Anda di halaman 1dari 77

Ekologi dan

Ekosistem
Present by Kelompok 3 Analisis Kualitas Lingkungan
Anggota Kelompok
Mivtahurrahimah
01 (1711211041)
Inanda Dwi Putri
08 (1711212011)
Febby Mula Marta
02 (1711211043)
Nurul Fitriah Hanifa
Ditya Ayunda Sahnaz 09 (1711212013)
03 (1711211044)

Hafiza Utami Syukri Nikmatallizra


04 (1711212001)
10 (1711212017)

Khairunnisa Yuza Ulfa Dwi Riwayati


05 (1711212003) 11 (1711212021)

Syiffa Kurnia Fitri


06 Intan Suryani
(1711212005)
12 (1711212033)

Sri Wahyuni
07 (1711212009) Martina Vian Halawa
13 (17112119001)
Ruang Lingkup Ekologi 0001

Struktur Ekosistem 0002

Hubungan Interaksi Antar Ekosistem 0003

Daya Dukung Lingkungan 0004

Hubungan Ekologi, Ekosistem dan Kesehatan 0005


Outline
Materi Hubungan Kondisi Lingkungan dan Penyakit 0006
Definisi Ekologi
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya. Makhluk hidup dalam kasus
pertanian adalah tanaman, sedangkan lingkungannya dapat berupa air,
tanah, unsur hara, dan lain-lain.

Kata ekologi sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu
“oikos” dan “logos”. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, sedangkan
logos artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi ekologi artinya “ilmu yang
mempelajari organisme di tempat tinggalnya”
Ruang Lingkup
Ekologi
Adanya konsep model dari Miller yang beranggapan bahwa
seluruh alam semesta merupakan suatu ekosistem yang
tersusun oleh berbagai komponen atau kesatuan. Dalam
suatu ekosistem satu atau sekelompok komponen tak dapat
berdiri sendiri terlepas dari kelompok kesatuan lainnya.
1
Menurut konsep tersebut bagian-bagian atom
akan membentuk satuan atom. Satuan atom
akan membentuk satuan molekul, dan satuan-
satuan molekul seterusnya akan membentuk
satuan protoplasma, demikian proses
pembentukan satuan lainnya.
Dalam model tersebut ditampilkan batas wilayah
kerja ilmu ekologi, yaitu batas terbawah adalah
tingkat organisme atau tingkat individu dan batas
teratas adalah tingkat biosfer.
Secara ringkas, ruang lingkup ekologi dapat digambarkan melalui
spektrum biologi, yang menggambarkan aras-aras organisasi
kehidupan sebagai berikut :

