Anda di halaman 1dari 14

Sumber :

Alexander, Ernest.R. (2005) Institutional Transformation and Planning:


from Institutionalization Theory to Institutional Design

PERSPEKTIF KELEMBAGAAN MENGENAI PERENCANAAN


: Mengapa? Dimana? Bagaimana?
PL 5104 – Kelembagaan dan Pembiayaan Pembangunan

INDRIANY PUTRI RAHMANI


25418044
OUTLINE

Mengapa? Bagaimana?
Dimana?
Dasar Pemikiran Merencanakan
Perencanaan
Pendahuluan Kelembagaan Paradigma dan Kesimpulan
dalam Konteks
untuk Perencanaan Desain
Sosial
Kelembagaan

• Transaction Cost Theory • Coordinative Planning and


• Transaction Cost Theory dari Institutional Design
Perencanaan • IOC
• Transaction Cost Theory dari
Perencanaan Guna Lahan dan
Development Control
PENDAHULUAN
FISIK

Ernest.R.Alexander dalam jurnalnya mencoba menjawab dsb EKONOMI


beberapa pertanyaan terkait perencanaan dalam konteks
PERENCANAAN
kelembagaan.

1. Mengapa kita melakukan perencanaan? SOSIAL &


KELEMBAG
Alasan adanya perencanaan kelembagaan KEPENDUD
AAN
UKAN
2. Dimana perencanaan dilakukan?
Posisi perencanaan dalam masyarakat yang kompleks
3. Bagaimana cara merencanakan?.
Ernest berpendapat bahwa desain kelembagaan merupakan aspek penting
(dan diabaikan) dari perencanaan

Kelembagaan merupakan perspektif terbaru dalam perencanaan,


Perencanaan sebagai
yang mana merupakan variasi dari perubahan perencanaan dan
teknologi sosial yang
bagaimana kita melihatnya. didasarkan pada
pengetahuan ilmiah.
Mengapa?
Dasar Pemikiran Kelembagaan untuk Perencanaan¹

PUBLIC PLANNING
Perencanaan sebagai Alat kontrol sosial untuk
fungsi pemerintah. mengimplementasikan
Pembenaran atas kebijakan hegemonic
“Mengapa kita melakukan kegagalan pasar (pokok) atau
memberi jalan bagi
perencanaan?” urban regimes yang
bersifat menindas atau
merugikan.

1. Perencanaan dianggap sebagai atribut dari Perencanaan tidak sebatas pada sektor
semua tindakan yang disengaja publik.
2. Perencanaan biasanya sudah diidentifikasi
Tetapi pertama-tama diperlukan
pengenalan singkat tentang teori biaya
sebagai aksi publik dan intervensi (ditujukan transaksi (TCT).
kegiatan sosial/bukan individu)

This section is based on Alexander (1992b, 2001a).


Transaction Cost Theory

Transaction Cost Theory (TCT) digunakan untuk mengukur efisien atau tidaknya suatu desain
kelembagaan.

“Semakin tinggi biaya transaksi yang terjadi dalam kegiatan ekonomi (transaksi), maka
semakin tidak efisien kelembagaan yang didesain”

Ernest  “aspek penting dalam perencanaan adalah institutional design (yang sering
diabaikan).”

Salah satu kendalanya dalam institutional design adanya kepentingan masing – masing aktor
maupun organisasi dalam mecapai suatu tujuan. Sehingga perlu adanya inter‐organizational
coordination (IOC) dan adanya interdependence (ketergantungan) atau pemikiran saling
membutuhkan
A TCT of Planning

TCT mengungkapkan adanya hubungan antara perencanaan dan tata kelola. Setiap proses
perencanaan ruang pasti terjadi proses transaksi karena di dalamnya melibatkan beberapa
aktor maupun organisasi.

Didalam pasar sempurna (pasar ekonomi dan politik) transaksi tidak perlu direncanakan untuk
membuat keputusan kolektif, namun dalam organisasi memerlukan perencanaan

Organisasi membutuhkan perencanaan untuk mengartikulasikan tujuan mereka, mendesain


dan mengevaluasi tindakan masa depan untuk mencapai tujuan.

Semakin besar dan semakin kompleks sebuah organisasi maka semakin membutuhkan
perencanaan yang formal dan dan strategis yang sistematis yang disebut dengan
coordinative planning

Coordinative Planning yaitu merencanakan cara/strategi untuk membagi tugas dan


meyakinkan komitmen tiap unit untuk menjalankannya.

GOOD GOVERNANCE

PERENCANAAN RUANG KOORDINASI ANTAR


STAKEHOLDER
A TCT of Land Use Planning and Development Control

Tabel 1. Forms and agents of governance in the land development


process and property market.

