Anda di halaman 1dari 31

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA

ADMINISTRASI
PEMASYARAKATAN
CPNS 2018 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM REPUBLIK
INDONESIA
ASAS PEMASYARAKATAN
• Menempatkan tahanan, narapidana, anak
berkonflik hukum (ABH), dan klien pemasyarakatan
sebagai subyek
• Dipandang sebagai pribadi dan warga negara biasa
serta dihadapi bukan dengan latar belakang
pembalasan tetapi dengan pembinaan dan
bimbingan.

2
Prinsip-prinsip administrasi dan
manajemen Pemasyarakatan
• pelayanan tahanan ialah segala kegiatan yang dilaksanakan dari
mulai penerimaan sampai dengan tahap pengeluaran tahanan.
• pembinaan narapidana ialah semua usaha yang ditujukan untuk
memperbaiki dan meningkatkan akhlak (budi pekerti) para
narapidana yang berada di dalam Lembaga
Pemasyarakatan/Rutan (institutional treatment).
• pembinaan ABH ialah semua usaha yang ditujukan untuk
memperbaiki dan meningkatkan akhlak (budi pekerti) para ABH
yang berada di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)
/Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS) sesuai UU No.11
tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak

3
Prinsip-prinsip administrasi dan
manajemen Pemasyarakatan
• bimbingan klien ialah semua usaha yang ditujukan untuk
memperbaiki dan meningkatkan akhlak (budi pekerti) para
klien Pemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Balai
Pemasyarakatan (post release treatment).
• Pengelolaan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara
adalah semua usaha untuk menyimpan, memelihara, dan
mengamankan benda sitaan/barang rampasan Negara di
Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan
Negara sejak diterima benda tersebut sampai dengan
dikeluarkan (eksekusi) untuk menjamin perlindungan HAM
dan proses penegakan hukum yang adil.

4
DEFINISI
• RUTAN adalah tempat orang-orang yang ditahan
secara sah oleh pihak yang berwenang, baik untuk
kepentingan penyidikan, penuntutan, sampai
pemeriksaan di pengadilan
• LAPAS, adalah Unit Pelaksana Teknis
Pemasyarakatan yang menampung, merawat, dan
membina narapidana

5
KATEGORI LAPAS BERDASARKAN
TUPOKSINYA
• Lapas Umum
• Lapas Perempuan
• Lapas Khusus Narkotika
• Lapas Khusus Teroris
• Lapas Khusus Tipikor
• Lapas Industri
• Lapas Terbuka

6
KATEGORI LAPAS SESUAI BEBAN
KERJANYA
• LAPAS Kelas I
• LAPAS Kelas IIA
• LAPAS Kelas IIB

7
KATEGORI RUTAN BERDASARKAN
BEBAN KERJANYA
• RUTAN Kelas I
• RUTAN Kelas IIA
• RUTAN Kelas IIB
• Cabang RUTAN

8
PENERIMAAN TAHANAN
• Penerimaan tahanan harus didasarkan pada surat-surat
yang sah.
• Penerimaan tahanan baru di Rutan/Cabrutan dilakukan
oleh anggota petugas pintu utama (P2U) yang sedang
bertugas di pintu porter Rutan/Cab. Rutan.
• Sebelum petugas P2U yang bertugas menerima
tahanan, lebih dahulu harus meneliti surat-surat yang
melengkapinya dan mencocokkan dengan nama dan
jumlah yang tercantum dalam surat tersebut.

9
LANJUTAN
• Selanjutnya petugas P2U tersebut mengantar tahanan
beserta surat-surat dan barang-barang bawaannya
kepada Kepala Regu Pengamanan (KARUPAM).
• KARUPAM mengadakan penelitian dan pemeriksaan
ulang atas surat-surat dan barang bawaannya untuk
dicocokkan dengan tahanan yang bersangkutan.
• Dalam melakukan penelitian, KARUPAM dapat
melakukan penggeledahan dengan mengindahkan
norma-norma kesopanan dan penggeledahan terhadap
tahanan wanita harus dilakukan oleh petugas wanita.

10
LANJUTAN
• Jika dalam penggeledahan ditemukan barang
terlarang/ berbahaya, maka barang tersebut wajib
diamankan dan diselesaikan sesuai ketentuan yang
berlaku.
• Apabila penggeledahan selesai, KARUPAM
memerintahkan petugas untuk mengantar tahanan
baru beserta surat-surat dan barang-barang kepada
petugas pendaftar (REGISTRASI).

11
PENDAFTARAN TAHANAN
• Meneliti kembali sah tidaknya surat perintah/penetapan
penahanan dan mencocokkannya dengan tahanan yang
bersangkutan.
• Mencatat hal-hal penting seperti tanggal dan nomor surat
perintah/ penetapan penahanan dalam Buku Register A
menurut golongan tahanan tersebut.
• Meneliti kembali barang-barang yang dibawa tahanan dan
mencatat dalam Buku Penitipan Barang-barang (Register D)
dan setelah itu barang-barang diberi label yang di atasnya
ditulis antara lain pemiliknya dan sebagainya.