Makromolekul Protoplasma Sel Jaringan

Populasi Organisme Sistem Organ Organ Tubuh

komunitas Ekosistem Biosfer


Ruang Lingkup
Sistem Organ
kerja sama antara struktur
dan fungsi yang harmonis,
Organ / Alat seperti kerja sama antara
Tubuh mata dan telinga, antara
Sel mata dan tangan, dan
satuan dasar suatu suatu organisme antara hidung dengan
organisme yang yang mempunyai tangan.
Protoplasma terdiri atas fungsi tertentu, Organisme adalah suatu
protoplasma dan inti misalnya kaki benda hidup, jasad hidup,
Adalah zat yang terkandung
Jaringan
atau telinga pada atau makhluk hidup.
hidup dalam sel dalam membran. kumpulan sel hewan, dan daun
dan terdiri atas Membran yang memiliki atau akar pada
senyawa merupakan bentuk dan fungsi tumbuhan.
komponen yang sama, misalnya
organik yang
menjadi pemisah jaringan otot.
kompleks,
dari satuan dasar
seperti lemak,
lainnya.
protein, dan
karbohidrat
Ruang Lingkup
Populasi
kelompok organisme
yang sejenis yang hidup Ekosistem
dan beranak pada suatu tatanan kesatuan
daerah tertentu. secara utuh
Contohnya populasi rusa menyeluruh
di pulau Jawa, populasi antara segenap
banteng di Ujung Kulon, unsur lingkungan
populasi badak di Ujung hidup yang saling
Kulon, dan populasi mempengaruhi.
ayam kampung di Jawa Komunitas
Barat.
Organisme semua populasi dari
berbagai jenis organisme
suatu benda yang menempati suatu
hidup, jasad daerah tertentu. Di daerah
hidup, atau tersebut setiap populasi Biosfer
makhluk hidup. berinteraksi satu dengan lapisan bumi
lainnya. Misalnya populasi tempat
rusa berinteraksi dengan ekosistem
populasi harimau di Pulau beroperasi.
Sumatra atau populasi ikan
mas berinteraksi dengan
populasi ikan mujair.
Menurut Kandeigh (1980), ekologi mempunyai ruang lingkup sebagai
berikut.
1. Sebaran dan kelimpahan setempat (secara lokal) dan secara geografik
jenis makhluk hidup (habitat, relung, komunitas, dan biogeografi).
2. Perubahan menurut ruang dan waktu dalam keberadaan, kelimpahan,
serta aktivitas makhluk hidup (musiman, tahunan, suksesional, geologik).
3. Saling keterkaitan antara makhluk hidup dalam populasi dan komunitas
(ekologi populasi/ ekologi komunitas).
Sedangkan 4. Adaptasi structural dan fungsional makhluk hidup dengan lingkungan
fisikanya (ekologi fisiologik).
5. Perilaku makhluk hidup dalam kondisi alam (ethologi).
6. Pemisahan habitat dan relung ekologi, spesiasi serta ekologi
evolusioner.
7. Produktivitas makhluk hidup dan manfaatnya bagi manusia (ekologi
ekosistem).
8. Pengembangan model matematik untuk menghubungkan interaksi
Thank you
Struktur
Ekosistem
Definisi Ekosistem
Ekosistem merupakan suatu satuan
fungsional dasar yang menyangkut
proses interaksi organisme hidup dengan
lingkungannya. Lingkungan yang
dimaksud dapat berupa lingkungan biotik
(makhluk hidup) maupun abiotik (non
makhluk hidup)
STRUKTUR EKOSISTEM
Bila kita memasuki suatu ekosistem,
baik ekosistem daratan maupun perairan,
akan dijumpai adanya dua macam
organisme hidup yang merupakan
komponen biotik ekosistem.
Kedua macam komponen biotik tersebut
adalah
(a) autotrofik
(b) heterotrofik.
Secara struktural ekosistem
mempunyai enam komponen sebagai
berikut:
1. Bahan anorganik yang meliputi C, N, CO2, H2O,
dan lain-lain
2. Bahan organik yang meliputi karbohidrat, lemak,
protein, bahan humus, dan lain-lain
3. Kondisi iklim
4.Produsen adalah organisme-organisme autotrof,
terutama tumbuhan berhijau daun (berklorofil)
5.Makrokonsumen adalah organisme heterotrof,
terutama hewan-hewan sepertikambing, ular,
serangga, dan udang
6.Mikrokonsumen adalah organisme-organisme
heterotrof, saprotrof, dan osmotrof,terutama bakteri
dan fungi.
Setiap ekosistem di dunia ini
mempunyai struktur umum yang sama,
yaitu adanya enam komponen seperti
tersebut di atas, dan adanya interaksi
antar komponen-komponen tersebut.
Jadi baik itu ekosistem alami (daratan,
perairan) maupun ekosistem buatan
(pertanian, perkebunan), semuanya
mempunyai kesamaan.
KONSEP EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu
kawasan alam yang di
dalamnya tercakup unsur-
unsur hayati (organisme)
dan unsur-unsur non hayati
(zat-zat tak hidup) serta
antara unsur-unsur
tersebut terjadi hubungan
timbal balik.
• Interaksi dinamis
meliputi sumber
pakan yang
berasal dari
aspek-aspek
abiotik (air,
karbondioksida,
nitrogen,
fosfor,dll)
termasuk sinar
matahari (SS)
yang dibutuhkan
oleh komponen
biotik (produsen,
konsumen,
dekomposer).
Macam Komponen
Ekosistem
Berdasarkan Fungsi

