Anda di halaman 1dari 58

TERMINAL BUS LEUWI PANJANG

BONDAN ALFA DHIRA


2012420062
KONDISI EKSISTING
PENDAHULUAN
• Berdasarkan fungsi pelayanannya, terminal penumpang diklasifikasikan kedalam tiga tipe terminal
(PP RI No.43 tahun 1993) yaitu:

– 1. Terminal penumpang Tipe A, yaitu yang berfungsi melayani kendaraan penumpang umum
untuk angkutan antar kota antar propinsi (AKAP), dan angkutan lintas batas antar negara,
angkutan antar kota dalam propinasi (AKDP), angkutan kota (AK) serta angkutan pedesaan
(ADES).

– 2. Terminal penumpang Tipe B, yaitu yang berfungsi melayani kendaraan penumpang umum
untuk angkutan antar kota dalam propinasi (AKDP), angkutan kota (AK) serta angkutan
pedesaan (ADES).

– 3. Terminal penumpang Tipe C, yaitu yang berfungsi melayani kendaraan penumpang


umum untuk angkutan pedesaan (ADES).

• Klasifikasi terminal tersebut akan mendasari pertimbangan bagi keperluan perencanaan berbagai
fasilitas penunjang dari masing-masing tipe terminal. Tipe yang berbeda akan menuntut jumlah dan
dimensi fasilitas pendukung yang berbeda pula. Demikian juga halnya dengan lokasi terminal, di
masing-masing tipe mempunyai kriteria tersendiri dalam penentuan lokasi yang sesuai dengan tipe
pelayanan yang diembannya.
FENOMENA

• Terminal Leuwi Panjang merupakan terminal tipe A karena memiliki pelayanan transportasi AKAP,
AKDP, dan AK

• Dalam terminal Leuwi Panjang, terdapat beberapa fenomena yang berpotensi menimbulkan
masalah, antara lain:
Masalah Yang Terjadi Akibat Yang Ditimbulkan
Kendaraan angkutan yang menurunkan dan menaikkan
penumpang di luar terminal. Terhambatnya arus lalu lintas di luar terminal

Arus kendaraan angkutan di dalam terminal padat yang


disebabkan oleh tidak sebandingnya luas lahan dengan
Kemacetan di ruas jalan sekitar terminal.
jumlah penumpang dan volume kendaraan yang harus
dilayani.

Pelayanan sirkulasi angkutan yang kurang efisien dan


Kurangnya kenyamanan yang dirasakan oleh
efektif serta tingkat pelayanan parkir yang masih kurang
konsumen / penumpang
baik.

Tidak adanya sarana / area khusus awak dan supir-supir Awak dan supir bus beristirahat di berbagai
bus untuk beristirahat tempat sesuka hati sehingga mengurangi
kenyamanan penumpang.
Tidak adanya loket penjualan tiket sehingga calon Kondektur dan calon penumpang
penumpang harus mencari sendiri bus yang akan ia berhamburan di area keberangkatan dan
tumpangi membuat kesan tidak teratur.

Sirkulasi menuju area angkutan dalam kota kurang Penumpang naik / turun kendaraan
tertata sembarangan.
FASILITAS
• Jalur keberangkatan angkutan umum
• Jalur Kedatangan angkutan umum
• Tempat parkir kendaraan umum
• Kantor terminal
• Area tunggu penumpang
• Area parkir kendaraan pribadi

PENUNJANG
• Toilet
• Musholla
• Kantin
• Ruang Pengobatan
• Ruang Informasi
PERAN
• Peran Ekonomi:
– Sebagai sarana untuk membangun bisnis dengan
membuat kios, retail, atau sarana komersil lain
yang dapat dijadikan fasilitas penunjang terminal
– Penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat
sekitar
• Peran Sosial:
– Sebagai sarana untuk menghubungkan masyarakat
antar kota dan antar provinsi
KONDISI PENGGUNAAN
No Fungsi Terminal Menurut Morlok Kesesuaian Fungsi Terminal Leuwi
(1998) Panjang dengan Teori Morlok

