Anda di halaman 1dari 13

• Al Imrohatus Zakiyah

• Nirwana
• Wahyu Andriani
• Hanny Tjahyadi
• Mipta Hussahdiah Dongoran
 Merencanakan Audit Atas Siklus Produksi
 Menggunakan Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri
untuk Mengembangkan Strategi Audit
 Materialitas, Resiko Inhern, dan Prosedur Analitis
 Pertimbangkan Komponen Pengendalian Internal
 Aktivitas Pengendalian Transaksi Pabrikasi
 Pengujian Substantif Atas Saldo Persediaan
Siklus produksi meliputi perencanaan
serta pengendalian produksi dari jenis-
jenis dan kuantitas barang yang akan
diproduksi, tingkat persediaan yang akan
dipertahankan, serta transaksi dan
peristiwa yang berkaitan dengan proses
pabrikasi.
Siklus produksi saling berkaitan dengan tiga
siklus lain berikut ini :

• Siklus pengeluaran dalam pembelian bahan


baku dan pembayaran berbagai biaya
overhead.
• Siklus jasa personalia dalam pembayaran
biaya tenaga kerja pabrik.
• Siklus pendapatan dalam penjualan barang
jadi
 Tujuan audit atas kelompok transaksi yang
berkaitan dengan transaksi pabrikasi.

 Tujuan audit atas saldo akun yang berkaitan


dengan saldo persediaan serta harga pokok
penjualan.
 Pemahaman tentang bisnis dan industri klien
akan membantu auditor dalam merancang
program audit yang efektif dan efisien. Bagi
banyak perusahaan persediaan pabrikasi
merupakan proses inti, dan kemampuan entitas
itu untuk menghasilkan laba serta arus kas akan
tergantung pada seberapa baik proses pabrikasi
itu dikelola.
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi
materialitas adalah penentuan besarnya salah saji yang
akan mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan
yang berakal sehat.

Resiko inheren dari terjadinya salah saji dalam


laporan keuangan yang disebabkan oleh transaksi
persediaan pada jaringan hotel atau distrik sekolah
relative rendah, karena persediaan bukan merupakan
bagian yang material dari proses entitas ini.

Prosedur analitis adalah prosedur yang murah dari


segi biaya dan dapat membuat auditor waspada terhadap
potensi terjadinya salah saji.
 Dalam siklus pendapatan dan pengeluaran,
aspek-aspek dari kelima komponen sistem
pengendalian internal suatu entitas dapat
diterapkan pada transaksi pabrikasi dalam
siklus produksi.
Komponen aktivitas pengendalian dalam pengendalian
internal terdiri atas empat kategori aktivitas :

(1) pemisahan tugas, pengendalian umum, dan


pengendalian aplikasi,
(2) pengendalian pemrosesan informasi yang
mencangkup otorisasi yang tepat,
(3) pengendalian fisik, serta
(4) penelaahan kinerja dan akuntabilitas.
 Memulai Produksi
 Perpindahan Barang
 Mencatat Transaksi Pabrik dan Persediaan
 Pengendalian Manangement
 Memproses Pemahaman dan Nilai Risiko
Pengendalian.
 Pengujian substantif adalah prosedur audit
yang didesain untuk menguji kesalahan dalam
nilai rupiah yang mempengaruhi langsung
kebenaran dari saldo-saldo dalam laporan
keuangan.
 Prosedur Awal
 Prosedur Analitis
 Pengujian Rincian Transaksi
 Pengujian Rincian Saldo (Estimasi Akuntansi)
 Penyajian dan Pengungkapan