• Autotrofik
• Heterotrofik

Berdasarkan Penyusunan

• Abiotik
• Produsen
• Konsumen
• Dekomposer (Pengurai)
HOMEOSTASIS
EKOSISTEM
Homeostatis (homeo=sama;
stasis=berdiri) merupakan istilah yang
umumnya diterapkan kepada
kecenderungan sistem-sistem biologi
untuk bertahan terhadap perubahan-
perubahan dan tetap berada di dalam
keadaan keseimbangan.
 Dari segi makanan:
1. Komponen Autotrophik
2. Komponen Heterotrophik

 Dari segi keperluan Deskriptif:


1. Komponen Abiotik
2. Komponen-komponen Biomas
1. Hubungan Makan

2. Hubungan Simbiosis
 Mutualisme
 Komensalisme
 Parasitisme

3. Hubungan Kompetisi
Menurut (Irwan, 2012), terdapat dua tipe ekosistem yaitu:

Ekosistem Alami Ekosistem Buatan


 Ekosistem Darat (Terestrial)

 Ekosistem Perairan (Akuatik)


Ekosistem darat merupakan ekosistem yang memiliki lingkungan
berupa daratan. Ekosistem dapat dibedakan berdasarkan iklim dan
vegetasi dominan di wilayah tersebut, sehingga menjadi beberapa
bioma.
Berdasarkan letak geografisnya ekosistem darat dibedakan menjadi
beberapa bioma, yaitu :

 BiomaTundra
Bioma tundra terletak di bumi bagian utara, yaitu di kutub utara
yang memiliki curah hujan yang rendah. Tumbuhan yang dominan yaitu,
sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek
dan rumput. Hewan yang dapat ditemui di bioma ini, antara lain berung
kutub, reindeer (rusa kutub), serigala, dan burung-burung yang
bermigrasi ketika musim-musim tertentu.
 Bioma Taiga
Bioma taiga terletak di belahan bumi sebelah utara dan pegunungan daerah
tropik, yaitu di Amerika bagian utara dan selatan, Eropa bagian barat, dan Asia
bagian timur. Taiga merupakan hutan yang terdiri atas satu spesies seperti conifer,
pinud, dan cemara. Hewan yang hidup yaitu pemakan biji-bijian pohon conifer,
seperti tupai, serangga, dan burung finch.

 Bioma Hutan Hujan Tropis


Bioma hutan hujan tropis terletak di kawasan garis khatulistiwa di
seluruh dunia, yaitu Asia tengah termasuk Indonesia, Amerika Tengah dan
Selatan, Afria, serta Australia. Tumbuhan khas di hutan hujan tropis yaitu,
liana (rotan), epifit (anggrek). Hewan yang khas di hutan hujan tropis yaitu,
berbagai jenis serangga, burung, monyet, badak, babi hutan, harimau dan
burung hantu.
Bioma Savana (Padang Rumput)
Bioma savana terletak di wilayah beriklim sedang sampai
tropis dngan curah hujan 25cm – 30cm per tahun. Di indonesia,
bioma savana dapat ditemukan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
(peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan
yang dominan di bioma ini adalah rumput. Hewan yang hidup di
bioma ini adalah zebra, singa, bison, anjing liar, serigala, gajah,
jerapah, kangguru,serangga, ular, dan tikus.

