Anda di halaman 1dari 14

METODOLOGI PENELITIAN

PENGGUNAAN BAMBU SEBAGAI PENGGANTI TULANGAN BAJA


PADA JALAN BETON

NURHAFIS RIFKI INDRATMO C.111.15.0007


FITDYA FIRMAN HIDAYAT C.111.15.0009
AGUNG SETIAWAN C.111.15.0014
YOGA RENGGA WIDAGDHA C.111.15.0032
EDI SANTOSO C.111.15.0034
RIZKY PURNOMO ABIENSYAH C.111.15.0043
MARIZDA RIAN SYAPUTRA C.111.15.0046
LATAR BELAKANG
BETON SANGAT BANYAK DIGUNAKAN SECARA LUAS SEBAGAI BAHAN

BANGUNAN. BANYAKNYA PENGGUNAAN BETON DALAM SUATU KONSTRUKSI

MENUNTUT UPAYA PENCIPTAAN MUTU YANG BAIK. TULANGAN BAJA ADALAH BAHAN

BANGUNAN TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI. BAHAN DASAR PEMBUATAN BAJA (BIJI BESI)

JUGA SEMAKIN TERBATAS DAN TIDAK MUNGKIN DAPAT DITINGKATKAN PRODUKSINYA.

DENGAN KATA LAIN, HAL TERSEBUT AKAN MEMICU KENAIKAN HARGA BAJA.

BAMBU DIPILIH SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI KARENA

MERUPAKAN HASIL ALAM YANG MURAH, MUDAH DITANAM, PERTUMBUHAN

CEPAT, SERTA MEMILIKI KUAT TARIK SANGAT TINGGI YANG DAPAT

DIPERSAINGKAN DENGAN BAJA. SALAH SATU HAL YANG TERPENTING DALAM

BETON BERTULANG ADALAH ADANYA KELEKATAN ANTARA TULANGAN


Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui :

- Untuk mengetahui kegunaan bambu sebagai tulangan pada jalan beton

- Untuk mengetahui ketahanan jalan beton, jika menggunakan tulangan bambu

- Untuk mengurangi biaya pembangunan konstruksi jalan beton

Manfaat Penelitian

- Memberikan informasi bahwa bambu bisa digunakan sebagai tulangan pembuatan jalan beton

- Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah mengetahui ketahanan jalan beton dengan
tulangan bambu pada penerapannya.

- Manfaat penggunaan bambu sebagai tulangan jalan beton yang dapat mengurangi biaya, dan
mengurangi pengunaan besi baja.
Rumusan Masalah

Dalam proposal yang berjudul “Penggunaan Bambu Sebagai Pengganti Tulangan Baja Pada
Jalan Beton”, maka kami merumuskan masalah sebagai berikut:

- Apakah bambu layak digunakan sebagai tulangan pembuatan jalan beton

- Sebagai perbandingan dan pilihan penggunaan tulangan jalan beton

- Penggunaan tulangan baja cenderung mahal

Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dalam penelitian ini dibatasi oleh :
- Mengolah bambu sebelum digunakan sebagai tulangan jalan beton
- Jenis bambu yang dapat digunakan sebagai tulangan pada jalan beton
Masalah dalam penelitian ini dibatasi oleh jenis jalan antara lain :
- Jalan Nasional
- Jalan Provinsi
- Jalan Kabupaten
Pengertian Jalan Beton
Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku, terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai
lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar. Dalam konstruksi perkerasan kaku, plat
beton sering disebut sebagai lapis pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang
berfungsi sebagai lapis permukaan.
Material Pembentukan Jalan Beton dengan Tulangan
Bambu
Semen Portland : Agregat Air
 Jenis I  Halus Air yang dimaksud disini adalah air yang digunakan
 Jenis II  Kasar sebagai campuran bahan bangunan, harus berupa
 Jenis III air bersih dan tidak mengandung bahan-bahan yang
 Jenis IV dapat menurunkan kualitas beton
 Jenis V
Material Pembentukan . . .
Tulangan (Bambu)

Untuk menahan beban diatas jalan beton yang membebani struktur digunakan
besi tulangan sebagai penahan gaya tarik. Tulangan besi baja diganti menggunakan
bambu dengan syarat kuat tarik bambu lebih besar daripada gaya tarik yang ditahan.

Jenis bambu yang digunakan adalah Bambu Betung dan Bambu Wulung.

Bambu yang dipakai sebagai tulangan sebelumnya diawetkan selama 14 hari


dengan sistem vertical soak dan direndam didalam larutan boron.
Penerapannya:
Pengujian Ketahanan Jalan Beton
Pengujian Beton tulangan bambu sebagai perkerasan jalan
dilakukan pada laboratorium Bahan dan Konstruksi. Pengujian
dilakukan dengan 2 cara, diantaranya:
1. Pengujian Kuat Tekan
Pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari,dari pengujian
tegangan yang dilakukan dengan menggunakan mesin uji desak
(Compressing Testing Machine) merk Controls didapatkan beban
maksimum yaitu beban pada saat beton hancur (Pmaks).
2. Pengujian Kuat Lekat
Kuat lekat dapat terjadi akibat adanya saling geser antara tulangan dan
Benda Uji Kuat Lekat dan
Pull Out
METODE PENELITIAN

– Jenis Penelitian
• Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dimana untuk mendapatkan data-
data dan hasil penelitian dengan melakukan pengujian dan penelitian di laboratorium.
– Variabel Penelitian
• Variabel terkait adalah penggunaan tulangan bambu pada bahan uji beton sebagai bahan uji .
– Desain Penelitian
• Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian direncanakan di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Sipil Universitas Semarang
• Metodelogi Penelitian
Didalam melakukan penelitian penggunaan tulangan bambu pada struktur jalan beton
melakukan penelitian-penelitian serta pengumpulan data dari Jalan Desa dan Jalan Lokal
METODE PENELITIAN. . . .

• Persiapan Benda Uji


Bahan-bahan dibuat di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Fakultas Teknik Sipil Universitas Semarang.

• Pengujian Benda Uji


Pengujian ini menggunakan alat Compression Testing Machine.

• Analisa Data Hasil Penelitian


Analisa data pengujian dilakukan dengan cara :
– Data hasil pengujian kuat tekan ditabelkan.
– Dibuat grafik kuat tekan beton.
PENUTUP