Anda di halaman 1dari 35

SISTEM STARTING MOTOR

RAW MILL DENGAN LIQUID


ROTOR STARTER
Tujuan

• Mengetahui metode starting pada motor raw mill.


• Cara kerja liquid rotor starter dalam menurunkan arus pada saat awal starting motor.
Jenis-jenis Starter
• Direct Online Line
• Star – Delta
• Primary Resisitor Winding
• Autotransformer
• Soft Starter
• Frequency Drive/Variable Speed Drive(VSD)
• Liquid Rheostat/Liquid Rotor Starter
• Starting secara Direct on line ( DOL )
Pengasutan secara langsung DOL (direct on line) akan menarik arus sangat besar dari
jaringan (6 – 7 kali arus normal), dan torsi pengasutan 0,5 – 1,5x torsi nominal.
Gambar rangkaian motor dengan sistem DOL
• Starting dengan Star Delta
Star awal dilakukan dalam hubungan bintang dan kemudian motor beroperasi normal dalam
hubungan delta. Pengendalian bintang ke delta dapat dilakukan dengan sakelar mekanik Y /Δ
atau dengan relay / kontaktor magnit.
Metoda starting Y /Δ banyak digunakan untuk menjalankan motor induksi rotor sangkar yang
mempunyai daya di atas 5 kW (atau sekitar 7 HP). Untuk menjalankan motor dapat dipilih starter
yang umum dipakai antara lain : saklar rotari Y /Δ, saklar khusus Y /Δ atau dapat juga
menggunakan beberapa kontaktor magnit beserta kelengkapannya yang dirancang khusus untuk
rangkaian starter Y /Δ.
• Starting Dengan Menggunakan Tahanan Primer (Primary Resistance)
Starting dengan menggunakan tahanan primer adalah suatu cara menurunkan tegangan
yang masuk ke motor melalui tahanan yang disebut tahanan primer karena tahanan ini
terhubung pada sisi stator.
Gambar Starting dengan Tahanan Primer (Primary Resistance Starter).
• Starting dengan Auto Transformer
Starting dengan cara ini adalah dengan menghubungkan motor pada tahapan tegangan
sekunder auto transformer terendah. Setelah beberapa saat motor dipercepat, transformator
diputuskan dari rangkaian dan motor terhubung langsung pada tegangan penuh.
Gambar Starting dengan Auto-Transformer.
• Soft starter
Soft starter dipergunakan untuk mengatur/ memperhalus start dari elektrik motor. Prisip kerjanya
adalah dengan mengatur tegangan yang masuk ke motor. Pertama-tama motor hanya diberikan
tegangan yang rendah sehingga arus dan torsipun juga rendah. Pada level ini motor hanya sekedar
bergerak perlahan dan tidak menimbulkan kejutan. Selanjutnya tegangan akan dinaikan secara
bertahap sampai ke nominal tegangannya dan motor akan berputar dengan dengan kondisi RPM
yang nominal.

Komponen utama softstarter adalah thyristor dan rangkaian yang mengatur trigger thyristor. Seperti
diketahui, output thyristor dapat di atur via pin gate nya. Rangkaian tersebut akan mengontrol level
tegangan yang akan dikeluarkan oleh thyristor. Thyristor yang terpasang bisa pada 2 phase atau 3
phase.
Selain untuk starting motor, Softstarter juga dilengkapi fitur soft stop. Jadi saat
stop, tegangan juga dikurangi secara perlahan atau tidak dilepaskan begitu saja
seperti pada starter yang menggunakan contactor.

Contoh gambar rangkaian soft starter.


• Frequency Drive/Variable Speed Drive(VSD)
Inverter / VSD / VFD merupakan alat untuk mengatur kecepatan putaran motor dengan cara
mengubah frekuensi listrik sesuai dengan kecepatan motor yang diinginkan. Secara sederhana
prinsip dasar dari Inverter (Variabel Frequency Drive) adalah mengubah input motor(Listrik AC)
menjadi DC dan kemudian dijadikan AC lagi dengan frekuensi yang dikehendaki sehingga motor
dapat dikontrol sesuai dengan kecepatan yang diinginkan.