Bioma Gurun
Bioma gurun terdapat di Asia, Afrika, India, Amerika, dan
Australia. Tanah yang tandus dan kandungan air yang sangat
rendah membuat tumbuhan dan hewan-hewan tertentu saja dapat
bertahapan di daerah ini. Tumbuhan yang dapat bertahan hidup di
antaranya kaktus. Tumbuhan kaktus menyimpan air di daun,
batang, dan akarnya yang berdaging. Hewan yang hidup di gurun
antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
 Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang
dan tersebar di Amerika Timur, Eropa Tengah, dan Asia
Timur. Hewan yang terdapat di hutan gugur antara lain rusa,
beruang, rubah, bajung, burung pelatuk, dan rakoon
(sebangsa luwak). Ada beberapa hewan di hutan gugur ini
yang dapat melakukan hibernasi, yitu hewan akan tidur
panjang selama musin dingin dengan terlebih dahulu
mengonsumsi banyak makanan.
 Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar dibagi menjadi dua yaitu lentik dan lotik. Lentik
merupakan habitat air yang tidak terdapat arus atau tenang, contohnya adalah
danau, kolam, payau, dan rawa. Adapun lotik adalah habitat air yang mengalir dan
memiliki arus, contohnya adalah sungai dan air terjun. Tumbuhan yang ada di
ekosistem air tawar yaitu jenis ganggang, dan lainnya adalah tumbuhan biji.
Sedangkan hewan yang ada di ekosistem air tawar yaitu hampir semua filum hewan
ada di dalam air tawar.

Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang menembus air, ekosistem air


tawar dibagi menjadi tiga zone (daerah), yaitu sebagai berikut :
 Zona Litoral

 Zona Limnetik

 Zona Profubdal
 Ekosistem Air Laut
Ekosistem laut dikatakan juga sebagai ekosistem bahari,
Ekosistem bahari meruakan ekosistem paling luas di permungkaan
bumi.

Berdasarkan kedalamnnya, ekosistem air laut dibagi menjadi


empat zona, yaitu sebagai berikut :
 Zona litoral
 Zona neritik
 Zona batial
 Zona abisal
Macam-macam Ekosistem Air Laut

Ekosistem Terumbu Karang


Ekosistem terumbu karang terletak di laut yang dangkal dan di daerah
perairan jernih.

Ekosistem Perairan Laut Dalam


Ekosistem laut dalam terletak di laut dalam/palung laut sehingga tidak
dapat ditembus oleh sinar matahari.

 Ekosistem Perairan Laut Dangkal


Ekosistem air laut dangkal terletak di daerah pantai yang tergenang oleh air
laut, kecuali pada saat air sedang surut.

Ekosistem Pantai Batu


Di ekosistem pantai batu terdapat banyak bongkahan batu yang berukuran
kecil dan besar.
Ekosistem Pantai Lumpur
Ekosistem pantai lumpur memiliki bentang yang cukup luas yang
terletak di muara sungai yang menjorok ke laut.

Ekosistem Estuari
Ekosistem estuari terletak di daerah percampuran antara air dan
laut dengan air sungai.

Ekosistem Pantai Pasir


Di ekosistem pantai pasir terdapat hamparan pasir yang selalu
terkena deburan ombak. Di daerah pantai pasir, angina akan selalu
bertiup kencang dan pada siang hari cahaya matahari akan selalu
bersinar sangat kuat.
DAYA DUKUNG
LINGKUNGAN
1. Pengertian Daya Dukung Lingkungan

Ada makhluk yang mempunyai


Daya dukung lingkungan atau strategi hidup dengan
carrying capacity adalah batas memperhatikan daya dukung
teratas dari pertumbuhan suatu lingkungan. Makhluk tersebut akan
menekan populasinya apabila
populasi, di atas mana jumlah
jumlahnya sudah mendekati batas
populasi itu tidak lagi dapat di daya dukung tersebut. namun ada
dukung oleh sarana, sumber daya juga makhluk hidup yang tidak
dan lingkungan yang ada. peduli dengan batas daya dukung itu
dan mereka akan berkembangg baik
menurut nalurinya.
Daya dukung lingkungan merupakan kemampuan lingkungan hidup untuk
mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan
antarkeduanya (UU No. 23 tahun 2007)

Menurut Soemarto (2001) daya dukung lingkungan pada hakikatnya


adalah daya dukung lingkungan alamiah, yaitu berdasarkan biomas
tumbuhan dan hewan yang dapat dikumpulkan dan ditangkap per satuan
luas dan waktu di daerah itu. Menurut Khanna (1999), daya dukung
lingkungan hidup terbagi dua yaitu kapasitas penyediaan (supportive
capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative capacity).
Keberadaan sumberdaya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung
lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Oleh karena itu, pemanfaatannya
harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari.
Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang
rasional antara lain sebagai berikut :
• Memanfaatkan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien,
misalnya : air, tanah dan udara
• Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
• Mengembangkan metode penambangan dan pemprosesan yang lebih efisien serta dapat
didaur ulang.
• Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam
Carrying Capacity

Carrying Capacity/CC (kapasitas daya tampung) merupakan kemampuan optimum lingkungan untuk

memberikan kehidupan yang baik dan memenuhi syarat kehidupan terhadap penduduk yang

mendiami lingkungan tersebut.