12
LANJUTAN
• Barang-barang perhiasan (berharga) yang mahal dicatat
dalam Buku Register D dan kemudian barang-barang
tersebut atau uang disimpan (dititipkan) di dalam
lemari besi (brandkast).
• Mencatat identitas tahanan, mengambil sidik jari
tahanan yang dicap pada surat perintah/penetapan
penahanan dan kartu daktiloskopi serta mengambil
foto tahanan.
• Pemeriksaan kesehatan tahanan kepada dokter atau
petugas medis Rutan/Cabrutan.

13
LANJUTAN
• Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas
pendaftaran membuat Berita Acara Penerimaan
tahanan yang ditandatangani bersama oleh Kepala
Unit REGISTRASI atas nama Kepala Rutan/Cabrutan
dan pengawalnya, kemudian mempersilakan
pengawal tersebut meninggalkan Rutan/ Cabrutan.
• Kepada tahanan baru kemudian diberikan barang
perlengkapan Rutan/Cabrutan.

14
PENEMPATAN TAHANAN
• Tahanan baru ditempatkan di blok pengenalan
lingkungan dan wajib mengikuti kegiatan pengenalan
lingkungan.
• Tahanan yang berpenyakit menular harus
dikarantinakan dan dibuatkan catatan tentang
penyakitnya, demikian juga terhadap tahanan yang
berpenyakit lain dicatat dalam buku khusus untuk
keperluan tersebut (Register G).
• Setiap tahanan perlu diwawancarai untuk kepentingan
perawatannya di Rutan/Cabrutan.

15
LANJUTAN
• Dalam penempatan tahanan wajib memperhatikan
penggolongan mereka, berdasarkan : Jenis kelamin,
umur, tingkat pemeriksaan aparat penegak hukum,
jenis perkara, dan kewarganegaraan.
• Untuk mengetahui data penghuni blok, pada bagian
luar pintu sebelah kiri atau kanan setiap kamar
ditempel papan untuk mencantumkan daftar yang
berisi nama, nomor, daftar, umur, tingkat pemeriksaan,
tanggal habis masa penahanan (expirasi tahanan) dan
lain-lain yang dianggap perlu.

16
LANJUTAN
• Pengenalan lingkungan dilakukan oleh kepala blok
yang akan memberikan atau mengadakan :
• Penjelasan tentang hak dan kewajiban tahanan.
• Pengenalan terhadap peraturan dan ketentuan yang
berlaku.
• Masa pengenalan lingkungan paling lama 7 hari kerja.

17
PENERIMAAN NARAPIDANA
• Narapidana yang baru masuk di LAPAS wajib disertai
surat-surat yang sah.
• Penerimaan narapidana yang pertama kali dilakukan
oleh petugas P2U di pintu portir LAPAS.
• Petugas P2U mengantar narapidana beserta
pengawalnya kepada KARUPAM.
• KARUPAM yang menerima narapidana, segera meneliti
apakah surat-surat yang melengkapinya sah atau tidak
dan mencocokkan narapidana yang tercantum di dalam
surat tersebut.

18
LANJUTAN
• KARUPAM mengadakan penelitian dan pemeriksaan
ulang terhadap surat-surat, barang-barang bawaan
untuk dicocokkan dengan narapidana yang
bersangkutan.
• Setelah pencocokan selesai kemudian dilakukan
penggeledahan terhadap narapidana yang baru
diterima.
• Dalam melakukan penggeledahan wajib mengindahkan
norma-norma kesopanan. Penggeledahan terhadap
narapidana wanita harus dilakukan oleh petugas
wanita.

19
LANJUTAN
• Jika dalam penggeledahah ditemukan barang terlarang,
maka barang tersebut harus diamankan dan
diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
• Apabila penggeledahan selesai, KARUPAM
memerintahkan untuk mengantar narapidana baru
beserta pengawalnya dan surat-surat, barang-barang
yang dibawa maupun hasil penggeledahan kepada
petugas REGISTRASI.
• Tanggung jawab atas sah tidaknya penerimaan
narapidana/ anak didik di tangan Kepala LAPAS.

20
PENDAFTARAN NARAPIDANA
• Meneliti kembali sah tidaknya surat keputusan/surat
penetapan/surat perintah dan mencocokkan
narapidana yang bersangkutan.
• Mencatat identitas narapidana dalam buku Daftar
Register B.
• Meneliti kembali barang-barang yang dibawa
narapidana dan mencatat dalam buku penitipan barang
(Register D), setelah itu barang-barang diberi label yang
di atasnya ditulisi nama pemilik dan sebagainya.

21
LANJUTAN
• Barang-barang perhiasan (berharga) yang mahal
harganya dicatat dalam Buku Register D dan
barang-barang berharga tersebut atau uang
disimpan (dititipkan dalam lemari besi (brandkast).
• Mengambil teraan jari (tiga jari kiri) narapidana
pada surat keputusan dan sepuluh jari kanan kiri
pada kartu daktiloskopi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
• Mengambil foto narapidana.

