Anda di halaman 1dari 33

Neobehaviorisme

Three Stages of Behaviorism



A. Periode

1. 1913-1930: Watsonian behaviorism
o Watson
 2. 1930-1960: neobehaviorism
o Tolman, Hull, and Skinner
 3. 1960-present: sociobehaviorism and cognitive
processes
o Bandura and Rotter

 B. 1930-1960: neobehaviorism
 a. Inti dari psikologi adalah studi tentang
pembelajaran
 b. Sebagian besar behavior diperhitungkan dengan
the laws of conditioning
 c. Psikologi harus mengadopsi prinsip-prinsip
operasionisme

Zeitgeist
 Positivisme logis
 “The body of scientific propositions exhausts the sum
of all meaningful statements.’
 Observation terms—observable properties
 Theoretical terms—unobservable
 Meaningful only through operational definitions
 Operationisme Percy W. Bridgman
 Konsep = definisi operasional
 Konsisten dengan behaviorisme
 Artikel yang ditulis oleh Watson dalam Psychologycal
Review yang mengusulkan psikologi behavioristik
dan mengubah arah psikologi modern.
 Watson menekankan pada perilaku, bukan pada
kesadaran. Karena itu teori yang dicetuskannya
digolongkan sebagai langkah pengembangan
psikologi komparatif.

Anteseden
Momentum besarnya dari kemajuan
teknologi perangkat keras
terkomputerisasi dalam periode pasca
perang.
Edward Lee Thorndike (1874-1949)
 teori koneksionisme dan mencetuskan
teori hukum-hukum belajar, yaitu law of
readiness, law of exercisse, dan law of
effect.
Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936)
 Classical conditioning. Hanya
memperhatikan hal-hal yang nampak diluar
namun mengabaikan proses mental.
Tokoh-tokoh
1.Edwin R. Guthrie (1886-1959)
2.Clark L. Hull (1884-1952)
3.Edward C. Tolman (1886-1959)
4.B. F. Skinner (1904-1990)

Edwin R. Guthrie (1886-1959)
 Mirip dengan pendapat Watson – meminimalisasi
pentingnya penguatan memaksimalkan
pentingnya kontiguitas.

 Learning based on contiguity
 “kombinasi stimulus yang menyertai gerakan
cenderung untuk diikuti oleh gerakan.”

 Law of Contiguity: Temporal/spatial conjunction is


sufficient for learning
 • Mengabaikan peran drive states dan
 reinforcement
 • Respon adalah tindakan yang terdiri atas
banyak
 gerakan.
 • Extinction reflects new learning, not decay
of a trace
 • Learning occurs in 1 trial, often via insight.

Edwin R. Guthrie (1886-1959)

 Perilaku adalah suatu fungsi dari lingkungan.



 Bila makanan tersedia, seekor hewan akan
berusaha untuk mendapatkannya – respon
yang berhasil akan dapat dipelajari.

 Gabungan Stimulus-Respon dipelajari melalui
pembelajaran satu percobaan

 Tindakan – pergerakan
Gerakan disebabkan oleh stimulus
Pengulangan menghasilkan gerakan dan perilaku
yang lebih baik


Edwin R. Guthrie (1886-1959)

Efek hadiah atau hukuman ( reward and


punishment ) memberikan umpan balik
tentang situasi stimulus, mengubah situasi
tersebut, memicu ikatan baru antara
situasi stimulus yang telah diubah dengan
gerakan.
Kontribusi:
Kritik:
Simplicity reflects important gaps
Lebih berdasarkan kepada filosofi bukannya
eksperimen.
Clark L. Hull (1884-1952)

Riwayat Hull

 1. U. of Wisconsin: m em pelajari t eknik


pert am bangan sebelum psikologi
 2. 1918: Ph.D. dari Wisconsin
 3. 1929: Prof .di Yale
 4. Teori perilaku yang berasal dari hukum
kondisional Pavlov
 a. 1943: Prinsip dari Perilaku
 Teori komprehensif yang
menjelaskan semua tingkah laku
 b. 1952: Sistem tingkah laku
 Melanjutkan untuk merevisi
sistemnya serta hasil dari
penelitiannya
Clark L. Hull (1884-1952)
 Bercita-cita membangun hukum behavior yang
bersifat universal.
Pemikirannya terinspirasi dari Teori Evolusi
Darwin – pentingnya kemampuan adaptasi,
seleksi alam, dan kelangsungan perilaku
dalam evolusi.
 tidak mempelajari behavior spesies secara
spesifik
 Mencari hukum universal yang dapat
menjelaskan tentang perilaku manusia dan
hewan.
mencoba untuk mengembangkan formula
matematik yang sangat kompleks agar bisa
memprediksi perilaku

Clark L. Hull (1884-1952)
Objective methodology & quantification
 1. Objektif: metode eksperimental