Apabila kemampuan optimum telah terpenuhi, sedangkan populasi cenderung meningkat maka akan

terjadi persaingan dalam memperebutkan sumberdaya (SD). Untuk mengurangi disparitas pemenuhan

kebutuhan masing-masing individu akan sumberdaya (SD) maka diperlukan sebuah teknologi yag

dapat membantu memperbesar kapasitas sumberdaya (SD).


Kapasitas daya tampung (CC) dibedakan atas 4 (empat)
tingkatan, yaitu :

• CC Maksimum
• CC Subsistem
• CC Suboptimum
• CC Optimum
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Daya Dukung

Daya dukung berkelanjutan ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor


biofisik maupun sosial-budaya-ekonomi.
• Faktor biofisik penting yang menentukan daya dukung daya dukung
berkelanjutan ialah proses ekologi yang merupakan sistem pendukung
kehidupan dan keanekaragaman jenis yang merupakan sumberdaya gen.
• Faktor sosial budaya juga mempunyai peranan yang sangat penting, bahkan
menentukan dalam daya dukung berkelanjutan. Sebab akhirnya
manusialah yang menentukan apakah pembangunan akan berjalan terus
atau terhenti. Kemelaratan pada salah satu pihak merupakan hambatan
untuk pembangunan. Tetapi pada lain pihak kemelaratan juga merupakan
cambuk untuk perjuangan memperbaiki nasib diri sendiri.
Faktor-faktor yang dapat menentukan daya dukung lingkungan dalam
kondisi baik atau tidak antara lain, adalah ketersedian bahan baku dan
energi, akumulasi limbah dari aktivitas produksi (termasuk manajemen
limbahnya) dan tentu interaksi antar makhluk hidup yang ada di dalam
lingkungan. Dengan kata lain daya dukung harus mampu mencakup daya
dukung lingkungan fisik, biologi dan persepsi atau psikologis.
Dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup (pengelolaan), akan selalu
ada kegiatan-kegiatan seperti kegiatan pemanfaatan (termasuk penataan
dan pemeliharaan), pengendalian, pemulihan dan juga pengembangan
kawasan lingkungan hidup. Pembangunan berkelanjutan adalah upaya
pelestarian yang paling baik, karena dalam prosesnya akan selalu
memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat dijadikan modal
pembangunan untuk generasi-generasi selanjutnya.
Untuk itu, sebelum melakukan pengelolaan hendaknya ditentukan terlebih
dahulu nilai dari daya dukung lingkungan yang menjadi targetnya. Dalam
penentuan daya dukung suatu kawasan perlu diperhatikan setidaknya tiga
aspek utama, yaitu ekologi, ekonomi dan sosial. Hal ini penting mengingat
bahwa interaksi antara kegiatan pengelolaan dengan ekosistem dari
kawasan tersebut akan tergambarkan dengan sangat kompleks, sehingga
memerlukan pendekatan yang multidimensi
Selain aspek fisik, daya dukung juga tergantung pada kondisi sosial, masyarakat, waktu dan

tempat (Suryanto, 2007). Daya dukung lingkungan yaitu kemampuan sebidang lahan dalam

mendukung kehidupan manusia (Sumarwoto, 2001). Kemudian Notohadiprawiro (1991)

menjelaskan bahwa daya dukung tersebut dinilai menurut ambang batas kesanggupan

lahan sebagai suatu ekosistem untuk menahan keruntuhan akibat dampak penggunaan.