YA TIDAK
1 Memuat/menaikkan penumpag
dan barang ke atas kendaraan
atau pita transport serta
membongkar/menurunkan
2 Memindahkan dari satu
kendaraan ke kendaraan lain
(transit)
3 Menampung penumpang atau
barang mulai dari waktu datang
di terminal sampai waktu
kenddaran berangkat
4 Memproses barang
(membungkus/packaging)
5 Menyediakan fasilitas
kenyamanan penumpang/barang
(restoran, toilet, tempat ibadah,
wartel, gudang, dll)
6 Menyiapkan dokumen perjalanan
7 Menimbang muatan
8 Menjual tiket dan memesan
tempat
9 Menyiapkan kendaraan (pool)
dan komponen lain serta
memelihara kendaraan (Bengkel,
hangar)
10 Mengumpulkan penumpang
dan/atau barang dalam grup
pelayanan (kelas eksekutif, bisnis,
ekonomi, proteksi khusus, dll)
ANALISIS TAPAK
FUNGSI

Peta RTRW Kota Bandung

Menurut Peta Perancangan Pola Ruang RTRW Kota Bandung, area di sekitar tapak
terminal Leuwi Panjang difungsikan sebagai area perumahan, penyedia jasa dan
perdagangan

Kantor (Pemerintah)
Sekolah (Swasta)
Perdagangan
Kantor
Perumahan
PETA GUNA LAHAN AREA TERMINAL LEUWI PANJANG
TATA MASSA
PETA TATA MASSA
SIRKULASI PARKIR & KENDARAAN
SIRKULASI PEJALAN KAKI
RUANG TERBUKA
AKTIVITAS SOSIAL
&
EKONOMI
KEBIJAKAN
Luas Tapak: 7381m²
KDB: 30%-50% (~2280m² - ~3690m²)
KLB: 2 (~14760m²)
STUDI KASUS
TERMINAL TIRTONADI
SURAKARTA, JAWA TIMUR
A : Pintu Masuk Barat
B : Pintu Masuk Utara
C : Pintu Masuk Selatan
• Terminal Tirtonadi merupakan terminal
tipe A yang terletak di Kota Surakarta
• Merupakan jalur yang menghubungkan
Jawa Timur (terutama Surabaya dan
Banyuwangi) dan Jawa Barat (Bandung)
• Trayek Bus:
– Solo - Malang
– Solo - Surabaya
– Solo - Magetan - Madiun
– Solo - Magetan - Madiun - Jombang -
Mojokerto - Surabaya - Banyuwangi
– Solo - Semarang
– Solo - Jakarta
– Solo - Bandung
– Solo - Jakarta - Bogor
– Solo - Yogyakarta
– Surabaya - Solo - Yogyakarta
– Solo - Cilacap
– Solo - Kediri - Tulungagung - Blitar
– Solo - Kediri - Tulungagung - Trenggalek
• Luas area Terminal Tirtonadi sekitar 5ha
• Terminal Tirtonadi saat ini sedang dilakukan pengembangan oleh
pemerintah Kota Surakarta
• Terminal direncanakan akan memiliki 4 tingkat
• Terminal direncanakan akan memiliki fasilitas penunjang berupa
Mal (Pusat perdagangan) diatas terminal
• Sistem operasi terminal 24 jam, dengan ticketing yang memiliki
sistem mirip dengan bandara (memakai boarding pass)
• Rata-rata penumpang berjumlah 15.000 Jiwa/hari dalam keadaan
normal
• Pada hari-hari libur (musim lebaran) rata-rata penumpang dapat
melonjak sebanyak 30.000 Jiwa/hari
• Fasilitas penunjang:
– WC
– Mushola
– ATM center
– Wifi
– Fasilitas keamanan
TERMINAL PULO GEBANG
CAKUNG, JAKARTA TIMUR, DKI
JAKARTA
A

