAK
DIKUTIP DARI “NELSON TEXTBOOK OF
PEDIATRICS” 14 ED, WB SAUNDERS CO, 1992

Usia Tinggi Badan (cm)

Lahir 50
- 1 tahun 75
02 – 12 tahun Usia (th) x 6 + 77

TABEL 2.5 KATEGORI BATAS AMBANG IMT
Kategori Batas Ambang

Kekurangan berat badan tingkat berat < 17,0


Kurus
Kekurangan berat badan tingkat ringan 17,0 - 18,5
Normal > 18,5 - 25,0

Kelebihan berat badan tingkat ringan > 25,0 - 27,0


Gemuk
Kelebihan berat badan tingkat berat > 27,0

Sumber: 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang 1994.


ENERGI
• Kebutuhan energi berubah dlm keadaan sakit, sesuai dgn jenis & beratnya
penyakit. Cara menentukan kebutuhan energi orang sakit dpt dilakukan dg
cara :
(1) Menghitung kebutuhan energi menurut kg BB (kkal/kg/hari)

Tabel 2.6 menunjukkan kebutuhan energi


/kg BB rata-rata/orang dewasa yg
dikembangkan dr Angka Kecukupan Gizi
(AKG) yg dianjurkan bagi pasien yg tdk
mengalami stres.
TABEL 2.6 KEBUTUHAN ENERGI RATA-RATA/KG BB ORANG
DEWASA.
DALAM KEADAAN SAKIT TANPA STRESS
Kategori & Energi Energi/kg
BB (kg) TB (cm)
umur (tahun) total BB (kkal)
(kkal)
Laki-laki
20-45 62 165 2800 45
46-59 62 165 2500 40
> 60 62 165 2200 35
Perempuan
20-45 54 156 2200 40

46-59 54 2100
156 39
≥60 54 154 1850 34
Contoh kasus:
 Seorang pasien perempuan berobat jalan, berumur 30 tahun,
mempunyai TB 158 cm & BB 50 kg dg penyakit gastroenteritis. BB nya
sdh ideal. Kebutuhan energinya adalah 50 x 40 kkal/kg BB = 2000
kkal/hari.

(2) Menurut % kenaikan kebutuhan di atas Angka


Metabolisme Basal (AMB), yaitu dgn
mengalikan AMB dgn faktor aktivitas & faktor
trauma/stres (lihat Tabel 2.7).
Rumus yang digunakan adalah:

Kebutuhan energi = AMB x f. aktivitas x f.


trauma/stres
Tabel 2.7 Faktor aktivitas dan faktor trauma atau stres untuk menetapkan
kebutuhan energi orang sakit
No Aktivitas Faktor No Jenis trauma/stres Faktor
1. Istirahat di tempat tidur 1,2 1. Tidak ada stres, pasien dalam 1,3
keadaan gizi baik
2. Tidak terikat di tpt tidur 1,3 2. Stres ringan: peradangan
saluran cerna, kanker, bedah
elektif, trauma kerangka
moderat. 1,4
3. Stres sedang: sepsis, bedah
tulang, luka bakar, trauma
kerangka mayor. 1,5
4. Stres berat: trauma multipel
sepsis, dan bedah 1,6
multisistem.
5. Stres sangat berat: luka
kepala berat, sindroma
penyakit pernapasan akut,
luka bakar, dan sepsis. 1,7
6. Luka bakar sangat berat 2,1

Sumber: A Practical Guide to Nutritional Support in Adults and Children. Nutritional


Support Service, University Malaya, Kuala Lumpur, 2000.
Contoh Kasus:
• Laki-laki berumur 40 tahun dg TB 165 cm & BB 50 kg dirawat dg demam
krn hepatitis (ringan). la harus istirahat di tempat tidur.

Perhitungan kebutuhan energinya adalah:


BB ideal adalah 53 kg. Faktor aktivitas =
1.2. Faktor stres = 1.4 (stres ringan).
Kebutuhan AMB = 1 kkal x 53 kg x 24 jam
= 1272 kkal.
Kebutuhan energi total adalah 1.2 x 1.4 x
1272 = 2136 kkal.
TERIMA K ASIH