Pembahasan daya dukung meliputi : tingkat penggunaan lahan, pemeliharaan mutu

lingkungan, tujuan pengelolaan, pertimbangan biaya pemeliharaan dan kepuasaan

pengguna sumberdaya.
Implementasi daya dukung lingkungan dapat dilakukan dengan tiga cara :

• Daya dukung lingkungan disusun pada level minimum sebagai aktivitas baru yang dapat
diakomodasikan sebelum terjadi perubahan yang nyata dalam lingkungan yang ada.
Misalnya : daya dukung untuk wilayah pertanian, kehutanan dan kegiatan wisata.

• Perubahan dapat diterima, tetapi pada level tertentu dibatasi agar tidak mengalami proses
degradasi serta sesuai dengan ketentuan standart. Cara ini kemungkinan dapat lebih meluas
dan relevan terutama untuk ambang batas udara dan air. Contoh implementasi model ini
adalah ijin pembuangan limbah yang disesuaikan dengan kapasitas jaringan air.

• Kapasitas lingkungan diterima sebagai aktivitas baru


Faktor lain yang mempengaruhi daya dukung yaitu :

• Produktivitas lahan
• Tingkat kesuburan tanah
3. Dasar Penentuan Daya Dukung Lingkungan
Hidup
• dengan cara mengetahui kapasitas lingkungan alam dan sumber daya
untuk mendukung kegiatan manusia/penduduk yang menggunakan
ruang bagi kelangsungan hidup.
• penentuan daya dukung lingkungan hidup dilakukan berdasarkan 3
(tiga) pendekatan, yaitu:
• Kemampuan lahan untuk alokasi pemanfaatan ruang.
• Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan lahan.
• Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air.
• Status daya dukung lahan diperoleh dari pembandingan antara
ketersediaan lahan (SL) dan kebutuhan lahan (DL).Penentuan daya
dukung lahan dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan
kebutuhan lahan.
• Bila SL > DL , daya dukung lahan dinyatakan surplus.
• Bila SL < DL, daya dukung lahan dinyatakan deficit.
4. Daya dukung lingkungan dan kaitannya dengan
berlanjutnya kota

Konsep dasar dari pembangunan yang berlanjut ada dua yaitu


• konsep kebutuhan (concept of needs) dan
• konsep keterbatasan (concept of limitations).
Konsep pemenuhan kebutuhan difokuskan untuk meningkatkan
kualitas hidup manusia, sementara konsep keterbatasan adalah
ketersediaan dan kapasitas yang dimiliki lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut.
kerusakan daya dukung alam dipengaruhi oleh dua
faktor:
Faktor internal Faktor eksternal

-> kerusakan yang berasal dari alam itu -> kerusakan yang diakibatkan oleh
sendiri. ulah manusia dalam rangka
-> sulit untuk dicegah karena adalah meningkatkan kualitas dan
proses alami yang terjadi pada alam kenyamanan hidupnya,
yang sedang mencari keseimbangan -> misalnya kerusakan yang akibat
dirinya, kegiatan industri berupa pencemaran
-> misalnya letusan gunung berapi, darat, air, laut, dan udara.
gempa bumi, dan badai.
5. Daya Dukung dalam Kaitannya dengan Pemanfaatan
SDA dan Lingkungan
Lingkungan hidup sebagai suatu ekosistem terdiri atas berbagai subsistem,
yang mempunyai aspek sosial, budaya, ekonomi dan geografi dengan corak ragam
yang berbeda yang mengakibatkan daya dukung dan daya tampung lingkungan
hidup yang berlainan. Keadaan yang demikian memerlukan pembinaan dan
pengembangan lingkungan hidup yang didasarkan pada keadaan daya dukung
dan daya tampung lingkungan hidup akan meningkatkan keselarasan, keserasian,
dan keseimbangan subsistem, yang berarti juga meningkatkan ketahanan
subsistem itu sendiri.
Pembinaan dan pengembangan subsistem yang satu akan mempengaruhi
ketahanan ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan
hidup menuntut dikembangkannya suatu sistem dengan keterpaduan sebagai ciri
utamanya.
*
Ekologi mempunyai perkembangan yang berangsur-angsur.
Dari perkembangan itu semakin terlihat bahwa ekologi
mempunyai hubungan dengan hampir semua ilmu-ilmu
lainnya. Guna memahami ruang lingkup dan sangkut pautnya
ekologi, persoalannya harus dipandang dalam hubungannya
dengan ilmu-ilmu lain. Untuk mengerti hubungan antara
organisme dan lingkungan, semua bidang ilmu yang dapat
menerangkan tentang komponen-komponen makhluk hidup
dan lingkungan itu sangat diperlukan.
Kemajuan teknologi sekarang memungkinkan
penelitian ekologi secara kuantitatif dari ekosistem
yang besar dan kompleks. Dengan menggunakan
model matematika serta pengolahan dengan
computer maka dapat diramal apa yang akan
terjadi bila sesuatu parameter dalam model itu
diubah dan ini menimbulkan bidang baru yang
dikenal sebagai Ekologi Statistik dan Ekologi Sistem
(model-model ekosistem).
Hubungan Antara Ekologi Dan
Ekosistem