B
• Dibangun semenjak tahun 2010 dan
diresmikan pada tanggal 31 Maret Gedung A
2015
• Memiliki luas sekitar 14.7 hektar
Gedung B
• Terdiri dari 4 blok
• Gedung A: Gedung C
– Luas: 996 m²
– Area istirahat awak dan supir bus
AKAP Gedung D
• Gedung B:
– Luas: 1824 m²
– Area tunggu penumpang
– Area keberangkatan bus AKAP
Maket Terminal Pulo Gebang
– 9 akses pintu
– Jumlah jalur 28 unit bus
• Gedung C:
• Lantai 1:
– Area parkir bus AKAP
– Area parkir kendaraan pribadi
– Area parkir taxi
– Sarana ibadah masjid >>> kapasitas 700 orang
• Lantai Mezzanine:
– Loket Bus AKAP >>> target 85 loket
– Pertokoan
– Area tunggu angkutan dalam kota
– Loket bus Transjakarta
– Audio system/car call
• Lantai 2:
– Area tunggu penumpang keberangkatan AKAP
– Area kedatangan bus AKAP
– Ruang istirahat pengemudi
– Posko terminal
– Ruang pemeriksaan kesehatan
– Ruang menyusui
• Lantai 3:
– Area pusat jajanan serba ada (pujasera)
• Lantai 4:
– Kantor pihak pengelola
– Ruang perwakilan perusahaan otobus (PO)
– Control room >>> 62 kamera CCTV yang terhubung
• Gedung D:
– Luas: 409.15 m²
– Area kedatangan dan keberangkatan bus
Transjakarta
PROGRAM RUANG
• Kebutuhan ruang pada bangunan terminal ditentukan oleh kegiatan – kegiatan yang dilakukan di dalam terminal. Jenis ruang
yang dibutuhkan dalam perencanaan dan perancangan terminal dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok ruang, yaitu:
• Ruang Kelompok kegiatan Luar :
– Jalur kedatangan
– Jalur keberangkatan
– Area Kedatangan penumpang
– Area Keberangkatan penumpang
– Area parkir kendaraan umum (bus AKAP, AKDP, angkutan pedesaan, dan angkutan
– umum lain)
– Drop-off dan Pick Up
– Area parkir kendaraan pribadi
– Area parkir taksi, ojek, becak
• KelompokRuangUtama:
Kelompok ruang ini menghubungkan antara pintu masuk terminal atau area kedatangan sampai area keberangkatan.
Sirkulasi dalam kelompok ini haruslah secara langsung dan sependek mungkin. Kelompok ruang ini terdiri dari
– Hall
– Ruang Informasi
– Loket Tiket Agen Bus
– Ruang Tunggu Keberangkatan
• Kelompok Ruang Umum
Sebagai ruang yang bersifat publik, ruang ini harus mudah dicapai oleh pengguna. Perletakan kelompok ruang umum
sebaiknya diletakan di daerah yang merupakan jalur sirkulasi utama penumpang. Kelompok ruang umum ini terdiri dari :
– Ruang Kesehatan
– Ruang Penitipan Barang
– Loket Karcis Peron
– KM/WC
– Masjid / Mushola
• KelompokRuangPengelola
Kelompok ruang ini memiliki tingkat privasi yang lebih dibandingkan dengan ruang publik. Peletakannya ruang ini
disesuaikan dengan kondisi dan tujuan ruang tersebut. Ruang pengelola ini antara lain :
– Ruang Kabag Pemeliharaan d an Staff
– Ruang Kabag Keamanan
– Ruang Rapat
– Ruang Tamu
– Ruang Istirahat
– Pantry
– Pos Keamanan dan Polisi
– Pos Penarikan Retribusi
– Km/Wc
– Gudang
– Mushola
– Menara Pengawas dan Ruang Komunikasi
• Kelompok Ruang Kru atau Awak
Ruang – ruang ini berfungsi untuk mengakomodasi kebutuhan kru bus sebagai salah satu pengguna terminal. Kelompok ruang ini antara lain :
– Ruang Istirahat
– Kantin
– KM/WC
• Kelompok Ruang Penunjang
Kelompk ruang yang berfungsi untuk melayani kebutuhan penumpang dan pengelola di dalam terminal. Perletakan ruang ini harus mudah di jangkau
oleh pengguna yang berada di dalam terminal. Kelompok ruang ini antara lain :
– AreaATM
– Wartel/TeleponUmum
– Toko/Kios
– FoodCourt/Kantin
• Kelompok Ruang Servis
Kelompok ruang yang berfungsi untuk menunjang kelancaran aktivitas yang ada di dalam terminal dan mengakomodasi setiap aktivitas sepeti
aktivitas kendaraan umum, aktivitas pengelola dan pengunjung. ruang servis ini juga sebagai pendukung utilitas bangunan. Dengan demikian,
perletakannya harus memperhatikan setiap aktivitas yang ditunjangnya sehingga kedekatan, kelancaran, kenyamanan, dan keefektifan ruang ini
dapat optimal . Kelompok ruang ini adalah :
– Bengkel
– Ruang Peralatan dan Gudang
– Ruang Cuci Bus
– RuangAHU
– RuangMEE
– Menara Air
STANDARD
Contoh Program Ruang pada Terminal
CONTOH TABEL PROGRAM RUANG TERMINAL BUS
BUMP (Bandung Urban Mobility Project)
Transit Oriented Development Terminal
Peta Fungsi Kawasan Sekitar Leuwipanjang

Permukiman
Perkantoran
Pertokoan