Anda di halaman 1dari 37

SEIRING PERKEMBANGAN ZAMAN DAN

PESATNYA DUNIA TEKNOLOGI, MAKA AKAN


SEMAKIN KERAS JUGA PERKEMBANGAN
BERITA YANG MENYEBAR DI BERBAGAI BENTUK
NEGARA. SEMUA INFORMASI DAPAT DIKETAHUI
SECARA CEPAT DAN LENGKAP. NAMUN
TERKADANG, BERITA ATAU INFORMASI YANG
TERSEBAR BELUM TERBUKTI KEBENARANNYA
YANG KERAP DIKENAL DENGAN PALSU
(HOAKS)(
PENGERTIAN HOAKS

HOAKS ADALAH KABAR BERITA YANG


BERKEMBANG DI MASYARAKAT DENGAN KETIDAK
ADANYA SUMBER RELEVAN DALAM PENYAMPAIAN
MATERI-MATERINYA, SEHINGGA KONDISI INI
MENYEBABKAN KEGADUHAN SERTA
MEMUNCULKAN POTENSI PERPECAHAN DALAM
KEHIDUPAN.
Hoax adalah Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha
untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk
mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu
tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu
MENURUT PARA AHLI

Silverman

Hoaks adalah runtutan informasi yang memiliki kesengajaan dalam


melakukan penyesatan penyebaran informasi, namun dianggap benar
dan dijual atas nama kebenaran.

Kamus Jurnalistik

Hoaks atau berita palsu merupakan berita yang menyesatkan dan


menyebabkan pencemaran nama baik kepada pihak yang terkait.

Werme

Hoaks atau berita palsu adlaah berita yang mengandung unsur


kebohongan dalam menyampaikan informasi, melakukan penyesatan
orang dalam penyebaran informasi dengan maksud dan tujuan tertentu,
kemudian disajikan dalam bentuk yang seakan-akan nyata dan terbukti.
Ciri Berita Hoaks

SECARA UMUM KARAKTERISTIK HOAKS YANG BERKEMBANG


DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT, ANTARA LAIN ADALAH
SEBAGAI BERIKUT;

 TIDAK MEMILIKI SUMBER YANG JELAS

 BERISI BENTUK FANATISME, ATAS NAMA IDEOLOGI ATAU


LAINNYA.

 PENGANTARNYA PROVOKATIF
 TERLIHAT KONYOL DAN MERAGUKAN
Mengapa KITA Dengan Mudah TERJEBAK Hoax dan
Kampanye Hitam

• Budaya saling BERBAGI - PAMER


• Sentimen SARA masih kuat
• Terjebak dalam ESPRIT DES CORPD
yang keliru
• Belum bisa membedakan ranah
PRIVATE DAN PUBLIC
• Cukup judul dan abaikan content
• ...
Elemen Berita HOAX
• Menggunakan kalimat peruasif yang
memaksa seperti : Sebarkanlah!,
Viralkanlah!, dan sejenisnya.
• Artikel penuh huruf besar dan tanda seru.
• Merujuk pada kejadian dengan istilah
seperti kemarin, dua hari yang lalu,
seminggu yang lalu (tidak ada tanggal dan
hari yang jelas).
• Lebih merupakan opini dari seseorang,
bukan fakta.
Elemen Berita HOAX (2)
• Terkesan Menakut-nakuti atau Menyesatkan
Penerima Berita
• Meneror Seseorang atau Sekelompok
Orang Agar Merasa Takut
• Provokatif dan Cenderung Mengadu
Domba
• Menghujat Seseorang Atau Golongan
• Memuji Secara Berlebihan “Lebay”
Elemen Berita HOAX (3)
• Sebarkan Seabanyak Mungkin, Jangan
Hanya Terputus Di Tangan Anda
• Sudah Banyak yang Tertipu, Berhati-Hatilah
• Baca Pesan Ini 5 Menit Pesan Otomatis Akan
Dihapus
• Kadang “Menjual Stasiun TV atau Sumber
Terpercaya” Untuk Mengelabui
• ...
DASAR HUKUM
Mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),
hukuman empat tahun penjara bisa dikenakan bagi yang menyatakan
permusuhan di depan umum, sesuai Pasal 156 KUHP.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE


"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa
hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi
elektronik dan/atau dokumen elektronik yang
bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran
nama baik"

Pasal 310 ayat (1) KUHP


Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan
menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum,
diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan
atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
LATAR BELAKANG
SE NO: SE/6/X/2015 TENTANG PENANGANAN UJARAN KEBENCIAN

PENANGANAN HATE SPEECH TLH LAMA DIDISKUSIKAN DAN ATAS


DORONGAN SEJUMLAH LSM THN 2012 TLH DIADAKAN SEMINAR HATE
SPEECH UTK MENAMPUNG MASUKAN DR PAKAR & MASY.

