Anda di halaman 1dari 25

MENUMBUHKAN KESADARAN

HUKUM UNTUK TAAT KEPADA


HUKUM TUHAN

Presented By :
1 Endang Priyatin
2 Media Gustiandina
3 Nur Rahma Octarina
Hukum Syari’at

Menurut para ulama hukum


syari’at adalah seperangkat aturan yang
berasal dari pembuat syari’at (Allah SWT)
yang berhubungan dengan perbuatan
manusia, yang menuntut agar dilakukan
suatu perintah atau ditinggalkan suatu
larangan dan atau memberikan pilihan
antara mengerjakan atau meninggalkan.
Macam –Macam Hukum Syari’at
1. Wajib (Fardhu)
Adalah suatu perkara yang apabila dikerjakan akan
mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan akan
mendapat siksa.
Ditinjau dari segi kepada siapa kewajiban tersebut
dibebankan hukum wajib ada 2 macam :
a) Wajib `Ain
b) Wajib Kifayah
2. Sunnah (mandub)
Adalah suatu perkara yang apabila dikerjakanakan
mendapat pahala , dan bila ditinggalkan tidak
berdosa.
Sunnah dibagi menjadi dua bagian diantaranya :
a) Sunnah muakkad
b)Sunnah goiru muakkad

3. Haram
Haram adalah suatu perkara yang apabila dikerjakan
akan mendapat dosa,dan apabila ditinggalkan akan
mendapat pahala. Contohnya minum-minuman keras,
berdusta, mendurhakai orang tua, mencuri, berzinah
dan sebagainya.
4.Makruh
Ialah suatu perkara yang apabila dikerjakan tidak
berdosa, dan bila ditinggalkan akan mendapat
pahala. Contohnya merokok, makan petai, makan
bawang mentah.

5. Mubah
Suatu perkara yang apabila dikerjakan, orang yang
mengrrjakan tidak mendapat pahala dan apabila
dikerjakan tidak berdosa.
B. Prinsip-prinsip Hukum Islam

Secara garis besar prinsip hukum islam ada 7 macam :

1.Tauhid
Menjelaskan bahwa seluruh manusia ada dibawah
ketetapan yang sama sebagai hamba Allah.
Berdasarkan prinsip tauhid sudah semestinya
manusia mengikuti dan menetapkan hokum dalam
kehidupannya sesuai dengan apa yang digariskan oleh
Allah SWT dan rasulnya.
2.Keadilan
Menjelaskan bahwa hukum islam yang mengatur persoalan
manusia dari berbagai aspeknya harus dilandaskan kepada
prinsip keadilan yang meliputi hubungan antara individu dengan
dirinya sendiri, individu dengan manusia dan masyarakatnya
serta hubungan antara individu dengan lingkungannya.dalam
surat al maidah 5:8

3. Amar Ma`ruf Nahi Munkar


Amar ma`ruf mengandung arti bahwa hukum islam ditegakkan
untuk menjadikan umat manusia dapat melaksanakan hal-hal
yang baik dan benar sebagaimana dikehendaki oleh Allah SWT.
Sedangkan Nahi Munkar artinya hukum tersebut ditegakkan
untuk mencegah hal-hal yang buruk yang dapat meruntuhkan
kehidupan manusia. Dalam surat al imron 3;110.
4. Kemerdekaan Dan Kebebasan
Menandung arti bahwa hukum islam tidak diterapkan
berdasarkan paksaan, akan tetapi berdasarkan penjelasan
yang baik dan argumentarif yang dapat
meyakinkan.keputusan terakhir diberikan kepada masing
- masing individu.