 2. Kuantitatif: menggunakan bahasa matematika

 3. 4 metode penelitian ilmiah

 a. Observasi sederhana
 b. Observasi yang terkontrol secara sistematis
 c. Pembuktian hipotesis
 d. Metode hipothetikodeduktif
 1) menentukan postulat yang dapat dites secara eksperimental
 2) Melakukan eksperimen
 3) Tidak didukung not supported by experimental
evidence lakukan revisi.
 4) If supportedincorporated into the body of science.
 5) method necessary for psychology to be a science


Clark L. Hull (1884-1952)
 3. Penjelasan pert am a
 a. Kebut uhan fisik (cont oh: m akanan, air, udara)
 b. Pent ing unt uk kelangsungan hidup individu
 4. Penjelasan kedua
 a. Belajar
 b. Sit uasi yang berhubungan dengan prim ary
drives
 c. Sas a result of t he associat ion, becom e drives
t hem selves
Clark L. Hull (1884-1952)
Hull’s Behavior Equation :
 Response probability
E = H * D *V * K − I
S R S R

 Strength of behavior—drive and habit


D drive, need S ER = ( S H R * D )
 Primary (innate) or secondary (learned)
 Reinforcement = drive reduction
Habit strength H = learning
S R
 Between stimulus and response

S HR
= number of reinforced responses
K incentive motivation—reward quality/quantity
 Performance motivation
V stimulus intensity dynamism
I inhibition--fatigue
Clark L. Hull (1884-1952)
 Kontribusi
 • Reinforcement plays key role in drive reduction
 • Identifikasi penjelasan kedua
 • Extinction due to build up of inhibition, partly
 conditioned
 • Hipotesis kekuatan kebiasaan
 Previously mentioned – system of formal logic used in
psychology
 • Pembelajaran dilakukan terus-menerus dan
bertahap

 Kritik:
 Postulates—single study
 Vulnerable to disproof
 Teori tidak kuat
Edward C. Tolman (1886-1959)

 A. Career
 1. studied engineering at MIT

 2. studied psychology at Harvard: Ph.D. in 1915

 3. 1912: studied with Kurt Koffka

 4. graduate school

 a. trained as Titchenerian structuralist

 b. questioned scientific usefulness of

introspection
 c. became acquainted with Watsonian

behaviorism, but later dissatisfied with his


approach
 5. Instructor at Nrothwestern U. and later U of

California at Berkeley

Edward C. Tolman (1886-1959)
 B. Purposive behaviorism
 1. 1932: Purposive Behavior in Animals and Men

 a. Mental states inferred from behavior


 b. Molar
 c. Behavior—purposive, goal directed
 Observable aspect of behavior
 Consciousness—exploratory behavior
 2. Reject introspection and no interest in internal
experiences.
 3. Purposive behaviorism:
Combining the objective study of behavior with the
consideration of purposiveness or goal orientation
in behavior. (all actions were goal-directed)
Edward C. Tolman
 C. Int ervening variables
 1. t he init iat ing kasus dan hasilnya harus dapat
diobservasi dan didefinisikan secara operasional.
 2. t he act ual det erm inant s of behavior
 int ernal process t hat connect t he st im ulus
sit uat ion w it h observed response
 S-O-R (O: Organism ), bukan S-R
 Tidak bisa diam at i secara obyekt if
 int ervening variable: e.g., Hunger
 3. Pet a Kognit if
anim al est ablishes a cognit ive m ap (e.g.,
a com prehensive pict ure of t he m aze)
 4. Pem belajaran t et ap :
 Belajar t idak bisa diam at i Learning cannot be
observed at t he t im e t hat it is occurring
 Pem belajaran t anpa penguat an

Edward C. Tolman (1886-1959)
 Mempelajari perilaku tikus yang berlari di dalam labirin.
 Menentukan bahwa perilaku tikus tersebut lebih daripada
menghubungkan Stimulus dan Respon
 Tikus melalui labirin bukan hanya untuk mendapatkan hadiah, tapi juga
mempelajari bahwa ia akan mendapatkan hadiah.
 Hadiah yang berbeda memiliki harga yang berbeda pada binatang.
 Bila hadiah diganti dengan yang lebih rendah harganya, tikus berlari
lebih lamban dan melakukan beberapa kesalahan.
 Kesimpulan: tikus harus mempelajari labirin selama tidak mendapatkan
hadiah, dan mereka mengembangkan peta kognitif dalam labirin
 Tolman menyatakan hal ini sebagai pembelajaran tetap
 Belajar tanpa penguatan adalah permasalahan utama untuk behavioris
radikal.
Edward C. Tolman (1886-1959)
Teori Belajar:
 1. Menolak law of effect Thorndike

 a. hadiah memiliki pengaruh kecil terhadap


pembelajaran.
 2. Pengulangan memperkuat hubungan pembelajaran antara
isyarat lingkungan dan pengharapan organisme
 3. Peta Kognitif
Hewan membangun suatu peta kognitif (contoh
:a comprehensive picture of the maze)
 4. Pembelajaran tetap:
Pembelajaran tidak dapat diobservasi saat
sedang dilakukan.
Pembelajaran tanpa penguatan.
Edward C. Tolman (1886-1959)
Tiga variabel yang mempengaruhi tingkah
laku:
Variabel independen– kondisi dari eksperimen– apa
yang dikontrol
Variabel Intervening – variabel subyek, usia,
kemampuan, pengalaman lampau
Variabel dependen – apa yang diukur