BHW KOMPOLNAS TLH LAKK LIT DI 4 KOTA BESAR DI IND (BDG,


SBY, MAKASSAR, BANTEN) TTG PENANGANAN UJARAN KEBENCIAN
OLEH POLRI DI DAERAH

HASIL PENELITIAN:
 ANGGT POLRI KRG MEMAHAMI TTG UJARAN KEBENCIAN
 ADANYA KEGAMANGAN (KERAGUAN) ANGGT POLRI DLM
TANGANI UJARAN KEBENCIAN

KOMPOLNAS REKOMENDASIKAN PADA KAPOLRI AGAR DIBUAT


PRODUK NASKAH DINAS TTG TATA CARA PENANGANAN UJARAN
KEBENCIAN

SETELAH DIKAJI PRODUK YG TEPAT ADALAH NASKAH DINAS DLM BENTUK


SURAT EDARAN (BUKAN DLM BENTUK PERATURAN ATAUPUN KEPUTUSAN)
MENGINGAT SIFAT & TUJUAN SE UTK MEMBERITAHUKAN MENGENAI TATA
CARA YG BERLAKU ATAU KETENTUAN YG HARUS DILAKS (PERKAP NO. 15
TAHUN 2007 TTG NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN POLRI)
CONTOH KASUS HATE SPEECH
TOLIKARA ISLAM
ITU
CINTA
DAMAI
HOAX DI MEDIA SOSIAL
HOAX DI MEDIA SOSIAL
HOAX DI MEDIA SOSIAL
SE NO: SE/6/X/2015
TENTANG PENANGANAN UJARAN KEBENCIAN

SE INI DITUJUKAN UTK INTERNAL POLRI BUKAN


PERINTAH UTK GAKKUM TETAPI MENGUPAYAKAN
PENCEGAHAN.

SE ADALAH PEMBERITAHUAN MENGENAI TATA CARA


YG BERLAKU / KETENTUAN YG HARUS DILAKS (VIDE
PASAL 12 AYAT (1) PERKAP NO 15 TAHUN 2007 TTG
NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN POLRI).

SE BKN REGULASI ATAU PERAT, JADI TDK MEMUAT


NORMA BARU (PASAL 8 UU NO 12 TAHUN 2011 TTG
PEMBENTUKAN PERAT PERUNDANG – UNDANGAN).

SE HANYA BERSIFAT PEMBERITAHUAN MENGENAI


KETENTUAN YG HRS DILAKS DLM PENANGANAN
UJARAN KEBENCIAN OLEH ALAMAT / ADRESSAT DR SE
TSB YAITU DISTRIBUSI A, B,C DAN D MABES POLRI.

6
PEMAHAMAN UMUM & BENTUK2 UJARAN KEBENCIAN, SERTA PENJELASAN
MENGENAI DAMPAK NEGATIF YG AKAN MUNCUL APBL TERJADI PEMBIARAN
THD DUGAAN ATAU TERJADINYA UJARAN KEBENCIAN YG DITUJUKAN PD
SUATU KOMUNITAS TTT