ilmu ekologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang


mahluk hidup. Dalam suatu ekosistem didalamnya terdapat
organisme hidup dan organisme tak hidup sehingga ekosistem
merupakan salah satu unsur yang dipelajari dalam ekologi. Jadi
ekologi merupakan ilmu yang mempelajari ekosistem. Ilmu ekologi
pada dasarnya menjelaskan hubungan antara organisme -tumbuhan
maupun hewan- dengan lingkungannya.
Hubungan Ekologi dengan Kesmas

Kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh lingkungan


sekitarnya, selain lingkungan sosial kesehatan masyarakat
juga dipengaruhi oleh lingkungan alam sekitar. Tentu
apapun perbuatan yang dilakukan manusia terhadap alam
sekitarnya maka akan ada dampak yang di timbulkan
entah itu dampak positif maupun dampak negatif.
PENYEBAB BURUKNYA EKOLOGI DAN
KESEHATAN MASYARAKAT DI
INDONESIA

Penebangan Hutan Sanitasi kurang


Sampah
baik

Industri Limbah Pertanian


KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT EKOLOGI DAN
KESEHATAN MASYARAKAT

UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang


UU No. 18 Tahun 2008 tentang
Pengembangan Penyehatan Lingkungan
Pengelolaan Persampahan
Permukiman