Behavior yang diukur dengan variabel
dependen adalah suatu fungsi dari variabel
independen dan intervening.
Edward C. Tolman (1886-1959)
Kontribusi :
Previously mentioned – system of formal
logic used in psychology
His theories and ideas were so clear and
well formulated that they became excellent
targets for others
Kritik:
B. F. Skinner (1904-1990)
 Influences :
Neurophysiologists Pavlov and Sherrington –
study of the reflex
Watson’s behaviorism
 Classical conditioning – the animal responds to the
environment – learning results from the
environment

 Operant conditioning – the animal operates on the
environment – the animal performs arbitrary
behaviors and if a behavior is rewarded it will
occur again

 The animal controls the response rate not the
experimenter


B. F. Skinner (1904-1990)
Operant conditioning
 1. operant behavior

 a. rat presses the bar and then gets food.


 b. this type of behavior is the more
representative of everyday learning
 2. the "Skinner box": study the rate of response
 3. law of acquisition
 a. key variable: reinforcement
 b. practice itself will not increase the arte of
responding
 c. practice provides opportunities for additional
reinforcement to occur
B. F. Skinner (1904-1990)

Skinner’s life

 1. Born in Pennsylvania
 2. Life is a product of past reinforcements
 3. 1925: Hamilton College (NY): degree in English
and desire to be a writer, no courses in psychology
 4. read about Pavlov’s and Watson’s work
 5. 1931: Ph.D. in psychology from Harvard
 6. Taught at the U. of Minnesota and Indiana U.
 7. 1953: Science and Human Behavior (basic book
for his approach)
 8. 1990 (final article): "Can Psychology Be a
Science of Mind?“

B. F. Skinner (1904-1990)
Schedules of reinforcement
 1. reinforcement is necessary in operant behavior

 2. reinforcement schedules: conditions involving various rates

and times of reinforcement


 a. continuous
 b. fixed and variable

c. ratio and interval
 D. Verbal behavior
1. The verbal behavioral responses can be reinforced by
speech sounds or gestures
2. Parents’ behavior:
 Parents give different responses to their child’s unacceptable
words or polite words

B. F. Skinner (1904-1990)
 E. Behavior modification
 1. Definition: The use of positive reinforcement to
control or modify the behavior of individuals or
groups.
o
 2. used in a variety of applied settings

 3. reinforce desired behavior and not reinforce undesired


behavior
o
 4. punishment is not used

B. F. Skinner (1904-1990)
 Kontribusi:
 Use of small numbers of subjects, studied intensively
 Focus on individual performance, avoidance of pooled
data
 Use of simple descriptive statistics, not inferential
statistics
 Absence of explicit a priori hypotheses
 Physiological basis of reinforcement not addressed (no
drive reduction, or affective states).
 Gadgetry (Skinner box; cumulative recorder; teaching
machine; air crib)
 Codification of operant responses (no external eliciting
stimulus; instrumental effects)
 Superstitious behavior
 Shaping
 t he im provem ent of societ y
 st rengt h and ram ificat ions of his radical behaviorism

B. F. Skinner (1904-1990)
Kritik:
Really did theorize despite claim to avoid it
No definition of reinforcement independent
of reinforcer
Cavalier generalization across species and
to society
Discrete responses aren’t typical
Instinctive drift is a common phenomenon
Linguistic organization is partly innate.

Metode
 Model pemrosesan Informasi dan Matematis

Fungsi Probabilitas untuk memprediksi perilaku
 Observasi
 Metode kuantitatif
 Eksperimen


Tujuan
Memprediksi perilaku
Mempelajari perilaku
Mengendalikan perilaku
Memodifikasi perilaku dalam segala
penerapan psikologi
Pokok Pembahasan
Mengenai perilaku yang nampak.
Teori komprehensif tentang pembelajaran.
Penolakan sistem S-R yang kaku.
Kontribusi
Growing database of animal learning and
physiological research
Focus of most experimentation on learning
Agreement that learning is associational
Assumption that complex behavior can be
reduced to conditioning.

Kritik
Pengembangan teori komprehensif tentang
pembelajaran hampir mencapai bentuk
lengkapnya melalui Hull, namun karena
adanya teori komprehensif yang tidak
memadai maka memicu Positivisme
Radikal Skinner.