 HATE SPEECH SEMAKIN MENDPT PERHAT MASY SEIRING DGN


MENINGKATNYA KEPEDULIAAN THD PERLINDUNGAN HAM.
 PERBUATAN HATE SPEECH MILIKI DAMPAK YG MERENDAHKAN HARKAT
MARTABAT MANUSIA DAN KEMANUSIAAN.
 HATE SPEECH BISA DORONG TERJADINYA KEBENCIAN KOLEKTIF,
PENGUCILAN, DISKRIMINASI, KEKERASAN DAN BAHKAN PEMBANTAIAN
ETNIS / GENOSIDA.
 MASALAH HATE SPEECH HRS DPT DITANGANI DGN BAIK KRN DPT
MERONGRONG PRINSIP BERBANGSA DAN BERNEGARA IND
 PEMAHAMAN DAN PENGET ATAS BENTUK – BENTUK HATE SPEECH MRPK
HAL PENTING YG HRS DIMILIKI OLEH PERS POLRI SHG DPT DIAMBIL
TIND PENCEGAHAN SEDINI MGKN SBLM TIMBULNYA TP AKIBAT DARI
HATE SPEECH
NORMA-NORMA GAKKUM YG DIBERITAHUKAN DALAM SE DIMAKSUD
DIAMBIL DARI HUKUM POSITIF DI INDONESIA, YAITU KUHP, UU
NO.11 THN 2008, UU NO. 40 THN 2008, SERTA TINDAKAN KETIKA
UJARAN KEBENCIAN TLH MENYEBABKAN TERJADINYA KONFLIK
SOSIAL

BENTUK UJARAN KEBENCIAN YG DIATUR DLM KUHP & UU LAIN DI LUAR


KUHP :
1. PENGHINAAN 5. MEMPROVOKASI
2. PENCEMARAN NAMA BAIK 6. MENGHASUT
3. PENISTAAN 7. PENYEBARAN BERITA BOHONG
4. PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN
UJARAN KEBENCIAN BERTUJUAN UTK MENGHASUT DAN MENYULUT
KEBENCIAN THD INDIVIDU DAN/ATAU POK MASY DLM BERBAGAI KOMUNITAS
YG DIBEDAKAN BERBAGAI ASPEK AL:
1. SUKU
7. WARNA KULIT
2. AGAMA
8. ETNIS
3. ALIRAN KEAGAMAAN
9. GENDER
4. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
10. KAUM DIFABEL (CACAT)
5. RAS
11. ORIENTASI SEKSUAL
6. ANTAR GOLONGAN

UJARAN KEBENCIAN (HATE SPEECH) DPT DILAKUKAN MELALUI


BERBAGAI MEDIA SPT:
1. DLM ORASI KEGIATAN KAMPANYE 5. CERAMAH KEAGAMAAN
2. SPANDUK / BANNER 6. MEDIA MASSA CETAK MAUPUN
3. JEJARING MEDIA SOSIAL ELEKTRONIK
4. PENYAMPAIAN PENDAPAT DI MUKA 7. PAMFLET
UMUM (DEMONSTRASI)
1. MEMONITOR DAN MENDETEKSI SEDINI MUNGKIN
TIMBULNYA BENIH PERTIKAIAN DALAM MASYARAKAT.
2. MELAKUKAN PENDEKATAN PADA PIHAK YANG DIDUGA
MELAKUKAN UJARAN KEBENCIAN.
3. MEMPERTEMUKAN DUA PIHAK (PELAKU DAN KORBAN).
4. MENCARI SOLUSI DAMAI.
5. BERI PEMAHAMAN MENGENAI DAMPAK YG AKAN TIMBUL
DARI UJARAN KEBENCIAN DI DLM MASY.

BILA TIND PREVENTIF SDH DILAKUKAN TIDAK MENYELESAIKAN


MASALAH MAKA DILAKUKAN PENEGAKAN HUKUM.
PASAL 310 KUHP
BARANG SIAPA SENGAJA MENYERANG KEHORMATAN ATAU NAMA
BAIK SESEORANG DGN MENUDUHKAN SESUATU HAL, YG
MAKSUDNYA TERANG SUPAYA HAL ITU DIKETAHUI UMUM, DIANCAM
KARENA PENCEMARAN DGN PIDANA PENJARA PALING LAMA 9
BULAN ATAU PIDANA DENDA PALING BANYAK Rp. 4.500 (EMPAT RIBU
LIMA RATUS RUPIAH)
PASAL 28 UU NO 11 TAHUN 2008 TTG ITE
• SETIAP ORANG DGN SENGAJA DAN TANPA HAK MENYEBARKAN BERITA
BOHONG DAN MENYESATKAN YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN
KONSUMEN DALAM TRANSAKSI ELEKTRONIK
• SETIAP ORANG SENGAJA DAN TANPA HAK MENYEBARKAN INFO YG
DITUJUKAN UNTUK INDIVIDU DAN/ATAU KELOMPOK MASYARAKAT
TERTENTU BERDASARKAN ATAS SUKU, AGAMA, RAS DAN ANTAR
GOLONGAN (SARA)