5. Persamaan ( Egaliter )
Mengandung arti bahwa pada dasarnya semua manusia
adalah sama meskipun faktanya berbeda dalam
lahiriyahnya, baik warna kulit, bahasa suku bangsa dll.
Dalam surat al hujuraat 49;13.
6. Tolong Menolong
Mengajarkan bahwa sesama warga masyarakat harus saling
menolong demi tercapainya keselamatan bersama. Dalam surat
al maidah 5;2

7. Toleransi
Mengajarkan bahwa hukum islam mengharuskan kepada
umatnya untuk hidup penuh dengan suasana damai dan toleran.
Toleransi ini harus menjamin tidak dilanggarnya hukum islam
dan hak umat islam.terdapat dalam surat al muntaha 60;8.
Menurut istilah yang dimaksud dengan sunnah adalah segala
sesuatu yang berasal dari Muhammad SAW selain al quran baik
berupa perkataan perbuatan maupun ketetapan yang layak
menjadi sumber hukum syariat.
5 poin penjelasan tentang urgensi sunnah
Nabi Muhammad SAW sebagai sumber
hukum selain al quran.
1. Iman
Salah satu konsekuensi beriman kepada Allah SWT adalah
menerima segala sesuatu yang bersumber dari para utusannya (
khususnya Nabi Muhammad SAW). Dijelaskan oleh Allah SWT
dalam firmannya dalam beberapa ayat, Q.S Al-An`aam 6;124 dan
Q.S An-Hahl16;35. Dan dijelaskan bahwa Rasululah SAW adalah
hamba yang dipilih dan dipercayai oleh Allah SWT untuk
membawa dan menyampaikan hukum-hukum Allah SWT
bagi umat manusia, apa yang beliau sampaikan semua bersumber
dari wahyu, maka seseorang tidak mungkin dapat beriman dan
taat terhadap hukum Allah kalau tidak menjadikan sunnah Nabi
Muhammad SAW sebagai pedoman.
2. Al-Qur`an
Di dalam Al-quran banyak ayat yang menjelaskan kewajiban
taat kepada Rosululoh SAW.

3. Hadits Nabi SAW


Diantar argumen tentang posisi sunnah sebagai sumber hukum
islam dijelaskan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW, dalam
beberapa haditsnya salah satunya ialah diriwayatkan oleh Malik
bin Annas dimana nabi bersabda “Aku tinggalkan kepada kalian
dua perkara kalian tidak akan tersesat selama masih berpegang
kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnahku.
4. Konsensus(Ijama`) ulama
Di antara argument tentang posisi sunnah sebagai
sumber hukum islam adalah berdasarkan konsesus umat
islam.

5. Dalil aqli/logika
Al –Quran yang berisi petunjuk dari Allah secara umum
masih bersifat global Khususnya yang berkaitan dengan
perintah dan larangan.
Posisi sunnah Nabi SAW terhadap
al-Qur`an
Ditinjau dari segi materi hukum yang terkandung didlamnya
secara umum para ulama membagi menjadi 3 macam :

1. Menguatkan hukum suatu peristiwa yang telah diter


apkan hukumnya didalam al-qur`an.
2. Memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat al-qur`an.
3. Menciptakan hukum baru yang tidak terdapat dalam al-
qur`an.
PERILAKU TAAT HUKUM

1. TANGGUNG JWB
2. TOLONG MENOLONG
3. SALING MELINDUNGI
4. ADIL
5. AMANAH/JUJUR
Menumbuhkan Kesadaran untuk
Taat Hukum Tuhan
Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT.
Manusia sebagai ciptaan harus tunduk kepada
hukum yang telah ditentukan oleh pencipta
manusia. Untuk menumbuhkan kesadaran
masyarakat Islam agar mentaati hokum yang
telah dibuat oleh pencipta manusia, maka
perlu dalil hokum yang bersumber dari Al-
Qur’an yaitu :
Surah Al-Maidah ayat 45 :
45. Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di
dalamnya (At Turat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan
jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga
dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada
kisasnya, barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya,
Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa
baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara
menuru apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu
adalah orang-orang yang zalim.
Surah Al-Maidah ayat 46 :
46. Dan kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani
Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab
yang sebelumnya, yaitu : Taurat, dan kmi Telah
memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya
(ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan
membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab
Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk
orang-orang yang bertakwa.
Surah Al-Maidah ayat 48 :
48. Dan kami Telah turunkan kepadamu AL-Qur’an dengan
membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya,
yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu
ujian[421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah
perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah
kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan
kebenaran yang Telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat
diantara kamu[422], kami berikan aturan dan jalan yang terang.
Sekiranya Allah menghendaki, niscara kamu dijadikan-Nya satu
umat (saja), tetapi Allah hendak menguju kamu terhadap
pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat
kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu
diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan
itu.
Pada Al-Maidah ayat 45 mengandung garis hukum
yang jelas dan rinci yang ditujukan kepada :