Source : E.R Alexander


Dimana?
Perencanaan dalam Konteks Sosial

PERENCANAAN (MODEREN):
PERENCANAAN -Koordinasi antisipatif
(KONVENSIONAL): -Penghubung antara pengetahuan
Intervensi dengan tindakan
pemerintah -Alat mencapai tujuan, dsb
Sektor publik bukan lagi domain eksklusif

AKTOR PEMBANGUNAN
Perencanaan menjadi hal
penting dalam konteks sosial PEMERINT
PUBLIK
pembangunan khususnya AH

yang melibatkan berbagai


aktor SWASTA

Perencanaan tidak terbatas pada sektor publik, namun ada dimana-


mana
Bagaimana?
Merencanakan Paradigma dan Desain Kelembagaan

Bagaimana perencanaan dapat berpengaruh ?


Bagaimana perencanaan harus dilakukan ?

Terdapat 4 paradigma perencanaan menurut Alexander, 1998:

•Perencanaan rasional klasik menganggap perencanaan sebagai kegiatan


Rational Planning penyelesaian masalah, melibatkan pilihan individu yang mementingkan
(Perencanaan rasional) kepentingannya sendiri atau kelompok Keempat paradigma ini saling
•Memungkinkan aktor untuk menentukan tindakan yang paling efektif melengkapi dan tidak saling
bertentangan.
Planning as interactive Dalam proses perencanaan
•Perencanaan bukanlah kegiatan individu melainkan proses interaktif
(Perencanaan sebagai sosial. Komunikasi antar aktor menjadi fokus utama dalam paradigma ini rasional planning dan interaktif
interaktif) aktor perencana adalah individu /
individu semu
Planning as coordinative •Unit yang relevan dalam perencanaan ini bukan individu melaikan
Perencanaan koordinatif aktor
(Perencanaan sebagai organisasi. Fokusnya adalah bagaimana menempatkan mereka untuk
bertindak pada waktu yang tepat untuk mencapai hasil yang disepakati perencana adalah organisasi atau
koordinatif)
antar organisasi
Frame planning dapat berupa
•Frame setting menggambarkan proses sosial dalam bentuk situasi
Planning as frame setting masalah dan respon apa yang harus dilakukan. Contoh : visi kebijakan
pembangunan, rencana strategis, masterplan
Coordinative Planning and Institutional Design

Coordinative Planning berfokus pada interaksi


diantara organisasi untuk menyatukan
keputusan bersama sehingga tujuan dapat
dicapai
Hal penting dalam coordinative planning adalah mengidentifikasi lembaga, organisasi yang berpartisipasi kedalam
jaringan antar organisasi dan mengukuhkan perannya masing-masing sehingga pada akhirnya dapat mengarah
kepada desain proyek yang memuat pendanaan, insentif, peraturan dll, desain proyek ini juga berguna untuk
memastikan semua aktor yang terlibat melakukan tugasnya masing-masing

COORDINA
TIVE PROJECT DESIGN
Contoh : Rencana, PLANNING
Kebijakan Proyek
besar dan strategis

PERAN PERENCANA IMPLEMENTASI AKTIF (dapat


berinteraksi dengan berbagai organisasi)
Coordinative Planning and Institutional Design (2)

Institutional design atau desain kelembagaan adalah merancang dan merealisasikan


aturan,prosedur, dan struktur organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan

STRATEGIC
COORDINATIVE
PLANNING IN
PLANNING
GENERAL

INCLUDE INSTITUTIONAL DESIGN

Projek baru  Institutional design


1. Menentukan membuat organisasi baru /
reorganisasi
2. Membuat aturan organisasi
3. Dsb
IOC

Perencanaan tidak hanya melibatkan antar aktor tapi juga aktor internal dalam organisasi atau
Interorganizational Coordination (IOC)
Bagaimana relasinya
dikembangkan
Cara untuk mendesain dan
melihat efektifitas dalam
konteks antar organisas
Bisa juga kawasan
metropolitan, area wisata
tangkuban perahu sebagian
ke subang sebagian
bandung barat,
Merancang satu
metedologi itu sendiri

Tingkat Tugas antar


keterkaitan masing-masing
organisasi
Summary and Conclusions

Kelembagaan menjadi perspektif baru dalam perencanaan khususnya untuk menjawab 3


pertanyaan kunci tentang perencanaan, yaitu mengapa kita merencanakan? di mana kita
berencana? dan bagaimana orang merencanakan?

Pertanyaan pertama dapat dijawab dengan transaction cost theory

Pertanyaan kedua dijawab dengan perencanaan tidak terbatas pada sektor publik saja

Pertanyaan ketiga dijawab dengan desain kelembagaan pada coordinative planning dan
interorganization planning
THANK YOU