Gambar Bagian Utama Dari Inverter


Berikut rumus dasar pengaturan RPM yang tergantung dari frekuensi dan jumlah kutub (pole) :

Ns=120.f/p
Ket:
n : Kecepatan Motor ( rpm )
f : Frekuensi Listrik ( Hz )
P : Jumlah Kutub Motor
• Liquid Rheostat/Liquid Rotor Starter
Metode lain untuk menurunkan arus starting adalah dengan menggunakan tahanan
(R) yang dihubungkan pada rangkaian rotor. Starting ini hanya dapat dipakai untuk motor
induksi motor rotor lilit (motor slip ring), sedangkan untuk motor induksi rotor sangkar hal ini
tidak bisa dilakukan.
Motor induksi rotor lilit juga disebut motor induksi cincin geser (slipring), rotornya
mempunyai lilitan yang dihubungkan ke tahanan luar. Pada waktu starting, motor
dihubungkan dengan tahanan (Rheostat) dengan harga R yang maksimum. Setelah motor
running, maka rheostat dihubung singkat.
Jenis-jenis Motor
• Motor DC
Motor arus searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak
langsung/direct-unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana
diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran
kecepatan yang luas.
Motor DC memiliki tiga komponen utama :
• Kutub medan.
Secara sederhada digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan
perputaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo
yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan. Motor DC sederhana
memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan. Garis magnetik energi membesar
melintasi bukaan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan. Untuk motor yang lebih besar
atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet. Elektromagnet menerima listrik
dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan.
• Dinamo.
Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Dinamo yang
berbentuk silinder, dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus
motor DC yang kecil, dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-
kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya
berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo.
• Commutator.
Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk
membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Commutator juga membantu dalam transmisi
arus antara dinamo dan sumber daya.
• Motor AC

Motor arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara
teratur pada rentang waktu tertentu. Motor listrik memiliki dua buah bagian dasar
listrik: "stator" dan "rotor" seperti ditunjukkan dalam Gambar. Stator merupakan
komponen listrik statis. Rotor merupakan komponen listrik berputar untuk memutar
as motor.

Keuntungan utama motor DC terhadap motor AC adalah bahwa kecepatan motor


AC lebih sulit dikendalikan. Untuk mengatasi kerugian ini, motor AC dapat dilengkapi
dengan penggerak frekwensi variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan
sekaligus menurunkan dayanya. Motor induksi merupakan motor yang paling
populer di industri karena kehandalannya dan lebih mudah perawatannya. Motor
induksi AC cukup murah (harganya setengah atau kurang dari harga sebuah motor
DC) dan juga memberikan rasio daya terhadap berat yang cukup tinggi (sekitar dua
kali motor DC).
• Motor Sinkron

Motor sinkron adalah Motor AC, bekerja pada kecepatan tetap pada sistim frekwensi tertentu.
Motor ini memerlukan arus searah (DC) untuk pembangkitan daya dan memiliki torque awal
yang rendah, dan oleh karena itu motor sinkron cocok untuk penggunaan awal dengan beban
rendah, seperti kompresor udara, perubahan frekwensi dan generator motor. Motor sinkron
mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim, sehingga sering digunakan pada sistim yang
menggunakan banyak listrik.
Komponen utama Motor Sinkron :
Rotor. Perbedaan utama antara motor sinkron dengan motor induksi adalah bahwa rotor mesin
sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan perputaran medan magnet. Hal ini
memungkinkan sebab medan magnit rotor tidak lagi terinduksi. Rotor memiliki magnet
permanen atau arus DC-excited, yang dipaksa untuk mengunci pada posisi tertentu bila
dihadapkan dengan medan magnet lainnya.
ƒStator. Stator menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan frekwensi yang
dipasok.
Motor
Sinkron
Motor ini berputar pada kecepatan sinkron, yang diberikan oleh persamaan berikut
(Parekh, 2003):

Dimana :
f = frekwensi dari pasokan frekwensi
P= jumlah kutub
• Motor Induksi

Motor induksi merupakan motor yang paling umum digunakan pada berbagai peralatan industri.
Popularitasnya karena rancangannya yang sederhana, murah dan mudah didapat, dan dapat
langsung disambungkan ke sumber daya AC

Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama :


Rotor, Motor induksi menggunakan dua jenis rotor:
- Rotor kandang tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan dalam petak-petak
slots paralel. Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek pada kedua ujungnya dengan
alat cincin hubungan pendek.
- Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase, lapisan ganda dan terdistribusi. Dibuat
melingkar sebanyak kutub stator. Tiga fase digulungi kawat pada bagian dalamnya dan ujung
yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang pada batang as dengan sikat yang
menempel padanya.
- Stator. Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan tiga
fase. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu. Gulungan diberi spasi
geometri sebesar 120 derajat.
Motor Induksi
Jenis Motor