UU No. 36 Tahun 2009 tentang UU No. 32 Tahun 2009 tentang


Kesehatan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Hubungan Ekologi, Ekosistem dan Kesehatan
Lingkungan
*Konsep dasar ilmu sanitasi lingkungan berasal dari ilmu yang
mempelajari hubungan total antara makhluk hidup dengan lingkungan
hidupnya disebut ekologi dan berkembang menjadi beberapa disiplin
ilmu lain seperti ilmu lingkungan, ilmu kesehatan lingkungan dan
sanitasi lingkungan.
*Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh Tansley (1935) yang
mengemukakan bahwa hubungan timbal balik antara makhluk hidup
dengan faktor lingkungan di alam, membentuk suatu sistem yang
tidak dapat dipisahkan.
*Ilmu yang mempelajari tentang ekosistem adalah ekologi.
Di dalam kaitan ini, kesehatan lingkungan menempatkan dan
menggantungkan diri pada keseimbangan ekologi, sehingga
karenanya berusaha menjalin suatu keseimbangan interaksi
manusia dengan lingkungannya pada tarap optimal dan batas-
batas tertentu untuk menjamin kehidupan yang tetap sehat
(well being). Kehidupan yang sehat meliputi baik dimensi
kesehatan fisik, kesehatan mental maupun hubungan sosial
yang optimal dengan lingkungan sekitar. Bila kondisi yang
optimal dapat dicapai karena timbulnya interaksi yang
“menekan” kehidupan, maka kesehatan lingkungan sampai
batas-batas dimungkinkan dapa menyerasikan diri melalui
berbagai upaya.
Tiga pokok yang dapat dilakukan dalam mengembangkan
upaya-upaya kesehatan lingkungan yaitu :
• Di mana dimungkinkan gangguan-gangguan yang dapat
berakibat terhadap kesehatan lingkungan perlu di
cegah.
• Apabila gangguan tersebut telah ada, langkah
berikutnya adalah mengusahakan mengurangi atau
meniadakan efeknya terhadap kecenderungan
timbulnya penyakit didalam masyarakat.
• Mengembangkan lingkungan yang sehat, khususnya pada
daerah-daerah padat melalui sistem perencanaan dan
pengendalian yang mudah terhadap
pemukiman,perumahan dan fasilitas rekreasi yang
sesungguhnya bisa menjadi pusat kunjungan manusia
dan sumber penularan.
HUBUNGAN KONDISI
LINGKUNGAN DAN
PENYAKIT
Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap
kualitas kesehatan seseorang adalah lingkungan
pemukiman, lingkungan sosial, lingkungan rekreasi, dan
lingkungan kerja.
Penyebaran penyakit dipengaruhi oleh 3 faktor :
1. Kepadatan populasi.
2. Sifat biologis patogen atau parasit
3. Faktor yang tidak tergantung pada kepadatan populasi.
Penyebab Masalah Kesehatan yang dipengaruhi oleh
lingkungan disebabkan :
1) pertambahan dan kepadatan penduduk.
2) Keanekaragaman sosial budaya dan adat istiadat dari
sebagian besar penduduk.
3) Belum memadainya pelaksanaan fungsi manajemen.
Ada beberapa strategi untuk meningkatkan dan memlihara kesehatan
masyarakat :
1. Didasarkan atas kebutuhan manusia
2. Ditujukan pada kehendak masyarakat
3. Direncanakan oleh semua pihak yang berkepentingan
4. Didasarkan atas prinsip-prinsip ilmiah
5. Dilaksanakan secara manusiawi
Pengaruh lingkungan terhadap kesehatan terbagi 2:
a.Pengaruh Langsung
b.Pengaruh tidak langsung
A. Lingkungan sebagai tempat hidup penyebab sakit.
B. Lingkungan sebagai penyebab sakit
C. Pengaruh lingkungan terhadap pola penyakit
1) Urbanisasi > Kepadatan penduduk > keterbatasan lahan > daerah
kumuh > sanitasi kesehatan lingkungan buruk
2) Kegiatan di kota(industrialisasi) > menghasilkan limbah cair >
dibuang tanpa pemgolahan (ke sungai) > sungai dimanfaatkan untuk
kegiatan sehari-hari > penyakit menular.
3) Kegiatan di kota (tranportasi) > emisi gas buang (asap) > mencemari
udara kota > udara tidak layak dihirup > peyakit ISPA
• Kurangnya persediaan dan penggunaan air bersih
• Kurangnya persediaan dan penggunaan jamban
• Masalah pembuangan sampah
• Pembuangan Limbah
• Pengaturan tata rumah yang kurang sesuai
• Pencemaran sungai yang digunakan penduduk sebagaisumber air untuk kebutuhan
rumah tangga
A. Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Masyarakat dengan
Keberadaan Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD)
Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Gede Suyasa dkk di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan,
menyatakan bahwa keberadaaan vector DBD berhubungan dengan faktor lingkungan seperti: (Tabel 1)
1. Kepadatan Penduduk
2. Mobilitas Penduduk
3. Keberadaan Tempat Ibadah
4. Keberadaan pot tanaman hias
5. Keberadaan Saluran Air Hujan
6. Tindakan
7. Kebiasaan menggantung pakaian
B. HUBUNGAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA
BALITA DI DESA LOGAS KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Berdasarkan uraian pada Bab Hasil dan Pembahasan, maka dapat disimpulkan
bahwa dari 85 responden yang dilakukan di Desa Logas Kabupaten Kuantan Singingi
diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Ada hubungan antara sumber air minum
dengan kejadian diare.
2. Ada hubungan antara jenis jamban
dengan kejadian diare.
3. Ada hubungan antara pengelolaan
sampah dengan kejadian diare.
TERIMAKASIH