PASAL 45 (2) UU NO 11 TAHUN 2008 TTG ITE

PIDANA PENJARA PALING LAMA 6 TAHUN


DAN/ATAU DENDA PALING BANYAK Rp.
1.000.000.000,- (SATU MILIAR RUPIAH RUPIAH)
PERUBHAN UU ITE DGN PENAMBAHAN AYAT BARU PADA
PASAL 40 DIMANA PEMERINTAH BERHAK MENGHAPUS
DOKUMEN ELEKTRONIK YG TERBUKTI MENYEBARKAN
INFORMASI MELANGGAR UU TERUTAMA YG TERKAIT
PORNOGRAFI, SARA, TERORISME, PENCEMARAN NAMA
BAIK, DAN LAINYA JUGA TELAH DILAKUKAN
JAKARTA, KAMIS 29 DESEMBER 2016 PRESIDEN JOKOWI
SAAT MEBUKA RAPAT DI KANTOR PRESIDEN :

 “KITA HARUS EVALUASI MEDIA ONLINE YANG


SENGAJA MEMPRODUKSI BERITA BOHONG, TANPA
SUMBER YANG JELAS, DENGAN JUDUL PROVOKATIF,
MENGANDUNG FITNAH”

 “SAYA JUGA MINTA GERAKAN MASIF UNTUK


MELAKUKAN LITERASI EDUKASI DAN MENJAGA ETIKA
KEADABAN KITA DLM BERMEDIA SOSIAL
#STOPHOAX
KATAKAN
“NO”
UNTUK
HATE SPEECH
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR
19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS
UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008
TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI
ELEKTRONIK
Pasal 45A

(1) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak


menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang
mengakibatkan kerugian konsumen dalam
Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28
ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah).

(2) Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak


menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa
kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok
masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan
antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28
ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam)
tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah).
Pasal 45B

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak


mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-
nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara
paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
 MEMBERIKAN PEMAHAMAN PERUBAHAN LINGKUNGAN
MELALUI ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS (INTERNAL DAN
EKSTERNAL) YANG AKAN MEMPENGARUHI TERHADAP
KEBERLANGSUNGAN PENYELENGGARAAN NEGARA.
 ANALISIS DIBUTUHKAN UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN
YANG MENDALAM DAN OBJEKTIF TERHADAP SATU
PERSOALAN, SEHINGGA DAPAT DIRUMUSKAN ALTERNATIF
PEMECAHAN MASALAH YANG LEBIH BAIK
 MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG TEPAT ATAS PERSOALAN
YANG DIHADAPI DEMI KEBERLANGSUNGAN HIDUP
BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA.
• Strategi S-O (Strengths – Opportunities)
– Kategori ini mengandung berbagai alternatif strategi yang
bersifat memanfaatkan peluang dengan mendayagunakan
kekuatan/kelebihan yang dimiliki. Strategi ini dipilih bila skor
EFAS lebih besar daripada 2 dan skor IFAS lebih besar
daripada 2.
• Strategi W-O (Weaknesses – Opportunities)
– Kategori yang bersifat memanfaatkan peluang eksternal
untuk mengatasi kelemahan. Strategi ini dipilih bila skor
EFAS lebih besar daripada 2 dan skor IFAS lebih kecil atau
sama dengan 2.
• Strategi S-T (Strengths –Threats)
– Kategori alternatif strategi yang memanfaatkan atau
mendayagunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.
Strategi ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama
dengan 2 dan skor IFAS lebih besar daripada 2.
• Strategi W-T (Weaknesses –Threats)
– Kategori alternatif strategi sebagai solusi dari penilaian atas
kelemahan dan ancaman yang dihadapi, atau usaha
menghindari ancaman untuk mengatasi kelemahan. Strategi
ini dipilih bila skor EFAS lebih kecil atau sama dengan 2 dan
skor IFAS lebih kecil atau sama dengan 2.

Anda mungkin juga menyukai