Metode starting dengan menggunakan metode tahanan rotor hanya untuk


motor induksi dengan jenis wound rotor. Penambahan tahanan rotor, akan
mengubah karakteristik torsi (pergeseran titik slip torsi maksimum) dan
menurunkan arus. Keuntungan menurunkan arus starting, memperbaiki
respon torsi starting motor, dan mempercepat waktu starting.
Slipring motor 2400 kW- motor, slipring, liquid rheostat
Mengapa harus menggunakan
starter ?
Starting motor merupakan salah satu penyebab ketidakstabilan dalam system
jaringan tenaga listrik karna pada saat motor starting awal akan menyebabkan
5-8kali arus nominalnya yang dapat menyebabkan tegangan jatuh (drop
voltage).
Selain bertujuan menurunkan arus starting, metode starting ini juga dapat
digunakan untuk mendapatkan torsi starting maksimal.
Pengertian dan Cara Kerja Liquid Rotor
Starter
LIQUID STARTER
Liquid Starter adalah pemanfaatan media cair (liquid) sebagai tahanan luar motor induksi slip-ring.
Liquid Starter berguna untuk meredam atau menahan arus yang sangat tinggi yang ditimbulkan
saat starting motor :
Bagian-bagian Liquid Starter

• Tank
Tank adalah bak dimana elektrolit ditempatkan. Bak ini terbuat dari baja dan tahan terhadap air.
• Elektroda
Pada sistem liquid starters, elektrode terdiri atas 6 buah elektrode yaitu 3 buah elektrode yang
dipasang pada lubang-lubang bagian bawah tank elektrolit yang disebut sebagai fixed elektroda
dan 3 buah elektroda lagi pada bagian atas tank yang disebut sebagai moved elektroda.
Sepasang elektroda untuk tiap pasangnya. Elektroda ini terbuat dari tembaga yang tersusun
atas cincin-cincin silinder dan tahan terhadap air.
• Elektrolit
Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus. Karena itulah elektrolit dapat
dimanfaatkan sebagai tahanan luar motor induksi slip ring. Pada system liquid starter, elektrolit
yang digunakan adalah larutan garam Na2CO3 yang bersifat basa. Na2CO3 adalah jenis
garam yang sukar larut dalam air. Tergantung pada kondisi awal dan nilai rotor konsentrasi air /
natrium karbonat dapat bervariasi antara 0,5 dan 6% (massa).
• Motor Penggerak (Drive Motor)
Drive Motor berfungsi sebagai penggerak naik-turunnya elektroda. Drive Motor merupakan
motor induksi 3 fasa dengan daya 0.25 kW 380/220 V, 50 Hz dan 0.82/1.42 A.
• Short Circuit Contactor
Contactor ini berfungsi menghubung singkatkan tahanan luar, pada saat posisi elektroda pada
posisi Rmin. Short Circuit Contactor ini ditempatkan pada panel kontrol tersendiri disisi luar dari
tank.
• Panel Control
Panel ini berisi rangkaian control LQ Starter.
• Prinsip kerja
Liquid Starters ini bekerja saat starting motor. Saat motor distart, posisi elektroda ada di atas
atau pada saat Rmax . Perlahan-lahan tahanan dikurangi sampai pada posisi Rmin yang
ditandai dengan turunnya elektroda pada posisi bawah. Naik-turunnya elektroda ini digerakkan
oleh motor penggerak yang bekerja secara otomatis. Saat posisi ini tahanan luar telah
dihubung singkat dan contactor shot-circuit bekerja.
Diagram kontrol starter
fungsional
Rangkaian Liquid Rotor Starter
Name Plat
Part List
Permasalahan yang terjadi pada
Liquid Rotor Starter
• MCB meledak, disebabkan kendurnya konektor antara kabel dengan MCB.
• Terjadi aus pada batang elektroda, dikarenakan kurang pelumas di dalam gear
box elektroda.
Liquid Rotor Starter
Maintenance
Perawatan yang dilakukan pada Liquid Motor Starter menggunakan metode PMR (Preventive
Maintenance Routine).
Pemeliharaan pencegahan (Preventive) berupa pengamatan yang dilakukan secara rutin dan
terjadwal, terbagi menjadi 3 :
• Condition monitoring
Pengukuran, pencatatan dan interpretasi data yang berkesinambungan atau berkala untuk
menunjukkan kondisi suatu barang untuk menentukan kebutuhan pemeliharaan.
• Replace
Strategi penggantian berdasarkan interval yang telah ditentukan dapat menjadi bagian dari
pemeliharaan preventif.
• Service
Ada banyak item yang perlu diservis pada interval yang ditentukan sebelumnya.
Contoh servis adalah pelumasan, kalibrasi, pengujian fungsi, dan pembersihan.
Contoh Datasheet PMR
TERIMA KASIH

Muhammad Fahmi Mukhlis


REFERENSI
• http://dunialistrikblog.wordpress.com/2018/06/07/macam-macam-pengasutan-
motor-induksi/amp
• http://belajarelektronika.net/jenis-jenis-motor-listrik-dan-penjelasannya/
• http://moeslemboemen.blogspot.com/2009/01/liquid-starter.html?m=1
• ‘Three-Phase Liquid Rotor Starter’ , Karl-Schiefer-Str. http://www.esmmars.de.
2013