22
LANJUTAN
• Memerintahkan untuk memeriksa narapidana yang
bersangkutan kepada dokter atau paramedis
LAPAS.
• Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas
REGISTRASI membuat berita acara narapidana yang
ditandatangani bersama oleh petugas REGISTRASI
atas nama Ka. LAPAS kemudian mempersilahkan
pengawal tersebut untuk meninggalkan LAPAS.

23
PENEMPATAN NARAPIDANA
• Narapidana yang baru masuk ditempatkan di blok
penerimaan dan pengenalan lingkungan dan wajib
mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan.
• Narapidana yang sakit menular dan berbahaya ditempatkan
terpisah dan dibuatkan catatan tentang penyakitnya.
Demikian juga yang berpenyakit lain dicatat dalam buku
khusus yang semuanya bertujuan agar mereka dapat
memperoleh perawatan yang cepat dan tepat (Register G).
• Setiap narapidana/anak didik wajib diteliti latar belakang
kehidupannya untuk kepentingan pembinaannya.

24
LANJUTAN
• Dalam penempatan narapidana wajib memperhatikan
penggolongan narapidana berdasarkan : Jenis kelamin,
umur, residivis, kewarganegaraan, jenis kejahatan, dan
lama pidana.
• Untuk mengetahui data penghuni blok, maka pada
sebelah luar pintu setiap kamar ditempel papan untuk
mencantumkan daftar yang berisi : nama, nomor
daftar, lama pidana, tanggal lepas (expirasi) dan lain-
lain yang dianggap perlu.

25
LANJUTAN
• Pengenalan lingkungan dilakukan oleh petugas blok pengenalan
lingkungan yang akan memberikan :
• Penjelasan tentang hak dan kewajiban narapidana/anak didik.
• Pengenalan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku.
• Pengenalan dengan walinya.
• Pengenalan singkat dengan Ka. Lapas
• Pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh petugas
Bimbingan Kemasyarakatan, wali narapidana dan Tim Pengamat
Pemasyarakatan (TPP) yang mencatat awal tentang semua latar
belakang narapidana/ anak didik untuk kepentingannya.
• Masa pengamatan, penelitian dan pengenalan lingkungan
(mapenaling) selama-lamanya satu bulan.

26
PELAYANAN KEPADA TAHANAN
• Bantuan Hukum kepada tahanan.
• Penyuluhan Rohani.
• Penyuluhan Jasmani.
• Bimbingan Bakat.
• Bimbingan Ketrampilan.
• Perpustakaan.

27
PEMBINAAN NARAPIDANA
• TAHAPAN
• Tahap pertama : pembinaan awal yang didahului dengan
masa pengamatan, penelitian dan pengenalan lingkungan
(mapenaling), sejak diterima sampai sekurang-kurangnya 1/3
dari masa pidana yang sebenarnya.
• Tahap kedua: pembinaan lanjutan di atas 1/3 sampai
sekurang-kurangnya 1/2 dari masa pidana yang sebenarnya.
• Tahap ketiga: pembinaan lanjutan di atas 1/2 sampai
sekurang-kurangnya 2/3 dari masa pidana yang sebenarnya.
• Tahap keempat: Pembinaan lanjutan/bimbingan (Re-Integrasi
Sosial) di atas 2/3 sampai selesai masa pidananya.

28
PEMBINAAN NARAPIDANA
• WUJUD PEMBINAAN
• pembinaan kepribadian meliputi pendidikan agama,
pendidikan umum, pembinaan mental spiritual , sosial
budaya, dan kegiatan rekreasi.
• pembinaan kemandirian yang meliputi Pendidikan
Keterampilan seperti las, reparasi radio, montir, menjahit,
anyaman, rekayasa pipa, ukir, pertukangan, pertambakan dan
pabrik/industri dan sebagainya.
• Asimilasi, seperti kunjungan keluarga, asimilasi keluar, cuti
mengunjungi kelauarga.
• Re-integrasi sosial, seperti pemberian remisi, pembebasan
bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas.

29
PEMBINAAN NARAPIDANA
KHUSUS
Pembinaan narapidana yang terlibat dalam tindakan
pidana subversi, korupsi, peredaran gelap narkotika,
terorisme atau perkara lain yang menimbulkan keresahan
dan menarik perhatian masyarakat perlu mendapat
perhatian khusus dan kepada mereka diberikan asimilasi,
pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas dengan
syarat-syarat khusus sesuai dengan Peraturan
Pemerintah. No. 99 Tahun 2012 tentang Perubahan
Kedua Peraturan Pemerintah No.32 Tahun 1999 tentang
Syarat dan Tata Cara Pemberian Hak Narapidana..

30
Insert Your Title Here
• Master text styles
• Second level
• Third level
• Fourth level
• Fifth level

Your Date Here

Your Footer Here 31