1. Polisi, jaksa dan hakim yang memeriksa kasus


kejahatan tubuh dan nyawa.
2. Pelaku kejahatan tubuh dan nyawa.
3. Dapat menyadarkan masyarakat yang melihat
eksekusi hukuman yang dijatuhkan oleh hakim
yang memeriksa dan memutuskan kasus perkara
yang dimaksud. Dengan demikian tampak
pengaruh agama Islam terhadap pemeluknya
untuk mentaati ajaran hukum Islam dan secara
otomatis, hal tersebut akan menumbuhkan
kesadaran hukum untuk taat kepada hukum
tuhan.
Menumbuhkan kesadaran untuk taat hukum Tuhan dapat kita
lakukan dengancara:

1.Menyadari bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT hanya


untuk mengabdi kepada-Nya dengan mentaati semua perintah/hukum
yang telahditetapkan Allah SWT.

2.Alam semesta beserta isinya merupakan milik Allah SWT. Jadi sudah
seharusnya kita sebagai tamu Allah SWT di bumi ini taat dan
tunduk kepada Sang Khaliq.

3.Allah SWT telah melimpahkan begitu banyak nikmat dan


ramat kepadakita seperti nikmat kesehatan yang tidak ternilai
harganya. Maka sebagai bentuk bersyukur kepada Yang Maha Kuasa
hendaknya kita harus menjalankan semua hukum yang telah
ditetapkan Allah SWT kepada kita.
4.Ingat bahwa Allah SWT akan selalu mengawasi apapun yang
kita lakukan karena Dialah Zat yang tidak pernah tidur, sehingga
kita harusnya malu kalau tidak patuh kepada-Nya.

5.Ingatlah akhirat, karena semua kita akan dicatat oleh malaikat


yang nantinya akan dipertanggung jawabkan di hari akhir.

6.Orang yang mulia di sisi Alllah SWT adalah orang yang


bertaqwa kepada- Nya yana patuh kepada perintah-Nya,
hendaknya kita terpacu untuk menjadi golongan tersebut.
7.Bahwa Hukum yang ditetapkan Allah SWT tidak hanya merupakan
hubungan vertikal dengan Sang Khaliq, tetapi juga termasuk di
dalamnya pengaturan tentang hubungan sesama manusia. Sehingga dengan
mentaati hukum Allah SWT maka secara tidak langsung kita telah menjaga
silaturrahmia yang baik dengan sesama manusia sehingga dalam menjalani
hidup di dunia ini kita akan merasakan ketenangan dan ketentraman lahir dan
batin.

8.Menyadari bahwa manusia tidak akan bisa hidup sendiri, sehingga dengan
adanya Hukum yang ditetapkan Allah SWT tentang hubungan manusia

9.secara horizontal maka kita akan merasakan kemudahan dan


kelapangandalam pergaulan sehari-hari..
Manusia adalah makhluk yang bernafsu sehingga dibutuhkan
pengaturan berupa Hukum Alllah SWT yang menjadi pegangan untuk
mencapaiketaqwaan.

10.Hukum yang diciptakan Allah SWT pada dasarnya adalah untuk kebaikan
hamba-Nya sendiri agar terhindar dari malapetaka dan perbuatan tercela

Anda mungkin juga menyukai