Anda di halaman 1dari 30

TRAUMA KIMIA

TRAUMA KIMIA
Gangguan struktur dan fungsi mata akibat permukaan mata
terpapar substansi kimia

- Bersifat zat asam ( pH < 7)  trauma asam


- Bersifat basa (pH > 7)  trauma basa
padat semen

cairan
cairan
substansi pembersih
kimia mesiu
serbuk
petasan
uap
uap
amonia
Trauma asam
• zat kimia asam
• cenderung lebih ringan daripada trauma yang diakibatkan oleh
zat kimia basa
• kerusakan cenderung terlokalisir dan superfisial
• Pengecualian: asam hidrofluorik  secara cepat melewati
membran sel, seperti alkali  nyeri lokal ekstrim
Etiologi
Asam sulphur (H2SO3) Asam cuka
: pengawet buah (CH3COOH) : cuka 4 –
dan sayur, bahan 10%, biang cuka 80%,
pemutih dan asam asetat glasial
pendingin

Air keras (H2SO4) : Asam kromik (HCr2O3)


pembersih industri, : industri verkrom
air accu

hydrofloric acid :
pemoles, pemutih, Asam hidroklorik (HCl)
alkilasi bensin, : larutan 31 – 38%
produksi silikon,
Trauma asam
Ion hidrogen anion

Mengubah pH Denaturasi dan koagulasi


protein

Mencegah
penetrasi lebih lanjut
dari zat asam

Kerusakan
superficial
Trauma basa

• Gejala dan kerusakan lebih berat dibandingkan dengan trauma


kimia asam
Etiologi
Amonia (NH3) :
pupuk, materi Magnesium hidroksida
pendingin, cairan (Mg(OH)2) : kembang
pembersih larutan api
7%)

Natrium hidroksida Kapur (Ca(OH)2) :


(NaOH) : bahan kapur dinding, semen,
pembersih saluran pemutih

Kalium hidroksida
(KOH) : kaustik soda
Trauma basa
hidrofilik lipofilik

dapat secara cepat untuk


Koagulasi sel +
penetrasi sel membran dan masuk
ke bilik mata depan, bahkan saponifikasi disertai
sampai retina dehidrasi jaringan

menembus kornea, kamera okuli anterior


sampai retina dengan cepat  kebutaan
Trauma kimia

ASAM BASA
- Nekrosis konjungtiva dan epitel kornea
- Hilang/berkurangnya limbal stem cell
- Penetrasi lapisan yang lebih dalam
menyebabkan kerusakan dan
presipitasi glikosaminoglikan dan
opasitasi pada stroma kornea
- COA  kerusakan iris dan lensa
damage - Kerusakan epitel siliar  gangguan
sekresi asam ascorbat  gangguan
produksi kolagen dan repair kornea

migrasi sel epitel yang berasal dari


limbal stem cell

Healing
Stroma kolagen yang rusak di fagosit oleh
keratosit serta disintesis kolagen yang baru
Manifestasi klinis
• Nyeri, perih, merah
• blefarospasme
• Epifora
• Terdapat sensasi benda asing di mata
• edema palpebra
• Gangguan penglihatan :
Acid burns  hilangnya penglihatan visual segera karena nekrosis
superfisial.
Alkali burns  kehilangan ketajaman visual beberapa hari kemudian 
bisa menyebabkan kebutaan.
Derajat keparahan trauma,
ditentukan oleh 3 hal yaitu :

• Area kontak dengan permukaan bola


mata
• Tingkat kedalaman penetrasi agen kimia
• Derajat kerusakan sel punca limbus
(limbal stem cell)
Derajat keparahan trauma kimia menurut
Hughes/ Roper Hall (1965)
Derajat I
- Prognosis baik.
- Terdapat erosi epitel kornea
- Tidak ada iskemia dan nekrosis kornea. ataupun konjungtiva
Derajat II
- Prognosis : baik
- Kekeruhan kornea ringan, detail iris
terlihat
- Iskemia < 1/3 limbus
Derajat III
- Prognosis : guarded prognosis
- Kekeruhan kornea sehingga sulit melihat detail iris
- Terdapat iskemia 1/3 sampai ½ limbus
Derajat IV
- Prognosis buruk
- Kornea opaque
- Iskemia > ½ limbus
Emergency treatment
• Pemeriksaan pH  kertas lakmus
• Irigasi secepatnya dengan cairan normal saline/RL selama 15-30
menit atau sampai pH normal  pengecekan pH berulang
hingga mencapai pH 7,3-7,7.
• eversi palpebra  irigasi bagian forniks untuk membersihkan
benda asing dan jaringan nekrotik
Tata laksana
1. fase immediate (kejadian)
Tujuan : menghilangkan materi penyebab sedini mungkiin
- Irigasi bahan kiimia : anestesi topikal  bilas NaCl 0.9% sampai pH
air mata normal

Gradadsi klinis berdasarkan kerusakan stem sel limbus (hughes)


I  iskemia limbus minumal atau tak ada
III  iskemia kurang dari 2 kuadran limbus
III  iskemia >3 kuadran limbus
IV -> iskemia pada seluruh limbus, seluruh permukaan epitel
konjungtiva dan BMD
• fase akut (sampai hari ke 7)
Tujuan : mencegah terjadinya penyulit ↑pros.
reepitalisasi
kornea

tindakan kontrol
pembedahan peradangan

antioksidan/
suplemen prinsip ☒infiltrasi sel
radang

☒pembentukan
☒ ↑ TIO
enz.kolagenase

☒infeksi
sekunder
Tatalaksana
• Fase pemulihan dini (7-21 hari)
• Tujuan : membatasi tingkat penyulit
• Prinsip : sesuai fase II

gangguan
hilangnya sel ulserasi
fungsi kelopak
goblet stroma
mata

hambatan
reepitalisasi perforasi
kornea
kornea
• Fase pemulihan (> 21 hari)
• untuk rehabilitasi fungsi penglihatan

•mempercepat
pros.reepitalisas
•disfungsi sel i
goblet
•optimalisasi fgs
•hambatan
problem reepitalisasi prinsip epitel
permukaan
kornea
•dst sesuai dg
•ulserasi stroma fase II
Pembedahan

LANJUT
SEGERA
-Pemisahan bagian yg
Untuk revaskularisasi limbus,
menyatu (simblefaron)
mengembalikan sel limbus,
-Keratoplasti  dapat tunda
dan mengembalikan
6 bulan Makin lama makin
kedudukan forniks
baik, hal ini untuk
-Transplantasi stem sel
memaksimalkan resolusi dari
limbus (autograft/ allograft)
proses inflamasi.
-Keratoprosthesis
Komplikasi
• Ulcerasi kornea  1-2 minggu setelah trauma
• Simblefaron
• Glaukoma sudut tertutup
• Katarak traumatik
• Ptisis bulbi
KRITERIA THOFT
Prognosis
TERIMA KASIH